
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 289
...•...
...•...
Cahaya dan Topan masih berada di mobil dalam perjalanan mereka menuju ke rumah gadis itu, ya saat ini Cahaya tengah asyik menceritakan momen lucu yang ia alami tadi di sekolah pada Topan.
Topan sebagai pria yang baik, coba mendengarkan apa yang diceritakan oleh gadisnya. Tentu ia tak mau membuat Cahaya kecewa, biarpun sebenarnya pikiran ia saat ini sedang kacau memikirkan tentang Lyodra yang tiba-tiba menghilang.
"Pacar, kamu tau gak? Tadi tuh pas aku datang ke sekolah abis diantar kamu, ada satu OSIS baru yang cegat aku loh!" ujar Cahaya.
"Hah? Kok bisa? Mau ngapain itu OSIS cegat pacar aku yang manis ini?" tanya Topan heran.
"Hahaha, bisa aja kamu! Iya, jadi OSIS baru itu gak tahu kalau aku pacar kamu sayang. Makanya dia cegat aku dan minta aku buat lepas jaket kayak yang lain, kocak kan?" jawab Cahaya terkekeh.
"Wah parah tuh anak!" ujar Topan geleng-geleng.
"Itu dia pacar, aku aja gak berhenti ketawa tiap kali inget kejadian itu sampe sekarang! Tapi nih ya, abis itu dia langsung dateng temuin aku di kantin buat minta maaf! Aku heran deh, apa mungkin dia dikasih tau sama temannya siapa aku? Soalnya dia langsung gemetar gitu pas ketemu aku," ujar Cahaya.
"Ya bisa jadi, kan kalo yang lain mah udah tahu siapa kamu sayang!" ucap Topan.
"Iya sih, ada-ada aja tuh anak baru! Harusnya dia kan cari tahu dulu gitu, jangan main cegat aku aja kayak gitu!" ujar Cahaya.
"Tenang sayang! Kan yang penting dia udah minta maaf, maklumlah namanya juga anak baru! Kecuali kalau dia mengulang lagi, baru deh aku kasih hukuman buat dia!" ucap Topan.
"Hahaha, iya pacar!" ujar Cahaya tertawa.
Topan tersenyum tipis, lalu terdiam tak lagi berbicara dan hanya fokus menyetir.
Cahaya pun merasa ada yang tidak beres dengan kekasihnya tersebut.
"Pacar, kamu tuh kenapa sih?" tanya Cahaya heran.
__ADS_1
"Hah? Kenapa gimana maksud kamu?" Topan tak mengerti dengan maksud dari gadisnya.
"Ya kamu tuh kenapa? Kok aku cerita kayak gitu respon nya biasa aja? Lagi ada masalah atau apa sih kamu itu?" ujar Cahaya.
"Gak ada kok, emang maunya kamu tuh aku harus respon kayak gimana sayang?" tanya Topan.
"Ya gimana kek gitu, jangan dingin banget begitu! Biasanya kamu kan hangat sama aku, lah tapi ini malah kayak gitu! Bikin bete aja deh, kalo ada masalah tuh cerita!" ucap Cahaya ngambek.
"Hadeh, salah lagi nih aku?" ujar Topan.
"Ya gak salah, tapi kamu tuh harusnya ngertiin aku dong pacar! Kan aku lagi cerita, eh kamu respon nya malah kayak orang gak suka!" ujar Cahaya.
"Aku suka kok sayang, kamu tahu darimana emang kalo aku gak suka? Yaudah gini deh, kamu cerita ulang lagi coba! Biar aku rubah respon aku sesuai yang kamu mau," ucap Topan.
"Gak ah males! Aku udah terlanjur bete sama kamu, mending diem aja!" ujar Cahaya.
Cahaya pun ngambek membuang muka sembari melipat kedua tangannya di depan dengan bibir mengerucut.
"Hey, jangan ngambek lah pacar!" bujuk Topan.
Namun, Cahaya tak merespon dan terus melihat ke samping tanpa memperdulikan Topan.
Topan pun pasrah saja saat gadisnya ngambek, ia juga bingung harus bagaimana karena Cahaya memang mudah sekali ngambek dan sulit untuk dibujuk bila sudah seperti itu.
"Huft, gini amat ya punya cewek masih bocil! Ngambeknya gede banget, padahal gue udah berusaha respon sebaik mungkin tuh! Eh tapi masih tetep aja salah di mata dia, terus gue harus gimana lagi coba?" batin Topan kebingungan.
•
•
Singkat cerita, mereka telah sampai di depan gerbang rumah Cahaya. Gadis itu masih ngambek dan tetap tak mau bicara walau sedikitpun pada kekasihnya.
Sementara Topan juga hanya menatap wajah Cahaya dari samping sambil menghela nafas, ia bingung bagaimana caranya untuk bisa membujuk Cahaya agar tidak ngambek lagi.
"Pacar, udah sampe nih!" ucap Topan.
Cahaya tetap diam, namun ia melepas sabuk pengaman lalu membuka pintu dan turun dari mobil Topan.
"Hey, kok main pergi gitu aja sih? Gak mau pamitan dulu sama aku?" teriak Topan.
Lagi-lagi itu tak digubris oleh Cahaya, gadis itu bahkan menutup pintu mobil Topan dengan kasar dan langsung berbalik badan pergi meninggalkan kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Topan harus dibuat mengelus dada oleh tingkah kekasihnya yang masih seperti anak-anak itu, sampai ia melihat bahwa ponsel milik gadis itu tertinggal di mobilnya.
"Loh, ini kan hp nya Cahaya. Hahaha, ini kesempatan buat gue bujuk dia! Lihat aja, gak bakal gue balikin sampe dia ngemis-ngemis nanti!" ujar Topan.
Topan mengambil ponsel Cahaya, lalu menyimpannya di dalam dashboard mobil agar Cahaya tidak bisa menemukannya.
Setelahnya, Topan pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk pergi dari rumah Cahaya.
"Bye sayang!" batinnya.
❤️
Cahaya sendiri saat ini sudah masuk ke dalam halaman rumahnya, ia belum sadar kalau ponsel miliknya tertinggal di mobil Topan karena ia terlalu fokus dengan ngambeknya.
Lalu, tiba-tiba saja ia bertemu dengan papanya yang hendak pergi ke luar.
"Hai sayang! Kamu udah pulang? Kok cemberut gitu sih sayang? Ada masalah apa di sekolah, siapa yang bikin kamu kayak gini ha?" tanya Hendra cemas.
"Papa..." rengek Cahaya.
Gadis manja itu langsung memeluk papanya dan menangis disana, membuat Hendra kebingungan tak mengerti ada apa dengan putrinya tersebut.
"Sayang, kenapa sih?" tanya Hendra.
"Aku kesel sama Topan, pah! Masa dia sikapnya berubah gitu sama aku?" ujar Cahaya.
"Hah? Berubah gimana?" Hendra tak mengerti.
"Iya, tadi kan aku cerita soal kejadian lucu di sekolah pas aku baru datang. Eh tapi reaksi Topan malah biasa aja gak ketawa atau apa kek gitu, kan bikin aku kesel papa!" jelas Cahaya.
Hendra tersenyum sembari mengusap punggung putrinya, ia juga menggelengkan kepala mendengar cerita dari Cahaya.
"Hadeh, kamu kok jadi manja banget begini nih sayang? Masa cuma karena itu kamu ngambek sampe nangis begini? Terus, Topan nya kemana sayang?" tanya Hendra.
"Mana aku tau, paling pulang atau main! Dia kan gak peka, bukannya bujukin aku malah pergi!" ujar Cahaya.
"Hahaha, yaudah kamu masuk gih ke dalam! Atau mau ikut papa pergi ke luar? Asalkan jangan ngambek lagi kayak gini sayang! Papa gak suka lihat kamu jadi anak yang ambekan, udah ya sayang!" ucap Hendra.
"Huft, iya aku masuk kamar aja!" ucap Cahaya.
Cahaya pun melepas pelukan, Hendra memegang dua pundak putrinya dan menatapnya sambil tersenyum. Ia berharap Cahaya mau berhenti ngambek.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...