Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 106. Bongkar kelicikannya!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 105


...•...


...•...


"Aya, lu sebenarnya kesini karena apa sih?" tanya Mawar penasaran.


"Eee... gue tuh...."


Melihat kegugupan di wajah Cahaya membuat Mawar semakin yakin kalau ada yang tidak beres dengan temannya, ia pun mendekati Cahaya dan terus menatapnya menantikan jawaban dari mulut gadis itu karena ia sungguh penasaran.


Sedangkan Cahaya sendiri nampak menghindari tatapan Mawar dan kesulitan untuk bisa menjawab pertanyaan Mawar, ia tak tahu apakah harus jujur pada Mawar atau tetap menyembunyikan semuanya karena takut Mawar akan menghubungi papanya.


"Aya, kok malah diem aja sih? Lanjutin dong ucapan lu jangan ngegantung gitu!" ujar Mawar.


"Hah? Iya iya maaf, yaudah gue mau ceritain semuanya ke lu! Tapi, tolong ya lu jangan bilang-bilang nyokap atau bokap lu! Soalnya gue gak mau mereka tahu, gue takut malah dimarahin nantinya sama mereka!" ucap Cahaya.


"Emangnya ada apa sih? Kenapa juga nyokap bokap gue harus marahin lu??" tanya Mawar.


"Iya, jadi gue tuh sebenarnya nginep disini bukan karena mau main doang! Tapi, gue tuh kabur dari rumah karena gue gak tahan sama sikap bokap gue yang mulai keracunan kata-kata dari nyokap tiri gue!" jawab Cahaya menjelaskan semuanya.


"Apa? Jadi lu kabur dari rumah??" ujar Mawar syok.


"Ssshhh! Jangan kenceng-kenceng dong, nanti nyokap lu bisa denger!" bentak Cahaya.


"Hehe, abisnya gue kaget dengernya! Lu ngapain sih pake kabur segala, ha? Nanti kalo bokap lu nyariin lu gimana? Kalo misal bokap lu dateng kesini dan geledah rumah gue kan repot!" ujar Mawar.

__ADS_1


"Ish, gak akan lah! Kecuali kalo lu emang yang laporin gue ke bokap gue! Tolong ya, bantu gue buat sembunyiin ini...!!" ucap Cahaya.


"Hadeh, gue kira lu itu manusia paling bahagia di dunia loh karena lahir kaya terus juga disayang sama ortu lu! Eh ternyata lu masih bisa kabur juga, malah kayaknya masalah lu berat banget!" ucap Mawar.


"Dulu sih iya gue bahagia, tapi sejak kehadiran nyokap tiri gue semuanya berubah!" ujar Cahaya.


"Kasian ya lu, btw itu nyokap tiri lu emang bentukannya kayak gimana sih? Gue udah lama nih gak main-main ke rumah lu jadi belum tahu deh mukanya kayak gimana, pasti serem ya?" ucap Mawar.


"Ya gak serem sih, orang dia seumuran sama kita! Cuma beda 3 tahun deh pokoknya, makanya gue jadi sungkan panggil dia mama!" ucap Cahaya.


"Waduh, berarti bokap lu nikah lagi sama anak gadis? Wih canggih juga ya bokap lu bisa memikat perawan kayak gitu, terus kalo emang gak serem kenapa lu harus kabur dari rumah dan takut sama dia??" ujar Mawar masih bingung.


"Ish, ya emang mukanya gak serem! Tapi, sifatnya itu sama niat busuk dia buat rebut harta bokap gue dan usir gue sama bokap gue dari rumah! Sekarang aja dia udah mulai pengaruhin bokap gue buat benci sama gue, dia tuh licik banget!" ucap Cahaya.


"Umm... gawat sih kalo kayak gitu mah! Lu harus bisa cepet-cepet bongkar kebusukan dia, sebelum semuanya terlambat dan bokap lu malah semakin dibawa pengaruh nyokap tiri lu itu!" ucap Mawar.


"Nah itu dia, gue juga pengennya begitu! Tapi masalahnya, dia selalu ngelak tiap kali gue bilang kayak gitu! Yang paling penting juga gue masih belum bisa dapetin bukti akurat, kan gak mungkin bokap gue percaya gitu aja!" ucap Cahaya.


"Emangnya gak ada apa gitu yang bisa jadiin bukti buat bongkar kelicikan nyokap tiri lu?" tanya Mawar.


"Eee... ada sih satu, temennya dia yang gue yakin kalo dia itu cowok simpanannya!" jawab Cahaya.


...•••...


Disisi lain, Hendra masih sangat mengkhawatirkan putrinya yakni Cahaya yang hingga kini belum juga pulang ke rumah sejak kemarin, ia bingung harus mencari Cahaya dimana karena ia tak tahu Cahaya pergi kemana dan ponselnya pun tidak bisa dihubungi.


Selain itu, istrinya alias Calissa juga terus mencoba untuk membuatnya tenang dan melupakan Cahaya dengan alasan supaya Hendra tidak sakit karena terus-terusan memikirkan Cahaya yang belum tentu juga saat ini tengah memikirkannya.


Akhirnya Hendra yang bingung terpaksa mendengarkan perkataan sang istri, ia kini sudah bersiap pergi menemani Calissa belanja walau sebenarnya wanita itu tidak menginginkan ditemani olehnya karena Calissa lebih senang sendiri.


"Sayang, kamu udah siap belum?" tanya Hendra.


"Belum mas, sabar ya!" jawab Calissa dari dalam kamar.


Ya saat ini Hendra menunggu di luar sembari mondar-mandir karena Calissa sangat lama berdandan, mungkin sudah sekitar 30 menit lebih ia menunggu disana tetapi istrinya tak kunjung keluar dari kamar.

__ADS_1


Rupanya Calissa sudah selesai bersiap, namun ia sedang asyik chattingan dengan mamanya di dalam kamar membicarakan suaminya yang tengah kelimpungan mencari Cahaya, mereka memang memiliki rencana licik untuk menyingkirkan Cahaya dari Hendra selama-lamanya.


"Mama benar, setelah Cahaya berhasil disingkirkan pasti mas Hendra bakal sepenuhnya bisa aku kendalikan!" gumam Calissa di dalam hatinya.


Setelah selesai chattingan bersama mamanya, Calissa langsung bangkit mengambil tas selempang miliknya lalu menaruh ponsel itu di dalam sana dan tak lupa ia menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya cukup banyak.


Ceklek...


Calissa pun keluar menemui suaminya yang masih setia menunggu disana sambil duduk, ia tersenyum kemudian mendekati Hendra dan mengusap wajahnya lembut bermaksud agar Hendra semakin menyayanginya.


"Mas, maaf ya aku lama!" ucap Calissa tersenyum menggoda.


"Gapapa sayang, kalau nungguin kamu mah satu abad juga mas gak masalah!" ucap Hendra.


"Ahaha, bisa aja kamu mas!" ucap Calissa.


"Yaudah yuk, kita jalan sekarang!" ucap Hendra.


"Ayo, mas!"


Hendra bangkit dari duduknya lalu jalan bergandengan dengan sang istri, sesekali ia mencium aroma tubuh Calissa yang cukup menyengat dan membuatnya ketagihan, memang itulah yang diinginkan Calissa.


"Kamu wangi banget, sayang!" ucap Hendra.


"Iya dong mas, kalo mau jalan sama kamu kan aku harus wangi supaya gak malu-maluin kamu!" ucap Calissa mengelus lembut dagu suaminya.


"Aduh, bisa aja kamu ini..."


Hendra yang mulai tergoda kini mencumbu setiap inci area wajah serta leher istrinya sembari berjalan ke depan, sesekali ia juga mengecup bibir Calissa dengan nikmat dan membuat wanita itu sedikit mengerang disana.


"Mas, udah cukup ya! Kita kan bisa lanjut lagi di mobil nanti..." ucap Calissa.


"Ahaha, bener juga kamu!" ucap Hendra.


Akhirnya mereka pun bergegas menuju mobil karena Hendra sudah tidak sabar untuk mendapat servis dari mulut dan tangan sang istri, walau sebenarnya Calissa sama sekali tidak ingin melakukan itu jika bukan karena mengincar harta suaminya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2