Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 231. Sergie pulang


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 230


...•...


...•...


Sergie yang semalaman menginap di rumah Wulan dan tak berani pulang, kini dengan tekad serta keyakinan yang tinggi dapat memberanikan diri untuk pulang ke rumahnya. Ya Sergie berpikir kalau ia terus menghindar maka masalah antara ia dengan Eun-Kyung akan semakin panjang dan tidak akan pernah ada kata selesai dalam masalah tersebut.


Sergie turun dari mobilnya dan mengambil nafas sejenak sebelum masuk ke rumahnya, ia berharap kalau istrinya itu sudah mendingan dan mau diajak berunding mengenai masalah itu. Sergie tak mau jika Eun-Kyung masih saja ingin menyingkirkan Wulan dari kehidupannya, karena Wulan itu adalah darah dagingnya alias anak kandungnya sendiri.


"Semoga aja mama bisa diajak berunding baik-baik, mungkin kali ini mama sudah agak tenang dan tidak terlalu emosi seperti semalam! Aku harus bisa bujuk mama, karena ini menyangkut Wulan!" batin Sergie.


Setelah dirasa cukup kuat mentalnya, kini Sergie langsung melangkah ke depan rumahnya dan masuk ke dalam rumah tersebut. Sergie celingak-celinguk mencari dimana keberadaan sang istri tercinta, karena ia ingin segera bicara dengan istrinya tersebut dan membahas mengenai masalah yang sedang menimpa rumah tangga mereka saat ini.


Prok prok prok...


Tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan dari arah sampingnya, Sergie pun terkejut dan kaget saat mengetahui Eun-Kyung lah yang bertepuk tangan itu dan saat ini tengah berjalan ke arahnya.


"Mama? Akhirnya mama muncul juga, papa senang deh ngeliat mama sekarang udah bisa senyum begitu!" ucap Sergie.


"Iya dong pah, mama ini senang banget karena papa udah mau pulang sekarang! Abis darimana sih papa tuh, sampe semalaman gak pulang? Oh mama tahu, papa pasti nginep di rumah anak tercinta papa itu kan? Gak tahu diri banget ya emang papa ini, bisa-bisanya papa malah nginep di rumah Wulan padahal kita lagi ada masalah!" ujar Eun-Kyung.


"Aku kira kamu udah bener, ternyata masih sama aja kayak semalam!" ujar Sergie garuk-garuk kening.

__ADS_1


"Loh aku ini bener kok, pah! Papa kali tuh yang gak bener, buktinya papa malah nginep di rumah anak selingkuhan papa dan bukan selesaikan masalah diantara kita! Apa itu namanya seorang suami yang sayang sama istrinya?" ucap Eun-Kyung geram.


"Udah deh mah, mama jangan cari perkara mulu sama papa! Papa datang baik-baik loh kesini, papa juga gak mau kita ribut terus kayak gini! Mama ngerti dong perasaan papa!" ujar Sergie mulai kesal.


"Kenapa mama harus ngertiin papa? Orang papa sendiri aja gak pernah ngertiin mama kok, emang papa pernah hibur mama atau tenangin mama pas mama lagi sedih karena bertengkar sama papa? Enggak kan? Justru papa malah kabur ke rumah Wulan dan gak tahu ngapain disana?! Mama mah cukup tahu aja, pah!" ujar Eun-Kyung menahan sedih.


Sergie terdiam menunduk, ia menyesal karena semalam sudah pergi dari rumah dan menghindari Eun-Kyung alias istrinya itu.


"Terus sekarang papa ngapain malah pulang kesini lagi? Emang papa gak betah tinggal di rumah Wulan? Bukannya Wulan itu anak kesayangan papa, iya kan?" tanya Eun-Kyung dengan nada ketus.


"Mah, kalau papa gak pulang nanti masalahnya malah jadi ribet!" jawab Sergie tegas.


"Nah itu tau, terus kenapa semalam malah pergi gitu aja tinggalin mama dan Topan disini? Apa emang papa udah gak perduli lagi sama istri dan anak papa disini? Kalau emang iya, gapapa kok pah! Biar mama balik ke Korea, disana banyak kok yang mau perduli sama mama!" ucap Eun-Kyung mengancam.


"Ja-jangan dong, mah!" bujuk Sergie.


Eun-Kyung mendengus kesal lalu melangkah pergi meninggalkan Sergie.


Disisi lain, Topan sampai di depan sekolah untuk mengantar gadisnya yakni Cahaya. Mereka pun menyempatkan diri untuk saling berbicara sejenak di dalam mobil itu sebelum turun, ya tampaknya Cahaya masih merasa tak percaya setelah mendengar cerita dari Topan tentang kelakuan papanya di masa lampau yang pernah selingkuh.


"Itu kamu beneran ceritanya begitu? Kamu gak ngarang atau apa kan? Masa iya sih seorang pria seperti papa kamu bisa selingkuh? Kan papa kamu itu pengusaha kaya raya!" tanya Cahaya.


"Emang kalau pengusaha kaya tuh gak bisa selingkuh? Selagi ada yang namanya hawa nafsuu, pasti apapun bisa terjadi termasuk selingkuh! Aku juga gak tahu apa niat papa sebenarnya sampai tega berbuat seperti itu ke mama!" ujar Topan.


"Sabar ya Topan! Aku gak nyangka ternyata masalah keluarga kamu seberat ini, aku bakal bantu dan support kamu terus kok! Seperti saat kamu bantu aku buat selesaikan masalah di keluargaku, jadi kamu jangan sedih lagi ya!" ucap Cahaya.


"Iya pacar, makasih ya! Setidaknya dengan support dari kamu itu bikin aku sedikit bersemangat!" ucap Topan tersenyum.


"Sama-sama, aku juga gak mau lihat pacar aku ini sedih terus begitu!" ucap Cahaya.


Topan memegang puncak kepala Cahaya, lalu mendekat dan kemudian mendaratkan kecupan sekilas pada kening gadisnya itu.

__ADS_1


Cupp!


"Boleh aku..." ucapan Topan menggantung, namun ia terus saja melihat dan menunjuk ke arah bibir Cahaya sebagai kode kalau mungkin ia ingin coba mengecup bibir gadis itu.


"Pacar, jangan gitu ah! Aku masih kelas dua SMA loh, masa kamu udah mau cium bibir aku?" ujar Cahaya.


"Ya emang salah? Toh aku juga udah sering kan cium bibir kamu sebelumnya? Kenapa sekarang ini gak boleh pacar?" tanya Topan.


"Iya juga sih, tapi itu kan kamu maksa!" ujar Cahaya.


"Huft, jadi gak boleh nih?" tanya Topan.


Cahaya mengangguk yakin sambil tersenyum manis, ia mengusap wajah Topan dan berbalik memberi kecupan pada wajah tampan kekasihnya itu, sehingga Topan tampak melotot terkejut.


Cupp!


"Yah pacar, tanggung amat di pipi! Sini dong di bibir gitu biar seru!" ujar Topan.


"Ih dikasih hati minta paru-paru!" ujar Cahaya.


"Hahaha, kan enak pacar kalau kamu mau cium di bibir aku! Jadinya aku gak perlu repot-repot minta izin cium bibir kamu!" ucap Topan nyengir.


"Haish, udah ah lupain soal begituan! Sekarang aku harus sekolah dulu, sebentar lagi kan ada ujian kenaikan kelas! Aku harus fokus belajar, supaya aku bisa naik ke kelas tiga!" ucap Cahaya.


"Iya pacar, aku bakal dukung kamu terus kok! Abis naik kelas tiga, terus kamu lulus deh! Nah abis lulus, aku bisa langsung nikahin kamu!" ujar Topan.


"Dih dih, sesuai perjanjian ya kita itu nikahnya sampai aku lulus kuliah! Aku gak mau kalau pendidikan aku kalah jauh sama suami aku, paham?!" ucap Cahaya mengingatkan Topan.


"Iya iya, galak banget sih!" ujar Topan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2