
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 23
...•...
...•...
Hari sudah berganti malam, Cahaya baru pulang ke rumahnya padahal waktu pulang sekolah seharusnya sudah dari beberapa jam yang lalu. Ia berjalan kaki dari depan komplek sampai menuju rumahnya, ya memang ketika pulang ia kembali menaiki angkot seperti tadi pagi walau rasanya sangat risih.
Angkot malam rupanya lebih menyebalkan dibanding pagi hari, karena Cahaya harus berdempetan lagi dengan orang-orang yang baru pulang kerja atau beraktivitas lainnya. Tentu saja bau keringat tercampur jadi satu di angkot itu, sehingga Cahaya berkali-kali harus menahan dirinya agar tidak muntah ketika di dalam angkot. Apalagi Cahaya duduk berhimpitan dengan dua orang pria yang mana memiliki bau keringat cukup menyengat, bahkan Cahaya sampai harus menyemprotkan parfum ke tubuhnya sendiri untuk mengusir bau itu ketika turun dari angkot tersebut.
"Huh gak lagi-lagi deh gue naik angkot, bau banget gila! Tau gitu mending gue coba pesen ojek aja, bodoamat sama hutang ke Topan itu!" gumam Cahaya mengomel sendiri saat dalam perjalanan menuju rumahnya.
Sesampainya di depan pintu pagar rumahnya, sang satpam alias pak Ahmad langsung membukakan pintu gerbang agar majikannya itu bisa masuk.
"Non Aya kok baru pulang sih? Biasanya kalo pulang sekolah tuh sore-sore, lah ini kenapa jam 8 malam baru pulang non?" tanya pak Ahmad kebingungan.
"Iya pak, aku ada ekskul di sekolah..." jawab Cahaya singkat kemudian langsung masuk melewati satpamnya sambil tersenyum.
Sementara pak Ahmad masih berdiri disana berpikir keras ekskul apa yang dilaksanakan sampai malam seperti ini, namun akhirnya ia menyerah dan memilih mengunci kembali pintu pagar itu lalu masuk ke pos satpam yang ada disana.
Ceklek....
Cahaya langsung membuka pintu rumahnya tanpa mengetuk terlebih dahulu, ia tampak lelah karena habis keliling-keliling di luaran sana bersama temannya. Cahaya lebih memilih berada di luar daripada pulang ke rumah, alasannya tentu karena Calissa alias mama mudanya yang menyebalkan itu.
__ADS_1
Naas sekali bagi Cahaya, ketika ia hendak berjalan ke dalam menuju tangga... tiba-tiba ada suara seorang wanita yang tak asing di telinganya memanggil, tentu saja Cahaya sangat malas harus bertemu dengan pemilik suara tersebut bahkan menatapnya dari jauh saja ia sangat-sangat tidak mau.
"Eh, Cahaya!"
Ya itulah panggilan yang membuat Cahaya harus menghentikan langkahnya sejenak dengan sangat terpaksa, tampak Calissa tengah berjalan mendekati gadis itu sambil senyum-senyum berusaha bersikap baik untuk mengambil hati Cahaya.
"Akhirnya kamu pulang juga, sayang! Aku udah nungguin loh daritadi, kita makan sama-sama yuk! Kebetulan aku juga belum makan malam, soalnya gak enak kalo makan sendirian tanpa kamu!" ucap Calissa pura-pura baik sambil memegang lengan Cahaya dan tersenyum ke arahnya.
"Gue gak laper! Lu makan aja sendiri sana!" ujar Cahaya jutek lalu menyingkirkan tangan Calissa dari tubuhnya dan lanjut berjalan menaiki tangga.
Calissa yang melihat itu langsung berubah ekspresi, ia tampak geram sambil mengepalkan tangannya. Sementara Cahaya menyaksikan itu lalu mengambil kesimpulan kalau Calissa memang hanya berpura-pura baik saja di depannya tadi.
"Ish sialan banget tuh anak cewek satu! Dibaikin malah ngelunjak, awas aja kalo gue udah berhasil kuasain semua harta bokap lu! Lu bakal gue jadiin gelandangan!" batin Calissa kesal.
Calissa pun kembali ke meja makan dan menyantap makanan disana sendirian, hal itu karena suaminya alias Hendra harus lembur di kantornya.
Cahaya kini telah berada di kamarnya, gadis itu melempar tasnya ke sembarang tempat dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk tanpa melepas sepatu dan seragamnya.
Tiba-tiba Cahaya teringat pada perkataan teman-temannya mengenai aplikasi penjemput jodoh yang lagi viral itu, ya ia pun memiliki niat untuk memakai aplikasi tersebut karena penasaran.
"Oh iya aplikasi penjemput jodoh, kayaknya gue download itu aja deh biar gak gabut! Ya tapi cuma buat iseng aja gausah cari jodoh beneran, iya deh gue download tuh aplikasi..." gumamnya.
Akhirnya Cahaya memutuskan mendownload aplikasi tersebut di ponselnya dan mulai menggunakannya seperti yang sudah diajarkan oleh teman-temannya di sekolah tadi.
"Username? Yang menarik apa ya? Oh iya!" ucapnya berpikir keras sambil mengetukkan jarinya ke dagu. "Senja, kayaknya bagus!" sambungnya lalu mengetikkan nama senja sebagai username yang akan ia gunakan di aplikasi tersebut.
...•••...
Disisi lain, Topan sudah datang di lokasi tempat ia akan beradu kecepatan alias balap mobil dengan Bram sesuai kesepakatan mereka. Topan tidak sendiri disana karena ada beberapa teman gengnya yang ikut menonton untuk mendukung Topan, begitupun dengan Bram yang didukung para teman-temannya di kampus.
"Gimana, lu udah siap buat kalah?" tanya Bram saat menghampiri Topan disana.
__ADS_1
"Gak kebalik?" ucap Topan dengan santai.
"Hahaha, ya okelah lu masih tetep jadi Topan yang sama kayak dulu! Tapi, kali ini gue jamin lu bakal kalah dari gue karena gue udah meningkatkan kemampuan balap gue!" ujar Bram.
"Gue gak takut, paling cuma omdo!" ucap Topan.
"Oh ya? Kalo gitu kita taruhan yang lain, kalau gue menang lu harus jauhin Bella dan dia resmi jadi milik gue! Kalo lu yang menang, gue bakal jauhin Bella! Gimana, setuju?" ucap Bram.
"Kenapa lu ngajak taruhan begitu? Bukannya lu bilang kalau Bella sekarang udah jadi pacar lu?" tanya Topan bingung.
"Ya emang, tapi entah kenapa gue lihat-lihat lu masih aja mau ngincer dia! Jadi, sekarang gue mau tegesin sama lu lewat taruhan ini!" jelas Bram.
"Oke, siapa takut?" ucap Topan.
Akhirnya Bram kembali ke posisinya setelah mengajak bicara lawannya itu, sementara Topan sempat terdiam sebelum mendorong mobilnya ke tempat start dengan dibantu oleh temannya.
"Pan, si Bram ngomong apaan sama lu?" tanya Guntur penasaran.
"Bukan apa-apa kok," jawab Topan.
Ya setelah kedua mobil itu bersiap di depan garis start, Bram serta Topan pun langsung masuk ke mobil mereka masing-masing karena balapan akan segera dimulai. Semua orang disana bersorak-sorai mendukung jagoannya masing-masing.
Tampak wanita pembawa bendera start sudah muncul berdiri di tengah dua mobil itu, mulai menghitung mundur untuk memulai balapan.
"3... 2... 1, go!" ucap wanita itu menghentakkan benderanya ke bawah.
Balapan pun dimulai kedua mobil langsung melaju cepat menyusuri lintas balap yang ilegal itu, untuk sementara keduanya masih berimbang karena baru juga dimulai.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1