Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 169. Pengakuan Cahaya


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 168


...•...


...•...


Cahaya menghentikan langkahnya di dekat jalan raya dan berpegangan pada sebuah pohon untuk mengatur nafasnya sejenak setelah berlari cukup jauh dari dalam restoran, Cahaya pun menumpahkan air matanya disana mengingat momen saat melihat sendiri Topan tengah berpegangan tangan dengan seorang wanita di dalam restoran itu dan tampak mesra sekali sehingga membuatnya sakit hati.


Cahaya memang tak mengerti rasa apa yang ada di dalam hatinya saat ini, ia hanya menuruti keinginan hatinya untuk menangis karena tak mampu lagi menahannya, biarpun Cahaya juga sangat heran mengapa ia bisa menangis hanya karena menyaksikan momen seperti itu.


Setelah puas mengeluarkan segala macam kesedihan yang ia rasakan, Cahaya pun kembali berdiri tegak dan menyeka air matanya. Ia coba beristirahat sejenak di bawah pohon rindang itu sembari menenangkan perasaannya, entah kenapa ia masih saja teringat pada kejadian tadi saat Topan tengah berduaan dengan sosok wanita.


"Maksudnya apa coba, temen-temen Topan itu bawa gue ke tempat tadi? Apa mereka emang disuruh sama Topan buat bikin gue cemburu?" gumamnya.


Tampaknya Cahaya salah mengira niat dari Ardan juga Guntur, ia justru menduga jika kedua pria tersebut sengaja membawanya kesana agar ia bisa menyaksikan kalau Topan sedang bersama wanita lain disana, akibatnya Cahaya pun sangat emosi pada teman-teman Topan tersebut dan tidak akan pernah mau lagi bicara dengan Topan.


"Cahaya...."


Tiba-tiba saja, seseorang memanggil nama gadis itu dan berdiri tepat di sampingnya. Sontak Cahaya terkejut dan langsung menghapus air mata di wajahnya, ia menoleh ke arah samping dan sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah yang muncul disana.


Cahaya terkejut karena yang ia lihat adalah Topan, dengan cepat ia langsung coba menenangkan dirinya dan menghapus air mata agar pria tersebut tak melihat jika ia tengah menangis disana. Cahaya juga berdiri, lalu menatap tajam ke arah pria di sampingnya dengan masih sedikit terisak.


"Lu ngapain kesini?" tanya Cahaya dengan bibir bergetar menahan tangis serta emosi.


Topan tersenyum tipis dan mendekat.

__ADS_1


"Aku ngeliat kamu lari dari restoran tadi, makanya aku langsung ikutin kamu kesini. Kata Ardan sama Guntur, kamu mau bicara sama aku kan? Kenapa malah lari sih?" ucap Topan.


"Gue ada urusan. Udah deh, lu balik aja sana! Kasian cewek lu tuh!" ucap Cahaya membuang muka.


Lagi-lagi Topan tersenyum, ia semakin mendekati Cahaya dan meraih kepala gadis itu lalu membawanya ke dalam dekapan tubuhnya.


"Kamu cemburu, ya?" ledek Topan.


"Hah? Apaan sih? Enggak, gue gak cemburu kok! Gausah ngada-ngada deh!" ujar Cahaya mengelak.


"Hahaha, terus kok kamu sampe nangis begini dan tadi langsung kabur pas lihat aku lagi sama cewek lain di restoran itu? Udah lah Cahaya, jujur aja sama aku kalo kamu cemburu!" ucap Topan.


"Ish, lepasin ah!" Cahaya berontak dari dekapan Topan dan sedikit menjauhi pria tersebut.


"Kenapa sih kamu? Ayo bilang aja, apa sih yang mau kamu omongin ke aku? Gausah malu-malu gitu kali! Sekarang kamu rasain kan apa yang tadi pagi aku rasain, pas lihat kamu diantar cowok lain?" ucap Topan sambil tersenyum.


"Apaan sih? Gak jelas lu!" ujar Cahaya.


"Ngarep banget lu! Ngapain gue cemburu sama lu coba?" ujar Cahaya masih mengelak.


"Yaudah iya, kalo gitu sekarang bilang sama aku, apa yang bikin kamu nangis begini, kalo bukan cemburu?" tanya Topan penasaran.


"Gue gak nangis, gue tuh...." Cahaya kebingungan mencari alasan untuk berbohong.


"Hayo apa? Mau bohong apa lagi kamu sama aku, ha? Udah lah Cahaya, gausah bohong mulu jadi orang! Aku juga tau kok, kamu udah mulai cinta kan sama aku? Dan tadi kamu datang kesana sama Ardan dan Guntur, karena kamu mau bilang begitu ke aku kan?" ucap Topan menggoda Cahaya.


Cahaya pun berbalik badan dengan cepat menahan rasa malunya, ia tak tau jika Ardan sudah mengatakan semuanya kepada Topan.


"Sialan! Ngapain sih mereka itu pake bilang ke Topan segala? Kan gue jadi malu sekarang!" batinnya.


Topan pun tersenyum, lalu mendekat ke arah Cahaya dan kembali mendekapnya dari belakang. Ia mengusap lembut perut rata milik Cahaya sembari menautkan dagunya pada pundak sang kekasih, Cahaya tampak kaget dan menganga begitu hembusan nafas Topan terasa pada area lehernya.


"Ish, lu ngapain sih?" ujar Cahaya berupaya berontak, namun Topan menguncinya sehingga ia tak dapat melakukan apa-apa.

__ADS_1


"Aku cinta sama kamu, Cahaya!" ucap Topan sembari menghirup aroma tubuh gadisnya.


"Gu-gue.... haish, jangan kayak gini lah! Gue risih tau, kalo lu begini terus!" ujar Cahaya masih berusaha menggerak-gerakkan tubuhnya agar lepas dari dekapan erat Topan.


"Udah gapapa, bilang aja apa yang mau bilang ke aku, sayang!" ucap Topan malah semakin mengeratkan dekapannya sehingga Cahaya tak dapat bergerak walau sedikit.


"Ish, Topan! Gue malu!" ujar Cahaya kesal.


"Gausah malu! Mereka juga gak perduli kok sama kita yang pelukan disini, udah bilang aja sayang! Aku penasaran nih pengen tau apa yang kamu bilang, ayolah jangan malu ya!" ucap Topan memaksa Cahaya untuk segera berbicara.


"Haish, tapi lu harus janji setelah gue bilang lu bakal lepasin pelukan lu ini!" ujar Cahaya.


"Oke, iya sayang!" ucap Topan sembari mengendus aroma tubuh Cahaya.


Cahaya pun memejamkan mata sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, ia menguatkan diri untuk berbicara jujur dengan Topan dan mengungkapkan isi hatinya saat ini. Ya Cahaya memang masih ragu dan malu khawatir jika Topan akan menggodanya nanti, namun ia harus mengatakan itu jika ingin lepas dari pelukan Topan.


"Gu-gue...." Cahaya masih gugup tak bisa berbicara dengan tenang dan santai.


"Iya, kamu apa sayang?" tanya Topan.


"Gue ju-juga ci-cinta sama lu...." jawab Cahaya dengan kegugupannya, ia langsung memejamkan mata dan menunduk setelah mengatakan itu.


Sementara Topan tampak tersenyum senang mendengarnya, bahkan ia sampai mengangkat sedikit tubuh Cahaya ke atas sangking bahagianya tentunya sembari menciumi wajah gadisnya.


"Hahaha, aku seneng banget Cahaya dengernya! Aku harap kali ini kamu gak bohong sama aku lagi, semoga yang ini nyata sayang!" ucap Topan dengan suara keras sambil tertawa.


"Gue gak bohong kok, gue emang udah mulai cinta sama lu sejak lu selalu perhatian sama gue dan udah banyak bantu gue." ucap Cahaya.


Topan pun melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Cahaya hingga bertatapan dengannya, ia mencengkram dua bahu gadisnya dan menatapnya tajam sambil tersenyum. Terlihat Cahaya tampak gugup ketika ditatap seperti itu, berkali-kali ia berusaha menghindari tatapan Topan namun Topan kembali memaksanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2