Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 261. Jadi posesif


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 260


...•...


...•...


"Kurang ajar!!" Topan emosi lalu hendak memukul Robi disana.


"Topan jangan!" teriak Cahaya sembari mencekal lengan pria itu dan mencegahnya agar tidak memukul Robi.


Topan pun menoleh ke arah gadisnya dengan tatapan heran, ia tak mengerti mengapa Cahaya selalu mencegahnya untuk tidak memukul Robi atau sekedar berkelahi dengannya. Topan mengira kalau Cahaya memang sengaja membela Robi karena gadis itu menyukainya, namun ia masih tetap berusaha untuk berpikir positif saat ini.


"Pacar, kamu itu kenapa sih? Daritadi kayaknya kamu larang-larang aku terus, apa kamu emang sengaja bela Robi karena kamu suka sama dia, iya?" tanya Topan emosi.


"Apaan sih? Kenapa kamu nyangkanya begitu? Aku bukan bela Robi atau gimana pacar, aku cuma gak pengen aja kalau ada keributan disini antara kamu sama Robi! Ini kan sekolahan Topan, kamu harus bisa tahan diri dong!" ucap Cahaya.


"Alasan aja kamu, bilang aja kalau emang kamu suka sama tuh cowok!" bentak Topan.


"Hah? Aku gak kayak gitu, pacar!" ucap Cahaya.


Robi hanya senyum-senyum melihat keributan antara Topan serta Cahaya dengan mata kepalanya, ya ia tampak senang karena bisa menjadi pemicu masalah antara sepasang kekasih itu. Robi pun semakin yakin kalau ia akan berhasil membuat Topan dan Cahaya putus, lalu ia bisa menggantikan posisi Topan sebagai kekasih dari Cahaya.


"Yaudah, kalo gitu kamu jangan halangin aku dong buat kasih pelajaran ke dia!" ujar Topan.

__ADS_1


"Bukan gitu pacar, aku kan udah bilang aku cuma gak mau kamu ribut sama Robi! Semua masalah itu bisa diselesaikan dengan damai, gak perlu pake kekerasan kayak gitu pacar! Tolong kamu ngerti dong sama aku!" ucap Cahaya.


"Iya iya, ayo kita masuk aja ke dalam! Supaya gak ada keributan disini, aku antar kamu sampe ke depan kelas dan kamu gak boleh nolak atau larang aku lagi oke!" ucap Topan dengan tegas.


"Iya..." ucap Cahaya mendengus pasrah.


Topan segera menarik tangan Cahaya dan membawa gadis itu ke dalam sekolah, ia sempat melirik sekilas wajah Robi dengan lirikan tajam seperti mengajak ribut, lalu barulah ia melangkah dengan cepat sembari membawa gadisnya agar mereka bisa menghindari Robi.


Sementara Robi tentunya tetap berada disana dan terus memandangi punggung Cahaya sambil tersenyum, ia sangat berharap bisa membuat sepasang kekasih itu ribut terus untuk selamanya sampai mereka pisah. Selain karena perintah Calissa dan uang yang ia inginkan, Robi memang juga tertarik pada sosok Cahaya yang cantik itu.


❤️


Saat di lorong sekolah, Cahaya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Topan karena ia merasa kesakitan. Akan tetapi, Topan seperti tak perduli dan terus saja melangkah tanpa menghiraukan permintaan Cahaya, kejadian itu pun disaksikan oleh para murid yang ada disana dan mereka tampak heran saat melihat hal itu.


"Pacar, kamu jangan gini dong! Lepasin tangan aku, aku malu tau dilihatin banyak orang kayak gitu! Nanti kalau mereka mikir yang enggak-enggak gimana?" ucap Cahaya terus protes.


"Kamu diem pacar! Biarin aja mereka yang lihatin kita, gausah digubris! Aku pengen anterin kamu sampe depan kelas, supaya kamu gak ada kesempatan buat ketemu lagi sama Robi terus berduaan tanpa aku!" bentak Topan.


"Ya siapa tau kan? Buktinya kamu aja belain dia terus, padahal aku cuma pengen kasih dia pelajaran dan jaga hubungan kita!" ucap Topan.


"Haish, kamu kok jadi kayak gini sih?" tanya Cahaya.


"Ya emang kenapa pacar? Aku kayak gini juga demi hubungan kita, aku gak mau kamu terlalu dekat sama Robi dan malah tinggalin aku! Karena aku udah cinta mati sama kamu, aku gak akan rela kehilangan kamu apalagi kalau orangnya tuh si Robi!" jawab Topan dengan nada tegas penuh emosi.


"Ya ampun, kamu aneh banget deh! Aku lebih suka sama kamu yang dulu, sekarang kamu jadi terlalu posesif tau! Udah gitu suka nuduh yang enggak-enggak lagi sama aku!" ucap Cahaya.


"Biarin! Mau kamu lebih suka aku yang dulu atau gimana kek terserah, intinya aku mau kamu nurut sama aku dan gak ngebantah!" ujar Topan.


Cahaya terdiam sembari mengerucutkan bibirnya karena kesal, ia merasa heran mengapa Topan bisa berubah menjadi lelaki yang seperti itu dan terlalu posesif padanya.


"Kalo begini terus, lama-lama gue bisa depresi gak punya teman!" batin Cahaya.

__ADS_1


Sementara Topan masih terus berjalan sambil sesekali menoleh ke arah Cahaya dan merasa tidak tega melihat raut wajah gadis itu, ia khawatir nantinya Cahaya justru akan marah atau bahkan tak mau lagi menjalin hubungan dengannya.


"Kira-kira tindakan gue ini tepat gak, ya? Kelihatan banget Cahaya kesal sama gue, apa gue ini terlalu lebay?" gumam Topan dalam hati.


...•••...


Disisi lain, Bella justru kembali memikirkan perkataan Calissa sebelumnya yang mengajak ia untuk bergabung dengannya dalam misi membuat hubungan Topan serta Cahaya hancur. Ia yang sedang berada di kampus, tak bisa fokus mengerjakan tugas karena selalu teringat akan hal itu dan membuatnya kepikiran.


Tak lama kemudian, Bram sang kekasih muncul lalu duduk di samping gadisnya. Bram menatap wajah Bella dengan tatapan heran, ia mendekat ke arah Bella kemudian membelai rambutnya.


"Hey, kamu lagi mikirin apa sih? Aku lihat-lihat daritadi kamu kayak bengong gitu, ada masalah apa gimana nih?" tanya Bram heran.


"Eh kamu, enggak kok ini aku cuma lagi pusing aja sama tugas. Aku heran perasaan tugas itu gak pernah kelar-kelar ya, kemarin baru beres satu tugas muncul lagi tugas yang baru! Kepala aku mau pecah rasanya harus ngerjain tugas yang bertubi-tubi ini," jawab Bella berbohong.


"Ohh, ya begitulah nasib jadi mahasiswa sayang! Udah kamu jangan ngeluh terus, sini deh aku bantuin kerjain biar cepat kelar!" ucap Bram.


"Eh gausah! Aku bisa sendiri kok, nanti malah ngerepotin kamu. Kan aku juga tahu kalau kamu punya banyak tugas, lagian aku bisa ngerjain sendiri tugas ini mah!" ucap Bella tersenyum.


"Ya bagus deh! Oh ya, nanti sore jadi kan buka puasa bareng di luar?" tanya Bram mengganti topik.


"Umm, insyaallah jadi. Kamu kabarin aja tempatnya dimana terus kalo udah mau berangkat, kamu jemput aku deh di rumah!" ucap Bella.


"Alhamdulillah! Iya, aku nanti jemput kamu kok! Yaudah, sekarang lanjut gih ngerjain tugasnya! Biar cepat selesai sayang," ucap Bram.


"Iya..." Bella mengangguk pelan.


Gadis itu akhirnya melupakan sejenak mengenai perkataan Calissa padanya, ia tak ingin Bram sampai tahu kalau ia masih memikirkan Topan hingga saat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2