Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 90. Mengantar Wulan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 89


...•...


...•...


Makan malam telah usai, kini Topan bersama mamanya dan Wulan masih menikmati momen bersama dengan mengobrol walau kedua anak muda itu tampak sama-sama gugup dan ingin segera mengakhiri momen tersebut.


Akan tetapi, rupanya Eun-Kyung masih terus berusaha untuk mendekatkan putranya dengan Wulan si cantik yang merupakan teman artisnya di lokasi syuting.


"Tante, kayaknya aku udah harus pulang ke rumah deh! Ini udah terlalu malam juga buat aku, takutnya nanti aku malah kemalaman!" ucap Wulan.


"Ohh, iya juga sih! Tapi, kamu jangan pulang sendiri ya sayang! Biar Topan temenin kamu, ya kan nak?" ucap Eun-Kyung.


"Ah gausah, tante! Aku bisa pulang sendiri kok, lagian kan aku bawa mobil tan!" ucap Wulan menolak tawaran Eun-Kyung karena ia merasa tidak enak.


"Nah, bener tuh!" ucap Topan.


Eun-Kyung pun langsung menatap tajam ke arah putranya dengan mata menyala, sontak Topan kaget dan pura-pura tidak melihat sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jangan begitu, sayang! Kamu pulangnya biar ditemenin Topan aja, supaya kamu lebih aman!" ucap Eun-Kyung memaksa.


"Eee... tapi, kayaknya gausah deh tan! Aku takut ngerepotin Topan, lagian Topan juga kelihatannya gak mau anterin aku!" ucap Wulan.


"Ah itu cuma pikiran kamu doang, Topan itu mau banget anterin kamu! Cuma dia orangnya pemalu jadi gitu deh, ya kan Topan?" ucap Eun-Kyung sambil menatap putranya.


"Eee... i-i-iya mah..." jawab Topan terpaksa.


"Tuh iya kan, kamu diantar Topan ya!" ucap Eun-Kyung tersenyum sembari mengusap lembut punggung Wulan.


"Iya deh, tan!" ucap Wulan mengangguk.


Akhirnya Topan terpaksa mau mengantarkan Wulan pulang karena ia takut dimarahi mamanya, padahal ia sungguh malas harus mengantar gadis lain selain Cahaya yang kini sudah menjadi candu baginya dengan wajah cantik nan manisnya.


Eun-Kyung ikut mengantar mereka berdua sampai ke depan rumah untuk memastikan Topan benar-benar mengantar Wulan, sedangkan Topan masih bingung garuk-garuk kepala memikirkan cara untuk menghindar dari Wulan.

__ADS_1


"Kalian hati-hati ya! Topan, kamu bawa mobilnya jangan ngebut kayak biasa!" ucap Eun-Kyung.


"Iya mah, tenang aja!" ucap Topan dengan malas.


"Yaudah tante, kalo gitu aku pamit pulang dulu ya? Sekali lagi makasih udah ajak aku makan malam di rumah tante, makanannya enak loh tan!" ucap Wulan berpamitan pada Eun-Kyung sembari mencium punggung tangan wanita itu.


"Syukurlah kalau kamu seneng, Wulan! Jadi jangan kapok ya main kesini!" ucap Eun-Kyung tersenyum.


"Iya tante," ucap Wulan ikut tersenyum.


Mereka berpelukan di depan Topan sebagai tanda perpisahan karena Wulan akan pulang ke rumahnya, Topan yang melihat itu tampak terheran-heran mengapa mamanya bisa sampai seperti itu pada Wulan padahal besok mereka akan bertemu lagi.


"Yaudah, Topan langsung gih!" ucap Eun-Kyung.


"Eee... kunci mobilnya belum ada, mah!" jawab Topan.


"Oh iya, ini kuncinya!" ucap Wulan langsung menyerahkan kunci mobilnya pada Topan.


"Yaudah, aku pamit ya mah!" ucap Topan.


"Iya, hati-hati loh...!!" ucap Eun-Kyung.


Akhirnya Topan berjalan lebih dulu ke mobil Wulan kemudian diikuti oleh gadis itu dari belakang, Eun-Kyung tampak kecewa karena Topan tidak membukakan pintu untuk Wulan dan malah masuk duluan ke dalam mobil itu.


Sedangkan mobil itu kini melaju keluar dari gerbang rumah besar tersebut, terlihat Wulan melambaikan tangan ke arah Eun-Kyung yang masih berdiri disana sambil tersenyum.




Topan & Wulan masih di dalam mobil menuju arah ke rumah gadis itu, mereka tak banyak bicara dan Wulan hanya mengarahkan jalan menuju rumahnya pada Topan karena ini kali pertama dia mengantarkan gadis tersebut pulang.


"Umm... maaf ya, Topan! Seharusnya kamu gak perlu anterin aku, sekarang kamu jadi repot deh!" ucap Wulan di tengah-tengah perjalanan.


Topan pun reflek menoleh ke arah Wulan saat gadis itu berbicara padanya, jujur ia juga kagum pada sikap dan kecantikan gadis di sampingnya sejak pertama kali mereka bertemu saat ia menghampiri mamanya ke lokasi syuting.


"Gak perlu minta maaf, Wulan! Aku seneng kok bisa anterin kamu, lagian bener kata mamaku kamu kan cewek jadi gak baik pulang sendirian malem-malem!" ucap Topan tersenyum tipis.


"Makasih ya, ternyata sikap kamu sama mama kamu itu gak jauh beda! Sama-sama baik dan perhatian, beruntung deh yang bisa dapetin kamu!" ucap Wulan membalas senyuman Topan dengan manis.


Topan seperti terhipnotis oleh senyum manis gadis tersebut karena ia sampai tak bisa berpaling dari wajah cantik yang tengah memandanginya, akan tetapi bayangan tentang Cahaya tiba-tiba muncul di kepala membuat Topan reflek memalingkan wajahnya kembali fokus menyetir.


"Kamu kenapa, Topan?" tanya Wulan heran.

__ADS_1


"Hah? Gapapa kok, kan aku lagi nyetir jadi gak baik kalo ngeliatin kamu terus nanti bisa nabrak!" jawab Topan sambil nyengir.


"Hahaha, iya bener tuh!" ucap Wulan.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah rumah yang terletak di dalam komplek perumahan mewah dan mayoritas yang tinggal disana adalah orang-orang kalangan atas seperti Wulan yang merupakan seorang artis cantik.


"Bener ini rumah kamu?" tanya Topan.


"Iya, kenapa? Kamu kaget ya karena rumah aku gak sebesar rumah kamu?" ucap Wulan.


"Hah? Enggak kok, aku cuma mastiin aja takut salah!" ucap Topan tersenyum.


"Ohh, bener kok ini rumahku! Makasih ya, udah anterin aku sampe sini!" ucap Wulan.


"Iya, sama-sama! Oh ya, ini mobilnya mau didiemin disini aja atau dibawa masuk sekalian?" ucap Topan.


"Udah, sampe sini aja! Nanti biar aku sendiri yang masukin ke dalam, kamu mending langsung pulang takutnya kemalaman terus gak dapet taksi!" ucap Wulan.


"Iya juga sih, yaudah aku pulang ya?" ucap Topan.


"Oke, hati-hati ya Topan...!!" ucap Wulan.


"Iya, salam buat orang tua kamu di dalam! Lain kali kalau ada waktu pasti aku mampir kesini, bareng mama aku!" ucap Topan.


"Hahaha, oke aku tunggu!" ucap Wulan.


"Yaudah, aku pamit ya?" ucap Topan.


"Iya..."


Topan pun turun dari mobil Wulan setelah berpamitan dengan gadis itu, ia meraih ponselnya dari saku celana lalu memesan taksi online untuk menjemputnya disana dan mengantarnya pulang ke rumah di malam yang dingin ini.


Wulan tampak terus memandangi Topan dari dalam mobil dan tanpa sadar tersenyum sendiri, ia pun juga ikut turun keluar dari mobilnya karena akan berpindah tempat duduk ke kursi kemudi sekalian juga menghampiri Topan.


"Topan!" panggil Wulan.


"Ya, kenapa?" tanya Topan heran.


"Kalau kamu mau masuk dulu, gapapa kok! Sekalian kamu tunggu taksinya di dalam aja supaya gak capek diri terus!" ucap Wulan.


"Oh, boleh!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2