
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 54
...•...
...•...
Cahaya masih terus berjuang untuk bertahan hidup dan tidak terjatuh ke bawah jurang yang cukup curam tersebut, mungkin ia bisa meninggal seketika jika jatuh kesana apalagi tubuhnya memang ringan dan akan hancur jika terbentur cukup keras ke bawah sana.
Sementara orang-orang yang mengejarnya tadi juga terus mencari cara untuk bisa menyelamatkan Cahaya dan agar terhindar dari amarah bos mereka, salah satunya kini berjongkok berusaha meraih tangan Cahaya yang menggantung di akar pohon tetapi sulit karena jaraknya cukup jauh.
"Cahaya, pegang tangan gue kalo lu mau selamat! Tenang aja, kita bakal tarik lu ke atas!" ujarnya.
Namun, Cahaya tidak mau mendengarkan perkataan pria tersebut karena ia takut nantinya malah akan dibawa oleh mereka ke tempat bosnya. Tentu Cahaya kini dalam posisi sulit karena harus memilih salah satu antara jatuh ke jurang atau selamat tetapi akan dibawa oleh mereka, ia memejamkan mata sejenak coba berpikir keras apa yang akan ia lakukan saat ini demi kelanjutan hidupnya.
"Cahaya, cepat pegang tangan gue sebelum lu lemas! Kita gak akan macam-macam sama lu, ini semua demi kebaikan lu juga!" teriak pria itu lagi.
"Gak mau, lebih baik gue jatuhin diri ke bawah daripada harus ikut sama kalian orang jahat!" ujar Cahaya masih tidak mau meraih tangan pria itu.
"Kita bukan orang jahat, Cahaya! Kita cuma mau nyelamatin lu sekarang, ayolah cepet pegang tangan gue sebelum semuanya terlambat! Gue yakin lu juga gak akan mau jatuh ke bawah sana, disana mengerikan Cahaya!!!" teriak pria itu.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan pria tersebut, Cahaya sempat menoleh ke belakang dan langsung merasa ngeri begitu melihat curamnya jurang yang ada. Cahaya pun semakin dibuat bingung dan gelisah apa yang harus ia lakukan sekarang, tak mungkin tentunya ia menjatuhkan diri karena ia masih ingin hidup demi menjaga papanya.
Pria itu dengan bantuan dari para temannya coba untuk mendekatkan tangannya lagi ke arah Cahaya, namun ia tetap berhati-hati karena tak mau malah ia nantinya yang akan terperosok ke dalam jurang.
"Cahaya, jangan takut! Kita bakal selamatin lu dan bawa lu pergi dari sini ke tempat yang aman, tenang aja karena kita bukan penjahat!" ujar pria itu.
Akhirnya karena tak ada pilihan lain, Cahaya pun berusaha meraih tangan pria tersebut agar ia tidak terjatuh ke jurang yang amat dalam itu. Namun, tangannya tidak berhasil menggenggam telapak tangan pria itu lantaran jaraknya memang lumayan jauh dan Cahaya juga terus terperosok.
Keringat yang muncul di telapak tangannya membuat Cahaya kesulitan menahan pegangannya pada akar tersebut, ia malah semakin merosot ke bawah karena tenaganya juga sudah terkuras.
"Aaaaaaaa..." teriak Cahaya saat menyadari pegangannya sudah semakin tipis.
"Cahaya, jangan menyerah! Ayo cepat raih tangan gue dan kita bisa sama-sama bebas dari hutan ini! Ayo cepat, Cahaya!" ujar pria itu berteriak.
Cahaya dengan sisa-sisa tenaganya masih berusaha untuk meraih tangan pria tersebut, akan tetapi usahanya gagal lagi dan ia kini sudah mulai kehabisan tenaga. Bahkan satu tangannya tak mampu lagi menahan genggaman hingga terjuntai ke bawah, kini ia hanya berpegangan pada satu tangannya yang juga mulai lemas.
"Gue gak bisa! Tangan lu terlalu jauh, coba maju lagi supaya gue bisa pegang tangan lu!" teriak Cahaya.
Pria itu berusaha untuk lebih turun mendekati Cahaya, ia ditahan oleh teman-temannya di belakang supaya tidak ikut terperosok ke bawah.
"Aaaaaaaa...."
...•••...
Disisi lain, Topan tampak panik mencemaskan kondisi Cahaya terlebih lagi hingga kini ia belum mendapat kabar apa-apa dari anak buahnya tentang keadaan Cahaya saat ini. Topan akan merasa sangat bersalah jika terjadi sesuatu pada Cahaya, ya karena Cahaya bisa sampai terjatuh ke jurang itu karena ulahnya yang ingin menculik Cahaya.
Topan akhirnya coba menghubungi nomor anak buahnya, namun tidak diangkat dan membuat ia semakin khawatir pada kondisi Cahaya. Topan sampai memukul setir mobilnya keras karena saking khawatirnya pada Cahaya, ia berteriak kencang di dalam mobil melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
"Aaarrgghh...!! Kenapa semuanya malah jadi kayak gini? Padahal gue cuma mau bawa Cahaya ke suatu tempat, tapi kenapa dia malah pake kabur segala?" teriak Topan meluapkan emosinya.
Topan terus saja memukul-mukul setir serta menjambak rambutnya sendiri disana, ia merasa sangat bersalah sudah merencanakan ini semua sampai membuat Cahaya terjatuh ke jurang. Kekhawatirannya tak bisa terbendung lagi, ia sungguh sangat mencemaskan Cahaya walau ketika bertemu mereka selalu saja bertengkar.
Topan yang tak tahu harus apa sekarang hanya bisa berdoa saja demi keselamatan Cahaya, ia pun melajukan mobilnya mengarah ke markas spider untuk sekedar mencari hiburan sekaligus sebagai penghilang suntuk. Tentu ia juga kesana sambil menunggu ada kabar baik dari anak buahnya, memang pikirannya tak bisa tenang hingga saat ini karena belum mendapat kabar tentang Cahaya.
Sesampainya di markas spider, Topan justru disambut oleh seorang gadis cantik yang tak lain adalah Bella sang mantannya.
"Hai, Topan!" ucap Bella menyapa Topan, ia langsung menghampiri pria itu setelah melihat mobilnya muncul disana.
Topan pun tampak malas meladeni Bella lagi, ia tak mau terus-terusan terjebak masa lalu karena baginya sudah cukup hubungan antara ia dengan Bella. Lagipun, Topan juga tidak mencintai Bella sama sekali dan hanya menjadikan gadis itu pelampiasannya atas menghilangnya Calissa.
"Lu mau ngapain sih kesini, Bel?" tanya Topan ketus.
"Kok kamu nanyanya begitu, sih? Aku dateng kesini cuma mau main loh, sekalian lihat-lihat juga tempat dulu kamu suka ajak aku ngedate! Lagian aku juga sekalian mau silaturahmi sama semua orang disini, kan udah lama juga aku gak ketemu mereka!" jawab Bella sambil tersenyum.
"Ohh, yaudah kalo gitu jangan ganggu gue! Kali ini gue lagi mau sendiri dan gak pengen diganggu siapapun termasuk lu, permisi!" ucap Topan.
Tanpa berlama-lama lagi, Topan langsung menerobos masuk ke dalam dan duduk di tempat biasanya ia duduk sembari meminum segelas wine yang sudah tersedia disana.
Sementara Bella tampak manyun karena Topan malah semakin menjauh darinya, padahal ia masih berharap pria itu mau balikan dengannya dan mereka akan mengulang kembali hubungan yang telah kandas sebelumnya.
"Bel, jangan sedih ya! Kan masih ada kita-kita disini, lu bisa main kok sama kita!" ucap Guntur dengan niat ingin menghibur Bella.
"Gak perlu, gue mau balik aja!" ujar Bella judes.
Gadis itu mengambil tasnya dari atas meja lalu pergi dengan menenteng tas di tangan, sedangkan Guntur serta yang lain tampak heran sembari menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...