
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 172
...•...
...•...
Hari telah berganti, Topan kini disuruh oleh mamanya untuk pergi ke toko kue dan membelikan kue kesukaan Wulan sebagai bentuk permintaan maaf nya kepada gadis itu. Topan melakukan itu karena terpaksa, sebenarnya ia malas sekali harus sampai membeli kue untuk Wulan, apalagi ia khawatir jika nantinya Cahaya tau dan bisa saja cemburu kepadanya.
Topan pun turun dari mobilnya, lalu masuk ke dalam toko kue tersebut. Ia mengambil ponselnya dari saku celana, untuk mengecek kue kesukaan Wulan yang sudah dikirimkan oleh mamanya itu. Setelahnya, ia coba bertanya pada seorang pelayan di toko tersebut mengenai kue yang ingin dibelinya untuk Wulan masih sembari melihat layar ponselnya.
"Umm, mbak. Ada rainbow cake apa enggak, ya?" tanya Topan pada mbak-mbak disana.
"Oh, ada kok mas. Masnya mau beli berapa?" ucap mbak-mbak tersebut.
"Syukur deh! Saya mau satu aja, ngapain banyak-banyak ya kan? Emangnya mau ngadain syukuran di panti asuhan?" ujar Topan sambil tertawa sendiri.
"Iya mas,"
Mbak-mbak pelayan itu hanya terkekeh kecil sembari mengambilkan kue yang ingin dibeli Topan, barulah ia memberikan itu pada Topan dan meminta uang dari pria tersebut.
"Jadi dua ratu ribu, mas." ucapnya.
__ADS_1
"Hah? Murah banget, gak ada yang mahalan dikit apa? Yaudah nih, saya bayar! Kembaliannya ambil aja ya mbak, buat beli pembalut!" ucap Topan.
Ekspresi mbak-mbak tersebut tampak tidak senang dengan perkataan Topan, namun ia hanya bisa diam dan geleng-geleng kepala menganggap pria tersebut hanya bercanda, karena uang yang diberikan Topan hanya selembar uang merah alias pas dan tidak ada kembaliannya sehingga mbak-mbak itu tidak bisa membeli pembalut seperti yang dikatakan Topan.
Setelah selesai membayar, Topan pun pergi dari toko tersebut membawa kue yang sudah dipastikan itu dengan tangannya. Ia coba mengabari mamanya kalau ia sudah selesai membeli kue dan berhasil mendapat kue yang diinginkan Wulan, ia juga meminta tolong pada mamanya untuk bilang pada Wulan jika ia ingin bertemu dengannya.
Barulah setelah semuanya selesai, Topan kembali ke mobilnya dan menaruh kue itu di dalam sana. Namun, ketika ia hendak masuk tiba-tiba saja matanya tertuju pada sosok Calissa yang baru keluar dari salon yang letaknya tak jauh dari sana.
Ya Topan melihat jelas Calissa pergi menuju mobil yang terparkir di depannya, ada seorang pria tua yang juga sudah berdiri disana menunggunya. Topan tahu betul kalau pria tersebut adalah Hendra alias papanya Cahaya, ia pun kini sangat yakin jika Calissa memang benar sudah menikah dengan Hendra dan dia adalah mama tiri Cahaya yang selalu membuat Cahaya menderita selama ini.
"Jadi bener semua itu, Calissa emang bukan wanita yang baik! Gue harus samperin dia dan kasih tau ke om Hendra supaya hati-hati!" gumamnya.
Topan akhirnya hanya menaruh kuenya di dalam mobil dan menutup kembali pintu mobil tersebut, ia tidak jadi masuk kesana karena memilih untuk menemui Calissa serta Hendra lebih dulu di depan sana. Baginya, ini adalah sebuah kesempatan untuk membuat gerak-gerik Calissa akan semakin sempit setelah ia mengetahui Calissa adalah istri muda papanya Cahaya.
"Ehem ehem..." Topan berdehem sembari mendekati keduanya disana lalu tersenyum.
...•••...
Disisi lain, Cahaya tengah mengobrol bersama teman-temannya di rumahnya. Ya Mawar dan Melani datang berkunjung karena hari ini adalah hari libur sehingga mereka tak bisa bertemu di sekolah, itulah sebabnya mereka datang ke rumah Cahaya dan berbincang bersama gadis itu disana.
Kebetulan saat ini juga Calissa serta Hendra sedang pergi, sehingga Cahaya bisa leluasa mengobrol dengan teman-temannya disana tanpa perlu khawatir akan Calissa yang suka merecokinya. Walau sebenarnya Mawar maupun Melani juga ingin bertemu dengan Calissa si mama muda Cahaya itu, mereka penasaran seperti apa rupa Calissa.
"Aya, nyokap sama bokap lu kemana? Kok gak kelihatan?" tanya Mawar sambil celingak-celinguk.
"Iya nih, gue kepo banget pengen lihat muka nyokap muda lu itu. Kan katanya dia gak jauh beda umurnya sama lu, jadi bisa kita ajak join buat ngobrol." sahut Melani sambil tersenyum.
"Haish, ngapain dia mau diajak join geng kita? Calissa itu udah emak emak. Ya emang umurnya masih muda, tapi kan dia udah nikah sama bokap gue. Lagian gue gak sudi banget ngobrol sama cewek murahan itu!" ujar Cahaya.
"Oh iya ya, kan lu gak suka ya sama nyokap muda lu itu." ujar Melani nyengir.
__ADS_1
"Iyalah! Lagian dia sama binal gue juga lagi pergi keluar kok. Makanya gue berani ajak kalian berdua pada kesini buat ngobrol, kalo gak gitu mah mana mungkin gue minta kalian kesini?" ucap Cahaya.
"Oh iya ya. Tapi, gue penasaran banget loh sama muka nyokap muda lu itu! Lu punya fotonya gak gitu?" ucap Mawar.
"Umm, ada sih. Eh ya, kebetulan gue juga pengen nanya sesuatu ke kalian. Bentar deh, gue buka dulu foto yang gue dapetin waktu itu pas gue lagi lewat di jalanan. Gue tuh masih belum yakin soalnya, makanya gue minta pendapat kalian!" ujar Cahaya.
"Ohh, foto apa sih emang? Mana coba lihat?" tanya Mawar makin penasaran.
Cahaya pun menunjukkan foto yang ia ambil waktu itu yang mana isinya adalah sang mama muda alias Calissa bersama seorang pria yang ia duga adalah Topan.
"Nah, ini fotonya! Kalian lihat deh, itu cowok yang menghadap ke belakang mirip Topan gak sih?" ucap Cahaya.
Mawar dan Melani pun kompak melihat foto tersebut untuk memastikan apakah benar dugaan dari Cahaya bahwa lelaki di foto itu ialah Topan, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk meyakini jika memang yang ada di dalam foto tersebut adalah Topan alias lelaki yang selama ini mendekati Cahaya.
"Eh iya bener! Ini tuh kak Topan, pacar lu! Terus yang ceweknya siapa?" ujar Mawar.
"Itu nyokap muda gue, Calissa." ucap Cahaya.
"Hah?? Ngapain kak Topan bisa sama mama muda lu, ya? Mana mereka kelihatan akrab banget disini, udah kayak orang yang saling kenal." ujar Mawar terkejut bukan main.
"Eh tapi, lu udah tanyain soal ini belum ke Topan? Lu tunjukin gitu fotonya ke dia?" tanya Melani.
"Udah, tapi dia gak ngaku. Ya emang sih, gue belum tunjukin foto ini ke dia. Tapi, maksud gue kan gue mau tau aja dia ada hubungan apa sama Calissa." ucap Cahaya.
Mereka bertiga kompak terdiam berpikir apa sebenarnya hubungan antara Topan dan Calissa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1