Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 66. Ketemuan yuk!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 65


...•...


...•...


Topan tersenyum saat di dalam mobilnya, pria itu ternyata masih berada di sekitaran sekolah mengingat kejadian sebelumnya saat Cahaya tersipu karena kejutan darinya. Entah mengapa Topan seperti merasa ada yang berbeda di dalam hatinya saat ini, mungkin saja Topan tengah merasakan yang namanya cinta sejak mengenal Cahaya.


Disaat tengah asyik membayangkan ekspresi Cahaya ketika terkejut tadi, Topan baru teringat pada Senja seorang gadis yang ia temukan di aplikasi penjemput jodoh. Ya Topan pun langsung mengambilnya hp nya untuk mengecek apakah ada pesan masuk dari Senja atau tidak, ia memang sejak kemarin menanti balasan dari gadis itu atas pesannya.


Hasilnya benar saja ternyata ada pesan masuk dari Senja ke ponselnya, ia pun sungguh menyesal karena menonaktifkan fitur suara pada ponselnya sehingga tak mengetahui jika Senja sudah membalas pesan darinya.


"Aduh, sial! Bisa-bisanya gue malah silent hp gue, kan gue jadi gak tahu kalo Senja kirim pesan!" ujarnya.


Topan sampai mengacak-acak rambutnya sendiri karena rasa kesal yang ia rasakan, tentu saja itu karena ia terlambat menyadari kalau Senja sudah membalas pesan darinya dan bisa jadi gadis itu menganggap ia sengaja tak membalas pesannya.


"Kira-kira Senja kirim pesan apaan, ya?" gumam Topan coba menerka isi pesan dari Senja.


Akhirnya pria itu memutuskan membuka aplikasi tersebut dari hp nya untuk langsung memastikan pesan apa yang dikirimkan Senja, senyum tersimpul di bibirnya saat membaca isi pesan dari Senja yang lumayan menyentuh hatinya itu.


💌Senja : Eee maaf ya, Badai! Aku baru sempat buka hp sekarang, sekali lagi maaf banget!


Topan seperti tak menyangka kalau masih ada wanita seperti Senja yang mau meminta maaf lebih dulu pada seorang lelaki, ya sungguh langka memang wanita seperti itu saat ini karena kebanyakan mereka tidak mau melakukannya lantaran gengsi dan malah menyalahkan orang lain.

__ADS_1


"Beda banget emang sifat Senja ini dari cewek lain, makin penasaran aja gue sama sosok cewek ini! Kira-kira dia mau gak ya kalo gue aja ketemuan hari ini?" batin Topan senyum-senyum sendiri.


Pria itu pun dengan cepat mengetik balasan untuk Senja berupaya meminta Senja untuk mau bertemu dengannya sepulang sekolah nanti, ya Topan memang sudah sangat penasaran dengan wujud Senja sang gadis yang berhasil membuatnya kesemsem bahkan sampai terbawa mimpi.


💌Badai : Gapapa kok, cantik! Aku maklum kalo kamu sibuk jadi gak bisa bales pesan aku, kan kamu juga masih sekolah! Oh ya, kamu mau gak ketemu sama aku pas pulang sekolah nanti?


Setelah mengirim pesan tersebut, Topan yang sudah tergila-gila pada Senja sampai melupakan lagi Cahaya. Padahal sebelumnya ia sempat merasakan hal aneh begitu mengingat tentang Cahaya, ya dengan mudahnya pria itu beralih ke lain hati.


...•••...


Tliingg...


Ponsel milik Cahaya berdering saat ia tengah mengerjakan soal latihan yang diberikan pak Hambali, ia pun menghentikan sejenak aktivitasnya untuk mengecek siapakah yang mengirim pesan ke ponselnya diwaktu sekolah begini.


"Badai? Jadi dia yang chat gue, huh akhirnya dibales juga sama dia..." batin Cahaya.


Cahaya pun membuka pesan tersebut dan membacanya, ia syok saat mengetahui kalau Badai mengajaknya ketemuan siang ini setelah pulang sekolah. Tentu Cahaya jadi gugup dan bingung harus membalas apa ke Badai, ajakan Badai memang terlalu mendadak sehingga Cahaya agak ragu untuk menerimanya karena belum menyiapkan diri.


💌Badai : Gapapa kok, cantik! Aku maklum kalo kamu sibuk jadi gak bisa bales pesan aku, kan kamu juga masih sekolah! Oh ya, kamu mau gak ketemu sama aku pas pulang sekolah nanti?


💌Senja : Oke, aku mau kok! Ketemuan dimana...??


Setelah mengirim pesan itu, Cahaya pun kembali menyimpan ponselnya di kolong meja lalu lanjut mengerjakan soal latihan yang diberikan pak Hambali.


KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG...


Naasnya, bel malah berbunyi disaat ia baru ingin melanjutkan menjawab soal-soal itu yang masih banyak belum diisi olehnya. Tentu Cahaya panik lalu coba menjawab soal lainnya selagi masih sempat dan pak Hambali belum keluar kelas, terlihat ia sangat buru-buru sampai asal menjawab bahkan tak membaca soal terlebih dahulu.


"Cahaya, udah selesai belum? Buruan tuh pak Hambali nya mau pergi loh, nih contek aja punya gue!" ucap Prita memberikan jawabannya kepada Cahaya untuk membantu temannya itu.


"Wah thanks ya!"

__ADS_1


Cahaya dengan kekuatan 1000 tangan menyalin semua jawaban Prita ke lembar jawaban miliknya, akhirnya ia selesai tepat waktu sebelum pak Hambali pergi dari kelas dan langsung berlari ke depan mengumpulkan kertasnya berbarengan dengan Prita.


Untung saja pak Hambali masih mau menerima kertas jawaban mereka sebelum keluar kelas, ya mereka masih selamat kali ini namun lain kali harus lebih berhati-hati karena bisa saja pak Hambali tiba-tiba kerasukan monster.


"Huh untung aja masih sempet ngasih..." ujar Cahaya merasa lega sambil mengelus dadanya.


"Iya, lagian lu ngapain sih udah waktu mepet malah sempat-sempatnya pegang hp!" ujar Prita.


"Ya kan ada pesan masuk, kalo gak dibuka kasian dong yang ngirim pesannya..." ucap Cahaya.


...•••...


Tliingg...


Topan yang sedang mengendarai mobilnya mendadak kaget ketika ponselnya berdering dan terdapat nama Senja pada layar hp nya itu, tentu Topan langsung melipir sejenak menghentikan mobilnya untuk membaca pesan dari Senja.


💌Senja : Oke, aku mau kok! Ketemuan dimana...??


Entah mengapa Topan langsung merasa gembira begitu membaca Iis pesan dari Senja, ya tangannya terkepal dan spontan ia mengucap kata yes karena sangking bahagianya akan segera bertemu dengan Senja sosok wanita yang mulai mencuri hatinya.


"Akhirnya sebentar lagi gue bakal ketemu sama Senja, semoga pertemuan pertama ini akan mengesankan!" batin Topan.


Sangking senangnya, Topan sampai bingung harus mengajak Senja ketemuan dimana karena ia tidak mau pertemuan pertamanya dengan Senja hanya berlangsung biasa-biasa saja.


"Duh gue ajak Senja ketemuan dimana, ya?" gumam Topan terus berpikir keras.


Ya akhirnya Topan memilih tempat sebelumnya saat Senja mengajaknya ketemuan tetapi gagal, itu karena ia bingung harus memilih tempat mana lagi walaupun di Jakarta banyak sekali tempat bagus yang bisa ia pilih selain cafe tersebut.


💌Badai : Bagus deh, kalo gitu kita ketemuan di permata cafe aja!


Topan tersenyum memejamkan mata sembari menempelkan ponselnya pada dada bidangnya, ia membayangkan saat-saat pertemuannya dengan Senja nanti siang yang mungkin akan mendebarkan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2