Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 73. Dihadang orang


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 72


...•...


...•...


"Berkali-kali gue coba hubungin lu dan kirim pesan ke nomor lu, tapi kok gak pernah nyambung sama gak dibales-bales sih?" tanya Robi yang kini di samping Cahaya sambil menatapnya dan tersenyum.


Gadis itu menoleh dan tampak ketar-ketir, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan olehnya dan ia tak mau Robi mengetahui itu karena takut nantinya akan marah ataupun membenci dirinya. Bagaimanapun juga Robi adalah orang yang menolongnya ketika sedang kelaparan dulu, ya itulah sebabnya ia tak mau Robi mengetahui rahasianya yang ditutupi.


"Duh, kalo dia tahu gue udah blok nomernya gimana ya? Pasti dia bakal marah sama gue, gak enak juga kan waktu itu dia udah nolong gue!" batin Cahaya.


Sementara Robi tampak curiga melihat Cahaya diam saja dan seperti ketakutan, ia menduga ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu dan tak ingin diketahui olehnya.


"Hey, lu nyembunyiin apa dari gue?" tanya Robi.


Sontak Cahaya menoleh terkejut ketika Robi bertanya seperti itu secara tiba-tiba, ia nampak gugup bingung harus menjawab apa karena tak ingin membuat Robi sakit hati jika ia memberitahu yang sebenarnya pada pria itu.


"Ada apa sih, Cahaya?" tanya Robi sekali lagi.


"Eee... gak ada kok, hehe..." jawab Cahaya sambil tersenyum memperlihatkan gigi-giginya, ia langsung membuang muka menghadap ke depan seperti tadi.


"Yakin?" tanya Robi memastikan.


"Iya, yakin! Udah deh gausah natap gue kayak gitu!" ujar Cahaya ketus.


"Ohh, terus kenapa telpon gue selama ini gak bisa nyambung dan pesan dari gue juga gak ada balasannya? Apa jangan-jangan lu blok nomer gue, ya?" ucap Robi terus mencecar gadis di sampingnya.

__ADS_1


"Eee.... gu-gue gak bermaksud gitu, cuma—"


"Ya udah gausah dilanjut, gue paham kok! Lagian gue siapa coba kan cuma cowok jelek yang gak pantes buat lu, harusnya gue yang salah karena terlalu berharap!" ucap Robi memotong ucapan Cahaya.


Mendengar perkataan Robi malah membuat Cahaya makin merasa bersalah dan tidak enak karena sudah membuat perasaan pria itu jadi insecure, akhirnya Cahaya pun menoleh menatap wajah Robi hendak meminta maaf padanya karena ia memang tak bisa melihat cowok seperti itu karena ulahnya.


"Maaf ya, gue emang langsung blok nomer lu begitu gue pergi dari lu waktu itu! Tapi, sekarang bakal gue buka kok blokiran nya! Jangan sedih lagi, oke?" ucap Cahaya tersenyum kemudian mengambil ponselnya.


"Gak perlu, gue sadar diri kali!" ucap Robi.


"Gapapa, nih gue buka bloknya!" ucap Cahaya menunjukkan pada Robi kalau ia sudah membuka blokiran pada nomor pria tersebut.


"Thanks, tapi jangan diblok lagi ya?" ucap Robi.


"Hahaha, santai aja gak bakal kok! Ya tapi lu harus ngerti waktu, jangan telponin gue terus apalagi kalo malem dan waktu sekolah!" ucap Cahaya.


"Oke,"


Mereka saling pandang sembari tersenyum manis selama beberapa menit, Robi tampak menikmati momen ini karena jarang-jarang ia bisa melihat gadis di sampingnya itu tersenyum apalagi sembari menatap ke arahnya.


Setelah beberapa menit, Cahaya sadar dan langsung membuang mukanya serta menghilangkan senyum di bibirnya karena merasa malu dan berpikir tak seharusnya ia tersenyum seperti itu kepada Robi.


"Gak, bosen aja gue ngeliatin muka lu mulu!" jawab Cahaya dengan nada seperti biasa yakni ketus.


Robi pun nyengir-nyengir saja memperlihatkan gigi-giginya yang putih sembari menggeleng karena jawaban menggemaskan dari Cahaya, sedangkan gadis itu tampak mulai agak tenang padahal sebelumnya ia merasa sangat galau.


...•••...


Disisi lain, Topan pun masih saja mencari-cari dimana keberadaan Cahaya saat ini karena ingin menjelaskan semuanya sekaligus meminta gadis itu tak menjauh darinya apalagi membenci dirinya seperti sekarang karena itu sangat amat membuatnya sakit hati.


Naasnya, Topan malah dicegat oleh sekumpulan pemuda dengan mobil jenis Ferrari di hadapannya yang lumayan banyak dan sepertinya mereka memang sengaja ingin mencegah Topan agar tidak bisa lewat jalan itu.


"Siapa mereka...??" gumam Topan penasaran.


Akhirnya karena penasaran, Topan pun menarik handle pintu dan turun dari mobilnya lalu berjalan menghampiri orang-orang di depan tersebut.

__ADS_1


"Mau apa kalian...??" tanya Topan dengan lugas.


Salah seorang dari pemuda itu maju mendekati Topan sambil tersenyum smirk, sedangkan yang lainnya masih bersandar di badan mobil dengan kedua tangan dilipat di depan.


"Kita mau kasih pelajaran buat pengingkar janji kayak lu, supaya lu tahu yang namanya janji itu harus ditepati dan jangan diingkari!" ucapnya.


"Apa maksud lu?" tanya Topan masih tak mengerti.


"Hahaha, pake pura-pura gak ngerti segala! Emang dasar gak bisa dipegang omongan lu, kali ini gue sama yang lain bakal bikin lu kapok dan gak akan ngulang perbuatan ini lagi!" ucapnya.


Seorang pemuda itu memberi gestur dengan jarinya meminta teman-temannya di belakang untuk maju mendekatinya, kali ini Topan pun dikepung oleh rombongan pemuda yang jumlahnya lebih kurang sekitar 10 sampai 15 orang.


Tentu Topan tak mungkin bisa menang menghadapi orang-orang yang jumlahnya berkali-kali lipat darinya itu, ya kecuali dia titisan bang katak yang bisa menang lawan 150 orang sekaligus tapi nyatanya kan Topan adalah Topan bukan titisan siapapun.


"Kalau berani 1 lawan 1, jangan keroyokan kayak gini! Punya mental kok patungan, takut ya kalo byone sama gue?" ujar Topan.


"Bukan takut sih, cuma lebih ke arah emang gue mau habisin lu bareng mereka semua... kalo misal cuma gue yang ngelawan lu kasian dong mereka gak ngapa-ngapain, lagian percuma juga kalo byone tetep aja lu gak bakal bisa kalahin gue!" ucapnya.


"Cih, berani keroyokan aja banyak gaya! Kasih tau sama yang nyuruh lu itu, suruh dia lawan gue sendirian dan jangan beraninya nyuruh orang buat habisin gue!" ucap Topan.


"Hahaha, oke kita bakal sampein pesan terakhir lu itu!" ujarnya tertawa meledek.


Topan pun melepas jaket yang ia kenakan lalu dilempar ke dalam mobil supaya lebih leluasa bergerak untuk menghadapi mereka, ya ia mengambil ancang-ancang bersiap menerima serangan dari mereka dengan tatapan ganasnya.


Para pemuda itu saling lirik satu sama lain sembari berancang-ancang juga, akhirnya mereka pun mulai maju melakukan serangan dengan pukulan serta tendangan yang diarahkan ke tubuh Topan.


Satu dua sampai lima serangan masih bisa ditahan oleh Topan, pertahanannya cukup kokoh kali ini walau terus diserang habis-habisan dari segala lini tubuhnya baik bagian depan belakang maupun samping.


"Gue gak boleh kalah...!!" batin Topan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...

__ADS_1


...Topan menang atau kalah ya...???...


...🤔🤔🤔...


__ADS_2