Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 201. Istri Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 200


...•...


...•...


Sesampainya di kamar barunya, Cahaya dan Hendra kini langsung masuk ke dalam dan melihat seluruh dekorasi serta tatanan barang yang ada di dalam ruangan tersebut. Cahaya tampak terpukau dengan kamar barunya itu yang lebih didominasi warna biru langit kesukaannya, terlebih sang papa juga sudah memasang banyak foto-foto di dinding kamar itu.


Hendra pun melepas rangkulannya seakan membiarkan putrinya untuk mengagumi kamar barunya, sekaligus juga tentunya mengkritik jika ada yang tidak disukai oleh Cahaya. Memang Hendra sudah meneliti sebelum mendekor kamar milik Cahaya ini, namun ia masih khawatir jika Cahaya tak suka pada semua dekorasi yang sudah ia siapkan itu.


"Cahaya, gimana kamar baru kamu sayang? Kamu suka apa enggak?" tanya Hendra penasaran.


"Suka banget pah, aku kan emang suka warna biru langit dan semua disini banyak banget yang pake warna itu! Terus, papa juga beliin teropong buat aku?" ucap Cahaya.


"Iya sayang, supaya kamu bisa lihat bintang-bintang di langit sewaktu malam dari jendela kamar kamu!" ucap Hendra sembari mengusap wajah Cahaya.


"Oh kirain dari jendela SMP, pah." ujar Cahaya nyengir.


"Kamu kan udah SMA sayang!" ucap Hendra.

__ADS_1


"Hahaha, iya pah lupain aja! Makasih ya pah, kamar ini the best banget deh pokoknya! Aku pasti bakal betah banget tidur disini, makasih banyak ya papa!" ucap Cahaya sangat senang.


"Sama-sama sayang!" ucap Hendra tersenyum.


Cahaya langsung mendekap tubuh papanya dari samping dengan sangat erat, ia membenamkan wajahnya pada dada sang papa sambil memejamkan mata dengan wajah tersenyum. Hendra pun tampak senang melihat putrinya bahagia saat ini, ia mengusap-usap kepala Cahaya dengan lembut dan mengecup puncak kepala putrinya itu.


"Yaudah, sekarang kamu beberes dulu disini ya! Biar papa panggilin bik Atun buat bantu kamu, kan gak enak kalau papa ikut disini sama kamu! Takutnya kamu ngerasa gak nyaman nanti," ucap Hendra.


"Iya pah, bik Atun itu asisten rumah tangga disini ya pah?" tanya Cahaya.


"Iya sayang, sebentar ya papa panggilin dia dulu buat bantu kamu beres-beres! Kebetulan dia juga kemarin yang udah bersihin kamar kamu ini, ya semoga aja kamu bisa akrab sama bik Atun seperti kamu akrab sama bik Minah dulu!" ucap Hendra.


"Iya pah, yaudah aku mau lihat-lihat lagi ya pah?" ucap Cahaya tersenyum.


"Yasudah, papa keluar dulu!" ujar Hendra.


Hendra menarik tengkuk Cahaya kemudian mengecup kening putrinya itu dengan lembut, lalu ia keluar dari kamar Cahaya itu dan pergi menemui bik Atun alias pekerja disana. Hendra juga berniat untuk menemani Topan yang masih menunggu di bawah sana, ya karena Cahaya tak mengizinkan Topan untuk ikut pergi ke kamarnya tadi.


"Awhh, kaki gue kok masih kerasa sakit begini ya? Padahal tadi udah enggak kok, dan gue kan cuma baru jalan sebentar plus naik tangga aja! Ah gak bener nih kaki!" umpatnya geram sendiri.


Akhirnya Cahaya memilih istirahat dan duduk di pinggir ranjangnya yang sudah dilapisi sprei berwarna biru langit kesukaannya, ia pun mengelus ranjangnya itu sambil tersenyum merasakan kenyamanan karena ranjangnya memang sangat empuk dan bisa membuatnya nyaman jika tidur disana dari pagi sampai pagi lagi.


...•••...


Disisi lain, Eun-Kyung tengah istirahat makan siang setelah melakukan sesi syuting dari pagi hari dan ia pun siap untuk memakan nasi kotak miliknya di dalam ruang istirahat bersama Wulan. Eun-Kyung kembali teringat pada momen sebelumnya saat ia memergoki suaminya tengah bersama Wulan, ia pun berniat untuk bertanya langsung pada Wulan tentang itu sekaligus berupaya mendekati Wulan dengan Topan sesuai rencananya selama ini.


Wulan yang sedang asyik makan di dekat kipas angin tak sadar kalau ada Eun-Kyung mendekatinya, ya karena ia terlalu fokus dengan makanannya dan tak memperhatikan sekitar. Rasa lapar yang sudah menggelora membuatnya tak perduli dengan apa atau siapapun itu, bahkan seorang Eun-Kyung pun dicuekin olehnya apalagi kamu.

__ADS_1


"Umm, Wulan!" ucap Eun-Kyung mendekati Wulan sembari menepuk pundak gadis itu.


"Eh, iya tante. Maaf maaf, aku gak sadar tadi kalau ada tante Eun disini! Ada apa ya tante?" ucap Wulan kaget sekaligus merasa bersalah.


"Ahaha, gapapa kok. Tante cuma mau tanya sama kamu aja," ucap Eun-Kyung tersenyum.


"Ohh, tanya soal apa ya tante?" Wulan kebingungan tak mengerti apa yang hendak ditanyakan oleh Eun-Kyung padanya.


"Eee ini tentang kemarin, tante kan sempat lihat kamu dekat dengan suami tante di taman depan. Tante cuma penasaran aja, kamu ini kenal dimana sih sama om Sergie alias suami tante itu? Soalnya tante lihat-lihat kalian seperti dekat sekali, apa kalian sudah saling kenal sebelum bertemu di rumah tante?" tanya Eun-Kyung penasaran.


Wulan tersentak kaget mendengar pertanyaan dari Eun-Kyung barusan, ia kini bingung harus menjawab apa dan bagaimana untuk dapat membuat Eun-Kyung tidak penasaran lagi dengannya.


"Aku harus gimana ini? Gak mungkin juga aku bilang yang sebenarnya ke tante Eun, kalau aku ini anak hasil hubungan gelap om Sergie sama mama aku dulu! Aku ini anak kecil yang tante asingkan dulu bersama om Sergie, maaf banget tante! Aku belum bisa bicara soal itu sekarang, karena aku masih ingin meniti karir dan balas dendam ke om Sergie atas segala perbuatan yang sudah dia lakukan ke aku dan juga mama aku dulu!" gumam Wulan dalam hati.


Melihat Wulan terdiam, Eun-Kyung pun semakin bingung dan penasaran pada gadis itu.


"Wulan, kamu kenapa diam sayang? Ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu, atau apa? Kasih tau aja sama tante sayang, supaya tante bisa bantu kamu kalau kamu ada masalah!" ucap Eun-Kyung.


"Eee enggak kok tan, kemarin itu aku sama om Sergie cuma ngobrol biasa dan om Sergie juga lebih sering bahas tentang Topan. Aku sama om Sergie itu belum saling kenal tante, kita aja baru ketemu sekali waktu di rumah tante!" jawab Wulan berbohong.


"Ohh, kalo gitu gimana sayang? Apa pendapat kamu tentang Topan anak tante?" tanya Eun-Kyung.


"Hah? Ya Topan tuh baik, dia juga ganteng dan pastinya jadi idaman banyak wanita di luaran sana atau yang pernah ketemu sama dia!" jawab Wulan.


Eun-Kyung tersenyum mendengar jawaban Wulan.


"Baguslah, dari sekian banyak wanita yang suka sama Topan. Tante harapnya kamu Wulan yang akan jadi istri Topan suatu saat nanti!" batin Eun-Kyung.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2