
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 312
...•...
...•...
"Hai!"
Gadis itu terkejut, ia reflek menoleh ke asal suara dan langsung menganga lebar begitu melihat sosok wanita yang berdiri di sampingnya.
"Hah??"
Cahaya pun bangkit dari duduknya, menatap tajam ke arah wajah si wanita yang ada di hadapannya saat ini. Ia begitu memperhatikan tubuh si wanita dari atas sampai bawah, ia merasa asing dengan wanita itu dan tak mengerti mengapa wanita itu mendekati ia bahkan menyapanya.
Sementara si wanita yang sedang berdiri di depan Cahaya itu, terus saja memberikan senyum manisnya ke arah Cahaya tanpa berbicara apapun lagi. Sehingga Cahaya makin dibuat penasaran dengan siapakah sosok wanita tersebut.
"Maaf! Lu siapa ya? Kok lu tiba-tiba dateng dan nyapa gue?" tanya Cahaya kebingungan.
"Oh iya maaf-maaf! Kenalin, gue Siska teman kampusnya Topan! Tadi gue lihat Topan masuk kesini sama lu, jadi gue mikir aja kalo lu pasti yang namanya Cahaya! Iya kan?" jelas wanita itu.
Ya wanita itu rupanya adalah Siska, sosok wanita yang selalu dijadikan tempat curhat oleh Topan dikala ia sedang diterpa banyak masalah atau hanya sekedar bingung pada dirinya.
"I-i-iya gue Cahaya, jadi lu teman kampusnya Topan? Terus lu mau ngapain temuin gue kesini?" ujar Cahaya masih merasa bingung.
"Hahaha maaf ya Cahaya, lu itu lucu banget deh! Gue samperin lu cuma mau kenalan aja kok, soalnya Topan tuh sering banget ceritain ke gue tentang lu! Boleh gak gue ngobrol-ngobrol sebentar sama lu disini?" ucap Siska tersenyum.
"Umm, boleh kok! Silahkan duduk!" ucap Cahaya.
"Makasih!"
Siska pun duduk di kursi kosong dekat Cahaya, ia menaruh kedua tangan di atas meja lalu mulai berbicara pada gadis itu.
"Eee btw Topan nya kemana?" tanya Siska.
"Ohh Topan lagi ke toilet, dia daritadi sakit perut mulu gak ilang-ilang! Padahal sebelumnya dia udah mampir ke pom bensin dulu, eh sekarang malah kayak gitu lagi!" jawab Cahaya.
"Hahaha ada-ada aja tuh anak! Btw ternyata lu orangnya asik juga ya! Pantes aja Topan kelihatan bangga banget punya pacar kayak lu!" ucap Siska.
"Maksudnya?" tanya Cahaya tak mengerti.
"Iya Cahaya, Topan itu hampir setiap hari loh bahas tentang hubungan dia sama lu ke gue! Malahan tiap kali kita ketemu nih, pasti dia selalu bahas tentang lu! Entah itu hal baik atau buruk lah, pokoknya dia tuh hobi banget cerita ke gue tentang lu! Dia juga selalu bilang ke gue, kalo dia itu gak mau kehilangan lu dan dia pengen hubungan kalian bisa bertahan sampai tua nanti!" jelas Siska.
Cahaya terdiam merunduk mendengarkan cerita dari Siska, entah mengapa pikirannya terbuka kembali setelah mendengar perkataan Siska itu. Keyakinan ia mengenai Topan kini telah berubah kembali, ya Cahaya pun tersenyum senang mendengarnya.
"Eee emang sampe segitunya ya Topan selalu cerita tentang gue ke lu?" tanya Cahaya.
"Iya Cahaya, gue aja tuh sampe gemes sendiri sama Topan! Bukan apa-apa ya, siapa coba yang gak seneng kalau dibangga-banggain banget sama cowok kita kayak gitu? Lu beruntung Cahaya, karena lu udah dapetin cowok yang bener-bener tulus cinta sama lu! Sebaiknya lu jaga dia, pertahankan dia! Jangan sampai dia lepas gitu aja!" ucap Siska.
"Iya, gue pasti bakal berusaha buat pertahanin hubungan gue sama Topan! Walau sekarang kita juga lagi dilanda banyak masalah, tapi gue yakin kita gak semudah itu terpecah!" ucap Cahaya.
"Bagus Cahaya! Oh ya, gue boleh minta nomor lu gak? Ya barangkali aja kita bisa jadi temen, soalnya lu asik banget orangnya!" ujar Siska.
"Ahaha boleh kok!" ucap Cahaya.
"Oke! Berapa nomornya?" tanya Siska.
"08...."
Cahaya pun memberikan nomornya pada Siska, dengan cepat kini kedua gadis itu telah resmi menjalin hubungan sebagai sahabat, biarpun mereka baru saling kenal.
"Makasih ya! Udah gue save nih, nanti tinggal gue chat nomor lu!" ucap Siska.
"Oke!" ucap Cahaya singkat.
"Eee yaudah ya, gue mau balik dulu! Tadi sebenarnya gue udah mau pulang abis beli pizza, eh gue gak sengaja lihat lu sama Topan masukin sini! Karena gue pengen banget kenalan sama lu, yaudah deh gue balik lagi kesini hehe!" ujar Siska.
"Ahaha kok buru-buru banget sih? Emang gak mau ketemu dulu sama Topan?" tanya Cahaya.
"Duh gausah deh, nanti malah makin lama gue disini! Lagian ketemu Topan mah udah sering gue di kampus, sampe muak malah lihat dia mulu!" ujar Siska tertawa kecil.
"Hahaha iya juga ya..." ujar Cahaya.
__ADS_1
"Hooh makanya, yaudah gue balik duluan ya? Salam aja buat Topan!" ucap Siska.
"Oh oke, hati-hati Siska!" ucap Cahaya.
"Siap Cahaya!" ucap Siska.
Setelah berpamitan dengan Cahaya, Siska pun beranjak dari kursinya lalu pergi keluar dari restoran pizza itu meninggalkan Cahaya sendirian.
Cahaya masih dibuat senyum-senyum sendiri saat mengingat perkataan Siska tadi, ia tak menyangka ternyata Topan benar-benar menyayanginya dan juga bangga bisa memiliki pacar seperti dirinya.
•
•
Topan yang sudah selesai buang air di toilet, kini kembali ke tempat Cahaya berada dan merasa lega karena kondisi perutnya telah normal tak lagi terasa sakit seperti tadi.
Namun, Topan cukup terheran-heran ketika melihat Cahaya sedang senyum-senyum sendiri di mejanya sambil menopang dagunya. Ia tak mengerti apa yang terjadi dengan Cahaya saat ini, sampai gadis itu bisa tersenyum seperti itu di tempat duduknya.
"Cahaya kenapa ya?" batinnya bingung.
Akhirnya Topan segera mendekati Cahaya untuk bertanya langsung pada gadis itu, karena ia sangat penasaran sekaligus keheranan.
"Hey pacar!" tegur Topan sembari menepuk pundak Cahaya dari belakang.
Sontak gadis itu terkejut dan tersadar dari lamunannya, ia menoleh ke arah Topan lalu kembali tersenyum pada pria itu.
"Eh Topan, kamu udah selesai?" tanya Cahaya.
"Iya sayang, udah nih. Kamu tuh abis kenapa sih pacar? Kok aku lihat dari jauh tadi kamu senyum-senyum sendiri kayak gitu? Apa yang bisa bikin kamu begitu sayang?" ujar Topan keheranan.
"Hah? Kamu lihat? Ya ampun malu banget deh aku dilihat sama pacar sendiri!" ujar Cahaya.
"Gapapa lah, aku seneng kok lihat kamu senyum! Tapi, masalahnya kenapa gitu kamu bisa senyum kayak gitu? Emang ada yang lucu?" ucap Topan.
"Eee gak ada sih, tadi tuh cuma ada satu cewek yang datang kesini temuin aku dan kita ngobrol-ngobrol sampai aku akhirnya bisa senyum-senyum sendiri deh gara-gara dia!" ucap Cahaya tersenyum.
"Lah cewek siapa?" tanya Topan penasaran.
"Umm, tadi dia bilang namanya itu Siska. Terus dia juga ngaku kalo dia teman kampus kamu, jadi yaudah deh kita kenalan terus saling tukar nomor hp dan jadi teman deh! Oh ya, dia juga titip salam kok buat kamu!" jawab Cahaya.
"Siska? Kok dia bisa kesini sih? Terus dia kenal kamu darimana sayang?" ujar Topan heran.
"Ohh terus apa yang bikin kamu senyum-senyum? Kamu suka sama Siska?" tanya Topan.
"Hah? Ish aku masih normal tau! Lagian aku kan udah punya kamu, yakali aku belok dan suka sama cewek! Kamu mah ada-ada aja mikirnya!" ucap Cahaya cemberut.
"Hahaha terus kenapa dong?" tanya Topan.
"Udah deh gausah kepo! Yuk kita pulang, ini pizza pesanan kita udah selesai tadi!" ucap Cahaya.
"Yeh kok gitu sih? Kasih tau dulu lah!" ujar Topan.
"Gak mau!" ujar Cahaya.
"Hey, sayang kasih tau dong sayang!" rengek Topan.
Gadis itu justru bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah luar sembari membawa pizza yang sudah ia pesan itu di tangannya dan tak menggubris permohonan Topan.
"Cantik, kasih tau lah aku penasaran nih!" ucap Topan masih memohon pada Cahaya.
Mendengar kata-kata Topan itu, membuat Cahaya kembali tersenyum. Ia sengaja melakukan itu agar Topan penasaran dan mengejar-ngejarnya seperti yang ia mau, memang ia juga tak akan mau bercerita pada Topan karena takut membuat pria itu ge'er.
"Hahaha kasihan deh kamu pacar!" batin Cahaya.
...•••...
Keesokan harinya, Robi kembali datang ke markas Calissa untuk membahas rencana selanjutnya yang harus ia lakukan untuk Cahaya dan Topan.
Terlihat juga Calissa serta Andre sedang berada di dalam markas itu dan terlibat dalam pembicaraan mengenai rencana mereka, apalagi saat ini Calissa sudah tidak sabar ingin segera merebut Topan.
Robi yang baru muncul langsung duduk di kursi dekat Calissa dan Andre sambil tersenyum.
"Hai semua! Pada kangen gak sama gue?" ujar Robi.
"Lu apaan sih? Gausah lebay kayak gitu deh! Kita ini harus serius, supaya bisa ngelakuin semua sesuai rencana yang udah kita susun!" ucap Calissa.
"Iya gue tau, bercanda dikit mah kagak ngapa kali Lisa! Kalo terlalu serius, nanti jadinya malah gagal loh rencananya!" ujar Robi.
"Haish, terus gimana sama Cahaya? Lu harus bisa bikin dia gak yakin sama Topan!" ucap Calissa.
__ADS_1
"Gue gak tahu sih bakal berhasil atau enggak, tapi yang pasti gue udah berusaha buat bikin Cahaya curiga sama si Topan dengan bilang ke dia kalo Topan itu gak beneran sayang sama dia! Mungkin butuh waktu sampai dia ngerasa apa yang gue omongin itu gak benar!" ucap Robi.
"Kalo gak berhasil gimana?" tanya Andre.
"Ya itu artinya Cahaya percaya banget sama Topan! Maka dari itu, kita harus buktiin ke Cahaya kalau emang Topan gak cinta sama dia! Kita kasih lihat ke Cahaya, seberapa playboy nya Topan!" ucap Robi.
"Ah bener tuh! Tapi, kayaknya susah deh! Soalnya Topan kan udah berubah gak kayak dulu lagi, gimana kita bisa tunjukin ke Cahaya coba?" ucap Calissa.
"Ya mana gue tahu, lu mikir lah!" ujar Robi.
"Hadeh iya deh, pokoknya secepatnya kita harus bikin mereka berjauhan! Supaya Andre langsung bisa singkirin Cahaya dari dunia ini, tanpa sepengetahuan Topan!" ucap Calissa.
"Betul tuh! Tangan gue juga udah gatal pengen bunuh orang lagi!" sahut Andre.
Robi tersenyum saja sambil menganggukkan kepala, ia yakin sekali kalau rencana Calissa dan Andre itu tidak akan berhasil, karena Topan sendiri sudah mengetahui semuanya dan pastinya akan berusaha untuk menggagalkan rencana itu.
"Hahaha mimpi lu Calissa bisa singkirin Cahaya! Yang ada justru lu sendiri yang akan tersingkirkan dari tempat ini!" gumam Robi dalam hati.
Walaupun dirinya sangat tidak suka pada Calissa, namun Robi tetap bersikap seperti biasa agar wanita itu tidak menyadari kalau sekarang ini ia tak lagi berpihak padanya.
"Yaudah, sekarang lu pergi sana! Jalanin tugas lu buat bikin si Cahaya benci sama Topan!" ujar Calissa.
"Oke siap!" ucap Robi tersenyum.
Robi langsung berdiri dan bersiap untuk pergi dari markas itu, akan tetapi Andre mencegahnya sehingga membuat Robi terheran-heran.
"Tunggu!" ujar Andre.
"Kenapa?" tanya Robi menatap wajah Andre.
"Gue ikut sama lu! Asal lu ingat ya, sekarang ini lu masih dalam masa pengawasan! Karena gue gak yakin kalau lu beneran setia sama Calissa, jadi gue bakal terus awasin lu!" ujar Andre.
"Benar itu! Robi, lu perginya sama Andre ya! Supaya lebih gampang juga urusan lu!" sahut Calissa.
"Aaarrgghh sialan! Ngapain sih nih orang pake segala pengen ikut? Bikin susah gue aja mau gagalin rencana Calissa!" umpat Robi dalam hati.
"Kenapa diam?" tanya Andre heran.
"Gak kok. Oke, gue setuju!" ucap Robi singkat.
"Yaudah, sana kalian pergi! Gue mau santai-santai disini nunggu kabar dari kalian!" ucap Calissa.
"Siap sayang!" ucap Andre tersenyum.
Setelahnya, Robi dan Andre pun melangkah keluar dari markas tersebut.
Sementara Calissa tetap disana sembari merebahkan tubuhnya pada sofa dan menanti kabar dari kedua pria yang ia tugaskan untuk membuat Cahaya membenci Topan.
•
•
Sesampainya di dekat mobil, Andre menahan Robi yang hendak masuk ke dalam dengan mencekal lengan pria tersebut.
Sontak Robi pun terkejut dan heran dengan sikap Andre yang seperti itu, ia menatap wajah Andre dan coba bertanya padanya apa yang terjadi.
"Lu kenapa sih?" tanya Robi heran.
"Tenang bro! Gue ini sebenarnya udah tau kalo lu tuh gak mau kan ikut sama rencananya Calissa?" ujar Andre.
"Apa sih maksud lu? Gue gak ngerti!" ucap Robi.
"Udah gausah akting gitu di hadapan gue! Jujur aja sih, karena gua udah tahu semuanya!" ucap Andre.
"Ya kalo emang gue gak setuju sama rencana Calissa, terus kenapa? Lu mau aduin itu ke dia dan terus bunuh gue, iya?" ucap Robi.
"Oh santai bro! Gue gak akan lakuin itu kok, karena gue ini sebenarnya juga gak setuju sama ambisi Calissa buat rebut Topan dari Cahaya!" ucap Andre.
"Hah? Lu serius ngomong gitu? Bukannya lu paling setia sama Calissa?" tanya Robi.
"Serius bro! Gue ini suka sama Calissa, gue pengen dia jadi kekasih gue bro dan berhenti kejar-kejar si Topan yang udah punya pacar itu! Gue mau sekarang lu bantu gue buat yakinin Calissa! Lu bisa kan bro?" ucap Andre menjelaskan pada Robi.
Robi terdiam sejenak berpikir tentang itu, ia masih tak menyangka kalau Andre ternyata juga hendak berkhianat dari Calissa dengan alasan dia menyukai wanita itu.
"Oke, gue bantu lu!" ucap Robi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1