Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 6. Mabuk


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 5


...•...


...•...


Cahaya sudah mempersiapkan semuanya untuk dibawa ke rumah sakit, bahkan ia juga telah rapih dan bersiap pergi dari rumah itu.


Cahaya membawa tasnya keluar kamar lalu menuruni tangga dengan cepat, ia sudah tidak tahan lagi berada di rumah itu apalagi teringat kembali pada apa yang ia lihat tadi.


Namun, alangkah buruknya nasib Cahaya ketika ia malah bertemu dengan papanya dan sang istri muda yang sedang duduk bermesraan di sofa ruang tamu.


"Loh Aya, kamu mau kemana lagi malam-malam begini? Memangnya kamu gak istirahat kan besok harus sekolah?" tanya papanya pura-pura peduli.


"Justru itu pa, kalo aku disini terus yang ada besok aku gak bisa sekolah karena ngantuk! Jadi mendingan aku tidur di rumah sakit aja sekalian jagain mama, udah ya pa aku pergi dulu!" jawab Cahaya kemudian lanjut berjalan.


"Hei Cahaya, gak sopan sekali kamu main pergi gitu aja gak cium tangan papa dulu! Cahaya kembali kamu!" ujar papa Cahaya geram lalu bangkit dari duduknya berteriak memanggil Cahaya.


"Mas, udah biarin aja mungkin Cahaya masih kesal sama aku sampai dia jadi begitu! Tapi mungkin lama-kelamaan dia bakal terbiasa kok sama kehadiran aku disini, untuk sekarang biarkan dia dulu mas..." ucap Calissa mencegah suaminya yang hendak menyusul Cahaya.


"Iya sayang, kamu itu memang berhati mulia! Itulah sebabnya aku menikahi kamu sayang, yaudah kita kembali ke kamar yuk!" ucap papa Cahaya kemudian merangkul istrinya dan berjalan menuju kamarnya.


Tampak Calissa tersenyum puas karena telah berhasil mendapatkan hati suaminya seutuhnya.


Sementara itu, Cahaya menangis di atas motornya sebelum lanjut pergi menuju rumah sakit... ia benar-benar merasa kecewa pada papanya yang telah menyakiti perasaan mamanya.


"Kenapa ini harus terjadi di keluarga gue? Padahal sejak dulu mama sama papa itu harmonis dan jarang bertengkar, kenapa sekarang papa malah berkhianat dari mama dan menikah dengan wanita lain?" gumam Cahaya menatap ke langit dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Cahaya berusaha tegar kembali dan menghapus air matanya, tentu ia harus kuat untuk bisa menjaga mamanya.


"Ya gue gak boleh sedih terus, gimanapun juga mama butuh gue sekarang dan gue gak boleh tinggalin mama seperti apa yang papa lakuin!" gumam Cahaya.


Cahaya pun memakai helmnya lalu melajukan motornya keluar dari rumah itu, ia menancap gas cukup kencang di malam yang dingin dan sepi itu.


Untungnya jalan raya saat ini sudah agak sepi dan tidak banyak kendaraan yang melintas, jadi Cahaya bisa leluasa berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa khawatir menabrak kendaraan lainnya.


Cahaya memang senang berkendara dengan kecepatan tinggi seperti ini, karena ia punya cita-cita untuk bisa menjadi pembalap wanita profesional suatu saat nanti.


Tak lama kemudian, Cahaya sampai di rumah sakit setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari rumahnya menuju ke rumah sakit itu.


Ia langsung masuk dan menuju ruang rawat mamanya yang ada di lantai 3, terlihat rumah sakit itu telah sepi oleh orang-orang yang hendak berobat karena memang sudah malam.


Ceklek... Cahaya membuka pintu ruang rawat mamanya lalu masuk ke dalam dan menutup lagi pintu itu secara perlahan.


Cahaya mendekati mamanya dan duduk disampingnya, ia tersenyum menatap wajah sang mama sambil mengelus wajah cantik mamanya itu.


"Ma, aku udah balik lagi! Mama cepat sadar ya supaya kita bisa bicara seperti sebelumnya, aku kangen loh denger suara mama yang lembut itu!" ucap Cahaya mengecup kening mamanya.


Akhirnya Cahaya menguap saat itu dan kemudian membenamkan wajahnya di ranjang samping mamanya, ia tak mau jauh-jauh dari sang mama untuk bisa mengetahui kondisi mamanya itu.


"Good night ma..." ucap Cahaya pelan kemudian mulai memejamkan matanya disana.


Ya Cahaya pun tertidur karena ia juga harus sekolah esok hari walau ia sudah berpikir untuk tidak pergi ke sekolah dulu demi menjaga sang mama.


...•••...


Disisi lain, Topan pergi ke bar tempat langganannya disaat sedang happy atau galau seperti sekarang ini... ia langsung disambut oleh sahabatnya sekaligus bartender disana.


"Wih Topan akhirnya balik juga lu kesini, mau minum gak nih lu malam ini??" ujar bartender bernama Farhan tersebut.


"Iya dong bro, kepala gua lagi pusing banget nih makanya gue kesini buat tenangin diri! Bikinin gue minuman yang biasa!" ucap Topan.


"Siap siap, sebentar ya bro tunggu aja dulu!" ujar Farhan lalu mulai meracik minuman alkohol yang biasa dinikmati oleh Topan.

__ADS_1


Setelah minumannya datang, dengan cepat Topan langsung menenggak segelas minuman itu tanpa berlama-lama lagi.


Ia memang sangat galau karena baru diputusin sama Bella beberapa jam yang lalu, ia sengaja pergi kesana untuk mencari pelampiasan.


"Bro, sorry nih ya gue gak bisa temenin lu lama-lama disini soalnya banyak pelanggan yang harus gue layanin!" ujar Farhan.


"Santai aja...." ucap Topan manggut-manggut lalu menuang lagi minuman itu ke gelas dan menenggaknya sampai habis.


Topan teringat kembali pada momen saat ia dan Bella putus, entah mengapa ia sangat menyesali hal itu karena mungkin dirinya sudah mulai mencintai Bella.


"Gue ini kenapa sih ya? Padahal selama pacaran juga gue sama Bella gak pernah ada rasa cinta, tapi kenapa setelah putus gue malah jadi kayak gini?" gumam Topan memegangi kepalanya.


Topan terus meminum minumannya tanpa henti bahkan ia telah menghabiskan satu botol penuh saat ini, setelah dirasa puas akhirnya Topan pergi dari sana dan tak lupa menaruh uang di atas meja itu.


Topan berjalan keluar dengan sedikit sempoyongan, ia terus memegangi kepalanya yang pusing sambil berjalan menuju mobilnya.


"Bella, kenapa lu mutusin gue sih? Coba aja lu gak lakuin itu mungkin sekarang gue gak bakal kayak gini Bella, hadeh padahal kita udah 3 tahun pacaran dan kenapa baru sekarang lu putusin gue coba??" gumam Topan.


Saat ia menuruni tangga di depan bar tersebut, tiba-tiba kepalanya makin terasa pusing dan keleyengan bahkan hendak terjatuh.


Beruntung ada seorang wanita yang langsung datang menangkap tubuh Topan sehingga pria itu tak terjatuh ke bawah, ya wanita itu rupanya adalah Bella sang mantan Topan.


"Topan, kamu gapapa? Topan jangan pingsan dong!" ujar Bella panik menepuk-nepuk wajah pria yang tengah pingsan itu.


Akhirnya Bella yang cemas terpaksa membawa Topan ke dalam mobilnya, ia meminta bantuan penjaga disana untuk membawa tubuh Topan ke mobilnya.


Saat di dalam mobil, Bella bingung harus membawa Topan kemana karena selama pacaran pria itu memang tak pernah mengajaknya datang ke rumah.


"Aduh Topan sadar dong! Gue bingung nih mau bawa lu kemana Topan!" ujar Bella terus menatap ke arah pria disampingnya.


Akhirnya karena tak ada pilihan lain, gadis itu terpaksa membawa Topan ke apartemennya yang sudah lama tidak ia tinggali itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2