
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 261
...•...
...•...
Topan dan Cahaya sampai di depan kelas, pria itu pun menghentikan langkahnya lalu melepas genggaman tangannya dari Cahaya dan menatap wajah gadis itu. Tampak sekali kalau Topan sangat senang memandangi wajah gadisnya seperti itu seakan tak mau berhenti, ia juga memegang wajah Cahaya dengan kedua tangannya sambil tersenyum.
Momen kemesraan mereka itu disaksikan oleh para murid yang ada disana, termasuk teman kelas Cahaya karena mereka memang berdiri tepat di depan pintu kelas. Tentu saja Cahaya pun merasa malu dan hanya bisa menunduk agar tidak melihat langsung ekspresi orang-orang disana, sedangkan Topan tak perduli pada tatapan dari mereka.
"Pacar, kamu sekarang masuk ke dalam ya! Aku mau pamit ke kampus, nanti siang aku jemput kamu lagi sekalian kita lanjut bahas pertunangan kita!" ucap Topan tersenyum tipis.
"Iya, tapi kamu harus janji sama aku!" ucap Cahaya.
"Hah? Janji apa?" tanya Topan kebingungan.
"Janji kalau kamu gak akan cari Robi terus ribut sama dia, kamu beneran kan pengen ke kampus?! Bukannya mau lanjut ribut sama Robi?" ujar Cahaya.
"Udah tenang aja, aku gak mau ribut sama Robi kok! Beneran aku emang pengen ke kampus, kalau kamu gak percaya apa perlu aku telpon dosen aku sekarang nih?" ucap Topan.
"Eh gausah, gak perlu! Yaudah bagus deh, kalo gitu kamu boleh pergi sekarang!" ucap Cahaya.
"Kamu aja dulu yang masuk, kalau kamu udah masuk baru deh aku pergi. Soalnya aku takut kamu nanti malah keluar lagi terus temuin Robi, kan aku gak mau sayang kamu terlalu dekat sama pria itu!" ucap Topan memegang dua pundak gadisnya.
"Haish, kamu masih aja ya begitu sama aku! Yaudah iya ini aku masuk, makasih udah anterin aku sampe ke depan kelas!" ucap Cahaya agak kesal.
"Sama-sama sayang, kamu belajar yang rajin ya!" ucap Topan tersenyum sambil mengusap puncak kepala sang kekasih dengan lembut, perlahan ia juga menarik tengkuk gadis itu ke dekatnya.
__ADS_1
Cupp!
Topan mengecup kening Cahaya di hadapan para murid yang ada disana.
"Sampai ketemu nanti pacar!" ucap Topan.
Cahaya masih tak berkutik dengan mulut menganga menatap wajah Topan, ia syok sekali mendapat kecupan dari Topan secara mendadak di depan para teman-teman kelasnya.
"I-i-iya, kalo gitu aku masuk dulu ya? Bye pacar!" ucap Cahaya gugup sembari melambaikan tangan.
"Bye!" ucap Topan singkat sambil tersenyum.
Setelah memastikan Cahaya masuk ke dalam kelasnya, Topan pun pergi dari sana untuk kembali ke bawah menemui Robi. Ia berharap pria itu masih ada disana karena ia ingin mengatakan sesuatu pada Robi terkait Cahaya, walau Cahaya sudah melarang Topan untuk melakukan itu sebelumnya.
"Maaf Cahaya! Tapi, gue gak mungkin bisa lihat cowok lain terus-terusan deketin lu! Si Robi harus dikasih pelajaran, biar dia kapok!" batin Topan.
Topan berjalan menuruni tangga dengan cepat dan tentu saja dengan perasaan kesal, ia masih tak habis pikir bagaimana mungkin Robi bisa seberani itu padanya, bahkan Robi sampai datang terus ke sekolah untuk menemui Cahaya di depan matanya. Itulah sebabnya ia ingin segera menghajar Robi agar pria itu tidak terus-terusan mengganggu gadisnya.
Sementara Cahaya duduk di kursinya dan menaruh tasnya di lantai, ia masih cemas memikirkan Topan dan juga Robi. Ya Cahaya khawatir kalau nantinya Topan akan melakukan sesuatu hal di luar keinginannya pada Robi.
Disaat Cahaya hendak berdiri pergi, tiba-tiba saja bel masuk berbunyi yang membuat ia harus mengurungkan niat dan kembali duduk disana sembari mendengus kesal.
Kriiinggg... Kriiinggg...
"Yah elah, udah bel lagi! Ini gimana ya gue bisa mastiin Topan temuin Robi apa enggak? Lagian si Robi ada-ada aja sih, ngapain coba dia pake deketin gue kayak gitu?" gumam Cahaya.
...•••...
Disisi lain, Calissa yang baru selesai mandi harus dihadapkan pada sebuah masalah besar dalam hidupnya. Ya apalagi kalau bukan Andre, sosok pria yang belakangan ini terus saja mengganggu ketenangan dalam hidupnya, kali ini Andre kembali meminta pada Calissa untuk melayaninya sampai puas di apartemen milik pria itu sebagai bayar hutang yang telah disepakati oleh mereka berdua.
Tliingg...
✉️Andre : Pagi Lisa! Aku gak mau terlalu basa-basi ya, aku pengen kamu datang ke apartemen aku lagi sekarang dan puasin aku! Ini pembayaran kedua kamu, cepat datang ya cantik aku udah gak tahan nih!
Calissa pun syok membaca pesan itu, ia kesal pada dirinya sendiri dan hanya bisa melampiaskan itu ke bantal guling miliknya karena tak mungkin ia memukul ponsel yang mahal itu.
__ADS_1
"Haish, ni cowok makin berani aja ya! Padahal baru kemarin loh dia minta, eh sekarang udah kepengen lagi! Emang ada gila-gila nya sih ni orang, bikin kesel aja deh! Tapi kalau gue gak turutin kemauan dia, pasti dia bakal bawa masalah ini ke kantor polisi! Terus gue bisa di penjara dong, ih jangan deh jangan itu mah ngeri banget!" ujar Calissa.
Akhirnya mau tidak mau Calissa pun terpaksa menuruti kemauan Andre, ia mengambil tasnya dan berdandan sejenak di kursi riasnya.
"Huh kalau aja yang minta itu Topan, pasti gue gak perlu ngomel-ngomel kayak begini!" ucap Calissa.
Calissa berkhayal tentang Topan dan membayangkan kalau seandainya ia bisa bersama Topan bukannya Andre, namun semua itu buyar saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.
TOK TOK TOK...
"Iya, siapa?" teriak Calissa bertanya.
"Ini mama, sayang!" jawab seseorang dibalik pintu yang ternyata Santi sang mama dari Calissa.
"Sebentar mah!" ucap Calissa.
Calissa menaruh semula alat make-up nya di meja, lalu berdiri menghampiri sang mama yang ada di depan kamarnya itu.
Ceklek...
"Ada apa mah?" tanya Calissa setelah membuka pintu.
"Oh gak ada kok, boleh mama bicara sama kamu sayang?" ucap Santi.
"Umm, boleh. Masuk aja mah!" ucap Calissa.
"Iya,"
Santi pun melangkahkan kakinya ke dalam kamar Calissa, mereka berdua duduk berdampingan di sofa yang tersedia lalu saling bertatapan satu sama lain sambil tersenyum.
"Calissa sayang, mama ini sebenarnya agak heran loh sama sikap kamu akhir-akhir ini. Kenapa sih kamu jadi kayak orang depresi gitu? Apa yang ada di pikiran kamu sayang? Kamu cerita aja deh sama mama, pasti mama bakal bantu kok!" tanya Santi.
Calissa sedikit terkejut saat mamanya melontarkan pertanyaan seperti itu, ia bingung harus menjawab apa pada mamanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...