Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 224. Video call yuk


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 223


...β€’...


...β€’...


Topan sampai di halaman rumahnya, setelah selesai mengantar Bella lalu berbincang sejenak dengan Bram untuk mengingatkan pria tersebut agar tidak melakukan hal seperti tadi. Topan pun beristirahat sejenak di dalam mobil dengan bersandar sembari memejamkan mata, ia juga mengatur nafasnya yang tak karuan akibat keletihan seharian bepergian.


Topan pun membayangkan wajah Cahaya di dalam pikirannya sambil tersenyum sendiri, ia juga baru ingat kalau ia belum mengabari Cahaya sesuai dengan janjinya tadi. Akhirnya Topan mengambil ponsel miliknya dan langsung saja menelpon nomor Cahaya dari sana, ya Topan juga sudah tidak sabar untuk segera mendengar suara lembut dari Cahaya.


πŸ“ž"Halo pacar! Kamu lagi ngapain nih sekarang pacar?" ucap Topan begitu telponnya diangkat.


πŸ“ž"Eh pacar, halo juga! Ini loh aku baru selesai dari kamar mandi buat cuci muka tadi, kamu sendiri gimana? Udah sampe rumah dan gak kenapa-napa kan?" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Tenang aja pacar, ini aku udah sampe tepat di depan rumah aku kok! Kamu gausah khawatir, aku baik-baik aja!" ucap Topan.


πŸ“ž"Syukurlah! Aku ikut seneng deh dengernya, aku juga udah tungguin kabar dari kamu! Eh kebetulan sekarang kamu udah telpon aku duluan, padahal tadinya aku mau ngambek lagi tuh kalau kamu sampe gak ngabarin aku!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Hahaha, jangan dong pacar!" ujar Topan.


πŸ“ž"Iya, enggak kok! Kan kamu udah telpon aku, kamu gak usah panik pacar!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Bagus deh! Oh ya, aku mau lihat muka kamu dong pacar! Pasti sekarang kamu lagi rebahan di kasur sendirian sambil meluk guling kan?" ucap Topan menebak-nebak.

__ADS_1


πŸ“ž"Ih kok kamu bisa tau sih? Kamu pasang kamera ya di kamar aku?" tanya Cahaya heran.


πŸ“ž"Ya gak gitu lah pacar, aku kan cuma nebak aja! Yuk kita video call! Aku kangen nih pengen lihat wajah kamu yang cantik itu, kamu mau kan pacar?!" ucap Topan sambil senyum-senyum berharap Cahaya mau diajak video call dengannya.


πŸ“ž"Umm, boleh! Tapi, sebentar ya! Aku mau siap-siap dulu, soalnya rambutku masih berantakan nih! Gak enak lah kalau video call sama kamu, tapi akunya berantakan kayak gini!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Hahaha, oke cantik! Aku tunggu ya sampai kamu siap buat video call, nanti aku telpon kamu lagi sekitar lima menit dari sekarang! Aku juga mau masuk ke rumah nih, supaya video call nya lebih enak sama kamu!" ucap Topan.


πŸ“ž"Oh, jadi kamu masih di luar rumah?" tanya Cahaya.


πŸ“ž"Iya pacar, aku masih di mobil!" jawab Topan.


πŸ“ž"Ohh, yaudah kamu masuk dulu gih! Gak enak lah kalau video call nya di mobil, mending sama-sama di dalam kamar ya kan?" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Iya pacar, makanya ini aku mau masuk! Kamu siap-siap gih dandan yang cantik, soalnya aku mau lihat wajah kamu itu pacar! Ya walau emang udah pasti cantik sih!" ujar Topan.


πŸ“ž"Ahaha, bisa aja kamu! Yaudah, aku mau rapihin rambut dulu ya? Bye!" ucap Cahaya.


Setelah saling mengucap bye, telpon pun terputus dan Topan langsung membuka pintu mobilnya lalu turun dari mobil itu. Ya Topan tergesa-gesa untuk bisa masuk ke dalam rumah dan melanjutkan telponan dengan Cahaya, ia sudah tidak sabar untuk melihat wajah cantik kekasihnya yang sedang bersiap sebelum melakukan video call.


"Hahaha, malam-malam emang enaknya telponan sama pacar! Apalagi pacarnya secantik Cahaya, gue jadi ngerasa berbunga-bunga!" batin Topan.


Tanpa basa-basi lagi, Topan pun masuk ke dalam rumah setelah membuka pintu.


β€’


β€’


Ceklek...


Disaat Topan hendak masuk ke dalam rumah, ia justru melihat mamanya tengah berdiri di depan pintu sambil membawa dua koper berisi pakaian dan bersiap pergi dari sana. Topan pun heran tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, apalagi ia melihat Sergie sang papa juga mengejar Eun-Kyung sambil menangis memohon pada Eun-Kyung disana.

__ADS_1


"Loh mah, pah? Ini ada apa sih? Kenapa mama pake bawa-bawa koper segala?" tanya Topan penasaran.


Sontak baik Eun-Kyung maupun Sergie langsung terdiam sejenak, mereka bingung harus menjawab apa pada Topan karena khawatir jika Topan nantinya akan marah setelah mengetahui itu. Ya apalagi Topan sangat menyayangi mamanya dan tak akan segan melakukan apapun pada orang yang telah menyakiti mamanya bahkan termasuk sang papa.


"Mama, papa? Kok malah diem? Mama ini mau kemana sih, mah? Udah malem kok bawa-bawa koper kayak gini? Terus kenapa pada nangis begitu dah?" tanya Topan yang makin penasaran.


Eun-Kyung pun maju mendekati Topan lalu mengusap wajah putranya itu.


"Topan sayang, ikut mama yuk! Kita berdua pergi dari rumah ini, biar supaya papa kamu bisa tinggal bareng sama anak selingkuhannya itu!" ucap Eun-Kyung.


Topan menatap tak mengerti ke arah mamanya, ia masih bingung apa yang terjadi diantara sang mama dengan papa saat ini, namun ia yakin kalau ini semua ada sangkut pautnya dengan sosok Wulan. Setelahnya, Topan pun langsung mengarahkan pandangan pada Sergie dengan tatapan tajam serta tubuh gemetar yang emosinya tengah meluap.


"Maksudnya apa, mah? Emang papa pengen ajak tinggal Wulan disini, pah? Ya ampun, papa kok jadi kayak gitu sih sama kita? Sebenarnya disini yang keluarga papa itu siapa sih?" tanya Topan kesal.


"Gak gitu Topan! Kalian semua tetap papa anggap sebagai keluarga, siapa yang bilang kalau kalian bukan keluarga papa? Sedangkan Wulan, dia itu juga anak kandung papa dan darah daging papa! Lagian papa juga gak ada mau ajak dia buat tinggal disini kok, mama kamu aja yang ribet!" ucap Sergie.


"Papa kok jadi salahin mama? Disini papa loh yang salah, kan papa udah bohongin mama selama bertahun-tahun demi wanita itu!" bentak Eun-Kyung.


"Mah, sabar ya mah! Ini sudah malam loh, papa gak akan biarin mama buat pergi dari sini! Tolong dong mah, mama pikirin lagi soal itu! Topan, ayolah kamu bantu papa supaya mama kamu gak pergi dari rumah ini!" ucap Sergie memohon.


Topan berada dalam situasi yang membingungkan itu, ia tak tahu harus memihak pada siapa.


"Maaf pah! Tapi, aku rasa yang dikatakan sama mama itu benar! Papa itu emang udah salah, karena papa selingkuh dari mama terus papa malah ngerawat anak hasil selingkuhan papa itu dengan sepenuh hati! Bahkan sampai anak papa itu sekarang udah jadi artis sukses loh, sedangkan aku jadi apa pah sekarang?" ujar Topan.


"Kamu ini gimana sih? Papa kan juga udah masukin kamu ke universitas ternama di kota ini, apa itu masih kurang ha? Wulan itu jadi sesukses sekarang, karena emang dia berbakat dalam bidang entertain! Kalau kamu mau sukses kayak dia, ya itu tergantung usaha kamu sendiri Topan!" ucap Sergie.


Topan geleng-geleng kepala tak percaya jika papanya masih saja membela Wulan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2