
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 120
...•...
...•...
Calissa tampak syok saat melihat dan mengetahui dengan jelas kalau pria yang tengah bersama Cahaya itu adalah Topan mantannya, ia reflek menutup mulut sembari membuang muka saat Topan menoleh ke arahnya karena takut ketahuan.
"Beneran itu Topan, berarti dari kemarin Cahaya kabur sama Topan dong?" batin Calissa.
Calissa coba menoleh sekilas ke meja yang ada di sebelahnya dan tidak jauh dari sana, ia memastikan apakah itu benar Topan atau bukan karena ia masih tak yakin jika Cahaya bisa berduaan dengan Topan di restoran yang sama dengannya.
Sedangkan Hendra tampak kebingungan melihat istrinya bertingkah seolah-olah sedang menyelidiki seorang atau cosplay jadi detektif, ia pun coba menyadarkan Calissa dengan melambaikan tangan di depan muka istrinya sambil menyebut namanya.
"Calissa, hey sayang!" tegur Hendra.
"Ah iya mas, maaf aku gak fokus!" ucap Calissa gugup karena terkejut tiba-tiba Hendra menyebut namanya.
"Kamu ini kenapa sih? Lihatin apa kamu?" tanya Hendra penasaran.
"Itu loh mas, perempuan yang disana itu! Dia Cahaya kan, mas? Aku tadi coba mastiin dia beneran Cahaya apa aku cuma salah lihat, tapi ternyata bener mas kalau dia itu Cahaya!" ucap Calissa menjelaskan.
Bukan hanya penjelasan melalui kata-kata yang diberikan oleh Calissa pada suaminya, namun ia juga menunjuk dengan telunjuknya ke arah meja Cahaya dan juga Topan di depan sana, sontak Hendra ikut melirik ke arah yang ditunjuk oleh istrinya itu.
Seketika Hendra tampak emosi karena melihat Cahaya putrinya itu sedang berduaan dengan lelaki asing yang belum pernah ia temui, Hendra langsung berdiri dari kursinya dan berniat untuk menghampiri mereka berdua di depan sana karena emosi.
"Mas, mas tahan mas!" ucap Calissa menahan suaminya yang ingin menemui Cahaya.
__ADS_1
"Gak bisa sayang, ini udah keterlaluan! Dia kabur dari rumah, terus malah enak-enakan makan disini sama cowok yang gak mas kenal!" ucap Hendra.
"Sabar mas, cowok itu namanya Topan! Dan dia yang aku lihat di rumah tempo hari, aku yakin Cahaya cuma kena pengaruh cowok itu mas!" ucap Calissa.
"Benar kamu, pasti Cahaya kabur karena pengaruh dari dia! Mas harus kasih pelajaran buat dia, ayo sayang kita temui mereka!" ucap Hendra.
Hendra menggenggam tangan istrinya dan berniat maju menuju meja putrinya, akan tetapi Calissa sama sekali tidak bergerak dan hanya terdiam disana mematung, nampaknya Calissa masih ragu untuk bertemu dengan Topan saat ini.
"Gak mungkin gue ketemu sama Topan sekarang, bisa berabe kalo dia tau ternyata gue ini udah nikah sama si tua bangka!" batin Calissa.
Tentu saja Hendra heran karena istrinya malah bengong disana tak bergerak, padahal hatinya saat ini sedang diguncang oleh emosi akibat melihat putrinya sendiri sedang bersama pria asing dan tampak mesra di depan sana.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Hendra.
"Duh, maaf mas! Kayaknya aku sakit perut deh, aku ke toilet dulu ya mas? Kamu aja yang samperin Cahaya sama Topan, soalnya aku gak kuat!" ucap Calissa pura-pura sakit perut.
"Yaudah oke, kamu ke toilet gih sana!" ucap Hendra.
"Iya mas, maaf ya!"
Calissa pun pergi dari sana meninggalkan suaminya, namun ia tidak benar-benar masuk ke dalam toilet karena sebenarnya ia memang tidak sakit, ia berhenti saat menemukan tempat yang cocok untuk mengintip suaminya dari sana.
Sontak Cahaya dan Topan terkejut lalu spontan menoleh ke asal suara, Cahaya menganga seketika saat melihat papanya ada disana dan tengah menuju ke arahnya sambil terlihat emosi, sedangkan Topan melirik mata Cahaya seakan bertanya.
...•••...
Disisi lain, Bella pergi ke rumah Topan membawa kue coklat yang ia beli saat di jalan tadi. Ia sengaja membelikan kue kesukaan Topan itu supaya Topan mau menerimanya disana, ya walau belum tentu juga Topan akan mau berbicara dengannya.
Bella keluar dari mobilnya sembari membawa kotak berisi kue coklat itu di tangannya, ia berjalan menuju pintu depan dengan senyum tersimpul di bibirnya serta rambutnya yang berterbangan karena tertiup angin yang lumayan kencang.
Disaat ia baru hendak mengetuk pintu, kebetulan sekali pintu tersebut terbuka dari dalam dan sosok pria kekar bertubuh besar muncul lalu menatapnya sinis sembari garuk-garuk dagu, Bella pun kaget dan reflek mengelus dadanya.
"Hai om! Selamat siang," ucap Bella menyapa pria yang ada di hadapannya sambil tersenyum.
"Ya siang, kamu ini yang waktu itu juga datang kesini kan pas Topan baru pulang dari rumah sakit? Kalau gak salah waktu itu nama kamu, Della ya?" ucap pria yang tak lain papanya Topan.
__ADS_1
"Iya benar om, tapi maaf nama saya Bella bukan Della!" ucap Bella tersenyum.
"Ohh, ya sorry! Kamu pake b ya bukan d, abis mirip-mirip sih beda dikit lah!" ucap Sergie nyengir seraya menggaruk kepalanya.
"Gapapa om," Bella tersenyum manis.
"Ada apa kamu kesini? Mau ketemu siapa?" tanya Sergie penasaran.
"Eee... saya mau ketemu Topan, om! Topan nya ada kan di dalam, ya?" jawab Bella.
"Ohh, yah sayang banget si Topan lagi keluar! Gak tau dah tuh dia pergi kemana, tadi pagi dia udah pamit mau pergi sambil bawa makanan dari rumah!" ucap Sergie memberitahu Bella.
"Pergi? Duh, berarti saya gak bisa ketemu Topan dong, om?" ucap Bella cemberut.
"Iya begitu, maaf ya Bella!" ucap Sergie.
"Yaudah, gapapa deh om! Tapi, ini kue coklat yang saya bawa untuk Topan gimana ya, om?" ucap Bella kebingungan sembari menunjukkan kotak di tangan.
"Kalo itu mah gampang aja, kan bisa dikasih ke om! Nanti biar om yang kasihin ke Topan, kalo si Topan udah pulang!" ucap Sergie.
"Umm, iya deh om!" ucap Bella menyerahkan kotak berisi kue coklat itu ke Sergie.
Sergie pun menampani pemberian Bella itu dengan senang hati sembari tersenyum, kebetulan juga ia memang menyukai kue coklat dan ia bisa mencicipi satu atau dua nanti, tentu saja tanpa sepengetahuan Bella karena takut wanita itu marah.
"Oke, om terima ya?" ucap Sergie.
"Iya om, makasih ya! Kalau gitu, saya mau langsung pamit aja deh om! Soalnya gak ada Topan juga, padahal tadinya saya tuh mau ketemu sama Topan!" ucap Bella cemberut.
"Sabar ya Bella, nanti kamu kesini lagi aja!" ucap Sergie menghibur wanita itu.
"Iya deh om, yaudah saya permisi dulu ya om?" ucap Bella tersenyum tipis.
"Iya, hati-hati kamu!"
Bella mencium punggung tangan Sergie sambil tersenyum, lalu berbalik badan dan berjalan pergi menuju mobilnya. Sedangkan Sergie masuk kembali ke dalam rumahnya membawa kotak kue coklat itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...