Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 51. Dicegat


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 50


...•...


...•...


Setelah menyerahkan makalahnya pada pak Jumali, Cahaya pun hendak pulang ke rumah karena memang sudah tak ada yang perlu ia lakukan lagi di sekolah tersebut. Ia ditemani dua sahabatnya jalan keluar menuju parkiran motornya, tentu Mawar serta Melani tidak mau jika Cahaya kembali histeris atau bahkan bersedih lagi nantinya.


"Thank you guys, udah temenin gue sampe parkiran! Harusnya gak perlu lah kalian sampe kayak gini, gue kan udah gak kenapa-napa juga!" ucap Cahaya tersenyum mengucap terimakasih.


"Ya kita cuma mau jaga-jaga aja, Cahaya! Siapa tau nanti lu malah kayak tadi lagi, kalo lu sendirian kan repot gak ada yang bantu!" ucap Mawar.


"Aduh kalian ini baik banget sih, peluk dong!" ucap Cahaya sembari merentangkan tangan hendak memeluk kedua sahabatnya itu.


Mereka pun berpelukan sekilas disana sebelum akhirnya akan berpisah, ya Cahaya pulang sendiri dengan motornya sementara Mawar & Melani tentunya menunggu jemputan mereka masing-masing setelah Cahaya pergi.


"Yaudah guys, sekali lagi makasih ya udah bantu gue! Sekarang gue mau balik dulu, sampe ketemu besok!" ucap Cahaya berpamitan pada temannya.


"Iya, hati-hati Cahaya!" ucap Mawar & Melani secara bersamaan sembari melambaikan tangan.


Cahaya pun memakai helmnya lalu naik ke motor, tak lupa ia juga melambai ke arah dua sahabatnya sembari menancap gas pergi dari tempat itu. Cahaya keluar gerbang sekolah dengan motornya, sedangkan Mawar & Melani kini berjalan menuju koridor sekolah menunggu kedatangan jemputan.

__ADS_1


Melihat Cahaya telah melintas pergi, sosok pria yang sedari tadi mengikuti Cahaya pun juga ikut pergi dari tempat santainya. Pria itu bergegas menaiki motornya demi bisa mengejar Cahaya, ia sampai lupa tak membayar kopinya dan pergi begitu saja.


"Woi, bayar dulu!!" teriak si penjual kopi, namun tentu tak digubris oleh pria tersebut.


Cahaya merasa cemas karena ada sebuah motor yang lagi-lagi mengikutinya dari belakang, ia baru sadar dan ingat kalau motor tersebut persis seperti motor yang juga mengikuti ia ke sekolah sebelumnya saat pulang dari warnet.


"Siapa sih dia? Ngapain coba ngikutin gue mulu?" batin Cahaya panik sekaligus takut.


Akhirnya Cahaya mempercepat laju motornya demi bisa menjauh dari kejaran motor tersebut, suasana hatinya kini tengah panik dan jantungnya sampai dag dig dug ser karena terus saja diikuti oleh seorang pengendara motor itu dari belakang.


Dengan segala upaya serta doa yang selalu ia panjatkan, Cahaya berharap bisa menghindari motor itu dan siapapun yang mengejarnya itu tidak akan bisa mewujudkan keinginannya.


Cahaya mengarahkan motornya ke jalan tikus yang tampak sepi jarang ada kendaraan lewat, ia memilih jalan itu dengan alasan agar lebih leluasa berkendara dengan kecepatan tinggi. Namun, ia tak memikirkan resiko buruknya jika melalui jalan sepi seperti ini apalagi dalam kondisi tengah diikuti seseorang.


Ciitttt....


Dari arah belakang juga satu pemotor lainnya sudah berhasil menyusulnya, mereka kini membuka helm masing-masing dan jalan menghampiri Cahaya yang masih panik di atas motornya.


"Lo yang namanya Cahaya?" ujar salah seorang dari mereka yang berbadan besar serta tinggi.


Cahaya tampak gugup ketakutan menatap wajah orang-orang itu, ia tak mengerti apa mau mereka dan bagaimana mereka bisa tahu namanya.


"Siapa kalian...??"


...•••...


Topan menuju ke mobilnya dan hendak pulang setelah menyelesaikan kuliahnya, namun tiba-tiba saja Bella datang kembali mendekatinya sambil memegang lengan pria itu. Tentu saja Topan terkejut dan tidak jadi membuka pintu mobilnya, ia pun kembali menoleh dan tertahan disana karena Bella terus saja memegang lengannya.


"Bel, lu mau ngapain lagi sih? Gue harus pulang sekarang, tolong jangan ganggu gue lagi! Lu pasti ngerti kan Bella, kita harus jaga jarak!" ucap Topan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Topan membuat Bella sedikit cemberut karena merasa pria itu tidak menyukai dirinya, padahal ia sangat berharap Topan kembali tertarik padanya dan mereka bisa berpacaran seperti sebelumnya walau kali ini ia hanya ingin membalaskan dendam nya pada Topan.


"Topan, kenapa kamu bilang begitu sih? Aku ini kan cuma mau kalau kita lebih dekat dari sebelumnya, lagian emang kenapa sih kita harus jaga jarak? Walau kita udah putus, kan kita masih bisa berteman seperti orang-orang lainnya!" ucap Bella.


"Maaf Bella, gue belum bisa cerita ke lu sekarang kalau gue udah jadiin lu sebagai bahan taruhan balapan sama Bram! Gue takut lu bakal kecewa kalau tau itu semua, maafin gue ya Bel!" batin Topan.


Entah mengapa melihat Topan diam seperti itu justru membuat Bella penasaran dan merasa kalau pria tersebut sedang menutupi sesuatu darinya, Bella berusaha mencari tahu apa penyebabnya Topan sampai terus menghindar darinya.


"Kamu kenapa sih? Aku tuh lagi bicara sama kamu, kok kamu malah diem aja kayak gitu? Topan, aku cuma mau jadi sahabat kamu!" ucap Bella.


"Maaf Bella, gue harus pulang sekarang! Mending coba deh lu deketin si Bram aja, bukannya kalian juga udah sahabatan kan?" ucap Topan menyingkirkan tangan mulus yang menempel di lengannya.


"Ya gak ada salahnya kan kalo aku juga mau berteman sama kamu? Lagian semakin banyak teman itu bukannya semakin bagus, ya? Kamu jangan begini dong Topan, ayolah sahabatan sama aku!" ucap Bella memaksa Topan.


"Bel, gue mau balik! Kita bahas ini lain kali aja ya? Sekarang mending lu temuin Bram sana, gue yakin dia pasti lagi nyariin lu!" ucap Topan.


"Kenapa sih? Kenapa kamu selalu nyuruh aku buat deket sama Bram? Apa yang kamu sembunyiin sebenarnya, Topan?" tanya Bella penasaran.


"Gak ada kok, gue cuma seneng aja kalo lihat lu moveon dari gue terus deket sama cowok lain! Karena gue gak mau, terus-terusan diganggu sama lu!" ucap Topan tegas.


Perasaan Bella terasa hancur saat ini setelah Topan dengan teganya berkata seperti itu, ia langsung terdiam dan berhenti memaksa Topan untuk mau berteman dengannya. Matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa sedih yang hendak keluar, namun ia terus berusaha menahannya agar tak keluar.


Sedangkan Topan seakan tak perduli dengan perasaan gadis itu, walau sebenarnya ia sangat merasa bersalah telah menyakiti Bella. Ya tapi saat ini ia tak bisa berbuat apa-apa lagi karena sudah terikat janji dengan Bram untuk menjauhi Bella.


Topan pun masuk ke mobilnya lalu menancap gas dan pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis itu disana sendirian, ia tak mau terus-terusan berdekatan dengan Bella karena takut Bram melihatnya dan akan terjadi sesuatu yang buruk.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2