Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 45. Panggil Cahaya!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 44


...•...


...•...


Topan langsung turun dari mobilnya menghampiri wanita yang masih tersungkur di jalan itu, ia berjongkok mendekatinya untuk memberi pertolongan sekaligus tanggung jawabnya.


"Mbak, gapapa?" tanya Topan sambil memegang pundak wanita itu.


Perlahan si wanita menoleh sambil memegangi sikunya yang berdarah, Topan kembali tercengang karena ia merasa mengenali wanita yang ditabraknya itu begitupun dengan si wanita.


"Calissa...??"


Wajah wanita tersebut berubah menjadi terkejut hebat karena yang ia lihat saat ini adalah bagian dari masa lalunya dahulu, wanita yang tak lain adalah Calissa mama muda Cahaya itu terus terbelalak sembari menganga karena syok bisa bertemu kembali dengan lelaki yang pernah mengisi hatinya.


Topan menelan saliva dengan kasar tanpa memalingkan wajah dari Calissa, sampai saat ini ia masih ingat betul bagaimana bucin nya ia dulu kepada Calissa.


"Ka-kamu ada di indo?" tanya Topan menatap heran penuh pertanyaan ke arah Calissa, wanita itu masih diam membuang muka.


"Awhh..."


Calissa coba mengalihkan pembicaraan dengan merintih memegangi siku yang terluka akibat terbentur aspal, Topan langsung sigap memegang lengan wanita itu dan tampak cemas melihat luka lumayan parah di siku Calissa.

__ADS_1


"Ya ampun ini parah juga, harus langsung diobati supaya gak infeksi! Kita ke pinggir dulu ya takut ada mobil yang mau lewat nanti, aku bakal bertanggung jawab kok!" ucap Topan membantu Calissa berdiri.


Wanita itu merasa galau saat Topan merangkulnya, menuntun menuju pinggir trotoar. Ia seakan mengingat kembali masa lalunya bersama pria itu ketika ia belum menikah dengan Hendra, matanya terus menatap ke arah wajah Topan memandang tiap inci wajah yang ia rindukan selama ini.


Sementara Topan bersikap biasa saja karena ia lebih mementingkan luka di tangan Calissa daripada harus membahas masa lalu, Topan mendudukkan Calissa di kursi yang tersedia kemudian pergi ke mobilnya mengambil obat merah serta kapas yang selama ini selalu ia bawa untuk jaga-jaga di dalam mobil.


Setelahnya, Topan kembali menemui Calissa sembari membawa obat tersebut. Pria itu duduk di samping Calissa kemudian meraih tangan Calissa yang terluka dengan perlahan, ia pun mulai mengobati luka tersebut dan Calissa tampak meringis menahan sakit ketika tetesan obat merah mengenai bagian lukanya.


"Awh, sshhh..."


Topan menatap mata Calissa saat mendengar rintihan gadis itu, ia memelankan sedikit pengobatan itu agar Calissa tak merasakan perih ataupun sakit.


"Nah udah, sekarang luka kamu aku bungkus pake kapas ini ya biar gak kena air nanti!" ucap Topan mengambil sebuah kapas dari plastik, dengan segera ia menggunakan kapas tersebut untuk menutupi luka di siku Calissa.


Lagi-lagi Calissa hanya terdiam memandangi wajah Topan yang tampak tulus mengobati lukanya, jantungnya saat ini berdetak lebih cepat apalagi ia sudah lama tak bertemu dengan Topan.


Setelah selesai mengobati luka di tangan Calissa, Topan pun melepaskan tangan wanita itu dan membereskan bekas obat yang ia gunakan. Sedangkan Calissa masih terus memandangi wajah pria di sampingnya itu, ia terpesona pada penampilan Topan yang jauh berbeda dari sebelumnya.


"Gapapa kok," jawab Calissa sembari menunduk.


Topan tersenyum kemudian menarik dagu Calissa ke atas agar dapat menatap jelas wajahnya yang cantik, Calissa semakin gugup apalagi saat Topan mendekati wajahnya.


"Kenapa kamu bohong sama aku?" tanya Topan menelisik, tatapan indahnya berubah menjadi menakutkan membuat perasaan Calissa tak karuan.


"Hah? Bo-bohong soal apa?" ujar Calissa memasang wajah bingung pura-pura tidak tahu.


Topan terkekeh sambil melepas dagu Calissa dan membuang muka, ia geleng-geleng kepala seakan merasa kecewa pada wanita di sampingnya.


"Ternyata kamu gak berubah ya? Masih aja suka pura-pura kayak gini, waktu itu kan kamu pamit sama aku katanya mau lanjut study di New York! Tapi, kenapa sekarang kamu malah ada di indo? Itu artinya kamu bohongin aku Calissa, kenapa gak bilang yang sejujurnya aja sih kalo kamu emang mau putus dari aku? Pake segala alasan lanjutin pendidikannya ke New York, dan bodohnya lagi aku percaya gitu aja sama omongan kamu!" ucap Topan menahan sedih.


Calissa dibuat tak berkutik dengan perkataan Topan, tak mungkin ia menjelaskan yang sebenarnya pada pria tersebut karena tentunya Topan pasti akan kecewa dan benci pada dirinya.

__ADS_1


"Kenapa gue harus ketemu Topan disini sih? Sekarang gue mau jawab apa coba? Topan pasti bakalan terus cecar gue dengan pertanyaan itu, tapi gak mungkin kalo gue jawab jujur!" batin Calissa.


...•••...


Disisi lain, pak Jumali merasa curiga karena hanya Cahaya yang mendapat nilai 100 di dalam kelas itu sedangkan yang lain kebanyakan di bawah kkm. Pak Jumali pun coba memeriksa jawaban milik gadis tersebut saat sudah berada di ruang guru, ia cukup terkejut karena rupanya semua jawaban Cahaya salah dan tak ada yang benar.


Tentu saja pak Jumali merasa kesal karena menganggap telah dipermainkan dan ditipu oleh Cahaya serta teman kelas yang memeriksa jawaban gadis itu, pak Jumali emosi dan ingin sekali memberi hukuman pada Cahaya atas kelakuannya ini.


Ia langsung keluar dari ruang guru dengan tergesa-gesa, beruntung baginya karena ada beberapa siswi di depan ruangan tersebut.


"Hey, kalian!" ucap pak Jumali memanggil kedua siswi yang tengah asyik menikmati WiFi ruang guru.


"Iya pak, kenapa?" tanya salah seorang dari mereka yang rupanya Mawar alias teman Cahaya.


"Tolong kalian sekarang ke kelas XI C, panggil siswi yang namanya Cahaya disana! Bilang sama dia kalau saya menunggu di ruang guru!" ucap pak Jumali.


"Oh baik pak, siap!" ucap Mawar.


"Yasudah terimakasih," ucap pak Jumali kemudian masuk kembali ke dalam ruangannya.


Mawar & Melani pun bingung mengapa pak Jumali ingin bertemu dengan Cahaya, mereka khawatir akan terjadi sesuatu pada sahabatnya karena wajah pak Jumali terlihat seperti orang kesal.


"War, gimana nih? Kita panggil si Cahaya apa kagak? Kasihan loh kalo sampe Cahaya dihukum, soalnya itu muka pak Jumali serem banget!" ujar Melani.


"Iya gue juga gak tega kalo lihat Cahaya sampe kena hukuman lagi, tapi kita kan harus patuh sama guru! Udah kita panggil aja dulu si Cahaya, nanti kalau emang dia dihukum ya udah kita bantu dia!" ucap Mawar memberi usul.


"Wah cakep tuh, gue setuju! Yaudah ayo kita ke kelasnya si Cahaya keburu pak Jumali tambah marah!" ucap Melani.


Mawar pun manggut-manggut pelan, tanpa basa-basi lagi mereka berdua langsung berjalan cepat menuju kelas XI C untuk memanggil Cahaya disana dan membawa gadis itu ke ruang guru.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2