
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 115
...•...
...•...
Malam telah tiba, Cahaya masih belum mau pulang ke rumah dan ia kini tengah bersama Topan di pinggir jalan dekat sebuah toko. Mereka memilih istirahat sejenak disana untuk sekedar duduk-duduk sambil minum karena sangat letih saat ini.
Cahaya melamun memikirkan mamanya yang sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya, ia berpikir mungkin semua ini tak akan terjadi jika mamanya masih ada disana, karena pastinya mamanya itu akan membela ia di depan papanya.
"Sayang, kamu jangan ngelamun terus! Nanti kalau kesambet kan bahaya, mending minum dulu nih!" ucap Topan menyodorkan botol minuman ke hadapan gadisnya sambil tersenyum.
"Makasih, tapi gue gak haus!" ucap Cahaya.
"Hey, daritadi kan kamu belum minum selama kita jalan-jalan! Udah minum dulu, supaya kamu gak dehidrasi cantik!" ucap Topan memaksa.
"Yaudah iya, sini gue minum!" ujar Cahaya.
Cahaya pun menampani botol minuman di tangan Topan lalu meminumnya dengan cepat, sebenarnya ia memang sangat haus dan tenggorokannya itu terasa kering, namun agak canggung baginya jika terus menerima pemberian dari Topan.
Sementara Topan tampak tersenyum bahagia melihat gadisnya mau minum, ia pun duduk di samping Cahaya lalu menatap wajah gadis itu dari samping sambil tersenyum, entah mengapa ia sangat terpukau saat melihat Cahaya tengah minum.
"Kamu lagi minum aja masih cantik, emang dah kamu mah gak ada obat!" ucap Topan.
"Hah? Lu tuh bisa berhenti gak sih gombalin gue?" ujar Cahaya hampir keselek.
"Gak bisa, lu aja cantik begitu!" ujar Topan.
"Ish, sana agak jauhan jangan dekat-dekat! Gue tuh gak mau ya ketularan virus ngeselin dari lu, nanti gue jadi ikut-ikutan stress kayak lu!" ucap Cahaya.
"Yeh jahat amat! Padahal bilang aja kamu salting kan kalau duduk deketan sama aku, yaelah pake segala alasan virus!" ujar Topan menggoda gadisnya.
"Apaan sih? Kepedean banget jadi cowok!" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Ya iya dong itu wajib, lagian aku juga emang ganteng dan keren abis gak ada lawan! Justru yang gak boleh itu insecure alias gak bersyukur, kamu gimana sih sayang?" ucap Topan.
"Gue heran deh sama lu, bisa gitu ya pede banget!" ujar Cahaya geleng-geleng.
"Ya bisalah, kamu juga bisa milikin cowok yang gantengnya gak ada lawan ini! Eh malah kamu udah punya deh, kan sekarang kamu dah jadi pacar aku!" ucap Topan tersenyum mencolek pipi Cahaya.
"Gila!" umpat Cahaya.
"Hahaha, iya aku gila! Gila karena kamu, sayang!" ucap Topan.
"Ampun banget dah, kenapa sih gue harus kejebak sama cowok kayak lu disini? Tau gini tadinya gue gak bolehin lu temuin gue, dasar cowok nyebelin sok kecakepan!" ujar Cahaya.
"Untung aja ya kamu mau kirim lokasi ke aku, jadinya kita bisa berduaan kayak gini..." ucap Topan tersenyum sambil menempelkan wajahnya pada pundak Cahaya dengan perlahan.
"Ish, jangan nempel-nempel ke tubuh gue!" ujar Cahaya langsung menjauh dari Topan.
"Ya ampun, jahat banget sih kamu! Aku kan cuma mau senderan di pundak kamu, masa gak boleh? Nanti kalo kamu mau, kamu juga boleh kok senderan di pundak aku nih!" ucap Topan.
"Ogah! Mending gue kepegelan daripada harus nyender di pundak lu!" ujar Cahaya.
"Bener ya? Awas loh jilat ludah sendiri, nanti juga kalo capek pasti bakal ngemis minta nyender di pundak aku!" ucap Topan senyum-senyum.
"Dih, gak bakal!" ujar Cahaya.
•
•
Mereka masih berada disana dan tidak tahu harus kemana sekarang, Cahaya belum mau pulang walau Topan berulang kali membujuknya untuk pulang ke rumah menemui papanya, sepertinya Cahaya sudah sangat emosi dan kecewa pada papanya.
"Sayang, kamu yakin gak mau pulang?" tanya Topan.
"Iya, kalo perlu sampe pagi gue disini juga gapapa!" jawab Cahaya tegas.
"Hah? Buset deh stress amat mau nginep disini, jangan lah sayang dingin! Pasti banyak nyamuk juga kalo kamu nginep disini, terus emangnya besok kamu gak mau sekolah?" ujar Topan.
"Gue gak perduli sama sekolah! Buat apa juga gue sekolah kalau bokap gue masih kayak gitu?" ucap Cahaya.
"Yaudah, kamu ikut aku yuk!" ucap Topan.
"Kemana?" tanya Cahaya penasaran.
__ADS_1
"Apartemen aku, disana kamu bisa tidur dengan nyaman dan gak perlu takut kedinginan atau banyak nyamuk!" ucap Topan tersenyum.
"Gak ah! Gue gak punya duit buat sewanya!" ucap Cahaya menolak.
"Hah? Kok nyewa sih? Aku kasih gratis buat kamu mah, masa sama pacar sendiri dikasih biaya sih? Udah yuk kita jalan sekarang, sekalian cari tempat buat makan malam!" ucap Topan.
"Boleh deh, kebetulan gue juga lapar!" ucap Cahaya.
"Nah gitu dong nurut, kan aku jadi seneng lihatnya! Yaudah, sekarang kita ke mobil dan cari resto deket-deket sini buat isi perut!" ucap Topan.
"Iya, makasih!" ucap Cahaya tersenyum.
"Gak perlu makasih, cukup bayar dengan tidur berdua di apartemen aku nanti!" ucap Topan tersenyum mesum sembari menatap gadisnya.
"Hah? Ish, dasar otak mesum!" ujar Cahaya.
"Becanda sayang, aku kan orangnya humoris! Jangan serius-serius dong jadi orang, santai aja rileks gitu kayak aku!" ujar Topan nyengir.
"Udah, gausah banyak omong!" ujar Cahaya.
"Iya iya...."
Akhirnya mereka kini pergi dari sana dan masuk ke dalam mobil milik Topan yang terparkir tak jauh dari tempat tersebut, tampak Cahaya mulai bisa nyaman bersama Topan walau sebenarnya dari tadi ia juga sudah senang bisa bersama pria itu.
"Topan, lu emang gak dicariin nyokap lu?" tanya Cahaya sembari menoleh ke arah Topan.
"Tenang aja, mamaku kalo lagi kerja pasti gak inget waktu! Dia bisa pulang tengah malam bahkan besoknya, jadi gak mungkin kalau dia cariin aku!" jawab Topan santai.
"Ohh, kalo gitu makasih ya lu udah mau bantuin gue! Maaf juga gue jadi ngerepotin lu gini, harusnya kan lu istirahat di rumah!" ucap Cahaya.
"Gak perlu sungkan, aku kan pacar kamu jadi aku bakal bantu sebisa aku buat kamu! Aku juga seneng kok kalau aku bisa nolong kamu, ya walau aku pengennya sih kamu pulang!" ucap Topan.
"Sorry, tapi gue belum bisa turutin kemauan lu itu! Gue masih kecewa sama bokap gue, mungkin gue butuh beberapa hati...." ucap Cahaya.
"Iya, aku paham kok! Makanya aku gak mau paksa kamu sekarang ini, biarlah waktu yang membuat kamu berubah pikiran dan mau kembali pulang ke rumah papa kamu!" ucap Topan tersenyum.
"Iya..."
Cahaya tersenyum manis sembari menatap wajah Topan dari samping, pria itu tak bisa melewatkan momen yang langka tersebut dan terus juga menatap wajah gadisnya sambil sesekali melihat ke jalan agar tidak nabrak.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...