Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 182. Suka bola


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 181


...•...


...•...


"Eh, semalam kamu nonton liga Champions gak" tanya Hendra memulai obrolan dengan Topan.


Topan terhenyak kaget dengan bahasan yang ditanyakan oleh Hendra, ia sama sekali tak mengerti tentang itu karena memang Topan tidak menyukai sepakbola. Ya Topan adalah penyuka balap mobil dan lebih tertarik mengikuti olahraga itu dibanding apapun, namun ia berusaha untuk tetap mengikuti perbincangan Hendra agar pria itu tidak marah lagi.


"Eee enggak om, kebetulan saya ketiduran." jawab Topan sambil nyengir.


"Yah sayang banget! Padahal semalam itu seru loh pertandingannya! Eh omong-omong, kamu suka bola kan? Pasti dong, masa laki-laki gak suka bola? Pakai rok aja kalo gitu mah!" ujar Hendra.


"Hahaha, iya suka kok om! Suka banget malah!" ucap Topan berbohong.


"Nah bagus, terus tim apa yang kamu suka?" tanya Hendra.


Topan lagi-lagi terdiam, ia menelan saliva nya dengan susah payah karena bingung harus menjawab apa saat ini. Topan memang tidak mengikuti sepakbola, sehingga ia tak tahu harus bagaimana sekarang dan tidak mungkin tentunya ia mengeluarkan hp untuk searching di depan Hendra.


Untungnya Topan sempat mendengar sekilas berita tentang sepakbola itu, ia pun menjawab saja berdasarkan apa yang pernah ia lihat atau dengar sebelumnya. Ya walau ia tak mengerti apapun perihal sepakbola, karena yang ia ketahui hanyalah balapan dan juga jenis-jenis mobil termahal di dunia yang harus ia miliki untuk dijadikan koleksi.


"Eee Manchester united, om." jawab Topan.


"Oalah, emyu? Kenapa kamu suka sama emyu? Tim jelek begitu, masa disukain?" tanya Hendra.

__ADS_1


"Eee enggak tahu juga, om. Suka aja!" jawab Topan.


"Hahaha, kalo udah suka jadi buta ya? Sama sih kayak om kemarin-kemarin, karena terlalu suka dan cinta pada Calissa, om jadi buta dan gak bisa membedakan antara cinta dan harta. Bahkan om sampai sering berdebat dengan Cahaya karena itu, om benar-benar nyesel banget!" ucap Hendra.


"Sabar om! Yang penting kan sekarang semuanya udah terungkap, om sama Cahaya juga udah baikan kan?" ucap Topan.


"Iya sih, cuma tetep aja om ini belum bisa maafin diri om sendiri atas kejadian itu!" ujar Hendra.


Topan memilih diam menunduk, ia takut jika salah berbicara nantinya dan malah menyinggung perasaan Hendra. Tentunya Topan tidak mau hubungan yang sudah membaik ini, justru malah kembali rusak hanya karena kesalahan mendasar dari dirinya sendiri saat ini.


Untunglah tak lama kemudian, Cahaya muncul dari dapur sembari membawakan minuman untuk Topan dan juga papanya tentu. Cahaya pun meletakkan dua gelas minuman itu di atas meja kemudian mempersilahkan pada keduanya untuk segera minum, sedangkan ia sendiri akan kembali ke dapur untuk menaruh nampannya.


"Pah, ayo diminum! Topan, lu juga minum tuh gausah malu-malu!" ucap Cahaya.


"Iya iya," ucap Topan gugup.


Topan dan Hendra langsung mengambil gelas minuman itu seraya mengucap, "Terimakasih, Cahaya!" sambil tersenyum dan kemudian meminum minuman buatan gadis cantik itu secara bersamaan disana.


Setelahnya, Cahaya pun kembali ke dapur membawa nampan kosong di tangannya dengan perasaan sedikit senang karena melihat keakraban antara papanya dan juga Topan. Ia langsung menghampiri keduanya lagi di ruang tamu, karena penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh papanya dan Topan saat ini.


"Pah, lagi pada bicarain apa sih?" tanya Cahaya penasaran sembari duduk di samping papanya.


"Soal bola. Ternyata Topan ini suka juga sama bola, jadi papa sekarang ada teman ngobrol yang bisa bahas soal bola. Soalnya kamu tiap kali papa ajakin ngobrol tentang bola, pasti selalu bilang gak ngerti!" jawab Hendra menjelaskan.


"Ohh, ya kan aku emang gak suka bola. Eh btw, lu emang suka ya sama sepakbola? Bukannya lu lebih sering nonton balapan, sama kayak gue?" ujar Cahaya menatap heran ke wajah Topan.


"Eee kamu jangan salah! Aku gini-gini penggemar banyak olahraga, balapan juga sama bola juga." ucap Topan sambil tersenyum.


"Bagus itu! Jadi sama-sama ada chemistry-nya, sama Cahaya kamu cocok karena sama-sama suka balapan, nah kalo sama om cocok juga karena penyuka bola juga! Cuma sayang aja kamu malah dukung emyu, harusnya Madrid dong biar kayak om juga!" ucap Hendra.


"Hahaha, iya om." ujar Topan tertawa kecil.


"Oh ya, kamu kenapa duduk disini? Sana lah di samping pacar kamu itu!" ucap Hendra.

__ADS_1


"Hah? Apaan sih, pah?" ujar Cahaya kaget.


"Ya iya, kamu sama Topan pacaran kan? Udah ngaku aja gapapa, sekarang kamu boleh kok deket sama Topan! Ya tapi asalkan si Topan ini jadi fans real Madrid juga sama kayak papa, baru deh papa kasih restu buat kalian berdua!" ucap Hendra.


"Yang bener om? Yaudah deh, kalo gitu mulai sekarang saya ngefans sama real Madrid!" ucap Topan langsung gembira.


"Nah bagus itu, mantap!" ucap Hendra mengajak tos ke arah Topan dan diikuti saja oleh Topan.


Cahaya pun geleng-geleng kepala sembari menepuk jidatnya melihat kelakuan sang papa dengan Topan, namun ia senang karena saat ini papanya tidak lagi bersikap galak kepada Topan ataupun dirinya seperti sebelumnya, justru sekarang Hendra malah merestui hubungan mereka dan meminta Cahaya pindah tempat duduk ke samping Topan.


❤️


Singkat cerita, kini Cahaya diminta oleh papanya untuk mengantar Topan pulang sampai ke depan lobby apartemen tersebut. Ya Cahaya pun menurut karena kebetulan juga ada yang ingin ia sampaikan kepada Topan disana, ia ingin bertanya secara langsung pada Topan mengapa pria itu tega memboyong dirinya selama ini.


Topan sendiri juga senang lantaran ia dapat waktu berdua dengan Cahaya walau sebentar, ya ia terus saja memandang wajah Cahaya selama perjalanan sampai ke lobby itu. Bahkan di dalam lift saja Topan dengan beraninya mengecup bibir Cahaya, karena disana sepi dan hanya ada mereka berdua yang membuat Topan jadi tergugah untuk melakukan itu.


"Makasih pacar! Kamu udah mau anterin aku sampe ke depan sini, emang dah kamu pacar yang paling pengertian!" ucap Topan.


"Iya, sama-sama. Gue mau juga karena gue ada urusan sama lu," ucap Cahaya.


"Hah? Urusan apa pacar?" tanya Topan penasaran dan ingin segera tau.


Cahaya memutar bola mata sekilas sembari menghela nafas sebelum ia berbicara pada Topan disana, ia sungguh bingung ingin bertanya mulai darimana kepada pria tersebut.


"Gue mau tanya sama lu, kenapa lu bohongin gue soal hubungan lu sama Calissa?" tanya Cahaya.


Topan pun tersentak mendengar pertanyaan dari Cahaya barusan, ia bingung lantaran Cahaya menatapnya dengan tatapan tajam.


"Eee aku...."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2