
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 132
...β’...
...β’...
Topan khawatir karena Cahaya mematikan teleponnya secara mendadak, ia juga cemas kalau gadis itu dalam kondisi tidak baik setelah ia mendengar suara Hendra sang papa dari Cahaya yang seperti tengah marah dan emosi pada Cahaya.
Topan pun terus saja memikirkan Cahaya sampai tidak bisa fokus pada diri sendiri, ia sangat cemas pada gadis itu dan tak bisa tenang jika belum tau bagaimana kabarnya sekarang, ia tak mau tentunya kalau Cahaya sampai dimarahi oleh papanya.
TOK TOK TOK....
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dari luar sembari memanggil namanya, Topan tau betul kalau itu adalah suara bik Leni yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri, Topan pun bergegas turun dari ranjang lalu berjalan membuka pintu.
Ceklek...
"Iya bik, ada apa?" tanya Topan penasaran.
"Ini loh den, aden kok gak turun-turun ke bawah sih? Bibik kan udah siapin makan siang buat aden, bibik tau pasti aden belum makan kan?" ucap bik Leni.
"Ya ampun, bibik ini perhatian banget sih sama aku. Maaf ya bik, aku lupa turun lagi ke bawah buat makan. Untung aja bibik ingetin aku, yaudah yuk bik kita sama-sama makan di bawah!" ucap Topan.
"Ah iya atuh bener, tapi bibik mah udah makan den. Mending aden aja sendiri yang makan, lagian bibik juga masaknya gak banyak." ucap bik Leni.
"Yah gapapa lah bik makan lagi, atau gak gini aja deh bibik temenin aku makan di bawah! Aku bete loh bik kalau makan sendirian, bibik mau kan? Sekalian ada yang mau aku omongin sama bibik," ucap Topan.
"Iya boleh, yang penting den Topan mau makan." ucap bik Leni tersenyum.
"Nah gitu dong, yuk bik kita turun sekarang!" ucap Topan langsung bergerak merangkul bik Leni sembari menutup pintu kamarnya.
Mereka berdua jalan menuruni tangga layaknya seorang ibu dan anak, ya memang keduanya sangat dekat dari Topan masih kecil belum bisa ngapa-ngapain, itulah sebabnya Topan sangat menyayangi bik Leni begitupun sebaliknya.
__ADS_1
Sesampainya di meja makan, bik Leni bahkan menyiapkan makan untuk Topan dengan menuangkan nasi serta lauk ke dalam piring kosong dan memberikan itu pada Topan, tentu Topan merasa senang sekaligus bahagia saat ini.
"Nah ini den, ayo dimakan!" ucap bik Leni.
"Duh, makasih banyak ya bik. Harusnya bibik gak perlu pake tuangin nasi sama air buat aku, kan aku udah biasa ambil sendiri." ucap Topan.
"Gapapa den, anggap aja ini bukti kasih sayang bibik sama den Topan." ucap bik Leni.
"Yaudah, kalo gitu sekarang aku makan dulu ya bik? Sebagai rasa kasih sayang sama terimakasih dari aku buat bibik, makanya aku makan." ucap Topan.
"Sok atuh, den!" ujar bik Leni.
Topan mulai melahap makanan di piringnya dengan lahap, ia tampak sangat menikmati makanan lezat buatan bibiknya itu yang terasa beda bila ia makan bersama sang bibik tersayang, ya karena selama ini ia jarang sekali makan bersama keluarganya.
"Enak banget bik, emang dah masakan bibik paling top sedunia! Harusnya bibik ikut indonesian idol sih, pasti juara!" ujar Topan dengan mulut penuh makanan.
"Aden gimana sih? Indonesian idol mah buat kontes nyanyi, kalau masakan bibik enak harusnya aden nyaranin bibik ikut master chef bukan Indonesian idol!" ujar bik Leni terheran-heran.
"Oh udah ganti ya bik?" tanya Topan.
"Yeh emang begitu dari dulu juga den," jawab bik Leni.
Mereka saling tertawa disana sembari ngobrol-ngobrol dengan serius, Topan menceritakan semua kegelisahan dirinya tentang Cahaya kepada bibiknya itu, ia juga meminta bantuan serta saran pada bik Leni disana.
β’
β’
Setelah selesai makan, Topan kembali ke kamar dan mengecek ponselnya. Sayangnya, tak ada notif apapun yang ia harapkan dari Cahaya untuk mengetahui kondisi gadis itu apakah baik-baik saja atau terjadi sesuatu padanya.
Topan sebenarnya ingin sekali menghubungi Cahaya saat ini untuk menanyakan kondisinya, namun ia khawatir jika Cahaya tengah bersama papanya dan bisa saja mereka akan bertengkar, oleh karena itu Topan lebih memilih menunggu saja.
Benar saja, tak lama kemudian ponselnya berdering dan ada telpon dari Cahaya yang masuk ke nomornya saat ini. Sontak Topan bergembira dan tak mau berlama-lama mendiamkan telpon itu, ya ia pun langsung mengangkat telpon dari Cahaya.
π"Halo sayang, akhirnya kamu telpon aku juga. Aku udah nunggu lama loh, sayang!" ujar Topan.
π"Apaan sih lu? Lebay deh! Gausah pake sayang-sayang begitu ah, geli tau!" ujar Cahaya.
π"Hahaha, iya deh iya. Terus sekarang kondisi kamu gimana, baik-baik aja kan?" ucap Topan.
__ADS_1
π"Aku baik kok, gak ada masalah. Emang kenapa? Lu pengen kalau gue punya masalah atau sakit gitu? Jahat banget sih lu!" ujar Cahaya salah sangka.
π"Bukan gitu, tapi tadi kan sebelum kamu tutup telponnya, itu ada papa kamu manggil-manggil. Nah aku khawatir kalau kamu dimarahin," ucap Topan.
π"Ohh, aman kok. Papa gak marah-marah sama gue, dia juga gak tau kalau tadi gue lagi telponan sama lu!" ucap Cahaya.
π"Bagus deh, gue ikut seneng." ujar Topan merasa lega saat ini.
π"Oh ya, lu tau gak tadi papa gue tuh ngapain dateng ke kamar gue sambil kayak marah-marah gitu?" tanya Cahaya.
π"Hah? Gak tau tuh, emang ngapain?" ucap Topan.
π"Ya tebak dong!" ujar Cahaya.
π"Yaudah iya, papa kamu tuh lagi ngeprank ya? Papa kamu mau ngikutin konten yutub kan? Oh atau papa kamu itu emang beneran youtuber?" ujar Topan menebak.
π"Hahaha, prank nya sih bener. Tapi, papa gue bukan youtuber juga kali! Tadi papa kasih kejutan ternyata buat gue, ini kan hari ulang tahun gue yang ke 18." ucap Cahaya.
π"Ohh, pasti kamu seneng ya?" ucap Topan.
π"Ya seneng dong, papa juga kasih gue hadiah tiket liburan ke Spanyol sama kue besar loh." ujar Cahaya.
π"Wah selamat ya!" ucap Topan.
π"Iya, yaudah ya itu aja yang mau gue sampein sama lu sekarang. Kalo gitu gue tutup telponnya dulu, ya? Bye!" ujar Cahaya nampak bete.
π"Eh eh tunggu dongβ"
Tuuutttt....
Topan terlambat, karena Cahaya sudah langsung memutus telponnya dan membuat Topan tidak bisa lanjut berbicara dengan gadis itu.
Sontak Topan kini sadar kalau Cahaya tengah ngambek kepadanya karena dianggap tidak peka, ia pun senyum-senyum sendiri sembari menatap layar ponselnya.
Pria itu menghubungi temannya yang bernama Arvio untuk meminta bantuan kembali, rupanya Topan sudah memiliki rencana sendiri.
π"Halo bro, gue minta tolong lagi dong!" ucap Topan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...