
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 206
...•...
...•...
Waktu pulang sekolah telah tiba, kini Cahaya bersama kedua temannya sudah berdiri di depan pagar sekolah bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Ya Cahaya masih harus menunggu kedatangan Topan disana, karena ia sudah diberi pesan oleh pria tersebut untuk menunggu sampai Topan datang menjemput dirinya.
Sementara Mawar dan Melani dipaksa oleh Cahaya untuk menemani sohib mereka itu, karena Cahaya tidak mau jika harus menunggu sendirian tanpa ada yang menemani. Ya kedua gadis tersebut pun mau-mau saja menemani Cahaya karena gadis itu adalah sohib mereka, tentu dengan syarat dibelikan jajan seperti sekarang ini mereka tengah memakan Cilok yang baru saja dibelikan oleh Cahaya disana.
"Enak banget ya ciloknya!" ucap Mawar.
"Iya ih, udah lama gue gak makan cilok kayak gini! Thanks ya Aya, lu udah bikin gue bisa ngerasain yang namanya jajanan cilok lagi!" ucap Melani sambil nyengir menghadap ke arah Cahaya.
"Haish, kalian tuh kayak bocah tau gak? Masa udah gede minta dijajanin begituan?" ucap Cahaya heran.
"Ya gapapa dong, kan murah! Coba kalo kita minta jajanin burger atau spaghetti, pasti dompet lu auto batuk-batuk Aya!" ucap Mawar.
"Yeh iya juga sih, yaudah kalian lanjutin dah tuh makannya! Gue mau telpon Topan dulu, abisnya lama banget dia gak dateng-dateng! Gue bisa gosong nih kalo harus nunggu dia terus kayak gini, emang dasar tuh cowok!" ucap Cahaya.
"Hahaha, gapapa Aya! Walaupun lu gosong, gue yakin kak Topan pasti tetap bakalan cinta sama lu! Karena dia itu kan jatuh cinta bukan soal kecantikan lu, tapi sifat dan kebaikan hati lu! Jadi, fisik lu gak akan ngaruh buat kecintaan kak Topan sama lu Aya!" ujar Mawar sambil tersenyum tipis.
"Iya bener tuh, gausah khawatir Aya! Pacar lu itu gak mandang fisik kali, dia tulus sama lu!" ucap Melani.
__ADS_1
"Ah sok tau kalian! Mana ada sekarang cowok yang gak mandang fisik coba? Kalo emang beneran ada, gue mau deh traktir kalian makan di restoran bintang delapan sekalian!" ujar Cahaya.
"Yang bener?" tanya Mawar kegirangan.
"Ya iya serius, tapi buktiin dulu kalo cowok gak mandang fisik itu nyata dan ada! Palingan cuma jaman dulu, itu juga jarang-jarang!" ujar Cahaya.
"Ohh, oke sebentar kita tunggu dulu sampe orangnya dateng ya?!" ucap Mawar nyengir sambil memakan cilok di tangannya itu.
"Hah? Orang siapa??" tanya Cahaya heran.
"Bentar dulu, paling juga lewat nanti!" jawab Mawar. "Nah nah, tuh dia tuh si cowok yang gak mandang fisik dan cintanya tulus karena hati bukan karena muka atau apalah itu!" sambungnya sembari menunjuk ke arah dua orang yang tengah berjalan.
Sontak Cahaya serta Melani mengarahkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk Mawar, ya mereka melihat seorang pria tengah berjalan bersama seorang gadis yang bisa dibilang jelek bahkan culun berkacamata serta rambut dikepang dan giginya keluar dua kayak yang lagi baca. Cahaya dan Melani pun terkejut melihatnya.
"Nah, gimana Cahaya? Masih ada kan cowok yang gak mandang fisik sekarang?" ujar Mawar.
"Eee ya cuma satu, gak ada lagi kan?" ucap Cahaya.
"Ya emang sih cuma satu, tapi kan intinya ada! Jadi, lu harus tepati janji dan traktir kita di restoran bintang delapan!" ucap Mawar.
"Hahaha, yes akhirnya ditraktir sama Cahaya!" ujar Mawar kegirangan sembari melakukan tos dengan Melani disana.
Sementara Cahaya hanya terdiam sembari mengerucutkan bibirnya dan melipat dua tangan di depan karena jengkel.
•
•
Tak lama kemudian, Topan muncul dengan mobilnya yang sudah dibenarkan di bengkel lalu berhenti tepat di depan Cahaya berdiri yakni dekat gerbang sekolah dan tengah panas-panasan. Topan pun turun dari mobil lalu berjalan menghampiri Cahaya yang masih berdiri disana bersama Mawar dan Melani, ia heran lantaran Cahaya justru berdiri bukannya duduk.
"Pacar, kamu kok nunggunya disini sih? Ini kan panas tau pacar, terus kamu juga kenapa berdiri aja? Harusnya kamu duduk di dalam dong, supaya kamu gak pegel dan juga gak kepanasan!" ucap Topan.
__ADS_1
"Tau tuh kak Topan, tadi udah kita bilangin supaya nunggunya di dalam aja! Eh katanya dia mau nunggu disini supaya gampang dilihat sama kak Topan, emang dia tuh suka ngeyel kalo dibilangin kak!" ucap Mawar mengompor-ngompori.
"Ish, diem lu!" bentak Cahaya kesal dengan kelakuan Mawar yang seperti itu.
Sontak Mawar pun nyengir lalu diam tertunduk karena takut diamuk kembali, sedangkan Melani sedari tadi hanya diam tak mau banyak bicara lantaran sudah ada Topan disana. Ya pada akhirnya pun mereka berdua memilih untuk pamit pulang dengan Cahaya, tentu karena Topan juga sudah sampai sehingga Cahaya tak perlu lagi menunggu.
"Eee Cahaya, yaudah ya kalo gitu gue sama Mawar mau pulang dulu?! Makasih ya udah traktir kita cilok, ditunggu janjinya yang tadi! Permisi Cahaya, kak Topan kita duluan!" ucap Melani pamit.
"Eh iya iya, makasih udah temenin pacar gue!" ucap Topan tersenyum.
"Sama-sama, kak Topan!" ucap Mawar dan Melani.
Setelah Mawar serta Melani pergi dari sana, kini Topan hanya berduaan dengan Cahaya dan ia pun maju mendekat ke arah gadis itu lalu meraih dua tangannya. Topan mengusap kening Cahaya dengan lembut sambil tersenyum, kemudian ia juga maju dan mendaratkan kecupan manis pada area kening Cahaya, cukup lama ia menempelkan bibirnya disana sehingga Cahaya terbelalak lebar.
"Kita pulang sekarang yuk! Kasihan kamu kepanasan sampe keringetan begini, lain kali tunggu di dalam aja ya pacarku sayang! Kan aku gak mau kamu kecapekan, sini deh biar aku lap dulu keringat kamu!" ucap Topan tersenyum lalu mengambil sebuah saputangan dari kantung celananya.
Cahaya hanya bisa diam ketika Topan menyeka keringat yang ada di keningnya, jujur ia sangat malu karena cukup banyak orang yang juga ada di dekatnya menyaksikan adegan itu. Namun, tak mungkin Cahaya mengelak atau bahkan melawan kemauan Topan karena takut jika nantinya pria itu justru akan marah padanya.
"Nah udah, sekarang kamu udah enggak keringetan lagi kan?" ucap Topan tersenyum manis.
"Eee..." Cahaya masih gugup dan hanya diam.
Cupp...
Topan kembali mencium kening Cahaya untuk yang kedua kalinya, membuat gadis itu lagi-lagi terperangah lebar ketika mendapat perlakuan seperti itu dari sang kekasih.
"Yuk kita ke mobil sayang!" ucap Topan menggandeng tangan gadisnya.
"I-i-iya," ucap Cahaya gugup.
Topan tersenyum sekilas lalu kembali mengecup Cahaya, namun kali ini ia mengarahkan bibirnya pada pipi kenyal gadis itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...