
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 248
...•...
...•...
"Hey, Cahaya!"
Disaat Cahaya beserta kedua temannya sedang asyik menikmati santapan mereka, tiba-tiba saja muncul suara seorang pria dari arah samping yang membuat ketiganya terkejut. Rupanya pria itu ialah Sa'id alias ketua OSIS di sekolah mereka yang datang bersama kedua temannya, tiga pria itu pun duduk di depan Cahaya sambil terus menatap wajah gadis itu.
Cahaya pun tampak kebingungan melihat Sa'id ada disana bersama dua temannya, ia tak mengerti apa yang hendak dilakukan Sa'id. Padahal kursi kosong masih ada banyak dan bukan hanya di tempat Cahaya saja, akan tetapi Sa'id justru memilih untuk duduk disana dan bahkan tak berhenti menatap wajah Cahaya sehingga membuat hadis itu cemas.
"Kak Sa'id? Kak Rival? Kak Angga? Ini ada apa ya, kok pada kesini ramai-ramai?" tanya Cahaya heran.
"Iya nih, gak biasanya para OSIS mau makan bareng sama murid biasa kayak kita. Bukannya kalian itu punya meja sendiri ya khusus pada OSIS? Atau meja kalian lagi direnovasi, gara-gara sering digebuk gak jelas?" sahut Mawar sambil nyengir.
"Gak kok, meja OSIS baik-baik aja! Kita kesini mau bicara sama Cahaya, ini penting dan aku rasa Cahaya harus segera tahu tentang ini! Karena aku pengen Cahaya gabung ke anggota OSIS," ujar Sa'id.
"Hah?" ujar Cahaya terkejut bukan main.
"Iya Cahaya. Menurut aku, kamu itu cukup potensial loh untuk bisa masuk keanggotaan OSIS! Ya supaya kamu juga bisa bantu-bantu sekolah, siapa tahu kamu tertarik ya kan?" ucap Sa'id tersenyum.
__ADS_1
"Benar Cahaya! Gabung OSIS itu enak loh, kamu bisa dapatin kesempatan emas yang gak bisa didapat begitu aja sama murid-murid lain!" sahut Angga.
"Maaf kak! Tapi, gue gak berminat buat gabung sama OSIS. Lagian kalau emang gue minat, dari dulu gue pasti udah ajuin diri kok! Sekali lagi maaf ya kak, kalo emang kekurangan anggota ya udah gausah paksa orang buat join kayak gitu! Gue ini udah ikut tiga ekskul, tambah capek dong gue kalo gabung OSIS juga!" ujar Cahaya menolak.
"Yah, tapi gabung OSIS itu gak capek loh! Justru kamu bakal bangga banget kalo bisa gabung OSIS, jadi ada yang bisa kamu ingat dan ceritakan ke anak cucu kamu nanti!" ucap Sa'id.
"Iya tuh, OSIS kan banyak jasanya! Kita yakin kamu bisa dikenang sama orang-orang disini, mereka akan anggap kamu berjasa!" sahut Rival.
"Aduh kak Sa'id, sama kakak berdua ini! Cahaya itu gak mau gabung ke OSIS, lagian apa sih yang bisa dibanggain dari OSIS? Paling juga kalo Cahaya gabung, nanti disuruh keliling jualan merchandise biar keuangan OSIS naik! Mentang-mentang Cahaya itu lagi viral, jadi mau dimanfaatin!" ujar Mawar.
"Bener! Gue juga gak setuju Cahaya gabung OSIS, kita ada di barisan terdepan buat cegah lu Cahaya!" sahut Melani penuh semangat.
"Kalian itu bicara apa sih? Mana mungkin kita minta Cahaya buat keliling jualan? Kita ini serius ajakin Cahaya gabung ke jajaran pengurus OSIS, kalian jangan ikut campur deh!" tegur Sa'id.
"Halah! Omong kosong!" cibir Mawar.
"Yeh bukan omong kosong, yang dibilang si Sa'id itu benar! Kita gak akan minta Cahaya jualan, paling cuma keliling mintain sumbangan buat OSIS!" ujar Angga sambil terkekeh kecil.
"Hahaha...."
Cahaya, Mawar dan Melani kompak menertawakan ketiga pengurus OSIS itu tanpa rasa takut sedikitpun. Sudah tidak ada harga dirinya anak OSIS di hadapan ketiga gadis itu.
...•••...
Disisi lain, Topan baru menyelesaikan kelasnya dan kini ia bersiap untuk pulang karena sudah tidak ada urusan lagi disana. Namun, Topan hendak mengabari Cahaya sejenak selagi ia memiliki waktu, ia khawatir kalau Cahaya akan marah nantinya jika ia tak kunjung memberi kabar pada gadis itu, apalagi tadi pagi Topan tidak mengantar Cahaya ke sekolah.
Disaat Topan sedang mengetik pesan untuk Cahaya, tiba-tiba saja Siska muncul dari arah belakang dan menepuk pundak Topan dengan keras, sehingga Topan terkejut bukan main. Siska memang sudah merencanakan itu sejak melihat Topan keluar dari kelasnya, ya gadis itu sangat usil sekali dan justru tertawa keras melihat reaksi dari Topan saat ini.
"Topan!" ucap Siska memanggil Topan sembari menepuk pundak pria itu.
__ADS_1
"Eh ayam ayam! Ah elah lu, ngagetin gue aja! Tadi gue pikir siapa loh, eh ternyata malah lu!" ujar Topan latah karena terkejut.
"Hahaha, maaf Topan! Gue gak sengaja, tadinya gue gak pengen ngagetin lu kok. Tapi, pas gue lihat lu lagi serius banget nih disini sambil megang hp kayak gitu, ya langsung aja deh gue kagetin lu karena seru aja gitu loh!" ujar Siska tertawa puas.
"Haish, nyebelin lu! Emang ada apaan sih lu pake segala ngagetin gue, ha? Gara-gara lu nih, gue jadi lupa kan kalimat apa yang mau gue kirim ke Cahaya!" ujar Topan emosi.
"Hehe, jangan marah gitu lah Topan! Gue kan udah minta maaf sama lu, lagian masalah pesan mah bisa diketik lagi! Atau kalau enggak, lu pikirin pesan yang lain aja yang lebih berarti dan bisa bikin Cahaya pacar lu itu klepek-klepek! Gue bakal bantu deh, jangan marah ya, hehe!" ujar Siska.
"Iya iya, santai aja! Gue juga mana bisa marah sama lu sih? Kan lu udah sering bantu gue, sewaktu gue lagi susah dan butuh teman curhat!" ucap Topan.
"Nah bener tuh, berarti lu gak marah kan sama gue?" tanya Siska memastikan.
"Iya, tenang aja! Asalkan lu gak mengulang lagi kejadian kayak tadi, karena kesabaran orang itu ada batasnya! Lagian gue juga bisa jantungan nanti, kalau lu terus ngagetin gue begitu!" ucap Topan.
"Hehe, gue janji kok gak akan gitu lagi!" ujar Siska.
"Yaudah, duduk yuk! Sekalian lu bantu gue ketik pesan buat gue kirim ke Cahaya!" ucap Topan.
"Iya Topan, gue bantu kok!" ucap Siska tersenyum.
Akhirnya Topan dan Siska duduk di kursi dekat mereka untuk membahas pesan yang harus diketik oleh Topan saat ini, tentu saja Topan berharap agar Siska bisa membantunya membuat Cahaya tidak marah padanya.
"Emang lu sama Cahaya ada masalah apa lagi sih? Kok lu kayak cemas gitu pengen ngetik pesan buat dia?" tanya Siska penasaran.
"Gak ada sih, gue cuma takut aja kalo Cahaya tuh marah sama gue! Soalnya tadi pagi gue gak anterin dia ke sekolah, karena gue bangun kesiangan dan masih ngantuk!" ucap Topan.
"Ohh, yaudah sini gue bantu!" ucap Siska.
Topan pun tersenyum senang karena Siska mau membantunya saat ini.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...