
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 297
...•...
...•...
Kriiinggg... Kriiinggg....
Waktu pulang sekolah telah tiba, lagi-lagi Cahaya harus dihadapkan dengan sosok pria aneh yang tak lain ialah Rizal, si adek kelas yang nampaknya menyukai Cahaya.
Ya Rizal bahkan sudah menunggu Cahaya di depan pintu tangga sambil senyum-senyum, ia terlihat senang sekali saat melihat Cahaya muncul bersama kedua teman gadisnya, yakni Mawar dan Melani.
"Hai kak!" sapa Rizal sambil tersenyum.
"Lu lagi lu lagi, sebenarnya lu itu mau apa sih dari gue, ha? Kenapa lu terus aja deketin gue kayak gini?" ujar Cahaya merasa risih.
"Maaf kak! Aku cuma pengen ajak kamu jalan bareng aja ke depan gerbang, boleh kan?" ucap Rizal.
Cahaya memalingkan wajahnya merasa malas untuk meladeni sosok Rizal itu, apalagi terlihat betul kalau pria tersebut memang benar tertarik padanya dan ingin dekat dengannya, tentu saja Cahaya merasa risih karena ia tak mau memberi harapan.
"Yaudah boleh, tapi besok-besok jangan kayak gini lagi! Lu itu masih baru disini, lagian lu kan anak kelas sepuluh! Jadi, harusnya lu sopan sama gue!" ucap Cahaya mengingatkan pria itu.
"Iya kak, aku ngerti kok!" ucap Rizal tersenyum.
Cahaya geleng-geleng kepala, lalu melangkah pergi bersama Mawar dan Melani.
Sementara Rizal juga mengikuti mereka dari belakang tanpa rasa gugup sama sekali.
"Aya, dia kayaknya suka deh sama lu!" bisik Mawar.
"Hooh, kelihatan banget tuh!" sahut Melani.
"Ah biarin aja! Yang penting gue cuma suka sama Topan gak ada yang lain, paling dia juga bakal pergi kalo gue cuekin terus!" ucap Cahaya.
"Iya sih,"
Dugaan Cahaya ternyata salah, karena Rizal tetap setia mengikuti kemana gadis itu pergi. Sampai akhirnya mereka bertiga tiba di depan gerbang sekolah, dan Rizal masih ada disana juga.
"Hah? Lu masih ngikutin kita?" ujar Cahaya.
"Iya kak, tadi kan aku bilang mau jalan bareng sama kamu. Terus kamu juga kasih izin, yaudah aku jadi gak ngerasa bersalah!" ucap Rizal.
__ADS_1
"Haish..."
Tak lama kemudian, Topan muncul menemui gadisnya disana.
"Hai pacar!" sapa Topan.
Sontak Cahaya langsung menoleh ke asal suara, ia tersenyum menatap wajah sang kekasih lalu maju dan mendekapnya.
"Eh pacar udah dateng!" ujar Cahaya.
"Iya dong, aku kan selalu datang lebih awal tiap kali jemput atau antar kamu ke sekolah!" ucap Topan.
"Haha, makasih ya!" ucap Cahaya.
Entah mengapa melihat pemandangan tersebut membuat Rizal cemburu dan tidak suka, ia memilih membuang muka karena tak sanggup melihat wanita yang ia sukai dipeluk oleh lelaki lain.
Sementara Topan merasa heran melihat sosok pria yang ada di dekat Cahaya, ia pun melepas pelukan dan coba bertanya langsung pada gadisnya mengenai pria tersebut.
"Pacar, dia siapa?" tanya Topan dengan nada tak suka.
"Eh eee dia itu cuma adek kelas aku kok, gak tahu kenapa tadi dia ajakin aku pulang bareng!" jawab Cahaya.
"Ohh,"
Topan menatap tajam ke arah Rizal, seakan mengisyaratkan pada pria tersebut untuk segera pergi dari sana karena ia tidak suka dengan keberadaan nya.
"Pacar, lain kali kalo ada yang godain kamu lagi bilang aja sama aku! Aku gak akan biarin ada lelaki lain yang berani godain kamu, bakal aku kasih pelajaran mereka!" ucap Topan.
"Iya pacar, tenang aja!" ucap Cahaya tersenyum.
"Yaudah, kita balik yuk!" ucap Topan.
Cahaya mengangguk, lalu menoleh ke arah Mawar dan Melani untuk berpamitan.
"War, Mel, gue balik duluan ya?" ucap Cahaya.
"Oke Cahaya!" ucap mereka bersamaan.
"Bye!" ucap Cahaya sambil melambaikan tangan.
"Bye juga!"
•
•
Topan melepaskan tangan Cahaya dari genggaman tangannya begitu sampai di dekat mobil, ia mendorong tubuh gadis itu sampai mepet ke badan mobil dan mengungkungnya disana.
Adegan itu disaksikan oleh banyak siswa yang sedang keluyuran di dekat sana, namun Topan tak perduli karena ia hanya ingin menikmati momen bersama sang kekasih.
__ADS_1
Perlahan Topan tersenyum dan satu tangannya bergerak mengusap bibir bawah Cahaya dengan lembut, membuat jantung gadis itu seketika berhenti berdetak akibat tatapan dari si pria yang kali ini benar-benar serius itu.
"Pa-pacar, ka-kamu mau ngapain sih?" tanya Cahaya dengan gugup.
Topan hanya tersenyum tipis masih sambil membelai bibir mungil gadisnya, lalu tiba-tiba pria itu bergerak maju dan mencium bibir Cahaya sekilas.
Cupp!
Cahaya hanya bisa melongok lebar saat merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir sang kekasih, biarpun bukan kali pertama tetapi Cahaya tetap terkejut saat Topan melakukan itu.
"Kamu cantik banget sih! Aku makin gak rela ada pria lain yang deketin kamu, jangan pernah lakuin itu ya pacar!" ucap Topan.
Cahaya mengangguk pelan tanpa bisa berpaling dari pandangan mata pria tersebut.
Tiba-tiba saja Topan menarik lengan Cahaya dan membawanya masuk ke dalam mobil, pria itu sadar terlalu ramai orang di luar dan akan membuat Cahaya malu pastinya.
"Pacar, ada apa sih?" tanya Cahaya terheran-heran.
"Gak ada, aku cuma mau pandangin wajah pacarku yang cantik jelita ini! Soalnya aku juga lagi emosi sih, makanya aku butuh pereda!" jawab Topan.
"Pereda gimana maksudnya?" tanya Cahaya tak mengerti.
"Ya iya sayang, kamu kan satu-satunya yang bisa bikin hati aku tenang! Seketika rasa emosi aku tuh hilang tiap kali lihat muka cantik kamu, apalagi pas kamu senyum. Coba dong pacar, kamu senyum gitu buat aku!" ucap Topan.
"Eee emang kamu emosi kenapa sih?" tanya Cahaya lagi.
"Ya gimana gak emosi cantik? Aku lihat kamu sama cowok lain tadi di depan sekolah, kan aku sebagai pacar kamu cemburu sayang!" jelas Topan.
"Ohh, tapi kan aku udah jelasin!" ujar Cahaya.
"Iya pacar, aku juga kan gak marah sama kamu! Aku cuma emosi sama cowok itu, beraninya dia deketin kamu! Padahal dia anak baru kan? Namanya siapa dah?" ucap Topan.
"Eee dia sih bilangnya Rizal, emang kamu mau ngapain pacar?" tanya Cahaya.
"Gak kok, paling cuma aku tegur tuh dia supaya gak macam-macam sama kamu! Aku gak terima aja dia berani deketin kamu, kalau emang dia masih ngelawan baru deh aku kasih surat peringatan ke dia!" ucap Topan.
"Hah? Ish, jangan begitu lah pacar! Dia itu kan—"
Cupp!
Ucapan Cahaya terpotong lantaran Topan mengecup bibirnya secara tiba-tiba, membuat gadis itu menganga terkejut.
"Kamu jangan belain dia! Nanti aku malah jadi marah loh sama kamu, mau kamu?" tegas Topan.
Melihat tatapan tajam dari kekasihnya, Cahaya pun tertunduk dan tidak lagi berbicara mengenai Rizal si pria yang mendekatinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1