
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 139
...•...
...•...
"Ehem..." Calissa berdehem sembari menggeser posisi duduknya lebih dekat ke arah wanita yang tadi menyebutkan nama Topan.
Sontak wanita itu menoleh ke arah Calissa dan memalingkan wajahnya dari ponsel miliknya, ia menatap Calissa dengan penasaran sembari menjauhkan ponsel di tangannya agar tak mengganggu.
"Kenapa ya?" tanya wanita itu.
"Saya tadi dengar kamu sebut nama Topan, pas banget karena saya sekarang juga lagi cari teman saya yang namanya Topan. Siapa tau mbaknya ini bahas Topan yang sama dengan saya," ucap Calissa.
"Ohh, emang nama lengkap teman kamu itu siapa? Kan pasti yang namanya Topan di negara ini bukan cuma satu!" ucapnya.
"Ya iya sih, eee nama lengkapnya itu Thaufan Armando. Apa yang kamu kenal juga Topan yang sama dengan saya sebutin barusan?" tanya Calissa sepertinya sangat penasaran.
"Hah? Kok bisa sama sih? Bener loh, Topan pacar saya itu juga nama panjangnya Thaufan Armando!" jawab wanita itu sedikit syok.
"Pacar?" Calissa terkejut mendengarnya.
"Eee enggak sih, bukan pacar. Tepatnya mantan pacar! Karena saya sama Topan itu udah putus lumayan lama, tapi sebenarnya saya masih cinta sama dia dan belum mau putus!" ucap wanita itu.
"Ohh, pantesan. Ya emang sih kamu bakal sulit buat moveon dari Topan, begitu juga saya!" ucap Calissa.
"Hah? Maksudnya? Kamu juga mantannya Topan, apa gimana nih?" tanya wanita itu terkejut dan sedikit menganga.
"Iya, benar. Saya juga mantan Topan, dan sampai saat ini saya masih belum bisa melupakan Topan karena saya sangat mencintai dia!" ucap Calissa.
"Loh tadi katanya temen kamu?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Kalau saya langsung bilang mantan kan malu, tapi berhubung kamu juga mantan Topan yaudah aku terobos aja gak perlu malu!" jawab Calissa.
"Hahaha, ya wajar sih kalau kamu emang mantan Topan! Secara kamu aja cantik begini, tipenya Topan banget pasti!" ucap wanita itu.
"Makasih, kamu juga cantik kok!" ucap Calissa.
"Oh ya, omong-omong kamu kenal Topan dimana dan dari kapan?" tanya wanita itu penasaran.
"Aku ini teman satu sekolahnya Topan, dulu kami pacaran sejak aku duduk di bangku kelas sepuluh SMA. Topan itu senior aku di sekolah yang selalu usil sama aku sejak pertama kali aku masuk kesana, ya begitulah yang namanya kakak kelas!" jawab Calissa.
"Ohh, berarti duluan kamu ya yang jadi pacarnya Topan dibanding aku." ucap wanita itu.
"Hehe iya, oh ya kita udah ngobrol banyak daritadi tapi belum saling kenal nih! Kenalin, namaku Calissa Maharani dan aku model sekaligus brand ambassador produk skin light yang terkenal itu!" ucap Calissa memperkenalkan diri sekaligus menyodorkan tangan ke arah wanita itu.
"Model? Wow! Kalau aku Bella, aku cuma mahasiswi biasa yang belum punya kerjaan..." ucap wanita yang ternyata adalah Bella itu.
"Salam kenal ya! Gapapa kok kamu masih nganggur, kan kamu juga kuliah. Nanti pasti abis wisuda, bakal banyak perusahaan yang mau gaet kamu buat kerja disana!" ucap Calissa menyemangati Bella.
"Ahaha, aamiin makasih! Ternyata kamu orangnya asik juga ya, beruntung aku bisa kenal sama kamu!" ucap Bella tersenyum.
"Iya sama, kamu juga orangnya asik kok! Gimana kalau mulai saat ini kita berteman? Ya sekalian aja kita bikin komunitas para mantan Topan, gimana?" ucap Calissa terkekeh kecil.
"Hahaha, boleh juga tuh!" ujar Bella tertawa.
...•••...
Disisi lain, diluar dugaan ternyata Topan ada di kantin saat jam istirahat sekolah telah tiba. Bahkan pria itu duduk menunggu di tempat biasa Cahaya serta teman-temannya kumpul, tampaknya ia memang sedang menunggu gadis tercintanya itu disana sembari menikmati minuman di tangannya.
Cahaya bersama Mawar dan Melani terdiam bengong saat melihat ada Topan di depan sana, kedua sahabatnya itu kompak melirik ke arah Cahaya bermaksud bertanya pada gadis itu.
"Aya, itu kok pacar lu ada disana sih?" tanya Mawar.
"Iya ih! Bikin susah aja buat kita bisa kumpul sama lu!" sahut Melani dengan bibir mengerucut.
Cahaya masih terdiam melongok menatap ke arah Topan yang nampaknya juga melihat keberadaan dirinya disana, Cahaya tak mengerti apa maksud Topan yang sampai rela menunggu disana.
"Gue juga gak tau, tadinya gue kira dia udah pulang loh!" ucap Cahaya gugup.
"Hadeh, ini mah udah pasti dia mau ketemu sama lu! Gak mungkin kalo ketemu sama gue, nanti yang ada satu dunia bakal heboh!" ucap Mawar.
__ADS_1
"Sorry ya guys, gue bakal bilang deh sama dia buat gak duduk disitu lagi!" ucap Cahaya.
"Eh gausah lah! Udah lu samperin aja si Topan sana! Biar gue sama Melani cari tempat lain aja, kita gak mau lah ya ganggu kesenangan sohib kita satu ini yang lagi dimabuk asmara!" ucap Mawar.
"Iya bener tuh, kita kan sebagai kawan yang baik harus mendukung lu!" sahut Melani.
"Tapi, guys—"
"Udah gausah tapi tapi! Pokoknya sekarang lu samperin Topan dan ajak dia ngobrol berdua! Tegesin lagi sama Topan, kalau lu itu juga cinta sama dia! Supaya Topan gak berpaling ke lain hati!" potong Mawar dengan cepat.
"Hah? Apaan sih lu?" ujar Cahaya kaget.
"Loh bener kan? Gue tau kok lu juga suka sama Topan, buktinya lu gak nolak sama sekali waktu dia bilang ke semua orang di sekolah ini kalo lu itu pacarnya dia!" ucap Mawar.
"Ya emang bener, tapi kan gue—"
"Udah lah, Cahaya! Sana samperin Topan! Nanti keburu ada cewek kegatelan loh yang deketin dia, secara Topan kan gantengnya maksimal!" potong Mawar lagi.
"Haish, iya iya...." ucap Cahaya pasrah sembari menghela nafas.
"Nah gitu dong!" ucap Mawar dan Melani bersamaan.
Akhirnya Cahaya mau melangkah ke depan menghampiri Topan yang sudah bersiap menunggunya disana sambil senyum-senyum dan mengedipkan matanya genit.
Cahaya pun berjalan perlahan sambil sesekali menoleh ke arah teman-temannya yang juga terus memintanya untuk terus maju mendekati Topan dan berbicara pada pria tersebut.
Topan langsung berdiri dari duduknya begitu Cahaya sampai di dekatnya, Topan lalu mengusap wajah gadisnya sembari membelai rambut terurai milik Cahaya dengan lembut dan tersenyum.
"Hai, cantiknya Topan!" ucap Topan.
"Hah?" Cahaya menganga terkejut.
"Iya dong, kan kamu milik aku! Satu sekolah ini juga udah tau tentang itu, ya kan?" ucap Topan tersenyum menggoda gadisnya sembari mencolek hidung Cahaya dengan jarinya.
"Eee iya...."
"Yaudah, duduk yuk!" Topan mengajak Cahaya untuk duduk di sampingnya, ia menarik kursi itu lalu juga membersihkan kursi tersebut dengan tangannya.
Cahaya masih tampak gugup karena banyak orang yang memperhatikan dirinya disana, termasuk juga kedua temannya itu yakni Mawar dan Melani.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...