
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 8
...•...
...•...
Bella mengantar Topan pulang dengan mobilnya, sebenarnya dari awal gadis itu sudah meminta Topan saja yang menyetir tetapi pria itu kekeuh tak mau dan hanya ingin duduk bahkan di kursi belakang seperti majikan dan supirnya ketika tengah bepergian.
Bella pun selalu mengumpat di dalam hatinya yang ditujukan kepada Topan, ia kesal karena dianggap sebagai babu yang tugasnya disuruh-suruh oleh mantannya itu.
Tapi entah kenapa Bella tak bisa menolak perintah dari lelaki itu, ia terus saja menurut dan diam tanpa mengatakan suatu hal yang bersifat menolak atau kontra dengan perkataan dari Topan.
"Cih enak banget hidupnya minta dianterin seenak jidat terus disuruh nyetir sendiri gak mau, udah gitu minta duduk di belakang kayak raja aja tuh anak! Masih untung gue bisa sabar, huh tapi rasanya makin susah buat gue lupain Topan kalo terus begini...." gumam Bella sambil melirik sekilas ke kursi belakang melalui kaca spion tengahnya.
Topan yang sedang bermain ponsel rupanya menyadari bahwa Bella tengah memperhatikan dirinya dari kursi setir, ia pun menatap balik wanita itu sambil tersenyum.
Tentu saja Bella langsung menghindar dari tatapan Topan dan jadi salah tingkah dibuatnya, ia pun coba mencari-cari kegiatan lain untuk mempersibuk dirinya sehingga tak lagi menatap Topan.
"Duh kok dia bisa sadar sih kalo gue lihatin? Padahal kan dia lagi fokus main hp, jangan-jangan dia bisa baca pikiran gue lagi? Ih ngeri banget dong kalo kayak gitu!" gumam Bella coba melihat ke arah samping untuk mengalihkan pandangannya.
Sementara Topan terkekeh melihat tingkah lucu Bella sang mantan yang tampak malu-malu ketika ditatap balik oleh dulunya, entah kenapa ia senang melihat Bella seperti itu.
"Bella lucu banget sih, pengen banget gue cubit tuh pipi chubby punya dia... tapi sayangnya dia udah bukan pacar gue lagi dan itu semua karena kesalahan gue sendiri, ternyata emang benar ya penyesalan itu selalu datang di akhir!" gumam Topan senyum-senyum kemudian kembali beralih memainkan ponselnya.
__ADS_1
Bella yang tau Topan sudah tidak lagi menatap dirinya pun langsung kembali bersikap seperti biasa, ya walau masih ada sedikit rasa malu di hatinya setelah kejadian tadi.
Namun, hingga perjalanan mereka selesai dan Topan sampai ke tempat tujuannya yakni rumah milik keluarganya... Topan & Bella tidak sama sekali berbincang-bincang di dalam mobil.
"Udah sampe, bener yang ini rumah lu?" tanya Bella memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang tinggi besar berwarna hitam yang tak lain adalah milik rumah pemuda itu.
"Yeah that's right! Ini rumah gue, kalo lu mau mampir kapan-kapan aja ya soalnya lu harus mandi kembang 700 rupa dulu supaya bisa masuk ke dalam istana gue..." ucap Topan dengan nada sombong sambil nyengir.
"Oh ya, ini uang tip buat lu! Karena lu udah anterin gue sampe pulang, nah untuk tambahannya nanti gue transfer ya soalnya gue lagi gak pegang cash! Oke thanks ya my ex, hati-hati di jalan pulang!" sambungnya sembari memberikan uang 1 juta pada Bella, ia juga menepuk pundak wanita yang terlihat bingung memandangi uang tersebut.
"I-ini lu serius kasih gue tip segini? Topan, gue tau lu kaya tapi kan gak seharusnya lu ngerendahin gue kayak gini dong! Gini-gini gue masih punya harga diri, gue ikhlas kok nolongin lu udah nih ambil lagi..." ucap Bella mengembalikan uang itu kepada Topan.
"Ah elah lu kayak sama siapa aja sih! Heh, dari 3 tahun yang lalu sejak kita pacaran kan lu juga udah sering ngerasain duit gue! Jadi udah lah ambil aja itu buat beli keperluan lu yang bejibun itu, gue juga ikhlas kok!" ujar Topan memaksa Bella untuk mengambil uang itu.
"Lagian kalau misal kurang, nanti gue tambah lagi santai aja kali gausah panik! Chill chill kalem jangan marah-marah gitu! Oh ya gue juga mau buat satu pengakuan nih...." sambung Topan menggantung membuat Bella penasaran.
"Apa?" tanya Bella yang sudah kepo.
"Pantatt lu seksi...." desis Topan di telinga Bella membuat si wanita syok membulatkan matanya.
"Oke itu aja, good bye Bella makasih atas bantuannya!" sambung Topan lalu membuka pintu mobil Bella dan turun berjalan ke rumahnya.
Sementara Bella masih syok serta tak mengerti apa maksud Topan mengatakan itu, ia pun langsung kepikiran saat tadi berganti pakaian di apartemen dan ada Topan disana.
"Ish jangan-jangan dia ngintip lagi tadi? Sialan tuh cowok, berani-beraninya dia gituin gue!" ujar Bella geram memukul-mukul setir mobilnya.
...•••...
Disisi lain, Cahaya sangat beruntung karena bisa sampai di kelas sebelum guru mata pelajaran pertamanya masuk kesana.
Ia pun langsung duduk di bangkunya yang terletak di pojok belakang dekat jendela, ia memang suka tempat duduk seperti itu karena bangku belakang adalah idaman para murid seperti Cahaya ini.
__ADS_1
Cahaya membuka ponselnya untuk mengecek siapa yang menelponnya tadi, ia terkejut saat mengetahui papanya yang menelpon dan cukup banyak juga pesan masuk darinya.
"Ada apa ya papa telpon gue? Kan dia tau gue baru berangkat sekolah, harusnya dia kan gak perlu telponin gue begini!" gumamnya heran.
Cahaya pun membuka pesan dari papanya lalu mulai membacanya satu persatu, matanya langsung membulat seketika saat membaca isi pesan dari papanya.
💌Papa : Cahaya, mama kamu udah sadar tapi sekarang dia memanggil-manggil nama kamu lagi! Setelah kamu baca pesan ini, tolong kamu cepet datang kesini ya!
Sontak Cahaya yang baru duduk langsung berdiri kembali membawa tasnya dan hendak pergi keluar dari kelas, namun temannya menahan ia dan bertanya padanya.
"Mau kemana Aya lu kan baru dateng?"
"Gue harus ke rumah sakit!" jawab Cahaya singkat lalu menyingkirkan tangan temannya itu, ia melanjutkan langkahnya keluar dari kelas dengan terburu-buru.
Semua mata tertuju pada gadis cantik yang keluar dari kelas padahal baru datang itu, mereka ada yang beranggapan kalau Cahaya ingin bolos dari pelajaran.
Saat di luar lorong kelas, Cahaya dicegat oleh seorang guru pria botak tengah memakai kacamata yang hendak mengajar di kelasnya.
"Loh, Cahaya? Mau kemana kamu kok keluar lagi?" tanya pak Danang.
"Eee iya pak, barusan saya di sms sama papa saya katanya mama udah sadar terus manggil-manggil nama aku dan pengen ketemu sama saya pak! Jadi saya harus kesana temui mama, saya gak mau mama drop lagi pak!" jawab Cahaya menjelaskan semuanya dengan terlihat panik dan nafas yang tak karuan.
"Mama kamu masuk rumah sakit? Yasudah kamu pergi saja ya Cahaya temui mama kamu, oh ya jangan lupa bilang ke meja piket di bawah supaya kamu dapat izin keluar!" ujar pak Danang.
"Terimakasih pak, saya duluan ya!" ucap Cahaya lalu pergi dari sana meninggalkan pak Danang dengan cepat.
Sementara pak Danang masih terus memandangi Cahaya dari sana sampai gadis itu benar-benar tak terlihat lagi, tampaknya ia ikut prihatin atas kondisi mama Cahaya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1