
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 303
...•...
...•...
Kini Topan telah berada di dalam mobil ditemani oleh Cahaya kekasihnya, gadis itu terus berusaha untuk menenangkan Topan agar tidak emosi dan juga menjelaskan kalau ia tak ada hubungan apa-apa dengan Rizal seperti dugaan dari Topan tadi.
Cahaya menoleh menatap wajah sang kekasih, lalu perlahan meraih tangan pria itu dan menggenggamnya erat. Cahaya tidak mau tentu jika Topan terus emosi karena akan membahayakan diri mereka berdua di dalam mobil.
"Pacar, jangan emosi terus ah! Aku tadi beneran gak tahu kenapa Rizal datang deketin aku," ucap Cahaya.
"Iya pacar, aku gak emosi lagi kok! Justru aku seneng banget sekarang karena kamu mau senyum lagi buat aku dan gak marah atau ngambek lagi, makasih ya cantikku!" ucap Topan tersenyum.
"Harusnya sih aku marah lagi sama kamu, apalagi kamu tadi lama banget jemput nya! Tapi karena kamu salah paham, yaudah aku kepaksa deh baikin kamu supaya gak marah-marah!" ucap Cahaya.
"Hahaha, berarti ada untungnya juga ya si Rizal itu deketin kamu tadi! Akhirnya aku jadi bisa baikan lagi sama kamu sayangku!" ucap Topan.
Pria itu bergerak mendekati Cahaya sembari memasukkan rambut gadisnya ke sela-sela telinga, ia mengelus lembut wajah cantik Cahaya yang sedikit berkeringat itu dengan jari-jarinya, lalu mengecupnya lembut hingga membuat Cahaya terpejam.
Cupp!
"Pacar, aku minta maaf ya sama kamu! Harusnya aku gak kekanak-kanakan gitu kemarin, cuma karena hukuman dari guru aku malah sampe ngambek dan cuekin kamu begitu. Aku janji deh gak akan kayak gitu lagi dan mau berubah jadi lebih dewasa, kamu mau maafin aku kan?" ucap Cahaya pelan.
"Ini serius nih yang lagi ngomong itu Cahaya pacar aku? Bukan orang lain kan?" ujar Topan terkejut.
"Iya dong, aku kan pengen jadi dewasa! Jadi, kamu mau gak maafin aku pacar?" ucap Cahaya.
Melihat ekspresi wajah gemas dari gadisnya, membuat Topan makin menegang dan tidak sabar ingin segera melahap wanita di hadapannya itu.
__ADS_1
"Iya pacar, aku maafin kamu kok!" ucap Topan.
"Makasih ya pacar! Terus kamu juga percaya kan sama aku? Aku gak mungkin selingkuh dari kamu apalagi punya niat buat balas dendam, jangan salah paham ya sayang!" ujar Cahaya.
"Tenang aja! Aku percaya kok sama kamu cantik, yaudah kita jalan sekarang yuk!" ucap Topan.
"Oke!"
Cahaya tersenyum lebar saat Topan mencubit pipinya, pria itu tak tahan dan mulai melumatt bibir mungil Cahaya. Akhirnya ciuman panas itu terjadi di dalam mobil, tak ada penolakan dari Cahaya yang malah memberi celah bagi Topan untuk memperdalam ciuman itu.
Suara decakan antara bibir mereka juga terdengar jelas, namun mereka tak perlu khawatir karena suasana di luar kosong tanpa ada siapapun termasuk Rizal juga sudah pergi dari sana.
Setelah sekitar tiga menit bibir mereka saling beradu, kini Topan melepas pagutannya mengetahui nafas gadisnya sudah mulai habis. Ia membiarkan Cahaya mengambil nafas sejenak sembari membelai rambut dan wajah gadis itu.
"Keringat kamu banyak juga, sini aku jilatin deh biar ilang!" goda Topan.
"Pacar jangan ah! Emang kamu gak jijik apa? Aku aja geli tau dengernya, mending kita langsung jalan aja terus AC nya gedein!" ucap Cahaya.
"Ohh iya deh sayang..."
Sepanjang perjalanan itu mereka selalu saling melirik satu sama lain, bahkan tangan keduanya juga terus menyatu seperti tak mau dilepaskan.
Topan dan Cahaya sangat senang, karena mereka bisa kembali berbaikan seperti semula setelah sebelumnya sempat berselisih paham, Cahaya juga hendak belajar agar tidak mudah ngambek lagi.
...•••...
Disisi lain, Calissa sangat geram mengetahui Lyodra serta teman-temannya itu telah mengkhianati dirinya dan pergi begitu saja dari markas tanpa memberitahu ia terlebih dulu, padahal Calissa sudah menaruh banyak harapan pada ketiga gadis itu.
Andre yang berada di sampingnya terus berusaha menenangkan wanita itu agar tidak emosi, ia tak tega melihat wanita yang ia cintai sampai kecewa begitu karena dikhianati oleh orang kepercayaannya.
"Lisa, sudahlah jangan terlalu dipikirkan! Justru bagus kalau mereka pergi dari sini, jadi kamu tidak perlu menanggung biaya yang cukup besar dari kehidupan mereka! Lagipun, kehadiran mereka disini atau tidak itu tak memengaruhi apapun sayang! Masih ada aku disini untuk kamu!" ucap Andre.
"Kamu benar Andre! Tapi, entah kenapa aku sedih aja karena udah dikhianatinya sama mereka! Padahal aku banyak bantu mereka loh," ujar Calissa.
"Hey, udah ya jangan sedih begitu sayang! Nanti cantik kamu berkurang loh!" bujuk Andre.
Pria itu mengusap wajah Calissa dan menyeka air mata yang mulai menggenang disana dengan jari telunjuknya agar Calissa tidak terus menangis atau merasa emosi.
__ADS_1
"Aku yakin kita bisa jalanin rencana ini walaupun tanpa mereka! Karena kuncinya adalah kesabaran, kamu harus sabar sayang supaya kita bisa bunuh Cahaya dan pisahkan dia dari Topan! Sekarang ayo kita makan dulu Lisa!" ucap Andre.
"Kamu aja, aku gak selera!" ucap Calissa.
"Kenapa sih? Ayolah makan dulu sayang! Ini aku udah beliin lauk kesukaan kamu loh, ayam bakar madu yang enak!" bujuk Andre.
"Kamu aja duluan, aku nanti nanti! Aku masih belum lapar juga kok," tolak Calissa.
"Oh gitu, yaudah deh kalo gitu aku makan duluan ya disana? Kamu jangan sedih-sedih terus, nanti aku jadi ikutan sedih tau sayang!" ucap Andre.
"Iya,"
Andre mengusap-usap puncak kepala Calissa dengan lembut, lalu berdiri dan meninggalkan wanita tercintanya itu disana karena ia hendak makan siang lebih dulu mengingat perutnya sudah keroncongan.
Calissa sendiri tetap berada di tempatnya, sejenak terlintas di pikirannya untuk membalas dendam terhadap kelakuan Lyodra dan teman-temannya yang sudah mengkhianati dirinya.
"Kurang ajar emang tuh mereka! Lihat aja gue bakal bikin perhitungan ke mereka!" batinnya.
Tak lama kemudian, Robi datang menghampiri Calissa. Ia heran melihat wanita itu tampak emosi dan tengah mengepalkan tangannya.
"Calissa!" sapa Robi mendekati Calissa.
"Eh lu, gimana? Udah beres?" ujar Calissa.
"Eee udah kok, sorry ya gue gak bisa temuin Lyodra sama temen-temennya!" ucap Robi.
"Gapapa, lupain aja mereka!" ujar Calissa.
"Oke! Terus kenapa lu sekarang emosi kayak gitu? Masih gak terima dengan kepergian Lyodra cs apa gimana?" tanya Robi penasaran.
"Iya, gue emosi sama mereka! Gue bakal balas dendam ke mereka dan kasih tau siapa gue sebenernya! Berani banget mereka khianati gue, awas aja gue bakal kasih pelajaran buat mereka!" ucap Calissa penuh emosi.
Robi terhenyak mendengar perkataan Calissa yang dipenuhi emosi itu, ia khawatir memikirkan keselamatan Lyodra cs yang sudah ia bawa kabur dari markas itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1