
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 209
...β’...
...β’...
π"Halo pacar, ada apa nih?!" ucap Topan langsung sumringah begitu mendapat telpon dari Cahaya.
π"Eh iya, kamu lagi dimana pacar?" tanya Cahaya sambil senyum-senyum malu karena di sampingnya ada sang papa yang juga terkekeh.
π"Eee ini aku di jalan, emang kenapa pacar?" ucap Topan penasaran.
π"Ohh, kalo gitu kamu datang ke rumah aku yang baru ya? Ini papa soalnya ngajak kamu buat makan siang bareng, kamu mau gak makan siang di rumahku?" tanya Cahaya.
π"Makan siang? Di rumah kamu? Serius nih sayang? Emang gak ngerepotin?" Topan terkejut.
π"Iya pacar, ini serius kok! Papa sendiri tadi yang bilang sama aku, kalo kamu gak percaya yaudah nih kamu ngomong sendiri sama papa!" ucap Cahaya.
π"Eh gausah deh! Iya iya, aku langsung otw ke rumah baru kamu sekarang!" ucap Topan.
π"Nah gitu dong, kalo gitu aku tunggu ya di rumah sama papa! Hati-hati di jalan pacar, jangan ngebut dan gausah buru-buru juga! Soalnya aku sama papa masih di jalan juga kok, santai aja!" ucap Cahaya.
π"Oh gitu, iya oke deh! Kalo gitu kamu hati-hati juga ya pacar, sampe ketemu nanti!" ucap Topan.
π"Iya, bye!" ucap Cahaya.
Tuuutttt...
__ADS_1
Cahaya langsung memutus telponnya sesudah mengatakan apa yang ingin dikatakan pada Topan, ia tersenyum sejenak sambil menaruh ponselnya di dada dengan membayangkan wajah Topan. Hal itu membuat Hendra terkekeh dan geleng-geleng kepala saja melihatnya, Hendra baru kali ini melihat putrinya sampai sebucin itu pada lelaki.
"Udah sayang?" tanya Hendra sambil menahan tawa melihat tingkah putrinya tersebut.
"Eh eee iya pah udah kok," jawab Cahaya gugup.
"Terus kok kamu gak bilang kalau papa sama Calissa udah cerai? Tadi katanya mau kasih tau begitu ke Topan, kok malah lupa sih?" tanya Hendra.
"Oh iya pah, aku lupa banget tadi! Tapi gapapa, kan papa bisa bilang langsung nanti di rumah sekalian bilang makasih gitu! Lagian lebih enak kan kalo kita bicara langsung, ya kan pah?" ucap Cahaya.
"Iya iya, kamu bucin banget sih sama Topan! Kalo udah telponan pasti lupa segalanya!" ujar Hendra.
"Apa sih pah? Mana ada aku kayak gitu?" ucap Cahaya tak terima dengan kata-kata papanya.
"Hahaha, buktinya kamu udah sebut Topan pacar dan ngomongnya udah aku-kamu!" ucap Hendra sambil tertawa kecil.
"Ya emang apa salahnya, pah?" tanya Cahaya.
"Enggak ada sayang, papa cuma bercanda kok! Jangan cemberut begitu kali, nanti dilihat Topan gak enak loh!" ledek Hendra sembari mencolek pipi Cahaya dan tersenyum renyah.
"Ish, papa mah sukanya ledekin aku aja! Udah yuk, kita jalan sekarang pah!" ucap Cahaya.
"Umm, iya pah!" ucap Cahaya tersenyum.
Cahaya pun tersenyum mengikuti kemauan papanya itu sembari menatap wajah sang papa, barulah Hendra segera melajukan mobilnya setelah ia menyalakan mesin dan memakai seat belt. Cahaya masih saja tersenyum walau sambil menatap ke arah depan, ya yang ia bayangkan saat ini adalah wajah Topan dan sudah tidak sabar bertemu dengannya.
Hendra sendiri tahu kalau Cahaya memang tengah membayangkan pacarnya, sehingga ia hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala melihat kejadian itu. Hendra tetap fokus menyetir sembari mengingat momen saat di ruang pengadilan tadi, ia sebenarnya ingin sekali menjebloskan Calissa ke penjara sesuai kesalahan yang dia lakukan, namun entah mengapa Hendra tidak tega.
β’
β’
Sementara itu, Topan sudah sampai di depan rumah Cahaya sesuai permintaan dari gadis itu sebelumnya yang mengajaknya untuk makan siang bersama dengan Hendra dan Cahaya. Topan memang sangat gembira sekali begitu Cahaya memintanya untuk datang ke rumah, karena itu merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu olehnya selama ini.
Topan pun langsung turun dari motornya, lalu masuk ke dalam rumah Cahaya menemui dua satpam yang berjaga di depan pagar tersebut, ya Topan meminta pada keduanya untuk membukakan pintu pagar tentu supaya ia bisa masuk ke dalam walau ia belum tahu apakah Cahaya sudah sampai disana atau belum mengingat mobilnya tak terlihat disana.
__ADS_1
"Eee misi pak, saya mau masuk dong! Saya diundang sama Cahaya buat makan siang disini, oh ya apa Cahaya dan om Hendra udah pulang kesini?" ucap Topan pada dua satpam disana.
"Belum mas, daritadi juga non Cahaya sama pak Hendra belum sampai disini! Mungkin mereka masih dalam perjalanan, kalo gitu silahkan mas nya tunggu di dalam aja dulu!" ucap pak Deri satpam disana sembari membuka pintu pagar itu.
"Oh ya, terimakasih!" ucap Topan tersenyum lalu melangkah ke dalam rumah baru Cahaya itu.
Tiiinnnn...
Disaat Topan hendak melangkah masuk ke dalam rumah Cahaya, tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil panjang dari belakang tepatnya luar pagar yang baru sampai disana. Topan pun terkejut lalu menoleh ke belakang untuk melihat mobil siapakah yang datang, ia tersenyum saat menyadari ada Cahaya di dalam sana tengah melambai ke arahnya.
"Hai pacar!" ucap Cahaya yang langsung turun dan menghampiri Topan disana sambil tersenyum.
"Eh pacarku yang cantik, hai juga!" ucap Topan.
"Kamu kok cepet banget sih udah nyampe aja? Bukannya tadi katanya lagi di jalan, kok bisa udah nyampe duluan disini?" tanya Cahaya terheran-heran.
"Ya iya dong pacar, aku kan kesini pake motor. Makanya aku bisa lebih cepat dari kamu, kecuali kalau kita sama-sama pake mobil baru deh sampainya barengan!" ucap Topan tersenyum.
"Oh gitu, ya iya juga sih! Yaudah, kita masuk yuk buat makan siang bareng!" ucap Cahaya.
Topan manggut-manggut setuju dan hendak masuk ke dalam bersama Cahaya, namun tiba-tiba Hendra kembali membunyikan klakson mobilnya menegur dua manusia di depan itu.
Tin tiiinnnn....
Tentu saja baik Cahaya maupun Topan langsung terkejut dan menoleh ke belakang, mereka baru sadar kalau masih ada Hendra disana yang belum bisa masuk ke dalam lantaran terhalang oleh keberadaan mereka.
"Hey, kalian mau sampai kapan ngobrol terus di dekat pagar begitu?" tegur Hendra.
"Eh papa, maaf pah!" ucap Cahaya malu-malu.
"Yasudah, sekarang kalian minggir dulu! Gimana papa mau masukin mobil kalau kalian berdiri di dekat pagar kayak gitu?" ujar Hendra.
"Hehe, iya pah!" ucap Cahaya nyengir lalu menyingkir.
Cahaya juga menarik tangan Topan untuk bergerak ke pinggir agar mobil papanya bisa masuk, Topan diam saja mengikuti tarikan tangan dari Cahaya sambil sedikit senyum-senyum senang.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...