
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 69
...•...
...•...
Tliingg...
Tiba-tiba ponsel milik Cahaya yang tergeletak di atas meja itu berbunyi, sontak Topan kaget dan penasaran siapa kiranya yang mengirim pesan ke ponsel Cahaya itu.
"Cahaya kan lagi di toilet, gapapa kali ya kalo gue buka hp nya?" ucapnya.
Topan pun mengambil ponsel milik Cahaya itu dengan perlahan, matanya langsung terbelalak lebar begitu melihat layar ponsel Cahaya dan ia seperti tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Badai....??"
Topan sungguh tercengang melihat pesan yang dikirimkan olehnya untuk Senja malah masuk ke ponsel Cahaya, ya ia juga tak mengira kalau Cahaya ternyata bermain aplikasi penjemput jodoh sama seperti dirinya dan memakai nama Senja.
"Jadi selama ini, Senja itu Cahaya...?? Kenapa gue gak sadar sih kalau cewek yang udah bikin gue nyaman ada di deket gue, tapi kok gue gak percaya ya?" gumam Topan terheran-heran.
"Woi!"
Tiba-tiba suara seorang wanita terdengar dari belakang Topan, ya Topan pun reflek menoleh dan ternyata sudah ada Cahaya disana tengah berdiri menatap ke arahnya dengan tatapan tajam sambil melipat dua tangannya di depan.
"Ngapain lu buka-buka hp gue? Gak sopan banget sih jadi orang, hargai privasi orang dong!" ujar Cahaya.
Tanpa menunggu jawaban dari Topan, Cahaya langsung saja menarik ponselnya secara paksa dari tangan Topan kemudian melihatnya dan ia baru sadar kalau sedari tadi Topan membuka aplikasi penjemput jodoh miliknya dan membaca pesan dari Badai yang baru masuk ke ponselnya.
"Badai pake acara kirim pesan pas ada Topan lagi, kan dia sekarang jadi tau kalo gue download aplikasi ini!" gumam Cahaya cemas di dalam hatinya.
__ADS_1
Topan masih diam tak bersuara, rupanya ia belum bisa percaya kalau ternyata Senja yang selama ini ia kagumi adalah Cahaya sosok gadis yang terus saja memancing keributan dengannya bahkan memiliki hutang karena menabrak mobilnya dari belakang.
Sementara Cahaya tampak mengetik balasan untuk Badai sembari menoleh ke kanan dan kiri mencari wujud pria tersebut, ia belum tahu jika Badai sebenarnya Topan yang sekarang sudah berada di depannya tengah tercengang.
💌Senja : Kamu dimana? Aku kok gak lihat ada cowok sendirian di cafe ini, jangan-jangan kamu salah cafe ya?
Tliingg...
Tiba-tiba ponsel Topan berdering bersamaan setelah Cahaya mengirim pesan untuk Badai, ya tentu saja itu memang pesan dari Cahaya yang ditujukan pada Badai dan masuk ke ponsel Topan.
Dengan cepat Topan membuka ponselnya mengecek siapa yang mengirim pesan untuknya, begitu ia melihat nama Senja ia langsung spontan menoleh ke arah Cahaya dan menatapnya. Sedangkan Cahaya tampak heran mengapa ponsel Topan bisa berbunyi setelah ia mengirim pesan, namun ia berpikir mungkin hanya kebetulan saja.
"Hey, Senja!" ucap Topan sembari menatap wajah Cahaya dengan tatapan dingin.
Sontak Cahaya menoleh terkejut ketika Topan menyebut nama Senja ke arahnya, ia baru ingat kalau Topan tadi sempat membuka aplikasi penjemput jodoh di ponselnya dan bisa saja Topan membaca username yang ia gunakan disana dan hanya iseng memanggilnya dengan sebutan itu.
"Apa?" tanya Cahaya terheran-heran.
"Lu masih belum sadar, ya?" ucap Topan tersenyum.
"Badai yang lu cari-cari itu ada di depan lu sekarang, dia lagi sama lu disini dan gak salah cafe!" ucap Topan sambil bangkit dari duduknya mengikis jarak antara tubuhnya dengan Cahaya.
Cahaya pun makin dibuat terkejut mendengar perkataan Topan barusan, ia menggelengkan kepalanya tak percaya kalau yang dikatakan Topan itu benar bahwa dia adalah Badai yang sedang ditunggu dan dicari oleh Cahaya saat ini.
"Maksud lu apa sih?" tanya Cahaya tak mengerti.
"Simpel aja, gue ini Badai dan gue juga tahu kalo selama ini Senja itu lu...." jawab Topan sembari terus mendekatkan tubuhnya ke arah Cahaya.
Tak terasa kini mereka sudah sangat dekat bahkan deru nafas keduanya saling menyapa membuat jantung Cahaya berdebar-debar, ia menatap tak percaya ke arah Topan sedangkan Topan tampak menyunggingkan senyum sembari membelai rambut gadisnya secara lembut.
"Gausah ngaco deh!" ujar Cahaya tak percaya.
"Gue gak ngaco kok, buktinya pesan yang lu kirim buat Badai tadi masuknya ke ponsel gue! Apa itu masih kurang buat buktiin kalau gue ini Badai?" ucap Topan tersenyum lebar.
Cahaya terdiam masih mencoba mencerna semuanya karena ini cukup mengejutkan baginya, lelaki yang selama ini berhasil membuatnya kesemsem ternyata adalah lelaki yang juga selalu membuatnya kesal dan menanggung malu.
"Apa benar Topan itu Badai dan Badai itu Topan? Kok rasanya gue gak percaya ya...??" batin Cahaya.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Bram menemui Bella yang tampak sedih sembari memanyunkan bibirnya di taman dekat kampus mungkin setelah Topan mengacuhkan dirinya dan lebih memilih pergi bahkan memintanya untuk berbicara saja dengan Bram.
Bram pun duduk di samping gadis itu sembari menyodorkan sebuah permen kapas ke arah Bella, ia tahu betul kalau Bella sangat menyukai permen kapas karena menstalking sosmed nya.
"Nih buat kamu..." ucap Bram sambil tersenyum.
Bella yang terkejut hanya terdiam kemudian membuang muka begitu melihat wajah Bram, ia sungguh tidak ingin bertemu dengan pria itu untuk saat ini setelah kejadian semalam yang membuatnya terus berpikir apa yang sudah mereka lakukan.
"Kok malah buang muka sih? Aku ada disini loh, harusnya kamu tatap muka aku dong!" ucap Bram.
"Gak mau, mending lu pergi sana! Gue itu lagi pengen sendiri dan gak mau ada siapapun yang ganggu, tolong ngertiin perasaan gue!" ujar Bella mengusir Bram dengan nada cuek.
"Jangan gitu dong, Bella! Ini aku udah beliin permen kapas loh kesukaan kamu, diterima dong cantik!" ucap Bram memaksa Bella.
"Bram, lu ngerti bahasa Indonesia gak sih? Gue kan udah bilang kalo gue gak mau diganggu, lagian gue juga lagi sakit gigi dan gak makan permen kapas dulu!" ujar Bella masih saja jutek pada Bram.
"Ohh kamu sakit gigi, yaudah nanti aku beliin obat ya supaya sakit kamu bisa hilang..." ucap Bram.
"Gak perlu, cukup dengan lu pergi dari sini gue juga udah mendingan kok!" ucap Bella.
"Yah kok gitu sih, Bella? Ayolah jangan begitu dong, kita ini kan udah tidur bareng semalam harusnya kamu bersikap romantis dong sama aku!" ucap Bram.
Mendengar ucapan Bram membuat Bella syok bukan main, ia spontan menoleh dengan wajah terkejut menatap Bram yang malah terkekeh melihat ekspresi Bella yang seperti itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Hore udah ketahuan semua, bingung deh mau kasih konflik apa lagi buat novel ini...
...Apakah tamatin aja??...
...🤔🤔🤔...
__ADS_1