Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 42. Dasar sableng!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 41


...•...


...•...


Cahaya menuruni tangga dengan cepat dan tergesa-gesa, ia melihat papanya sedang di meja makan bersama Calissa tengah menikmati sarapan pagi disana. Cahaya pun terpaksa menghampiri mereka terlebih dulu, karena bagaimanapun Hendra tetap masih menjadi papanya dan ia harus bersikap hormat pada sang papa dengan pamit sebelum pergi berangkat ke sekolah.


"Pagi, pah! Aku mau berangkat dulu ya!" ucap Cahaya menyapa papanya kemudian menyodorkan telapak tangan hendak mencium tangan sang papa.


"Loh, kamu gak sarapan dulu?" tanya papanya.


"Nanti aja di sekolah, pah! Aku takut telat ini soalnya udah jam 6, yaudah ya pah aku berangkat dulu! Assalamualaikum...." ucap Cahaya meraih tangan papanya kemudian menciumnya, ia sudah tampak tergesa-gesa karena takut telat.


"Eh eh, tunggu!" teriak Hendra sembari menahan tangan putrinya.


"Kenapa lagi, pah?" tanya Cahaya kesal.


"Sebentar dulu, Calissa ada sesuatu buat kamu! Ayo sayang, kasih aja sekarang!" ucap Hendra.


"Baik, mas!" ucap Calissa pelan.


Wanita yang sekarang telah menjadi mama muda bagi Cahaya itu bangkit dari duduknya membawa sebuah kotak bekal di tangannya, ia berjalan mendekati Cahaya sambil tersenyum lalu menyerahkan kotak bekal tersebut pada Cahaya.


"Ini, aku buatin bekal buat kamu makan di sekolah! Kata papa kamu, dulu waktu mama kamu masih hidup dia selalu siapin bekal buat kamu kan? Nah makanya sekarang aku juga siapin ini buat kamu, semoga kamu suka ya!" ucap Calissa.

__ADS_1


Cahaya memutar bola matanya malas sembari menghela nafas kasar, jangankan memakan makanan dari Calissa untuk sekedar menatap wajahnya saja ia sangat malas. Namun, ia terpaksa menerima kotak bekal itu daripada harus tertahan disana karena berdebat dengan mereka.


"Ya, gue terima!" ucap Cahaya singkat meraih kotak bekal tersebut dari tangan Calissa, ia langsung berbalik badan dan hendak pergi.


Namun, lagi-lagi sebuah tangan kekar menahannya dan kali ini lebih kuat lagi membuat Cahaya meringis merasakan sakit pada lengannya.


"Awh sakit, pah!" rintih Cahaya berusaha melepaskan tangannya tapi gagal.


"Kamu kenapa langsung pergi gitu aja? Bukannya bilang makasih dulu sama Calissa, dia buatin bekal itu pake hati loh dan penuh kasih sayang! Dia selalu berusaha untuk ambil hati kamu supaya kamu bisa terima dia disini, tapi kenapa kamu terus bersikap seperti itu ke Calissa??" ujar Hendra kesal.


"Ma-maaf, iya pah aku lupa!" ucap Cahaya memelas.


"Yasudah, cepat bilang makasih ke Calissa!" bentak Hendra memerintahkan putrinya mengucapkan terima kasih pada istri mudanya.


Cahaya pun menatap wajah Calissa sambil memegangi lengannya yang memerah akibat cengkeraman kuat dari sang papa, ia mendekati Calissa lalu mulai membuka mulutnya.


"Makasih ya udah bikinin bekal buat gue!" ucap Cahaya tersenyum, kemudian dibalas oleh Calissa dengan senyuman manis. "Tapi, lain kali gausah repot-repot ya! Karena gue gak butuh kasih sayang atau perhatian dari cewek kayak lu, sampai kapanpun lu gak akan bisa gantiin posisi mama di hati gue!" sambungnya dengan membentak Calissa.


Cahaya langsung berlari kabur dari mereka karena tak mau kena semprot dari papanya, terlihat raut kesedihan di wajah Calissa yang seperti biasa sedang berakting di depan suaminya.


"Maafkan Cahaya!" ucap Hendra sembari mengusap punggung istrinya.


"Gapapa kok mas, wajar dia seperti itu ke aku!" ucap Calissa.


...•••...


Disisi lain, Topan pun juga sama seperti Cahaya yakni ikut bangun kesiangan akibat semalaman susah tidur karena memikirkan Senja tapi tidak merona. Bedanya, Topan baru bangun pukul 6 lebih 15 menit sedangkan Cahaya sudah berangkat sejak 10 menit sebelumnya.


Karena masih mengantuk, Topan memilih tidur kembali setelah melihat jam yang baru menunjukkan pukul 6 lewat. Ya Topan tak terlalu terburu-buru seperti Cahaya karena ia ada kelas jam 9, selain itu Topan juga kalau siap-siap hanya sebentar tidak sampai 15 menit sudah kelar.


Ngoookkk...


Kuuurrrrr....

__ADS_1


Suara dengkuran terdengar kembali dari mulut pria itu, lantaran saat ini ia sudah kembali berada di alam mimpi melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda akibat terbangun tadi.


Saking puasnya tertidur, Topan sampai tak sadar ada seseorang yang membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam dan berjalan mendekatinya. Ya orang itu ialah sang mama yang sudah tampak rapih dengan pakaian modelnya, Eun-Kyung geleng-geleng kepala melihat kelakuan Topan yang jam segini masih tertidur pulas.


"Hadeh, gak anak gak bapak sama aja! Sama-sama tukang molor, kalau udah nempel di kasur pasti gak mau bangun kemana-mana lagi! Pantes aja ditungguin daritadi gak turun-turun, ternyata masih tidur disini!" ujar Eun-Kyung kesal.


Eun-Kyung adalah sosok mama yang perhatian tetapi jarang menunjukkan bentuk perhatiannya itu pada Topan karena ia gengsi dan juga jarang mendapat waktu bersama dengan putranya, ia lebih suka memberi kejutan untuk Topan seperti di hari ulang tahun putranya sebelumnya.


Wanita itu mencari cara untuk bisa membangunkan Topan yang masih tertidur pulas seperti kerbau, bahkan suara dengkuran Topan mengalahkan kerasnya kokokan ayam milik pak haji seberang.


"Topan, bangun nak! Ini sudah siang loh, memangnya kamu gak ada kegiatan hari ini di kampus atau perkumpulan kamu? Ayo ayo bangun, jangan tidur terus ah mama gak suka lihatnya!" ucap Eun-Kyung menoel-noel tubuh putranya dengan telunjuk.


Akhirnya karena Topan tak kunjung bangun, ia pun mencoba cara lain yakni dengan membuka gorden jendela kamar yang berada di dekat ranjang putranya. Ia sengaja melakukannya agar cahaya sinar matahari bisa masuk ke dalam kamar Topan sehingga putranya itu terbangun dari tidurnya.


"Ayo Topan, bangun nak! Mama mau berangkat kerja loh, masa kamu masih belum bangun juga? Mau sampai kapan kamu tidur terus kayak gini, apa kamu gak mau ketemu mama dulu?" ujar Eun-Kyung mendekati putranya.


Eun-Kyung sudah hampir kehabisan kesabaran karena Topan tak kunjung bangun, ia pun duduk di samping putranya lalu mengusap serta memandang wajah tampan milik Topan yang tetap terlihat seperti itu walau sedang tertidur.


"Kamu tampak sekali seperti papa kamu, andai mama bisa lihat kamu sukses dan jadi seorang dokter!" ucap Eun-Kyung tersenyum.


Tiba-tiba saja tangan Topan memegang jemari mamanya yang berada di wajahnya lalu mengelusnya lembut sembari tersenyum, Topan mengira itu adalah tangan Senja karena saat ini ia tengah mengigau memimpikan Senja ada disana.


"Senja, tangan kamu halus banget kayak peri di film! Aku jadi pengen elus-elus terus tangan kamu ini, aku cium boleh ya?" ujar Topan masih mengigau.


Topan menarik tangan mamanya lalu mengecupnya dengan lembut sembari terus mengusapnya dan membayangkan Senja hadir disana.


PLAAKK...


"Dasar sableng!!!" bentak Eun-Kyung sembari memberi tamparan keras di wajah putranya.


Sontak Topan terbangun dan terkejut karena yang ada di sampingnya adalah sang mama.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2