
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 277
...•...
...•...
TOK TOK TOK...
Topan mengetuk pintu rumah Cahaya masih sambil menggendong tubuh gadis itu, sesekali ia menatap wajah gadisnya yang hanya bisa diam dan pasrah itu dalam gendongannya. Topan mengusap rambut Cahaya lalu tersenyum dan mengecup keningnya dengan lembut, membuat Cahaya makin tak berkutik karena ulah Topan yang sangat hangat itu.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan bik Minah keluar dari dalam rumah menemui Topan serta Cahaya di depan sana. Bik Minah cukup terkejut melihat Topan tengah menggendong Cahaya, tentu saja Cahaya juga sangat malu dan langsung menyembunyikan wajahnya agar tak bertatapan langsung dengan bik Minah disana saat ini.
"Eh non Aya sama mas Topan, bibik kira siapa tadi malam-malam begini datang. Ayo non, mas, masuk ajak ke dalam! Itu papanya non juga udah nungguin non pulang loh daritadi!" ucap bik Minah.
"Yang bener bik? Dimana?" tanya Cahaya.
"Iya non Aya, benar! Tuan lagi nungguin non Aya di ruang tamu tuh. Makanya non Aya sama mas Topan masuk aja ke dalam!" ucap bik Minah.
"Oh gitu, iya bik makasih ya! Topan, turunin aku dong! Malu lah kalo nanti papa lihat kamu pake segala gendong aku kayak gini, emangnya aku ini anak kecil apa?" ucap Cahaya minta diturunkan.
"Umm, oke aku turunin! Tapi, awas ya jangan kabur atau punya niatan buat pergi!" ujar Topan.
"Iya iya, mana bisa sih aku kabur? Udah, kamu turunin aku sekarang terus kita masuk bareng ke dalam temuin papa! Kamu kan udah janji mau temenin aku bicara sama papa, gak boleh ingkar janji loh pacar!" ucap Cahaya.
Topan tersenyum kemudian menurunkan tubuh Cahaya dari gendongan nya, ia mengusap rambut depan gadis itu dengan perlahan.
"Yaudah, ayo kita masuk ke dalam temui papa kamu dan bicara sama papa kamu tentang kenapa kamu pulang terlambat! Ingat ya pacar, kamu harus tenang gak boleh kelihatan panik!" ucap Topan.
"Iya, aku ingat kok!" ucap Cahaya.
__ADS_1
Setelahnya, Topan dan Cahaya pun masuk ke dalam dengan bergandengan tangan meninggalkan bik Minah yang masih terdiam disana kebingungan karena penasaran dengan apa yang barusan dikatakan oleh Topan serta Cahaya. Namun, bik Minah tak mau ambil pusing dan memilih pergi.
Saat sampai di ruang tamu, Topan dan Cahaya melihat Hendra tengah duduk seorang diri disana sambil melamun seperti tengah menunggu seseorang. Terlihat juga secangkir kopi ada di atas meja yang isinya tinggal sedikit mungkin hanya tersisa ampasnya saja.
"Pacar, itu papa. Kita langsung samperin aja yuk! Kamu jalan duluan di depan, aku ngikut dari belakang!" ucap Cahaya berbisik.
"Haish, masa aku yang di depan sih? Harusnya kamu dong pacar, kan kamu yang anaknya!" ujar Topan.
"Ih pacar, katanya mau bantu?" ujar Cahaya.
"Yaudah iya deh, ngomong-ngomong ini kita kenapa jadi bisik-bisik kayak gini sih? Perasaan dari sini ke sofa masih jauh deh, papa kamu juga gak bakal dengar omongan kita!" ucap Topan heran.
"Hehe, aku panik aja pacar makanya reflek ngomong pelan!" ucap Cahaya nyengir.
"Ada-ada aja kamu!" ujar Topan geleng-geleng.
Mereka pun kembali melangkah maju mendekati Hendra dari samping dengan perlahan, Topan berada di depan hendak menyapa calon mertuanya itu, sedangkan sang kekasih alias Cahaya mengikuti dari belakang karena masih sedikit cemas.
"Eee malam om!" ucap Topan menyapa Hendra dengan perlahan.
Sontak Hendra yang sedang melamun, langsung terkejut dan menoleh ke arah samping. Ia beranjak dari sofa saat melihat putrinya muncul bersama sang kekasih disana.
"I-i-iya pah, tadi aku minta jemput sama Topan. Ini kan udah kelewat malam, aku takut aja kalau pulang sendirian, pah!" jawab Cahaya gugup.
"Iya om, saya juga gak tega biarin Cahaya pulang sendiri malam-malam begini!" sahut Topan.
"Ya baguslah! Papa ikut senang karena kamu udah pulang sayang, walau terlambat banget ini. Papa nunggunya aja sampe pegal, padahal kan papa udah bilang tadi buat enggak pulang lewat dari jam sepuluh malam!" ucap Hendra.
"Iya pah, maaf banget ya! Tadi tuh ada kendala sedikit makanya jadi agak lama pulangnya, papa jangan marah ya sama Aya! Besok-besok gak akan telat lagi kok, pah!" ucap Cahaya tersenyum.
"Umm, tergantung!" ujar Hendra.
"Eee tergantung apa ya, pah?" tanya Cahaya cemas.
"Ya tergantung sayang, papa bakal marah sama kamu kalau sekarang kamu gak masuk ke kamar terus tidur!" ucap Hendra tersenyum.
"Hah? Waduh, yaudah deh pah kalo gitu aku ke kamar ya pah? Pacar, aku mau tidur dulu ya? Makasih tadi udah jemput aku dan bantuin aku!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Iya pacar, selamat tidur ya! Jangan lupa mimpiin aku!" ucap Topan tersenyum.
Cahaya mengangguk, kemudian melangkah pergi menuju kamarnya untuk segera tidur sesuai perintah papanya tadi.
Sementara Topan masih berada disana bersama Hendra, tampak Hendra seperti hendak bertanya sesuatu pada kekasih putrinya itu.
"Topan, boleh kita bicara?" tanya Hendra.
"Eee ya boleh dong, om. Bicara aja om, emang om mau bicara apa sama saya?" ucap Topan.
"Duduk dulu!" ucap Hendra.
"Iya om,"
Mereka pun duduk berdua di sofa.
"Mau minum apa Topan?" tanya Hendra.
"Eee gausah om, saya gak haus kok!" jawab Topan.
"Yasudah, langsung aja ya saya mau minta sesuatu sama kamu Topan. Ini masalah Cahaya yang selalu pulang larut malam, apa kamu bisa cegah Cahaya supaya gak begitu terus?" ucap Hendra.
"Duh, saya juga kurang tahu om. Cahaya itu kan susah buat dilarang om, tapi saya nanti coba bilang sama Cahaya deh om! Oh ya om, saya juga minta maaf ya karena saya sering ajak Cahaya keluar malam-malam!" ucap Topan.
"Gapapa Topan, kalau perginya sama kamu sih saya gak masalah. Cuma kayak misal tadi tuh, Cahaya pergi sendiri pemotretan!" ujar Hendra.
"Ohh, siap om! Berarti kalau Cahaya pengen keluar malam, itu harus sama saya ya om?" tanya Topan.
"Ya gak gitu juga, jangan keseringan keluar malam! Saya gak mau terjadi sesuatu sama Cahaya, yang namanya hari apes itu kan gak ada di tanggal!" ucap Hendra.
"Hehe, iya om!" ujar Topan nyengir.
Topan pun merasa lega karena Hendra papanya Cahaya itu tak bertanya mengenai pemotretan Cahaya barusan, padahal ia sudah gugup sekali saat Hendra mengajaknya bicara sebentar.
"Huh untung aja om Hendra gak banyak tanya soal pemotretan Cahaya, bisa tepar gue kalo om Hendra nanyain soal itu!" gumam Topan dalam hati.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...