
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 118
...•...
...•...
"Hari ini rencananya kamu mau kemana lagi?" tanya Topan pada Cahaya begitu gadis itu keluar dari toilet sehabis buang air.
"Hmm...."
Cahaya mendekati Topan kemudian duduk di samping pria itu sambil berpikir, ia juga bingung harus kemanakah ia sekarang.
"Gak tau, gue bingung!" jawab Cahaya.
Topan tersenyum sembari menatap wajah Cahaya dan menggenggam dua telapak tangan gadis itu.
"Hey, kalau menurut aku mending kamu pulang deh! Kasian loh papa kamu, dia pasti sedih banget karena kamu gak pulang semalaman! Emangnya kamu mau kalau papa kamu itu sedih terus, gara-gara mikirin kamu?" ucap Topan memberi saran.
"Ah elah lu!"
Cahaya menarik kedua tangannya dari genggaman Topan lalu berbalik badan membuang muka, nampaknya ia masih tak ingin membahas tentang papanya dulu saat ini.
Topan yang tau kalau gadisnya sedang ngambek, memilih diam memberi kesempatan bagi Cahaya untuk bisa berpikir jernih dan tidak terus-terusan marah kepada papanya sendiri.
Topan pun mengambil remote tv dari atas meja lalu menyalakan televisi disana, ia mengangkat satu kakinya ke atas kaki yang lain sembari memakan kacang goreng di toples.
"Lu kok nyalain tv?" tanya Cahaya.
"Why?"
Cahaya hanya mendengus lalu kembali membuang muka dan menyandarkan tubuhnya di sofa, ia masih tidak ingin berdebat apalagi menyangkut papanya atau masalah ia yang belum pulang ke rumah.
Pada akhirnya Topan lah yang coba kembali mendekati gadisnya itu, ia menggeser sedikit tubuhnya ke dekat Cahaya dan dengan berani merangkul pundak gadis itu dari samping. Sontak Cahaya terkejut lalu menoleh ke arah Topan dengan raut jutek sekaligus kesal.
__ADS_1
Topan nyengir memperlihatkan gigi-giginya di hadapan Cahaya, ia tak perduli perkataan Cahaya yang memintanya melepaskan tangannya dari pundak gadis itu.
"Lu apaan sih?" ujar Cahaya kesal.
"Aku cuma mau kita lebih deket, karena aku gak bisa jauh-jauh dari kamu! Tuh kita nonton Spongebob aja barengan, seru tau!" ucap Topan.
"Dasar aneh! Udah gede tontonan nya Spongebob, kayak anak kecil aja!" cibir Cahaya.
"Yeh jangan salah, Spongebob itu bukan tontonan anak kecil! Makanya kamu jangan kebanyakan ngemil garam, jadi kayak gini deh!" ujar Topan terkekeh kecil.
"Apa hubungannya?" tanya Cahaya.
"Ya gak ada sih, udah kita sama-sama fokus nonton Spongebob aja dan lupakan sejenak tentang masalah kamu yang runyam itu!" ucap Topan sembari mengelus lengan Cahaya.
"Lu bener, gue bakal coba untuk bisa lupain itu!" ucap Cahaya tersenyum tipis.
Cahaya pun terdiam menonton tv dan membiarkan Topan tetap merangkulnya, ia memang berpikir kalau apa yang dikatakan Topan ada benarnya dan ia harus bisa rileks sejenak agar tidak stress.
"Hahaha...."
Secara tidak sadar Cahaya tertawa akibat menonton kartun Spongebob di tv, ia juga reflek menoleh ke wajah Topan bahkan menempelkan wajahnya pada dada bidang pria itu.
Tentu saja Topan merasa nyaman karena Cahaya bisa lebih ceria dan tenang saat ini, ia pun ikutan senang melihat Cahaya senang walau gadis itu masih belum mau diajak pulang.
"Ya iya dong, aku mana pernah salah? Ketagihan kan kamu, udah aku bilang Spongebob tuh seru!" ucap Topan tersenyum tipis sembari mencolek hidung Cahaya.
"Iya iya yang gak pernah salah!" ujar Cahaya.
Cupp....
Topan secara mendadak memberi kecupan pada wajah gadisnya, membuat Cahaya terkejut dan reflek memegangi pipinya itu.
"Lu kok cium gue?" tanya Cahaya.
"Kamu gemesin sih!" jawab Topan santai.
Cahaya terdiam tak lagi bicara, namun ia masih mengelus pipinya bekas kecupan dari Topan sambil membayangkan kejadian barusan itu.
...•••...
Disisi lain, Bella kelimpungan mencari dimana Topan setelah hampir satu kampus ia kelilingi tapi tidak berhasil menemukan keberadaan pria itu.
__ADS_1
Bella memang masih saja berusaha ingin mendekati Topan untuk membuat pria itu jatuh cinta padanya, namun usahanya itu tak semudah yang ia kira dan bayangkan selama ini, karena Topan selalu sulit untuk dicari dan ditemukan.
Apesnya lagi, Bella justru bertemu dengan Bram si pria yang ia benci dan tak ingin melihatnya karena sudah mengajaknya ke jalan tidak benar. Bella berupaya menghindar dari pria tersebut, akan tetapi Bram berhasil mencekal lengannya lebih dulu.
"Tunggu, Bella!" ucap Bram.
Bram pun menarik lengan Bella hingga menghadap ke arahnya lalu mereka bertatapan.
"Kamu kenapa sih, selalu aja ngehindar tiap kali aku mau ajak kamu bicara? Emang apa salah aku sama kamu, sampai kamu jadi kayak gini ke aku?" tanya Bram penasaran sekaligus kesal.
"Harusnya lu gausah nanya! Lu pikir aja sendiri kenapa gue kayak gini sama lu!" bentak Bella.
Gadis itu berhasil melepaskan diri dari genggaman Bram pada lengannya, ia pun berbalik dan pergi dari sana dengan cepat karena tak berurusan dengan Bram lagi untuk sekarang ini, baginya Bram itu hanya membuatnya teringat pada kejadian malam tersebut.
Namun, kaburnya Bella tak membuat Bram putus asa untuk mendekati gadis itu. Ia langsung berlari mengejar Bella dan terus berusaha meminta penjelasan dari Bella mengenai semuanya, ia penasaran mengapa Bella terus menghindar darinya.
"Bel, ayolah jangan begini! Tolong kasih penjelasan ke aku, kenapa kamu menghindari dari aku?" ucap Bram memelas dan terus mengikuti Bella.
"Gak!"
Hanya keluar kata singkat dari mulut Bella yang ia tujukan pada Bram, ia masih tidak mau meladeni Bram dan terus berusaha kabur dari kejaran pria itu.
Sementara Bram tak mau melepas Bella begitu saja dari incarannya, ia sangat mencintai Bella dan berharap gadis itu mau menerimanya dengan tulus lalu berpacaran dengannya.
"Bel, aku minta maaf kalau ada salah!" ucap Bram.
Bella menghentikan langkahnya. Bram yang melihat itu terkejut, namun juga senang karena Bella mau berhenti. Bram berharap kalau Bella mau menerimanya dan berbicara dengannya seperti dulu, ia ingin memperbaiki hubungan itu.
"Kamu mau maafin aku kan?" tanya Bram.
"Oke, tapi ada syaratnya!" jawab Bella.
"Syarat apa yang kamu minta?" tanya Bram.
"Cariin Topan buat gue, setelah itu gue pasti bakal maafin lu kok dan gak benci lagi sama lu walau lu udah berusaha ngerusak hidup gue!" jelas Bella.
"Apa? Jadi kamu minta aku buat cari Topan? Ya gak mungkin lah, aku sama dia itu musuhan! Lagian aku maunya kamu sama aku, bukan Topan!" ucap Bram.
"Terserah kalo lu gak mau, tapi gue gak bakal pernah maafin lu selama-lamanya!" ancam Bella.
Bella langsung pergi lagi setelah mengatakan itu, membuat Bram kelimpungan bingung apakah harus menuruti persyaratan dari Bella atau ia memilih kehilangan gadis itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...