
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 84
...•...
...•...
Topan kembali ke sofa bersama bik Leni alias pekerja di rumahnya yang juga sudah mengurusnya sejak masih kecil, mereka menemui Cahaya disana dan Topan pun mengenalkan bik Leni pada kekasihnya yang masih duduk diam dengan sopan di atas sofa.
"Hey, Aya!" panggil Topan.
Gadis itu menoleh kemudian tersenyum saat melihat sosok wanita dewasa yang berdiri di samping Topan, ia pun berdiri dari sofa untuk menghormati wanita itu walau ia belum tahu siapa dia dan mengapa Topan mengajaknya datang kesana menemuinya.
"Kenalin, ini bibik aku namanya bik Leni!" ucap Topan.
"Oh, hai bik! Aku Cahaya...." ucap Cahaya mengenalkan diri sembari mencium punggung tangan bik Leni, tetapi bik Leni seperti segan untuk bersentuhan tangan dengannya.
"Gausah salaman deh non, tangan bibik mah kasar terus kotor ini..." ucap bik Leni.
Cahaya tersenyum bingung sembari menatap Topan di sampingnya, pria itu pun merangkul bibinya seperti meyakinkan wanita tersebut kalau tidak baik merendah begitu di hadapan perempuan yang lebih muda darinya.
"Bik, jangan gitu! Cahaya ini kan niatnya mau hormat sama bibik, makanya dia cium tangan bibik!" ucap Topan sambil tersenyum.
"Tapi den—"
"Udah gapapa, bik! Aku yakin Cahaya juga gak keberatan walau tangan bibik kotor sekalipun, ya kan Aya?" potong Topan.
Cahaya mengangguk tersenyum sembari membelai rambutnya sendiri, tangannya masih tetap terjulur ke depan menanti tangan bik Leni untuk bersalaman dengannya sedari tadi.
Akhirnya bik Leni pun mau bersalaman dengan Cahaya, sontak Cahaya langsung mencium tangan bik Leni seperti niatnya tadi sebagai rasa hormat dirinya kepada bik Leni yang lebih tua darinya.
"Tanganmu mulus sekali, non Aya! Terus wajah kamu juga cerah seperti nama kamu, Cahaya!" ucap Leni.
__ADS_1
"Hahaha, bibik bisa aja deh... aku kan jadi malu dipuji gitu sama bik Leni, tapi bibik juga gak terlalu kasar kok tangannya! Malah menurut aku biasa aja, lain kali bibik gak perlu insecure gitu!" ucap Cahaya.
"Nah gitu dong, kan aku seneng lihatnya kalau pacar sama bibik aku akur begini..." ucap Topan.
Seketika raut wajah Cahaya berubah terkejut setelah Topan mengatakan itu pada bibinya, sedangkan Topan sendiri malah senyum-senyum sembari menaikkan alisnya seperti menggoda wanita itu.
"Ohh, jadi non Aya ini pacarnya den Topan? Walah kalo gitu sih bibik setuju, den!" ucap bik Leni.
"Iya dong bik, kita serasi kan?" ucap Topan kini malah merangkul Cahaya sambil senyum-senyum.
Cahaya pun hanya bisa diam tak berkutik di hadapan bik Leni, walau sejujurnya ia sangat tidak senang dengan perlakuan serta perkataan Topan yang mengatakan kalau ia adalah kekasih dari pria tersebut padahal aslinya memang benar.
"Serasi banget, den! Cocok lah pokoknya mah!" ucap bik Leni sembari mengacungkan jempolnya.
"Nah, bibik aku aja udah kasih jempol tuh buat hubungan kita! Jadi kamu gak perlu malu lagi, sayang!" ucap Topan menatap Cahaya dari jarak dekat sembari memegang pipinya.
"Eee... ini pada mau makan dulu gak? Kalo mau biar bibik siapin, spesial buat non Aya sama den Topan!" ucap bik Leni menawarkan makan.
"Wah boleh banget tuh, bik!" ucap Topan.
"Oke, bibik tinggal dulu ya den? Ngobrol-ngobrol aja dulu selagi nunggu makanannya siap, gak lama kok!" ucap bik Leni senyum-senyum.
Bik Leni pun kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan buat Topan & Cahaya, sedangkan sepasang kekasih itu masih saling rangkul dan senyum-senyum disana dengan Cahaya yang tampaknya belum sadar dari lamunannya.
"Duduk yuk!" ucap Topan.
"Hah?"
"Ish, lepasin gue! Dasar modus...!!" bentak Cahaya langsung berontak begitu sadar kalau ia masih dirangkul oleh Topan.
•
•
Dari arah luar rumah Topan, sebuah mobil berhenti kemudian seorang wanita dengan style mewahnya turun atau keluar dari mobil tersebut dan tak lain adalah Bella si cewek yang memang berniat mendatangi rumah Topan siang ini.
"Semoga Topan ada di dalam..." ucap Bella.
Bella pun maju melangkah ke depan mendekati pagar rumah Topan, namun tiba-tiba langkahnya terhenti oleh suara dari arah belakang yang tentunya suara tersebut berasal dari mulut sang supir taksi yang tadi ia naiki.
__ADS_1
"Mbak, tunggu dulu!" teriak supir itu.
"Haduh, apalagi sih pak?" ujar Bella kesal.
"Yeh si mbak malah marah-marah, ini bayar dulu ongkos taksinya atuh mbak!" ucap supir itu.
"Oh, iya iya maaf saya lupa..." ucap Bella nyengir.
Bella akhirnya kembali ke supir taksi itu kemudian membayar sejumlah uang sesuai ongkosnya dari kampus sampai rumah Topan, barulah setelahnya ia pun masuk ke gerbang rumah Topan setelah satpam yang bertugas disana membukakannya.
Bella melihat mobil Topan terparkir disana yang artinya pria itu benar ada di dalam sana, ia pun tanpa basa-basi lagi langsung saja melangkahkan kakinya menuju pintu depan rumah Topan dengan gaya lenggak-lenggok seperti model papan atas.
TOK TOK TOK...
Gadis itu langsung mengetuk pintu dengan keras sembari menghela nafas serta membenarkan rambutnya, sesekali tangannya juga memencet bel yang terletak di depan sana berharap orang di dalam bisa segera keluar membukakan pintu untuknya.
Ceklek...
Tak lama kemudian, pintu akhirnya terbuka setelah Bella menunggu sekitar 2-3 menit dan sungguh diluar dugaan ternyata yang keluar membuka pintu adalah Cahaya sang gadis cantik yang juga tengah diajak main ke rumah Topan.
Sontak Bella tampak syok sekaligus terkejut melihat ada sosok wanita lain di dalam rumah Topan, ia yang tak mengenali Cahaya dan belum pernah sama sekali bertemu dengan gadis itu mengira kalau Cahaya adalah wanita pengganti dirinya.
"Lu siapa?" tanya Bella ketus.
"Umm... lu sendiri siapa?" ucap Cahaya malah balik bertanya pada Bella.
"Dih, ditanya malah nanya balik! Heh, gue ini mantannya Topan dan gue juga udah kenal lama sama dia! Lah kalo lu sendiri anak siapa, ha? Ngapain lu ada di rumah Topan coba??" ujar Bella.
"Ohh cuma mantan... kalau udah jadi mantannya mah gak perlu bangga, mbak! Kecuali lu pacarnya, baru deh boleh bangga gitu!" ucap Cahaya.
"Ish, kurang ajar banget lu ya! Berani banget lu ngeledek gue kayak gitu, udah awas gue mau masuk jangan halangin jalan gue...!!" bentak Bella emosi lalu menerobos masuk begitu saja ke dalam melewati Cahaya sembari sedikit mendorong bahunya.
"Awwhhh..." rintih Cahaya memegangi bahunya serta berpegangan pada pintu agar tak terjatuh akibat dorongan dari Bella barusan.
Bella yang melihatnya malah tersenyum sinis kemudian lanjut berjalan meninggalkan Cahaya disana, sedangkan Cahaya menatap penasaran ke arah wanita yang tengah berjalan itu karena baru kali ini ia bertemu dengannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1