
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 219
...•...
...•...
Topan dan Cahaya akhirnya sampai di depan rumah baru gadis itu, ya mereka pun bertatapan sejenak di dalam mobil sebelum turun ke luar lalu masuk menemui Hendra di dalam. Topan menatap wajah Cahaya kemudian menggerakkan tangannya untuk mengusap wajah gadis itu, ia tersenyum tipis tanpa melepaskan pandangan dari wajah cantik Cahaya.
Sementara Cahaya sendiri tampak menunduk malu ketika ditatap oleh sang kekasih, rasa kesal yang sebelumnya ia rasakan kini berubah menjadi rasa senang serta tersipu. Cahaya juga tahu kalau Topan memang benar-benar cinta padanya dan tak akan mungkin berpaling darinya, ya ia pun memberikan senyum tipis pada sang kekasih disana.
"Kamu manis banget sih! Aku bisa diabetes nih kalo lama-lama tatap wajah kamu!" goda Topan sambil menarik dagu Cahaya.
"Ish, apaan sih? Kamu tuh bisa gak sehari aja jangan gombal?" ucap Cahaya yang wajahnya memerah.
"Hahaha, gak ada yang gombal kok pacar! Orang aku bicara fakta, kamu emang manis banget kalau lagi senyum begitu! Makanya aku suka banget lihatnya, jangan pernah jutek lagi ya sama aku pacar!" ucap Topan sambil tertawa kecil.
"Iya, tapi kamu juga jangan lupa buat kasih kabar ke aku kalau abis ketemu aku! Kayak ini nanti pas kamu pulang, itu kamu harus sms atau telpon aku kalau kamu udah sampe!" ucap Cahaya.
"Iya iya pacar!" ujar Topan.
Topan tampak gemas sekali dengan ekspresi Cahaya dan terus mengusap wajahnya, bahkan sangking gemasnya ia sampai mencubit serta mencium pipi gadis itu berkali-kali. Cahaya hanya bisa pasrah membiarkan pipinya yang imut itu dicubit atau dicium oleh sang kekasih, karena memang ia senang ketika diperlakukan seperti itu oleh Topan.
"Yaudah, aku turun dulu ya? Kamu juga hati-hati pulangnya, jangan ngebut loh! Ini kan udah malam, biasanya jalan sepi tuh. Jadi, kamu ya harus hati-hati bawa mobilnya supaya gak jatuh!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Iya sayang, yaudah yuk aku antar kamu sampe ke depan teras! Aku mau pastiin kamu aman dan gak kenapa-napa pacar, gapapa kan?!" ucap Topan.
"Umm, boleh! Sekalian juga kamu nanti ketemu sama papa aku ya? Kamu bantuin aku ngomong gitu, soalnya aku takut banget papa nanti marah karena aku pulang sampai malam begini. Kalau papa lihat aku sama kamu kan, mungkin papa gak akan marah dan maklumi gitu!" ucap Cahaya.
"Ya yaudah deh, demi kamu apa sih yang enggak? Aku juga gak mau kamu dimarahin sama papa kamu, yuk kita turun dan jangan lupa gandengan juga!" ucap Topan sambil tersenyum.
"Iya, makasih ya pacar!" ucap Cahaya.
"Sama-sama pacar, duh kamu gemesin banget sih kalo lagi senyum begitu! Jadi pengen cepet-cepet buat halalin kamu!" ucap Topan.
"Dih, emang aku haram apa? Pake mau dihalalin segala, ada-ada aja kamu!" ucap Cahaya heran.
"Hahaha, gak gitu pacar! Masa kamu gak ngerti istilah seseorang yang mau nikahin orang lain? Kan kita ini hitungannya masih haram, belum bisa berduaan di dalam kamar gitu! Nah kalo udah nikah, baru kita jadi pasangan halal!" ucap Topan.
"Iya aku ngerti kok, tadi bercanda aja!" ucap Cahaya.
"Halah ngeles aja kamu! Yaudah, yuk buruan turun! Nanti kalo kelamaan ngobrol malah papa kamu semakin marah loh sama kamu!" ucap Topan.
"Yeh malah nyalahin aku, gapapa deh emang aku selalu salah karena aku kan cowok dan kamu cewek!" ucap Topan.
"Apaan sih?" ujar Cahaya geleng-geleng kepala.
Mereka pun turun dari mobil secara bersamaan, lalu berjalan menuju teras depan pintu rumah Cahaya.
•
•
Ceklek...
Sesampainya di depan teras, Cahaya serta Topan langsung terkejut lantaran pintu tiba-tiba terbuka dan Hendra alias sang papa dari Cahaya keluar menemui mereka disana. Ya Cahaya pun tampak panik dan memandang ke arah kekasihnya sambil terus memegang tangan Topan, ia khawatir kalau Hendra akan marah padanya karena pulang semalam ini.
__ADS_1
Sementara Hendra sendiri terus menatap wajah putrinya dengan mata tajam menyala, namun ia sedikit lega karena ternyata Cahaya pulang bersama Topan sang kekasih. Ya walau ia tetap masih kecewa dan marah pada Cahaya karena pulang bisa sampai semalam ini, padahal tadinya gadis itu pamit untuk hanya pergi sebentar bersama kedua temannya.
"Papa, aku pikir papa udah tidur!" ucap Cahaya gugup namun berusaha tetap tersenyum disana.
"Hai om, selamat malam!" ucap Topan menyapa Hendra lalu mencium tangannya. "Maaf ya om, saya ajak Cahaya pulangnya kemalaman!" sambungnya.
"Ya, malam juga! Jadi, kamu ini pergi dengan teman kamu atau dengan Topan sih Aya? Tadi kamu pamit sama papa, katanya diajak nonton film sama teman kamu. Terus kok ini malah kamu pulang bareng Topan? Yang mana yang bener?" tanya Hendra.
"Umm, iya tadi aku emang nonton film sama Mawar dan Melani, pah. Tapi, aku gak sengaja ketemu sama Topan pas lagi mampir di cafe tadi. Makanya aku diantar pulang deh sama dia!" jelas Cahaya.
"Benar om, saya juga heran ngeliat Cahaya tadi malam-malam begini masih keluyuran di cafe. Makanya langsung saya ajak pulang aja om, tadinya sih dia masih mau nongkrong tuh om di cafe sama temannya! Terus saya nasehatin aja sama saya kasih pepatah kalau cewek itu gak boleh main terlalu malam di luar, baru deh dia nurut om!" ujar Topan.
"Ish, apaan sih?! Kamu bukan bantuin aku, kok malah mojokin aku sih? Enggak pah, itu semua gak bener! Aku emang udah niat mau pulang kok sebelum ketemu Topan, dia bohong pah!" ujar Cahaya.
"Hahaha, kalian ini berantem mulu! Papa jadi makin iri sama hubungan kalian, yaudah papa gak marah kok sama kamu Cahaya! Yuk sekarang kita masuk, ini udah malem dan kamu kan besok harus sekolah lagi kayak biasa!" ucap Hendra.
"I-i-iya pah, yaudah pacar aku masuk ke dalam dulu ya sama papa?" ucap Cahaya pamit pada Topan.
"Oh, iya pacar! Selamat istirahat ya, besok pagi aku datang lagi kesini buat jemput kamu!" ucap Topan sambil nyengir memperlihatkan gigi-giginya.
"Eee boleh, makasih ya udah anterin aku pulang tadi! Kamu hati-hati juga baliknya!" ucap Cahaya.
"Iya pacar, aku pasti hati-hati kok! Terus nanti pas sampe rumah, aku juga langsung kabarin kamu supaya kamu gak ngambek lagi sama aku!" ucap Topan tersenyum. "Oh ya om, saya izin pamit dulu ya?" sambungnya sembari menatap Hendra.
"Iya iya, hati-hati kamu!" ucap Hendra.
Topan pun mencium tangan Hendra, lalu mencubit pipi Cahaya di depan Hendra sehingga gadis itu tampak tersipu dan wajahnya memerah.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1