
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 311
...•...
...•...
Topan dan Cahaya masih berada di dalam mobil tengah menuju ke rumah gadis itu untuk pulang, ya karena mereka sudah puas jalan berdua di sekitaran hutan kota yang indah dan juga cantik.
Namun, sepanjang perjalanan dari tempat wisata tersebut sampai menuju ke dekat rumah Cahaya, Topan terus merasakan sakit yang amat sangat pada bagian perutnya, bahkan beberapa kali ia mengeluarkan gas karena tak dapat lagi menahan sakit melilit di perutnya itu.
"Duh sakit banget sayang! Kayaknya aku gak tahan lagi deh, kita mampir dulu ke toilet dekat-dekat sini ya sayang?" ujar Topan meringis.
"Kamu itu kenapa sih pacar? Kok bisa sakit perut kayak gini?" tanya Cahaya heran.
"Gak tahu sayang, kayaknya sih gara-gara aku makan bakso punya kamu yang pedas banget itu! Makanya aku jadi sakit perut sayang, duh sakit banget tau!" ujar Topan merintih.
Proott..
Topan kembali buang gas di dalam mobil dan membuat Cahaya kebauan, lagi-lagi gadis itu harus menutup hidung serta mengipas-ngipas tangannya agar gas milik Topan tidak tercium langsung oleh hidungnya.
"Ish pacar, kamu mah jorok banget kentut sembarangan aja! Ini kan di dalam mobil tau, kamu tahan kek gitu!" ujar Cahaya emosi.
"Maaf ya sayang aku udah berusaha tahan, tapi gak bisa!" ujar Topan nyengir.
"Ah yaudah kamu mampir dulu gitu ke toilet umum dekat sini, aku gak tahan lagi sama bau kentut kamu itu pacar! Tuh tuh di depan ada pom bensin, kita mampir dulu kesana!" ucap Cahaya.
"Iya iya..."
Topan pun mengarahkan mobilnya menuju pom bensin yang ada di depannya, ia memarkirkan mobilnya dan langsung pamit pada Cahaya.
"Pacar, aku ke toilet dulu ya? Kamu tunggu aja disini atau dimana kek terserah!" ujar Topan.
"Iya, buruan ya jangan lama-lama!" ucap Cahaya.
"Siap sayang santai!" ucap Topan.
Topan turun dari mobil, lalu bergegas pergi menuju kamar mandi umum di pom bensin itu. Namun, ia mengurungkan niatnya saat mengetahui toilet disana sangat jorok dan kotor.
"Ish najis amat nih toilet! Kotor banget kayak gini, gak pernah dibersihin apa gimana sih?!" umpatnya.
Saat Topan hendak kembali ke mobilnya, rasa ingin buang air sudah tak bisa lagi ia tahan. Sehingga ia pun terpaksa menggunakan toilet itu.
"Aduh terpaksa deh pake ini toilet!" ujarnya.
Akhirnya Topan masuk ke dalam toilet dan mulai buang air besar disana.
Sementara Cahaya membuka kaca mobil, lalu menyemprotkan parfum yang ia bawa untuk mengusir bau kentut Topan yang sempat membuat hidungnya merasa tidak enak itu.
"Emhh pacar itu benar-benar deh ya! Baru kali ini loh dia begitu, biasanya gak pernah! Masa iya gara-gara makan bakso dari aku?" gumamnya bingung.
"Permisi mbak!"
Saat Cahaya tengah asyik menyemprotkan parfum di dalam mobil, tiba-tiba ada seorang pria yang mendekat ke arah kaca mobilnya dan membuat Cahaya terkejut lalu reflek menoleh.
Gadis itu makin syok saat melihat pria itu membawa sebuah pisau kecil di tangannya dan terlihat menodongkan pisau itu pada Cahaya, namun dengan ekspresi santai bahkan tersenyum.
"Hah? I-ini maksudnya apa ya?" ujar Cahaya kaget.
"Tenang mbak! Saya gak akan sakitin mbak kok, asal mbak mau serahin semua harta yang mbak punya ke saya!" ucap pria itu.
"Dih, situ perampok?" tanya Cahaya.
"Iya mbak, cepat serahin harta mbak atau saya bakal tusuk pisau ini ke leher mbaknya!" ucap si pria.
Merasa terancam, Cahaya pun berusaha untuk mencari cara agar ia bisa melawan pria itu tanpa harus menyerahkan harta benda miliknya.
"Mbak, cepat mbak!" ujar pria itu makin mendekatkan pisaunya ke leher Cahaya.
"Eee sa-saya gak punya apa-apa, mas! Masnya salah nodong orang! Harusnya jangan saya yang ditodong, mending mas cari korban lain sana! Kan banyak tuh mobil yang pada parkir disini, kenapa masnya malah milih nodong saya?" ujar Cahaya gugup.
"Udah deh, mbaknya gausah bohong! Itu apa yang dipake sama mbaknya di leher? Kalung kan? Sini serahin ke saya, sekalian sama hp dan semua uang punya mbak!" ucap si pria.
"Ja-jangan mas! Ini kalung kesayangan saya, almarhumah mama saya yang kasih ini!" ucap Cahaya.
"Ah gak perduli! Cepat serahin atau—"
Sroott...
__ADS_1
"Awhh awhh!!"
Belum sempat ucapan pria itu terselesaikan, Cahaya sudah lebih dulu menyemprotkan parfum nya ke arah mata si pria hingga membuat pria itu merasa kesakitan dan agak pedih.
Setelahnya, Cahaya langsung turun dari mobil dengan mendorong pintu mobilnya cukup keras sampai dapat membuat si pria terjengkang ke belakang.
"TOLONGG TOLONGG...!!" teriak Cahaya keras.
Mendengar teriakan Cahaya, tentu saja para orang yang sedang ada di pom bensin langsung menghampirinya karena penasaran.
"Ada apa ini mbak?" tanya seorang pria.
"Itu pak, dia tadi mau todong saya! Tangkap dia pak, lihat tuh dia bawa pisau!" ucap Cahaya.
"Wah beraninya kamu maling disini!"
Mereka pun langsung membawa pria penodong itu ramai-ramai menuju pos jaga disana untuk diamankan sebelum dibawa ke kantor polisi.
Sementara Cahaya merasa lega, ia menghela nafas sembari menyenderkan punggungnya pada badan mobil dan mengusap-usap lehernya, ia juga mendongak menatap langit dan memejamkan mata.
"Syukurlah gue masih selamat!" batinnya.
•
•
Topan yang baru selesai buang air, kaget melihat gadisnya sedang duduk di teras depan minimarket yang ada di pom bensin itu. Apalagi Cahaya juga bersama beberapa orang disana dan tampak sedih, hingga membuat Topan merasa penasaran.
Tanpa berpikir panjang, Topan pun maju mendekati Cahaya untuk bertanya langsung padanya. Ia sangat panik dan tak bisa berbuat banyak selain menenangkan gadisnya.
"Hey sayang! Kamu kenapa?" tanya Topan cemas.
"Pacar?"
Cahaya langsung berdiri menghampiri Topan dan memeluk tubuh pria itu sambil menangis, ia masih belum bisa melupakan kejadian tadi saat ada seseorang yang menodongnya.
"Kamu kenapa pacar?" tanya Topan sembari mengusap punggung gadisnya.
"Mas, tadi pacarnya ditodong sama orang!" ujar seorang pria yang berada disana.
"Apa??" Topan terkejut bukan main.
"Kamu ditodong sayang?" tanya Topan pada gadisnya.
Gadis itu mendongak menatap wajah Topan dengan wajah paniknya, ia mengangguk pelan menandakan kalau apa yang ditanyakan Topan itu benar terjadi padanya.
"Gak kok pacar, aku baik-baik aja! Untungnya juga tadi orang-orang ini langsung dateng tolong aku, kalo gak ada mereka gak tahu lagi deh bakal gimana!" ucap Cahaya sambil menoleh ke arah orang-orang yang ada disana.
Topan pun ikut menatap ke mereka lalu tersenyum dan mengucap terimakasih pada mereka.
"Pak, mas, semuanya makasih ya udah tolongin pacar saya!" ucap Topan.
"Sama-sama mas, tadi kebetulan aja si neng nya teriak jadi kita langsung samperin deh! Eh ternyata lagi ditodong sama orang!" ujar salah seorang pria.
"Iya pak, sekali lagi terimakasih ya!" ucap Topan.
"Sama-sama mas!" ucap mereka serentak.
"Eee karena masnya udah datang, kita semua pergi dulu ya mas, mbak?" ucap salah seorang pria.
"Oh iya iya pak, silahkan!" ucap Topan.
Setelahnya, orang-orang itu pun pergi dari sana meninggalkan Topan dan Cahaya berduaan di dekat mobil. Situasi kini sudah aman, karena si penodong juga sudah dibawa ke kantor polisi.
Topan memegang wajah Cahaya dengan dua tangannya, lalu menatapnya tajam.
"Pacar, aku minta maaf ya sama kamu! Gara-gara aku tinggalin kamu tadi, hampir aja kamu dilukai sama orang!" ucap Topan.
"Gapapa pacar, aku kan baik-baik aja sekarang! Ya cuma aku masih rada trauma sih sama kejadian tadi, soalnya pisau dia udah nyentuh leher aku tau!" ucap Cahaya.
"Duh, yaudah sini aku peluk lagi supaya trauma kamu hilang ya sayang!" ucap Topan.
Pria itu langsung bergerak memeluk gadisnya dengan erat sembari mengusap puncak kepala Cahaya dengan lembut dan sesekali mengecupnya, membuat gadis itu terpejam.
"Udah enakan belum pacar?" tanya Topan.
"Lumayan sih, tapi masih agak trauma dikit! Mungkin nanti agak lamaan bakal ilang, kamu gausah cemas ya pacar!" ucap Cahaya.
"Iya iya, kamu mau lanjut jalan sekarang atau masih pengen istirahat dulu disini?" tanya Topan.
"Eee langsung pulang aja deh pacar, aku takut papa nanyain kamu nanti! Kan kamu udah janji mau temenin papa nonton bola, eh ya kita juga belum beliin pizza buat papa kan? Kita nanti mampir dulu ya ke restoran pizza!" ucap Cahaya.
"Oh iya ya, aku sampe lupa sayang! Oke deh kita beli pizza dulu buat papa kamu, tapi beneran kan kamu gapapa sayang? Kalau misal kamu ada yang dirasain sakit atau apa, bilang aja ke aku!" ucap Topan.
"Iya pacar, aku baik-baik aja kok! Udah yuk kita langsung pergi dari sini!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Oke!"
Topan membuka pintu mobilnya, lalu membantu Cahaya masuk ke dalam dan menutupnya kembali. Ia masuk melalui pintu lainnya, kemudian duduk di sebelah Cahaya.
"Pake dulu sabuk pengaman nya!" ucap Topan.
"Eh iya iya," ucap Cahaya gugup.
"Kamu kenapa sih? Kok suka bengong begitu? Apa karena kamu masih trauma?" tanya Topan.
"Eee kayaknya iya deh, aku masih terus keinget sama kejadian tadi pacar!" jawab Cahaya.
"Duh, udah ya sayang kamu jangan cemas begitu terus! Disini kan ada aku yang akan selalu lindungin kamu, tenang aja ya pacarku!" ucap Topan sambil mengusap wajah gadisnya dengan lembut.
Cahaya mengangguk pelan.
"Yaudah kita jalan ya? Kamu jangan cemas lagi!" ucap Topan tersenyum.
"Iya pacar,"
Topan langsung menancap gas membawa gadisnya itu pergi dari sana, ia terus memperhatikan Cahaya dari samping agar ia tahu apakah gadis itu sudah benar-benar baikan atau belum.
"Bodoh banget sih gue! Bisa-bisanya gue teledor jagain Cahaya, ah ini semua gara-gara sakit perut yang gak tahu waktu nih!" gumam Topan dalam hati.
•
•
Singkat cerita, keduanya sudah sampai di restoran pizza untuk memesan pesanan Hendra. Selagi menunggu pesanan mereka selesai, Topan dan Cahaya duduk di tempat yang kosong sembari berbincang sejenak.
Gadis itu sudah lebih lega dibanding sebelumnya, ia bahkan bisa tersenyum memandangi wajah kekasihnya sambil berpegangan tangan pada pria tersebut.
"Cie yang udah baikan!" ujar Topan nyengir.
"Ish, kamu mah iseng banget sih! Bisa gak jangan godain aku terus kayak gitu?!" ujar Cahaya.
"Iya iya, maaf cantik! Aku cuma seneng aja bisa lihat kamu senyum lagi kayak gitu!" ucap Topan.
"Ahaha kenapa? Tambah cantik ya?" ujar Cahaya.
"Dih mulai lagi ge'er nya, tapi gapapa sih aku suka sama kegeeran kamu itu! Daripada kamu terus ngelamun kayak tadi, lebih baik kamu begini sayang!" ucap Topan tersenyum.
"Iya pacar, aku gak akan begitu lagi kok! Kan aku juga udah mulai bisa tenangin diri, itu berkat kamu pacarku!" ucap Cahaya.
"Bagus sayang!" ucap Topan.
Disaat Topan sedang asyik memandang wajah Cahaya sambil tersenyum, tiba-tiba saja rasa sakit pada perutnya kembali terasa dan membuat Topan jadi hilang fokus.
Proott...
Pria itu kembali tidak bisa menahan gas yang ingin keluar, sehingga Cahaya lagi-lagi harus mencium bau yang tidak enak di hidungnya.
"Ih ini bau apa sih? Kamu kentut lagi ya sayang?" ujar Cahaya reflek menutup hidungnya.
"Eee sssttt, kamu jangan keras-keras ngomongnya sayang! Aku malu dilihatin orang, ini perut aku sakit lagi tau sayang!" ujar Topan meringis sembari memegangi perutnya.
"Ih tapi kamu jorok tau!" ujar Cahaya kesal.
"Iya iya maaf! Aku ke toilet dulu ya sayang? Kamu tunggu disini, gak lama kok!" ucap Topan.
"Haish, iya iya sana!" ujar Cahaya.
Topan pun langsung berdiri dari kursinya dan pergi menuju toilet di restoran tersebut dengan cepat masih sambil memegangi perutnya, ia tak tahan lagi karena rasanya sesuatu dari dalam sana sudah ingin keluar dan membuat Topan makin risau.
Sesampainya di toilet, Topan merasa geram karena toilet disana penuh terisi oleh orang-orang yang sedang buang air juga. Topan pun bingung, ia tak memiliki pilihan lain selain menahan sejenak rasa ingin buang airnya.
"Aaarrgghh sialan! Udah gak tahan lagi gue! Jangan sampe deh keluar disini!" ujarnya.
Tak lama, ada dua orang pria yang turut masuk ke dalam toilet itu dan melihat Topan tengah berdiri di depan pintu sambil melakukan gerakan aneh, keduanya menatap heran sambil terkekeh kecil karena tingkah Topan memang benar-benar lucu sudah seperti anak kecil.
Untunglah salah satu pintu terbuka, sehingga Topan langsung masuk ke dalam untuk menuntaskan hajatnya.
Brot brot brobot brobot...
❤️
Sementara Cahaya yang tengah sendiri di tempat duduk menunggu pesanannya, memilih untuk bermain ponsel sejenak membuka media sosial miliknya karena merasa bosan.
Saat ia sedang asyik bermain ponsel, tiba-tiba saja seorang wanita mendekatinya dan menyebut namanya.
"Hai!"
Gadis itu terkejut, ia reflek menoleh ke asal suara dan langsung menganga lebar begitu melihat sosok wanita yang berdiri di sampingnya.
"Hah??"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...