
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 313
...•...
...•...
Tliingg...
Calissa yang sedang rebahan santai di markasnya, terkejut saat mendengar suara ponsel miliknya yang berdering. Ia pun terpaksa bangkit dan mengambil sejenak ponselnya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan kepadanya.
Calissa terkejut begitu melihat notifikasi dari Topan, matanya pun berbinar-binar merasa senang dan tak percaya juga karena Topan akhirnya kembali menghubungi nomornya setelah sekian lama.
💌My honey Topan : Calissa, gue mau ketemu sama lu siang nanti! Kalo lu bisa dateng aja ke taman mutiara sekitar jam dua! Lu masih inget kan tempatnya? Tapi, lu harus dateng sendiri gak boleh ditemenin siapapun termasuk cowok lu itu! Gue tunggu lu disana, sampai nanti!
Begitulah isi pesan dari Topan, sontak Calissa langsung sumringah mengetahui Topan ingin mengajaknya ketemuan hanya berdua.
"Aaaa gue seneng banget! Topan akhirnya mau ajakin gue ketemuan lagi! Pasti dia berubah pikiran deh dan mau balikan sama gue, ahaha i love you my baby Topan!" ujar Calissa kegirangan.
Tentu saja Calissa pun membalas pesan dari Topan, ia tak ingin membuat Topan merasa diacuhkan.
💌Calissa : Oke Topan sayang, aku pasti dateng kok! Sampai ketemu nanti ya, i love you kesayangan!😘😘
"Aaaa seneng banget gue!" teriaknya.
Disaat ia sedang asyik loncat-loncat kegirangan, lagi lagi ada sebuah pesan yang masuk ke ponselnya. Awalnya Calissa mengira itu pesan balasan dari Topan, namun ternyata setelah ia lihat bukan Topan yang mengirim pesan tersebut melainkan Andre.
"Andre ngapain sih? Ganggu aja!" ujarnya.
Ia pun membuka pesan itu dan membacanya.
💌Andre mesum : Calissa, aku udah berhasil yakinin Robi kalau aku juga berkhianat dari kamu! Sebentar lagi aku bakal tahu apa-apa aja yang sudah direncanakan Robi untuk menggagalkan rencana kita, kamu tenang ya sayang!
Calissa bertambah senang membaca pesan dari Andre itu, ia pun tampak senyum-senyum sendiri sembari memeluk ponselnya dan kembali merebahkan tubuh di ranjang.
"Uhh bahagia banget gue hari ini! Topan ngajak ketemuan, Andre udah berhasil jebak Robi! Gue hanya tinggal tunggu waktu saat gue berhasil balikan sama Topan dan singkirin Cahaya, abis itu pasti hidup gue bakalan tambah ceria dan gak akan ada lagi kesedihan yang gue alamin!" ucap Calissa.
•
•
Sementara itu, Topan yang tengah bersama Cahaya di dalam mobil pun langsung menoleh ke arah gadisnya dan mengecup kening gadis itu secara tiba-tiba.
Cupp!
Sontak Cahaya terkejut, karena ia sebelumnya tak mengira Topan akan mengecupnya seperti itu.
"Kamu kenapa cium aku?" tanya Cahaya heran.
"Gapapa, aku cuma pengen kasih tahu ke kamu kalau aku udah minta Calissa buat datang ke taman mutiara nanti siang!" jawab Topan.
"Ohh terus apa hubungannya sama kamu cium aku tadi?" tanya Cahaya masih bingung.
"Udah kamu gausah mikirin soal itu! Kita langsung gas aja ya ke sekolah kamu? Nanti kalau kamu telat, aku lagi yang disalahin gara-gara lama jalannya!" ucap Topan tersenyum.
"Iya deh," ucap Cahaya mengangguk.
Topan mengusap puncak kepala Cahaya, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang pergi meninggalkan rumah gadis itu.
Saat di jalan, Cahaya kembali berbicaralah pada Topan sembari menoleh dengan tatapan gemasnya yang membuat Topan tak tahan ingin mencubit pipi gadis itu kesekian kalinya.
"Pacar!" tegur Cahaya.
"Iya kenapa sayang?" tanya Topan heran.
"Nanti kamu ketemu sama Calissa nya cuma berdua aja?" ujar Cahaya bertanya pada kekasihnya.
"Iya sayang, emang kenapa?" ucap Topan santai.
"Haish, pake nanya lagi! Ya aku gak suka lah kalo kamu berduaan aja sama Calissa! Kamu minta temenin siapa kek gitu, supaya aku percaya kalau kamu gak akan ada rasa lagi sama Calissa itu! Kalian kan pernah pacaran, saling cinta juga! Kalau misal kamu kepincut dia lagi gimana?" ujar Cahaya.
"Hahaha kamu cemburu ya pacar?" ledek Topan.
"Ya iyalah, aku kan pacar kamu! Siapa yang gak cemburu kalau pacarnya berduaan sama cewek lain? Apalagi ceweknya itu mantan terindah yang bikin kamu sudah moveon!" ujar Cahaya.
"Tenang aja! Aku udah gak ada rasa lagi sama tante-tante itu! Sekarang cuma ada kamu di hati aku!" ucap Topan tersenyum.
__ADS_1
"Ah masa?"
"Iya, kalau kamu gak percaya kamu boleh belah dada aku sekarang juga! Pasti di hati aku cuma ada nama kamu pacar, gak ada yang lain apalagi si Calissa itu!" ucap Topan.
Seketika Cahaya tersipu dengan kata-kata Topan, ia tersenyum dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Hey, kenapa kamu buang muka kayak gitu? Baper ya sama kata-kata aku barusan? Udah kamu santai aja pacarku sayang, aku kan ketemu sama Calissa cuma buat bahas tentang rencana dia yang pengen singkirin kamu!" ucap Topan.
"Umm, iya deh iya aku percaya sama kamu! Tapi, awas loh ya kalo kamu macam-macam sama Calissa!" ancam Cahaya.
"Iya aku janji sayang!" ucap Topan tersenyum.
"Janji?" ucap Cahaya sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji!"
Topan pun menyatukan jari kelingking miliknya dengan milik Cahaya, lalu mereka berdua sama-sama tersenyum di dalam mobil itu dan saling pandang sesaat.
•
•
Singkat cerita, mereka telah sampai di sekolah. Topan pun menghentikan mobilnya tepat di halaman depan sekolah tersebut, lalu ia mendekati Cahaya sembari mengusap lembut wajah gadis itu.
Cahaya pun tersenyum memandangi wajah tampan sang kekasih dari jarak dekat, perlahan ia juga mulai menggerakkan tangannya dan membelai wajah Topan dengan lembut sambil maju mendekat ke arah wajah pria itu dan mengecupnya.
Cupp!
Topan pun terkejut dengan kecupan dari Cahaya, ia bengong sambil memegangi wajahnya yang tadi dicium oleh Cahaya.
"Kenapa? Kok bengong?" tanya Cahaya.
"Kamu barusan beneran cium aku?" ujar Topan.
"Iyalah, emang kenapa sih? Kamu gak mau ya aku cium?" ucap Cahaya.
"Mau lah sayang! Aku kaget aja tadi! Kamu kan gak biasanya cium aku kayak gitu, palingan yang sering itu cuma aku! Eh ini barusan tiba-tiba aja kamu cium aku, makanya aku terkejut terheran-heran!" ucap Topan tersenyum.
"Ahaha, itu biar kamu gak macam-macam sama Calissa nanti!" ucap Cahaya.
"Ohh masih aja kamu bahas itu sih sayang, kan udah aku bilang kalau aku gak akan pernah kayak gitu sama Calissa! Percaya dong sama aku!" ucap Topan.
"Iya aku percaya kok!" ucap Cahaya tersenyum.
"Yaudah, aku turun dulu ya mau sekolah? Eh tapi nanti kamu tetap jemput aku kan?" ucap Cahaya.
"Iya dong sayang, yakali aku lupain kamu gara-gara ketemu sama Calissa!" ujar Topan nyengir.
"Bagus deh! Tadinya aku mau marah tuh," ujar Cahaya terkekeh sendiri.
"Yeh dasar bocil!" cibir Topan.
"Ih aku udah kelas dua belas tau!" ujar Cahaya.
Topan tertawa kecil sembari mencubit pipi gadis itu hingga Cahaya merasa risih dan cemberut.
"Ish udah ah!" ujar Cahaya.
"Iya iya hahaha..."
Akhirnya Topan berhenti mencubit wajah Cahaya, lalu gadis itu pun kembali pamitan pada Topan dan bahkan mencium tangan pria itu seperti seorang istri yang berpamitan dengan suaminya.
"Aku sekolah dulu ya pacar? Bye!" ucap Cahaya.
Topan tersenyum, kemudian menarik tengkuk Cahaya dan mengecup keningnya lembut. Ia cukup lama menempelkan bibirnya disana sampai Cahaya merasa heran karena Topan tak kunjung mengangkat bibirnya.
Cupp!
"Bye honey! Belajar yang rajin ya supaya cepat lulus dan aku bisa nikahin kamu deh!" ucap Topan.
"Iya siap my pacar!" ucap Cahaya tersenyum.
"Dadah!!"
"Dadah juga!"
Keduanya saling melambaikan tangan, tak lama Cahaya langsung membuka pintu dan turun dari mobil itu untuk pergi ke sekolahnya.
Sementara Topan tetap di dalam mobil, namun ia membuka kaca mobil dan kembali melambaikan tangan ke arah Cahaya.
"Hai sayang! Dadah!!" teriak Topan.
"Iya pacar, dadah!" ucap Cahaya yang harus kembali berbalik badan karena mendengar itu.
__ADS_1
Topan tersenyum renyah, barulah setelahnya ia melajukan mobilnya pergi dari sana karena Cahaya sudah masuk ke dalam sekolah. Ia sungguh senang pagi ini karena Cahaya sempat menciumnya sebentar tadi.
"Gue gak nyangka Cahaya bisa cium gue, tadi gue pikir ini cuma mimpi loh! Makin love deh sama kamu sayangku!" gumam Topan.
❤️
Cahaya yang sudah masuk ke dalam sekolahnya, menghentikan langkah di dekat lobi begitu melihat Rizal yang berada tepat di depannya sambil tersenyum menatap ke arahnya dan membawa setangkai bunga di tangannya.
Cahaya pun tak mengerti apa maksud dari Rizal berdiri di depannya seperti itu sambil membawa bunga, apalagi perlahan pria itu melangkah mendekatinya dan berhenti lagi tepat di hadapannya tanpa menghilangkan senyumnya.
"Hai kak! Masih pagi begini udah cantik aja sih, aku jadi terkagum-kagum sama kamu!" ucap Rizal.
Sontak Cahaya terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan Rizal, ia membuka matanya lebar sambil menganga sedikit. Lagi-lagi ia dibuat emosi oleh pria yang terus berusaha mendekatinya itu.
"Lu apaan sih? Kenapa lu gak kapok-kapok kayak gitu? Kan waktu itu lu udah pernah ditegur sama cowok gue, apa lu gak takut?" ujar Cahaya.
"Buat apa aku takut, kak? Kita kan sama-sama makan nasi, lagian kenapa harus takut? Aku juga cuma pengen kenal lebih dekat sama kamu, apa salah?" ucap Rizal dengan santainya.
"Haish ini orang bener-bener gila!" umpat Cahaya.
"Iya aku gila, itu gara-gara kamu terlalu cantik dan bikin aku tergila-gila!" ucap Rizal.
"Heh! Jangan kurang ajar gitu ya sama gue, lu mau dikeluarin dari sekolah ini?" ancam Cahaya.
"Enggak, aku gak salah kan!" ucap Rizal.
"Hadeh, misi gue harus masuk ke kelas! Sebentar lagi bel udah bunyi, lu juga pergi sana siap-siap upacara bendera!" ucap Cahaya.
"Ngapain? Kalau kamu mau ke dalam, yaudah yuk bareng aja sama aku!" ucap Rizal.
"Dih, jangan ngarep ya! Gue ogah bareng sama lu, udah sana lu pergi aja jangan pernah deketin gue lagi! Atau gue bakal laporin lu ke BK, supaya lu dapet surat peringatan!" ujar Cahaya kesal.
"Jangan dong cantik! Masa cuma karena aku deketin kamu, terus kamu sampe harus lapor ke BK sih? Oh ya kak, ini aku ada bunga buat kamu! Sengaja aku pilih bunga yang ini, karena menurut aku ini tuh paling cantik dari yang lainnya! Sama kayak kamu, paling cantik diantara wanita-wanita yang ada di sekolah ini!" ucap Rizal.
"Hah??"
Cahaya syok dan geleng-geleng kepala mendengar apa yang diucapkan pria itu, mulutnya terbuka lebar tak menyangka dengan apa yang diucapkan Rizal padanya. Bahkan Topan saja tak pernah berkata seperti itu.
"Lu gila banget sih! Harus berapa kali coba gue bilang sama lu? Gue ini gak mau dideketin sama lu, kenapa sih lu gak pernah mau ngerti ha?!" ujar Cahaya sangat emosi.
"Hahaha, kamu kok manis banget sih kalo lagi marah kayak gitu?" ucap Rizal tersenyum.
"Dasar orang gak waras!" umpat Cahaya.
Cahaya memilih pergi dari sana melewati Rizal, akan tetapi pria itu tak membiarkan Cahaya pergi begitu saja. Ya tentunya Rizal mencegah Cahaya dengan berdiri di depan wanita itu sambil terus tersenyum ke arah Cahaya.
"Kamu mau kemana sih? Jalannya bareng aku aja dong kak, biar supaya orang-orang disini gak nganggap aku masih jomblo!" ucap Rizal.
"Ogah! Kalo lu mau gak jomblo lagi, berhenti deketin gue dan fokus kejar cewek yang masih single! Gue ini kan udah punya pacar, lu salah kalo deketin gue kocak!" ujar Cahaya.
"Gak salah kok! Kamu kan baru pacaran, belum nikah! Jadi masih sah-sah aja kalo aku deketin kamu, ya kan?" ucap Rizal.
Cahaya menghembuskan nafasnya sembari memejamkan mata karena tak kuat dengan sikap Rizal itu, ia ingin segera pergi dari sana namun tak tahu harus bagaimana.
"Duh, ini gimana caranya gue bisa lepas dari dia sih?" gumam Cahaya dalam hati.
...•••...
Siang harinya, Calissa sudah sampai di taman mutiara sesuai perintah dari Topan yang mengajaknya bertemu. Ia berdandan dengan cukup tebal bermaksud membuat Topan kembali kepincut dengannya seperti dulu.
Wanita duduk pada bangku yang tersedia, ia kembali mengecek wajahnya pada cermin kecil yang ia bawa kesana itu untuk memastikan apakah makeup di wajahnya itu sudah bagus atau belum.
"Ah udah cantik! Semoga Topan bisa suka lagi sama gue, gue harus bisa!" ujarnya.
Calissa celingak-celinguk ke kanan dan kiri mencari keberadaan Topan, namun tak kunjung juga muncul pria yang ia nanti-nanti itu.
"Duh, Topan kemana sih?" gumamnya bingung.
"Ehem ehem..."
Tak lama kemudian, Topan muncul dan langsung berdehem di samping Calissa. Sontak wanita itu kaget dan menoleh ke arah Topan, ia tersenyum begitu melihat kehadiran pria itu disana dan reflek berdiri.
"Topan? Akhirnya kamu datang juga, yuk sini duduk sayang!" ucap Calissa.
"Oke! Gue pengen kita langsung ke intinya aja, supaya gue juga bisa cepat jemput Cahaya!" ucap Topan.
"Umm, emang kamu mau ngomong apa sih?" tanya Calissa penasaran.
"Ini urusan penting, gue minta sama lu buat berhenti incar Cahaya dan jangan pernah ganggu dia lagi! Kalau sampai lu berani sentuh dia, gue jamin hidup lu gak akan tenang seumur hidup Calissa!" ucap Topan mengancam wanita itu.
Calissa terkejut dan melebarkan bola matanya, ia menelan saliva dengan susah payah sembari membuang mukanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...