
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 103
...•...
...•...
Saat ini di rumah sakit, Topan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya karena kondisinya telah pulih dan bisa segera pulang, ia pun tampak bahagia karena akan segera meninggalkan rumah sakit yang membosankan itu.
Ya Topan sudah bersama mama dan papanya saat ini, karena ia telah menghubungi nomor mamanya kemarin saat ia menyadari kalau sang mama berkali-kali menghubungi nomornya yang tidak aktif lantaran ia juga tak memegang handphone.
Sedangkan pria yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit sudah pulang, Topan yang menyuruhnya untuk pulang karena ia tak mau terus-terusan merepotkan pria itu, selain itu ia juga sudah bersama mama dan papanya disana.
"Kamu denger itu kan, Topan? Kata dokter kamu udah boleh pulang sekarang!" ucap Eun-Kyung.
"Iya mah, aku juga seneng banget bisa pulang! Makasih ya mama sama papa udah mau temenin aku di rumah sakit, gara-gara aku mama sama papa sampe gak bisa kerja!" ucap Topan.
"Itu gak masalah, sayang! Yang terpenting bagi kami itu keselamatan kamu, buat apa juga kami kerja kalau kamu sakit begini?" ucap Eun-Kyung.
"Bener itu, syukurlah sekarang kamu sudah pulih dan bisa pulang ke rumah! Tapi, papa tetap tidak akan izinin kamu bepergian dulu keluar karena papa takut orang-orang yang pukulin kamu masih ngincer kamu!" sahut papanya.
"Papa tenang aja, aku bakal di rumah kok asalkan mama sama papa juga tetap nemenin aku disana!" ucap Topan tersenyum.
"Iya, pasti sayang!" ucap Eun-Kyung.
Eun-Kyung terlihat sangat bahagia karena putranya telah diperbolehkan pulang ke rumah hari ini, ia mengusap wajah Topan dengan lembut sambil sesekali mengecupnya, sedangkan Topan sendiri juga merasa senang karena kedua orangtuanya berada disana menemaninya.
Setelah berganti pakaian dan menyelesaikan administrasi, Topan pun sudah bisa pulang dibantu oleh kursi roda karena kondisi kakinya belum mampu untuk menopang tubuhnya jika harus berjalan sendiri, maka dari itu Eun-Kyung dan sang suami yang mendorong kursi roda Topan.
"Setelah ini mama mau kamu harus lebih pintar pilih teman ya, Topan?" ucap Eun-Kyung.
"Loh kenapa, mah? Temen-temen aku perasaan baik semua, gak ada yang jahat!" ujar Topan heran.
__ADS_1
"Iya mama tahu, tapi kan gak mungkin kamu tiba-tiba dipukulin di jalan kayak gini sampe dua kali kalau gak ada yang benci sama kamu! Mama tahu ini pasti perbuatan musuh kamu, dan kenapa kamu bisa punya musuh? Itu karena pergaulan kamu yang kurang bener, harusnya kamu gausah gabung ke geng-geng kayak begitu lah!" ucap Eun-Kyung.
"Mah, ini bukan karena geng aku kok! Emang ini masalah pribadi aku aja, gak ada sangkut pautnya sama geng aku apalagi temen-temen ku!" ucap Topan membantah ucapan mamanya.
"Kenapa kamu bilang gitu? Emangnya kamu sudah tahu siapa yang pukulin kamu itu?" tanya Eun-Kyung.
"Udah mah, kemarin dia munculin wujudnya dihadapan aku dan dia juga yang nyuruh orang-orang itu buat hajar aku sampe mati, mah!" jawab Topan sembari memandang wajah mamanya.
"Apa? Terus siapa orang itu, nak? Kasih tau mama cepat biar mama laporin dia ke polisi!" ujar Eun-Kyung emosi.
"Gak perlu, mah! Udah mama tenang aja ya, aku bakal urus ini sendiri kok sampai semuanya tuntas!" ucap Topan tersenyum berusaha menenangkan mamanya yang panik.
"Urus sendiri gimana sih, Topan?" tanya papanya.
"Pah, ini kan masalah aku jadi aku maunya biar aku aja yang urus dan selesaikan..." jawab Topan.
Akhirnya Eun-Kyung bersama suaminya menurut saja dengan perkataan putra mereka supaya tidak terjadi perdebatan disana, lagipun mereka yakin kalau Topan pasti bisa mengatasi semuanya dan tak akan kenapa-napa lagi.
...•••...
Disisi lain, Mawar mengajak Cahaya turun ke meja makan untuk menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh mamanya disana, sungguh aneh memang karena Mawar baru bangun tidur dan hanya cuci muka lalu langsung mengajak Cahaya untuk sarapan bersama.
"Lu gak mandi dulu? Masa abis bangun tidur langsung mau sarapan sih?" tanya Cahaya heran.
"Hadeh, jorok lu!" ujar Cahaya.
"Hahaha, jorok apaan sih Aya? Gue kan udah cuci muka sama gosok gigi, gue tuh gak bisa mandi pagi-pagi begini soalnya dingin! Makanya gue sarapan dulu baru abis itu mandi deh, paham kan?" ucap Mawar nyengir.
"Iyain aja deh, yang penting lu seneng!" ujar Cahaya.
"Yaudah, yuk kita ke meja makan! Lu gak cium apa tuh aroma lezat masakan ibu gue?" ujar Mawar.
"Cium kok, tapi ibu lu masak apaan ya?" ucap Cahaya.
"Wah kurang tahu deh, kita lihat aja langsung disana!" ucap Mawar.
Cahaya manggut-manggut lalu jalan berdampingan bersama Mawar menuruni tangga menuju meja makan yang ada di bawah, mereka senyum-senyum tertawa karena Cahaya menceritakan kalau ia terbangun karena mendengar suara ayam.
"Ohh, pantes aja lu bangun cepet tadi!" ujar Mawar.
__ADS_1
"Iya, kok lu bisa tahan begitu sih? Padahal suara ayamnya berisik banget, gue lagi enak-enak mimpi eh malah kebangun..." ujar Cahaya.
"Hahaha, iya dong kan gue mah udah terbiasa sama suara ayam itu!" ucap Mawar.
Tak lama kemudian, muncul seorang pria dari arah meja makan yang sudah berpakaian rapih mengenakan seragam keamanan, Cahaya yang melihatnya seketika terpesona karena ketampanan wajah pria tersebut apalagi saat dia menatapnya dan melempar senyum ke arahnya.
"Hey, udah bangun lu?" tanyanya.
"Udah lah, lu berangkat sekarang?" ucap Mawar.
"Iya, eh ini siapa?" tanyanya.
"Ohh, kenalin ini temen gue namanya Cahaya! Dia nginep disini semalam, Aya kenalin juga ini tuh abang gue namanya Michael..." ucap Mawar mengenalkan Cahaya dengan pria tersebut.
"Hai, kak Michael..." ucap Cahaya gugup.
"Cantik ya temen mu, salam kenal Cahaya!" ucap Michael menyodorkan tangannya ke arah Cahaya.
"Eee.... iya!"
Cahaya meraih telapak tangan Michael dengan gugup kemudian bersalaman dengan pria itu, ia tersenyum tipis lalu segera melepas genggamannya karena ia merasa tidak enak sekaligus gugup.
"Hati-hati, Aya! Abang gue tuh mirip buaya, dia suka gombalin cewek-cewek!" bisik Mawar.
"Hah? Masa sih?"
"Heh, ngomong apaan lu ha? Jangan jelek-jelekin gue, nanti gue tembak tau rasa lu!" ancam Michael.
"Hehehe... udah sono berangkat aja deh lu, nanti dimarahin atasan baru tau!" ujar Mawar.
"Yaudah, lu makan tuh sarapannya udah disiapin sama ibu! Gausah ngerengek nyari-nyari ibu sama bapak, mereka lagi ngurus ayam di samping! Belajar mandiri jangan apa-apa ibu, apa-apa ibu!" ujar Michael.
"Dih dih, kapan gue ngerengek kayak gitu??"
"Sering lah, dah ah gue mau berangkat! Bye, Cahaya!" ucap Michael melambai ke arah Cahaya sembari tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Yeh dasar buaya lu!" umpat Mawar.
Michael pun pergi dari sana meninggalkan adiknya dan juga Cahaya, tampak Cahaya masih terpukau pada pesona Michael yang membuatnya lupa daratan karena terus terbayang-bayang akan senyum manis yang ditujukan Michael tadi padanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...