
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 287
...•...
...•...
Kriiinggg... Kriiinggg...
Waktu pulang sekolah telah tiba, Cahaya bersama Mawar dan Melani pun seperti biasa melangkah bareng menuju ke depan sekolah sembari mengobrol membahas gosip masa kini.
Namun, disaat mereka sampai di depan sekolah tiba-tiba saja ada Robi disana yang mencegat mereka dan berdiri tepat di hadapan Cahaya. Pria itu tersenyum renyah menatap wajah Cahaya tanpa rasa khawatir sama sekali.
"Hai Aya! Apa kabar kamu? Udah lama ya kita gak ketemu?" ucap Robi menyapa gadis itu.
Cahaya memandang sinis ke arah Robi, sejujurnya ia ingin menghindar, tetapi tak ada pilihan lain saat ini selain meladeni Robi terlebih dahulu.
"Hai juga! Lu mau apa kesini lagi?" tanya Cahaya.
"Santai aja! Gue cuma mau ketemu sama lu, gue kangen tau sama lu Aya!" jawab Robi tersenyum.
"Haish, basi lu!" bentak Cahaya emosi.
Robi justru tersenyum dan mendekati Cahaya, pria itu dengan berani mengangkat tangan hendak mengelus rambut Cahaya, namun gadis itu reflek menghindar karena tak ingin disentuh Robi.
"Jangan kurang ajar! Ini di sekolah, dan gue bisa teriak supaya lu ditangkap!" ancam Cahaya.
"Hahaha, galak amat sih! Kan gue cuma mau elus rambut lu kayak dulu, kenapa lu jadi begini dah? Ohh, pasti karena waktu itu lu dilecehin sama empat orang cowok, ya di hotel? Duh Cahaya, kemana sih si Topan pacar lu itu? Masa dia gak bisa jagain lu, sampe lu bisa dilecehin gitu?" ujar Robi.
Cahaya terkejut karena Robi ternyata tahu mengenai hal itu, padahal ia tak memberitahu pada siapapun kecuali Topan dan kedua temannya.
"Darimana lu tahu soal itu?" tanya Cahaya heran.
"Aduh Aya, lu gausah heran gitu deh! Muka lu makin cantik kalo lagi kayak gitu, gue gak tahan pengen pegang dan elus wajah lu Aya! Kita ngobrol di tempat lain yuk, berdua aja!" ucap Robi.
"Ogah! Gue mau pulang, gue juga males ngobrol sama cowok aneh kayak lu!" ujar Cahaya.
"Hah? Harusnya yang lu bilang begitu tuh si Topan, masa pacar gak bisa ngelindungin ceweknya sih? Payah amat!" cibir Robi.
__ADS_1
"Lu jangan jelek-jelekin Topan!" bentak Cahaya.
"Wih, lu makin galak aja ya gue lihat-lihat! Tapi, gapapa deh gue suka!" ucap Robi tersenyum.
"Dasar gila!" umpat Cahaya kesal.
Mawar dan Melani pun berusaha menenangkan Cahaya yang sudah terbawa emosi, mereka memijat pundak gadis itu sembari memberikan kalimat penenang bagi Cahaya.
"Aya, sabar jangan kepancing!" ucap Mawar.
"Iya Aya, biarin aja dia mau bilang apa kek! Udah, yuk kita pergi aja dari sini Aya!" sahut Melani.
"Bener, ayo Aya!" ucap Mawar.
Akhirnya Cahaya berhasil ditenangkan oleh kedua gadis itu, ya Cahaya pun menghela nafasnya sambil mengelus dada untuk mengontrol emosi.
Lalu, Cahaya bersama kedua temannya pun hendak pergi dari sana meninggalkan Robi. Akan tetapi, lagi-lagi Robi menghalangi niat mereka dengan berdiri di hadapan ketiga gadis itu.
"Mau kemana sih cantik? Gue belum selesai ngomong loh, kok main pergi gitu aja?" tanya Robi.
"Haish, gak ada yang perlu diomongin lagi! Gue udah muak sama lu Robi! Mending lu pergi deh, jangan harap gue mau sama lu!" bentak Cahaya.
"Hahaha, pergi? Gak akan Cahaya!" ujar Robi.
"Iya dong, gue kan kangen sama lu Aya!" ucap Robi dengan santainya.
Cahaya pun geleng-geleng kepala, lalu tiba-tiba Robi mencengkeram lengannya dengan keras dan hendak menarik gadis itu.
"Ish, lepasin gue!" ucap Cahaya berontak.
"Gak akan, ayo lu ikut sama gue!" tegas Robi.
"Lepasin!" bentak Cahaya.
Mawar dan Melani pun berusaha membantu Cahaya, mereka menarik paksa tangan Robi dari lengan Cahaya agar pria itu tak bisa memaksa Cahaya pergi dari sana dengannya.
"Lepasin Aya!" teriak Mawar.
"Cahaya...!!"
Suara teriakan keras muncul dari arah gerbang utama sekolah, sontak Cahaya serta yang lainnya pun menoleh kesana.
"Topan?"
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Calissa menemui Andre untuk meminta bantuan dari pria itu terkait rencana yang sudah ia persiapkan demi memisahkan hubungan antara Topan dengan Cahaya.
Ya Calissa sengaja ingin memperluas jaringan kerjasamanya dengan berbagai orang, tentu agar ia lebih mudah membuat Cahaya dan Topan putus tanpa harus turun tangan langsung ke lapangan.
"Hai Lisa!" sapa Andre begitu melihat Calissa muncul di taman tempat janjian itu.
"Hai juga! Kamu udah lama disini, Ndre?" tanya Calissa tersenyum.
"Gak kok, baru beberapa menit yang lalu. Aku suka banget bisa ketemu lagi sama kamu Lisa, duduk sini di samping aku!" ucap Andre.
Calissa mengangguk, kemudian duduk disana.
"Jadi, apa yang mau kamu bicarakan sama aku Lisa?" tanya Andre penasaran.
"Eee aku pengen minta bantuan sama kamu, Ndre. Aku lagi kena masalah besar, ini soal cowok dan aku itu cinta banget sama dia! Tapi, dia malah jadian sama cewek lain yang aku benci! Makanya aku mau minta bantuan kamu buat pisahin mereka, apa kamu bersedia Ndre?" jelas Calissa.
Andre terdiam sejenak, ia terkejut karena ternyata Calissa menyukai pria lain dan bukan dirinya. Padahal ia sudah sangat berharap sebelum ini.
"Umm, mau aja sih aku mah. Emangnya apa yang harus aku lakukan supaya bisa pisahin mereka? Terus, bayaran buat aku apa Lisa?" tanya Andre sembari mengelus wajah gadis itu.
"Kamu maunya bayaran apa?"
Andre tersenyum saat Calissa bertanya seperti itu, ia mendekati gadis itu lalu berbisik di telinganya.
"Tubuh kamu," desis Andre.
Calissa langsung menganga lebar mendengar permintaan Andre, ia melirik ke arah pria tersebut dengan tatapan terbuka lebar.
"Maksud kamu apa sih?" tanya Calissa heran.
"Iya cantik, aku pengen ngerasain tubuh kamu lagi. Soalnya itu enak banget, bisa kan?" jawab Andre.
"Haish, ya oke deh aku mau! Asalkan kamu bisa lakuin apa yang aku minta, gimana?" ujar Calissa.
"Boleh, aku setuju!" ucap Andre.
Calissa mengulurkan tangannya ke arah Andre meminta jabatan tangan untuk memastikan bahwa perjanjian itu telah resmi dilakukan, Calissa sangat senang karena ia akhirnya kembali mendapat satu orang yang bisa diajak kerjasama.
Andre pun mengayunkan tangannya dan berjabat tangan dengan wanita itu, ia juga ikut senang lantaran ia dapat mencicipi tubuh Calissa untuk yang kesekian kalinya.
"Dengan begini, aku yakin Cahaya dan Topan gak akan bisa bersatu lagi!" batin Calissa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1