
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 178
...•...
...•...
Sesudah selesai mandi, Cahaya kini keluar dari kamar mandi mengenakan bathrobe yang tersedia dan hendak mengeringkan rambut sejenak di depan kaca dengan hairdryer. Namun, ia terkejut saat melihat papanya muncul dari arah luar dan nampak gusar dengan wajah bersedih serta murung.
Cahaya pun tampak tidak tega dan kasihan sekali melihat papanya seperti itu, biar bagaimanapun Cahaya tentunya tidak mau melihat sang papa bersedih begitu. Akhirnya Cahaya memilih untuk mendekati papanya yang sedang duduk di pinggir ranjangnya, untuk mencoba menenangkan sang papa agar tidak terus bersedih seperti itu.
"Papa..." ucap Cahaya pelan sembari memegang pundak sang papa.
Hendra yang sedang melamun dan menunduk, terkejut saat mendengar suara putrinya dan sentuhan tangan yang ada di pundaknya. Ya ia merasa kalau tadi ia memasuki ruangan tidurnya, namun ternyata justru ia masuk ke tempat Cahaya yang memang letaknya berdekatan.
"Loh kok ada kamu?" tanya Hendra terheran-heran.
"Ya kan ini kamar aku, pah." jawab Cahaya.
"Hah? Ya ampun, berarti papa salah masuk ya? Maaf sayang, papa lagi gak bener nih pikiran!" ucap Hendra sembari mengusap wajahnya kasar.
"Pah, papa kenapa sih..??" tanya Cahaya penasaran.
Cahaya pun duduk di samping tubuh papanya dan meraih tangan Hendra lalu menggenggamnya, ia tersenyum menatap wajah sang papa dari jarak dekat bermaksud menghiburnya. Tentu Cahaya sangat sedih jika melihat papanya bersedih seperti itu, apalagi kalau ia tahu papanya itu menangis karena memikirkan Calissa.
__ADS_1
Sementara Hendra justru terdiam sembari menatap wajah putrinya yang sekarang ada di dekatnya, entah mengapa Hendra sulit untuk berbicara dan mengatakan kalau ia masih belum bisa melupakan Calissa. Hendra khawatir jika Cahaya akan kecewa padanya dan menganggap kalau ia hanya memikirkan Calissa saja tidak dengan dirinya.
"Pah, jawab dong!" desak Cahaya.
"Eee iya sayang..." ucap Hendra tersenyum tipis, lalu mengangkat tangannya untuk mengusap lembut puncak kepala Cahaya.
"Iya apa, pah?" tanya Cahaya penasaran.
"Papa ini lagi sedih aja, karena papa sudah tega mengkhianati mama kamu dulu hanya demi menikah dengan wanita seperti Calissa. Papa nyesel banget, harusnya papa gak lakuin ini!" ucap Hendra.
"Udah lah, pah! Yang lalu biarlah berlalu, penyesalan itu memang selalu datang diakhir." ucap Cahaya.
"Iya sayang, tapi papa ini masih belum bisa maafin diri papa sendiri atas segala kelakuan papa selama ini ke kamu dan mama kamu. Andai aja waktu bisa diulang, papa pasti gak akan mau terjebak dalam pernikahan dengan Calissa!" ucap Hendra.
"Pah, biar papa tenang gimana kalau besok kita datengin makam mama aja? Papa minta maaf deh sama mama disana, supaya perasaan papa juga bisa tenang dan gak ngerasa bersalah lagi!" ucap Cahaya.
"Benar kamu sayang, besok kita sama-sama kesana ya!" ucap Hendra tersenyum sembari mengusap wajah Cahaya lalu merangkulnya dan mendekap tubuh gadis itu dengan erat seraya menautkan dagunya di atas puncak kepala Cahaya.
Tliingg...
Cahaya syok saat melihat pengirim pesan yang ternyata adalah Topan itu, ya karena ia masih agak kecewa pada pria tersebut yang sudah membohonginya selama ini. Namun, Cahaya tetap membaca isi pesan tersebut karena ia penasaran dan ingin tahu kira-kira apa pesan yang dikirim Topan ke nomornya itu.
💌Topan : Aya, kata satpam di rumah kamu. Kamu sekarang tinggal di apartemen sama papa kamu? Aku boleh enggak, minta lokasinya?
Cahaya tampak bingung harus membalas apa ke nomor Topan, ia masih kecewa dengan sikap Topan yang tidak mau jujur padanya tentang hubungan dia dengan Calissa yang sebenarnya. Cahaya juga heran mengapa Topan harus menyembunyikan itu darinya dan tidak mau terus terang saja padanya.
"Aya, siapa yang sms? Kok muka kamu jadi berubah gitu pas baca pesannya?" tanya Hendra.
"Umm, ini dari Topan." jawab Cahaya gugup.
"Ohh, mau ngapain dia?" tanya Hendra.
__ADS_1
"Eee Topan minta lokasi alamat apartemen ini, tapi papa tenang aja! Aku gak bakal kasih tau ke Topan kok tempat kita sekarang, jangan marah ya pah!" ucap Cahaya.
"Hah? Siapa juga yang mau marah? Udah lah, kamu kasih tau aja alamatnya ke Topan! Kasihan loh dia kebingungan mau temuin kamu, lagian papa juga salah menilai dia selama ini karena hasutan dari Calissa." ucap Hendra.
Cahaya pun terkejut dan terperangah dengan perkataan papanya barusan.
"Eee papa gak salah bicara kan? Papa beneran udah restuin hubungan aku sama Topan? Bukannya kemarin-kemarin papa marah banget ya dan mau pisahin aku dari Topan?" tanya Cahaya.
"Hahaha, waktu itu kan papa masih percaya sama perkataan Calissa. Sekarang setelah tau semua kebusukan Calissa, papa juga jadi tau kalau Topan itu anak baik dan gak seperti yang dibicarakan Calissa! Buktinya justru Topan yang membantu papa untuk mengungkap kejahatan Calissa, selama ini Calissa terus-terusan hasut papa buat jauhin kamu dari Topan itu karena dia masih cinta sama Topan." jawab Hendra menjelaskan.
"Makasih ya, pah! Papa emang bener, Topan itu baik dan gak jahat kok! Makasih banget pah, papa udah bolehin aku berhubungan sama Topan!" ucap Cahaya sangat gembira dan langsung memeluk papanya.
"Iya sayang, sama-sama." ucap Hendra sembari mengusap-usap punggung putrinya.
Setelahnya, Cahaya pun melepas pelukan itu lalu memandang wajah papanya sambil tersenyum bahagia, ia sama sekali tak menyangka momen ini bisa terjadi secepat ini dan ia kini telah mendapat restu dari papanya untuk menjalin hubungan dengan Topan yang sebelumnya terlarang.
"Yaudah, kamu kasih gih alamat apartemen kita ke Topan! Oh ya, suruh dia kalau mau kesini bawain hot dog gitu buat papa!" ucap Hendra tersenyum sembari mencengkeram wajah Cahaya.
"Iya pah, aku sms Topan ya?" ucap Cahaya.
"Silahkan!" ucap Hendra.
Cahaya pun mengambil hp nya, setelah Hendra juga melepaskan tangannya dari wajah Cahaya. Lalu, barulah Cahaya mengirim pesan kepada Topan yang isinya yakni alamat tempat ia berada sekarang sekaligus pesan dari papanya tadi yang minta dibelikan hot dog oleh Topan sebagai bayaran karena dia sudah mengizinkan Topan kesana.
"Udah pah, makasih ya!" ucap Cahaya kembali membenamkan wajahnya pada bahu sang papa.
Cupp...
Hendra mengecup puncak kepala Cahaya dan mengelusnya lembut.
"Sama-sama, sayang!" ucap Hendra sambil tersenyum menatap wajah Cahaya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...