
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 305
...•...
...•...
Topan dan Cahaya masih menikmati makan siang mereka di restoran, sampai gadis itu merasa ingin buang air kecil dan sudah tak bisa menahannya lagi karena sepertinya akan segera keluar.
Cahaya pun minta izin pada kekasihnya untuk pergi sebentar ke toilet menuntaskan hajatnya, melihat gadisnya tak berbohong Topan akhirnya memberi izin karena ia juga tidak tega Cahaya kebelet begitu.
"Pacar, aku ke toilet dulu ya?" ucap Cahaya.
"Eee mau ngapain sayang? Abisin dulu aja makannya, baru nanti kita ke toilet bareng!" ucap Topan tersenyum.
"Haish, aku kebelet pacar! Kalau nunggu makanannya habis, keburu aku pipis di rok!" ujar Cahaya.
"Hahaha iya iya bercanda kok! Kamu boleh ke toilet sana, tapi jangan lama-lama!" ucap Topan.
"Iya pacar, gak lama kok! Yaudah ya, aku mau ke toilet dulu? Kamu gausah kangen, kan cuma sebentar! Nanti juga balik lagi," ucap Cahaya tersenyum sambil berdiri.
"Yeh mulai kegeeran nih cewek!" cibir Topan.
"Ahaha bercanda doang, lagian aku ge'er begini juga karena diajarin sama kamu kan!" ucap Cahaya.
"Iya pacar, aku tau kok! Aku suka kamu bisa ge'er kayak gitu bikin aku makin tambah sayang sama kamu, udah gih sana ke toilet! Nanti kalau keluar disini bau pesing tau, emang kamu mau tanggung jawab kalo aku muntah nanti?" ujar Topan.
"Hahaha ih yakali aku pipis disini, gak mungkin lah! Eh tapi udah diujung nih, aku langsung ke toilet ya sebelum terlambat?" ucap Cahaya.
Cahaya pun bangkit dari duduknya sembari terus memegangi **** ************* untuk menahan pipis yang sudah hendak keluar, sedangkan Topan justru terkekeh melihatnya.
__ADS_1
Gadis itu langsung berlari ke arah toilet dengan cepat meninggalkan Topan, lagi-lagi hal itu mengundang gelak tawa dari si pria karena Cahaya memang sangat lucu saat berlari.
"Hahaha Cahaya Cahaya..."
Disaat ia tengah asyik tertawa, tiba-tiba saja matanya menangkap sosok Lyodra beserta kedua temannya berada tak jauh dari sana. Tentu saja ia langsung berhenti tertawa dan coba menatap lebih jelas.
"Itu kayak si Lyodra!" ujarnya.
Setelah melihat dari jarak lebih dekat, Topan pun yakin sekali kalau itu memanglah Lyodra dan juga teman-temannya.
"Ah benar itu Lyodra! Kemana-mana gue cari dia, akhirnya ketemu juga disini!" gumamnya.
Tanpa basa-basi lagi, Topan langsung bergerak menghampiri mereka bertiga karena ia memang ingin bertemu dengan ketiga gadis yang selama ini ia cari itu, ia pun senang karena akhirnya dapat menemui mereka di tempat itu tanpa sengaja.
"Ehem ehem..."
Topan berdehem pelan sembari berhenti tepat di samping ketiga gadis tersebut, sontak Lyodra dan kedua temannya menoleh ke arah yang sama lalu terkejut saat melihat Topan sudah berdiri disana.
"Kak Topan?" ujar mereka bersamaan.
"Ya ini saya, apa kabar kalian? Kemana aja sih, kok baru kelihatan sekarang? Padahal saya udah cari kalian dari lama loh," tanya Topan tersenyum.
"Iya, gak kayak kak Topan yang terlalu ngebela Cahaya sampe segitunya!" sahut Ziva.
"Hey, kalian masih berani bicara begitu di depan saya ha? Asal kalian tau, saya mencari kalian itu untuk mengatakan bahwa Cahaya sudah memaafkan kalian. Memang awalnya saya ingin menambah hukuman pada kalian bertiga, tapi tidak jadi karena kebaikan dari Cahaya!" ucap Topan.
Ketiga gadis itu kompak terdiam, mereka menyesal sudah melakukan hal buruk pada Cahaya sampai gadis itu mengalami pelecehan.
Tanpa diduga-duga, Lyodra bersimpuh di hadapan Topan dan memohon ampun pada pria tersebut. Tindakan Lyodra itu diikuti oleh kedua temannya.
•
•
Sementara itu, Cahaya baru keluar dari toilet setelah selesai buang air kecil. Ia tampak lega dan membenarkan roknya kembali, lalu berhenti tepat di depan cermin untuk mencuci tangannya.
Cahaya baru menyadari sesuatu yang tidak pantas di bagian lehernya saat ini, ya ada sebuah tanda merah yang sebelumnya tidak ada disana, bahkan tanda tersebut terdapat lumayan banyak.
__ADS_1
"Loh ini apaan ya?" ujar Cahaya keheranan.
Cahaya terus menekan-nekan area lehernya yang berwarna merah tersebut, ia sangat kebingungan tanda apa yang terdapat di lehernya itu.
"Haish, jangan-jangan ini ulah Topan! Emang bener ya tuh cowok, nyebelin banget!" geramnya.
Akhirnya Cahaya menyalakan keran dan mencuci tangannya serta membasuh wajahnya, ia berusaha pula membersihkan tanda merah di lehernya dengan air tersebut, tapi tidak berhasil karena memang tanda itu sulit untuk dihilangkan.
"Aduh kok gak bisa dihilangin sih? Ini sebenarnya tanda apaan coba? Gue harus tanya sama Topan, apa yang udah dia lakuin ke gue tadi! Kalo ada yang lihat gimana ya?" ujarnya bingung.
Tak lama kemudian, dua orang wanita masuk ke dalam toilet tersebut dan membuat Cahaya panik.
Karena tak ingin tanda merahnya diketahui oleh mereka, Cahaya pun memilih langsung pergi dari sana untuk menemui Topan dan bertanya pada pria tersebut mengenai tanda merah di lehernya.
Disaat Cahaya melangkah keluar, ia justru melihat Topan kekasihnya tengah bersama Lyodra dan kedua temannya di depan sana. Tentu saja Cahaya merasa heran karena bagaimana bisa Lyodra ada disana juga padahal sudah lama ia tak melihatnya.
"Lyodra? Kok dia bisa disini juga?" batin Cahaya.
Tanpa basa-basi lagi, Cahaya pun segera mendekati kekasihnya. Ia menatap heran melihat ketiga gadis itu tengah bersimpuh di hadapan Topan.
"Topan? Ini ada apa?" tanya Cahaya heran.
Melihat kehadiran gadisnya disana, Topan pun terkejut. Ia langsung menoleh dan meminta tiga gadis yang tengah bersimpuh itu untuk segera berdiri karena malu dilihat oleh Cahaya.
"Hey, kamu udah selesai?" ucap Topan tersenyum.
"Udah kok, ini ada apa sih Topan? Kenapa mereka bisa ada disini?" tanya Cahaya keheranan.
"Tenang pacar! Lyodra, Ziva dan Mahalini tadi ternyata emang makan disini juga. Aku baru sadar pas kamu pergi ke toilet, langsung aja aku samperin mereka dan minta mereka untuk minta maaf ke kamu pacar!" jelas Topan.
"Hah? Minta maaf? Ini serius?" ujar Cahaya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Serius pacar! Kamu kan lihat sendiri barusan, mereka udah minta ampun sama aku sampe berlutut begitu! Sekarang giliran mereka minta maaf sama kamu, ayo cepat Lyodra!" ujar Topan.
Ketiga gadis itu mengangguk pelan, lalu menatap wajah Cahaya dengan mata berkaca-kaca. Tanpa diduga, Lyodra langsung meraih tangan Cahaya dan menciumnya berkali-kali sambil memohon ampun pada gadis tersebut.
Tentu saja merasa syok melihat apa yang dilakukan oleh tiga gadis itu, ia menutup mulutnya menggunakan telapak tangan masih tak menyangka kalau Lyodra bisa seperti itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...