
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 143
...β’...
...β’...
π"Halo, kenapa sih? Ganggu gue aja tau gak!" ucap Cahaya masih agak sedikit kesal.
Topan terkejut karena tiba-tiba Cahaya sudah ngegas padahal ia belum mengatakan apa-apa, namun ia tersenyum seketika sembari menggelengkan kepalanya karena mendengar suara Cahaya yang seperti tengah menahan kantuknya.
π"Hey, kamu lagi ngantuk ya?" tanya Topan.
π"Ya iyalah! Gue baru aja mau tidur, eh lu udah telpon aja! Gue jadi gak bisa tidur kan gara-gara telpon dari lu!" ujar Cahaya kesal.
π"Iya, maaf ya! Aku cuma mau bilang sesuatu sama kamu!" ucap Topan sambil tersenyum.
π"Bilang apa? Awas ya kalo gak penting! Gue bakal langsung matiin telponnya! Mending gue tidur kan daripada harus ladenin omongan gak jelas milik lu!" ucap Cahaya sudah mewanti-wanti.
π"Iya iya, aku mau kasih tau aja ke kamu kalo tadi aku di jalan ketemu ambulance loh!" ucap Topan.
π"Hah? Ya terus kenapa?" tanya Cahaya heran.
π"Kamu tau gak bunyinya gimana?" ucap Topan.
π"Ya tau lah! Semua orang juga tau kali, kalo ambulance itu dimana-mana bunyinya wiu wiu gitu! Gak ada yang bunyinya au au, kalo itu mah suaranya sodara lu noh di ragunan!" ujar Cahaya.
π"Hahaha, enak aja kamu bilang saudara aku monyet ragunan! Lagian jawaban kamu salah tau, suara ambulance yang tadi aku temuin bukan begitu!" ucap Topan.
π"Hah? Terus gimana bunyinya?" tanya Cahaya.
π"Begini nih, missyu missyu missyu...." jawab Topan sambil menahan tawanya dengan menutupi mulutnya.
Sementara Cahaya tersipu karena gombalan Topan yang walaupun kuno itu, tapi tetap saja menusuk ke dalam hatinya hingga ia tak bisa berkata-kata selama beberapa detik ini.
Karena gadisnya terdiam, Topan pun berinisiatif untuk kembali memulai obrolan.
π"Hey, kok diem? Oh aku tau, kamu pasti lagi senyum-senyum kan? Hahaha, ternyata kamu mempan juga ya digombalin begitu!" ujar Topan.
Cahaya yang tak mau kalah langsung kembali berbicara dan menyangkal ucapan Topan.
π"Dih, apaan sih? Siapa juga yang senyum-senyum? Gombalan lu itu basi tau gak! Gue tadi ketiduran, soalnya cerita lu gak jelas!" ucap Cahaya sembari menahan senyumnya.
__ADS_1
π"Ah masa sih? Kok aku gak percaya ya? Coba deh sekarang kamu hidupin kameranya, kita beralih ke video call! Aku mau lihat, apa bener kamu gak lagi senyum-senyum?" ucap Topan.
π"Gak mau! Gue ngantuk mau tidur, udah dulu ya? Nanti lagi aja lu telponnya!" ucap Cahaya.
Mendengar suara Cahaya yang sudah sangat mengantuk, membuat Topan jadi tidak tega untuk meneruskan obrolannya di telpon kali ini.
Akhirnya Topan pun memutuskan untuk mengakhiri telponnya dan membiarkan Cahaya istirahat, ya walaupun ia masih rindu dengan suara Cahaya.
π"Yaudah deh, aku kasihan sama kamu! Sekarang kamu boleh tidur, jangan lupa mimpiin aku ya!" ucap Topan.
π"Dih, ogah banget!" ujar Cahaya.
π"Hahaha, yaudah selamat tidur cantik! Jangan lupa bangun loh sebelum Maghrib!" ucap Topan.
π"Iya!" ucap Cahaya singkat.
Tuuutttt...
Tanpa berlama-lama lagi, Cahaya segera mematikan telpon tersebut dan kembali membaringkan tubuhnya setelah menaruh telpon di atas meja.
Sedangkan Topan tampak geleng-geleng sambil tersenyum menatap layar ponselnya, ia pun mengecup foto Cahaya yang terpampang di kontaknya sembari mengusapnya.
"Kalau kamu ada di samping aku, pasti aku bakal minta kamu buat tidur di pundak aku!" batinnya.
β’
β’
TOK TOK TOK...
"Topan, ini mama nak!" ucap Eun-Kyung.
Topan yang tengah melamun memikirkan Cahaya langsung tersadar begitu mendengar suara mamanya disertai ketukan pintu.
"Iya ma, masuk aja!" ucap Topan berteriak.
Ceklek...
Eun-Kyung pun masuk ke dalam kamar putranya lalu menghampiri Topan sambil tersenyum.
Topan yang melihat mamanya juga memberi senyum kepada sang mama sembari menaruh ponselnya.
Cupp..
Eun-Kyung mengecup kening Topan lalu duduk di samping putranya tersebut.
"Kenapa, mah?" tanya Topan bingung.
"Mama bangga sama kamu! Barusan papa kasih tau mama kalo kamu udah berhasil bantuin papa kamu itu, belajar dimana sih kamu soal begituan?" ucap Eun-Kyung tersenyum.
__ADS_1
"Ohh, gak belajar dimana-mana kok mah! Aku cuma asal bicara aja tadi sama si korban, dan untungnya dia mau dengerin aku!" ucap Topan.
"Emang dah anak mama ini paling jago kalo soal public speaking, gak heran lagi sih mama sama kamu mah!" ucap Eun-Kyung terus memuji putranya sembari mengusap kepala Topan.
"Ah mama bisa aja!" ucap Topan malu-malu.
"Yaudah, sekarang kamu udah makan apa belum nih? Mumpung sekarang mama pulang cepet, jadi mama bisa temenin kamu makan! Ya itu juga kalo kamu mau dan belum makan sih!" ucap Eun-Kyung.
"Wah pas banget, mah! Aku emang lagi laper nih dan belum makan, kalo gitu yuk mah kita makan bareng di bawah!" ucap Topan tersenyum.
"Yuk!"
Eun-Kyung dan Topan pun bangkit lalu berjalan keluar kamar dengan saling merangkul.
Topan sangat senang pada momen seperti ini saat ia bisa bersama mamanya.
Sesampainya di meja makan, Eun-Kyung langsung menarik kursi untuk putranya dan meminta Topan duduk disana. Bahkan Eun-Kyung juga rela menuangkan nasi ke piring untuk Topan.
Bik Leni yang ada disana tampak terheran-heran melihat Topan turun kembali ke meja makan.
"Loh, den Topan bukannya udahβ"
Perkataan bik Leni terhenti lantaran Topan memberi kode melalui matanya kepada sang bibik untuk tidak meneruskan kalimat itu, untungnya bik Leni mengerti dan tak lagi berbicara.
"Ah maaf den, nyonya! Kalo gitu bibik mau ke dapur dulu, ya?" ucap bik Leni pamit.
"Iya bik," ucap Topan tersenyum.
Setelah bibiknya pergi, Topan tampak lega karena mamanya tidak jadi tau kalau sebenarnya ia memang sudah makan sebelum ini.
"Kenapa sih, Topan?" tanya Eun-Kyung penasaran.
"Ah enggak kok, mah! Aku cuma laper aja, yuk kita langsung makan sekarang!" ucap Topan.
Ya sangking rindunya Topan pada momen seperti ini, sampai membuat ia rela harus makan lagi untuk kedua kalinya dalam waktu yang berdekatan demi bisa merasakan kehangatan saat bersama sang mama yang jarang ia dapatkan.
"Walau cuma makan, rasanya ini nyenengin banget! Gue gak boleh sia-siain momen ini!" batin Topan.
Eun-Kyung merasa ada yang disembunyikan oleh putranya tersebut, karena sedari tadi ia melihat kalau Topan terus saja memegangi perutnya dan makan cukup lambat.
"Topan kenapa sih? Katanya laper, tapi kok makannya lama banget?" batin Eun-Kyung curiga.
Ya tentu saja Topan masih merasa kekenyangan.
"Aduh, kenyang banget lagi! Kalo kayak gini bisa-bisa gue muntah deh!" batin Topan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1