
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 210
...•...
...•...
Topan, Cahaya serta Hendra kini sudah berada di meja makan dan bersama-sama bersiap untuk melakukan makan siang disana sesuai dengan yang sudah direncanakan. Mereka bertiga tampak saling pandang dan tersenyum manis sembari menikmati hidangan yang sudah disiapkan, Topan juga sengaja duduk di samping Cahaya alias kekasihnya tersebut.
Hendra yang melihat putrinya terus senyum-senyum begitu bersama pacarnya, hanya bisa terkekeh kecil karena baru kali ini ia melihat Cahaya sampai sesenang itu bersama seorang pria. Apalagi sebelum ini memang Cahaya tak pernah sama sekali dekat dengan seorang pria, namun tentunya Hendra cukup senang jika Cahaya sudah bisa menemukan lelaki yang tepat untuk menemani hidupnya nanti.
"Topan, om mau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya sama kamu! Karena berkat bantuan kamu, om bisa memenangkan persidangan tadi dan membuat Calissa harus mengembalikan harta yang dia curi dari om!" ucap Hendra.
"Oh, jadi om tadi menang? Syukurlah, saya juga ikut senang kalau om berhasil menang di persidangan tadi! Ya semoga aja dengan ini Calissa bisa sadar dan tidak lagi melakukan penipuan seperti itu, karena dia itu begitu licik dan bisa mengelabui siapapun dengan pesonanya!" ucap Topan.
"Benar kamu! Untuk itu om mengundang kamu makan siang disini, karena kamu sangat berjasa dalam kemenangan om tadi!" ucap Hendra.
"Ah om bisa aja! Saya kan cuma gak sengaja aja waktu itu bisa rekam pengakuan Calissa, dan untungnya juga dia gak sadar kalau saya sedang merekam pembicaraan dia!" ucap Topan.
"Hahaha, kamu hebat banget sih pacar! Ternyata kamu bisa lebih pintar dari Calissa!" puji Cahaya.
__ADS_1
"Duh, jadi terbang nih aku dipuji kamu!" ucap Topan.
"Ehem ehem, kasihani dong papa yang masih single ini! Jangan mesra-mesraan begitu si depan papa, hormati lah kaum jomblo!" ucap Hendra.
"Ahaha, maaf papa! Aku sama Topan juga enggak mesra-mesraan kok, kan aku cuma muji kecerdasan Topan yang bisa dapetin bukti akurat itu! Lagian papa juga enggak jomblo kok, papa itu duda!" ujar Cahaya.
"Hahaha, ya kamu benar sih! Tapi kan tetap aja, sekarang papa masih sendiri!" ucap Hendra.
"Iya, papa emang ada niatan buat nikah lagi gitu?" tanya Cahaya penasaran.
"Umm, enggak sih! Papa kapok nikah lagi, mending papa nikmati hidup dengan sama kamu aja! Papa juga mau lihat kamu bahagia nantinya, entah sama Topan atau yang lain! Ya pokoknya disisa umur papa, papa ingin begitu aja!" jawab Hendra.
"Bagus deh, pah! Aku harap aku bisa bikin waktu papa berharga deh, aku juga pengen nemenin papa selagi masih bisa!" ucap Cahaya tersenyum sambil menggenggam tangan papanya.
"Iya, semoga aja kamu juga bisa segera nikah nanti setelah lulus kuliah! Ya walau masih panjang sih perjalanan dan umur kamu buat nikah, tapi papa harap papa bisa melihat kamu nikah nanti dan punya anak! Kan papa mau gendong cucu pertama papa, pasti bahagia banget!" ucap Hendra.
"Ish, apa sih kamu? Jangan ngada-ngada deh!" ujar Cahaya mencubit lengan Topan.
"Aduh, kok aku dicubit sih pacar? Kan aku cuma pengen wujudin keinginan papa kamu, apa itu salah? Toh papa kamu juga pengennya begitu kan, jadi aku sebagai lelaki yang baik ya harus nikahin kamu!" ucap Topan sambil mengusap lengannya.
"Haish, serah lah!" ujar Cahaya ngambek.
Topan dan juga Hendra pun hanya terkekeh kecil melihat ekspresi Cahaya seperti itu.
...•••...
Disisi lain, Sergie tengah bersama Wulan di dalam mobil dan hendak menuju suatu tempat sesuai dengan yang direncanakan Sergie sebelumnya yakni untuk membujuk Wulan. Sergie telah bersusah payah untuk dapat mengajak Wulan ikut bersamanya di siang hari ini, ya karena ia harus minta izin dengan manager dan kru film tempat Wulan bekerja.
__ADS_1
Selain itu, Sergie juga harus membujuk Wulan agar mau ikut pergi dengannya walau memang cukup sulit untuk meyakinkan Wulan karena gadis itu terlalu benci pada Sergie. Namun, ya akhirnya Sergie berhasil membawa Wulan pergi dari lokasi syutingnya saat ini dan akan berbincang dengan gadis itu begitu mereka sampai di tempat tujuan.
"Om, emangnya om ini mau bawa aku kemana sih? Kenapa om maksa banget tadi, sampai om juga kasih uang ke manager aku demi bisa bawa aku pergi dari sana?" tanya Wulan penasaran.
"Udah deh, kamu gausah banyak tanya Wulan! Kan udah saya bilang tadi, saya ini cuma mau bicara sebentar sama kamu!" ucap Sergie tegas.
Wulan pun terdiam lalu memalingkan wajahnya memandang ke luar jendela, sejujurnya ia sangat was-was pergi bersama Sergie apalagi hanya berdua seperti ini. Ya tentu karena Sergie alias papanya itu memang bukan orang baik dan sering memiliki rencana buruk padanya, namun ia tetap mencoba tenang agar tidak dicurigai oleh Sergie.
"Oh ya, makasih ya karena kamu udah mau ikut sama om siang ini!" ucap Sergie tersenyum.
"Eee iya om," ucap Wulan singkat tanpa menoleh.
Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah cafe dan Sergie pun segera memerintahkan Wulan untuk turun dari mobilnya lalu bersama-sama masuk ke dalam cafe tersebut. Wulan hanya terdiam tak berkata apapun dan memilih membuka pintu mobil lalu turun dari sana, Wulan melihat ke arah cafe itu sembari menunggu Sergie turun menyusulnya.
"Wulan, ayo kita masuk kesana! Om ingin bicara sebentar sama kamu, jangan takut karena om gak ada niatan jahat atau apalah itu! Om cuma mau bicara aja kok," ucap Sergie mendekati Wulan sambil merangkul pundak gadis itu dan tersenyum.
Sergie sengaja bersikap ramah pada Wulan agar gadis tersebut tidak curiga padanya, ya padahal Sergie memang masih tetap pada rencananya yakni ingin menjauhkan Wulan dari Eun-Kyung. Tentu Sergie tak mau jika istrinya tau mengenai identitas asli Wulan, karena pastinya Eun-Kyung akan sangat marah dan kecewa pada Sergie suaminya itu.
Sesampainya di dalam, Sergie langsung menarik kursi kosong untuk Wulan dan membantu gadis itu duduk disana sambil terus tersenyum menatap wajah Wulan. Sedangkan Wulan sendiri hanya diam tanpa ekspresi dan duduk di hadapan Sergie sambil celingak-celinguk, jujur Wulan memang masih belum percaya seratus persen pada papanya tersebut.
"Wulan, mau pesan apa kamu?" tanya Sergie menawarkan pesanan pada Wulan.
"Umm, aku mau minum aja om. Lagian tadi di lokasi juga udah dikasih makan kok, tujuan kita juga buat bicara kan?" ucap Wulan singkat.
"Ah iya, oke!" ucap Sergie tersenyum.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...