
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 52
...•...
...•...
"Lo yang namanya Cahaya?" ujar salah seorang dari mereka yang berbadan besar serta tinggi.
Cahaya tampak gugup ketakutan menatap wajah orang-orang itu, ia tak mengerti apa mau mereka dan bagaimana mereka bisa tahu namanya.
"Siapa kalian...??"
Mereka tak menjawab dan malah saling pandang sambil tersenyum licik, mereka kembali melirik ke arah Cahaya secara bersamaan membuat gadis itu ketakutan karena disana juga tidak ada orang lain selain mereka dan jumlah orang-orang itu lumayan banyak.
Salah seorang dari mereka yang tubuhnya paling tinggi maju mendekati Cahaya sambil senyum-senyum menatap wajah Cahaya yang masih tertutup helm, pria itu membungkuk sedikit sembari melambaikan tangan ke depan wajah gadis itu.
"Buka helm lu! Gue harus pastikan kalau lu benar Cahaya, ayo cepet!" ujar pria itu dengan nada tinggi membentak Cahaya, ia meminta Cahaya segera melepaskan helmnya.
Cahaya pun melepas helm yang ia kenakan, wajah cantiknya kini terpampang jelas dengan rambut panjang terurai yang semakin membuat para lelaki disana tergoda serta kesulitan menelan saliva nya.
__ADS_1
"Cantik! Kita gak salah orang ternyata, lu bener-bener Cahaya yang kita cari...." ucap pria itu semakin mendekatkan wajahnya sambil memegang dagu Cahaya.
Dengan cepat Cahaya menepis tangan nakal pria itu sembari menatap tajam wajah mereka semua, ia coba menunjukkan kalau ia tidak takut kepada mereka yang ada disana.
"Heh, lu jaga tangan lu ya! Jangan berani macam-macam sama gue, gue juga gak takut sama kalian semua!" ucap Cahaya berteriak.
"Hahaha, bagus cantik! Ini yang gue suka dari lu, semoga seterusnya lu bisa kayak gini ya!" ucap pria itu tertawa kecil sembari bertepuk tangan.
Cahaya pun turun dari motornya sambil masih memegang helm di tangan kanannya, sementara pria itu mencabut kunci motor Cahaya dan memasukkan benda itu ke dalam saku celananya untuk jaga-jaga kalau Cahaya bakal kabur dari mereka.
Karena merasa tak mungkin baginya untuk menghadapi semua orang-orang itu sendirian, Cahaya mempunyai pikiran untuk kabur dari sana dengan cara berlari ke dalam hutan yang ada di dekat sana tepat disebelah kirinya.
Pria itu terus saja memandanginya, bahkan kini ia memutar agar bisa mendekati Cahaya kembali sambil tersenyum genit menatap wajah Cahaya yang semakin gemetar ketakutan.
"Ikut kita sekarang, lu bakal aman kok! Kita janji gak akan apa-apain lu asal lu mau nurut, gimana?" ucap pria itu ketika sudah berada di dekat Cahaya, terlihat yang lain juga tampak memandangi Cahaya dengan kedua tangan melipat di dada.
Bukannya jawaban yang ia dapatkan, justru semua lelaki disana malah tertawa terbahak-bahak seraya mendongakkan kepala mereka ke atas sembari merentangkan tangan seperti orang gila.
"Kenapa ketawa? Emang ada yang lucu apa?" bentak Cahaya karena merasa kesal.
"Hey, manis! Lu gausah banyak omong deh, mending sekarang lu serahin diri terus ikut sama kita sebelum gue kehabisan kesabaran! Ingat, gue bisa lakuin apa aja ke lu termasuk hajar lu sampai semua organ di dalam tubuh lu keluar!" ancam pria itu sambil menempelkan telunjuknya pada dagu Cahaya.
Cahaya semakin panik, nafasnya memburu karena rasa takut yang ada di dalam hatinya saat ini.
Bughh...
"Awwhhh!"
__ADS_1
Dengan akalnya, Cahaya berhasil menendang area sensitif milik lelaki itu dan kemudian kabur ke hutan untuk menyelamatkan diri karena sudah tidak ada tempat lain lagi disana.
"Kejaaarr!!"
...•••...
Disisi lain, Topan tengah berduaan dengan wanita bernama Wulan yang sebelumnya ia temui di dalam saat bersama mamanya. Eun-Kyung sengaja meminta mereka berdua untuk menikmati waktu bersama selagi proses syuting belum dimulai kembali, Topan pun senang-senang saja menerima permintaan mamanya karena ia juga jarang bisa berduaan dengan artis cantik.
Wulan sendiri juga tampak tersipu karena berdiri di samping cowok tampan seperti Topan, apalagi sedari tadi Topan terus saja memandangi wajahnya dari samping tanpa berpaling sedetikpun membuat kedua pipinya itu memerah seketika. Topan yang menyadarinya malah semakin puas dan kemudian tersenyum, ia merasa gemas dan ingin sekali mencubit pipi milik Wulan sekarang juga.
"Wulan, kamu emang gak baca script? Aku sebenarnya takut ganggu kamu loh, lagian mama tuh ada-ada aja pake segala minta kita buat jalan berdua! Padahal kamu juga lagi syuting sekarang, sorry banget ya karena mama aku udah bikin kamu gak nyaman begini!" ucap Topan.
"Eee gak perlu minta maaf, aku juga kebetulan udah hafal kok semua dialog sama scene aku! Lagian aku di film ini cuma tampil sebentar doang, gapapa lah sekali-kali aku keliling sama anaknya tante Eun!" ucap Wulan memberi senyuman manisnya.
"Oh ya, memangnya kamu sama mama aku tuh udah lumayan dekat ya?" tanya Topan penasaran.
"Umm, ya begitulah! Aku juga udah anggap tante Eun itu kayak mama aku sendiri, soalnya dia kalo di lokasi syuting begini suka bagi-bagi makanan sama minuman gratis ke para crew juga pemain lain! Selain itu, tante Eun orangnya juga asyik banget dan bisa cepet nyatu sama siapa aja! Itu yang bikin aku kagum dari mama kamu, makanya aku seneng banget tiap kali dapet project film bareng tante Eun!" jawab Wulan cukup panjang.
"Waw gak nyangka ternyata mama aku orangnya sebaik itu, tapi bagus deh kalo emang mama tuh banyak disukai sama orang-orang! Tadinya aku khawatir banget, aku mikirnya mama kalo di lokasi syuting kira-kira dimusuhin apa enggak ya?" ujar Topan sedikit tertawa.
"Hahaha, gak boleh mikir gitu! Tapi serius mama kamu tuh baik banget orangnya, dia ramah sama semua crew atau artis-artis lainnya di lokasi syuting! Ini juga udah film ke 4 aku sama tante Eun, ya aku berharap bisa lebih banyak lagi ke depannya! Soalnya tante Eun juga baik banget sih, bikin aku betah!" ucap Wulan kembali tersenyum.
Kali ini Topan diam menatap wajah Wulan, tanpa sadar mereka malah saling bertatapan dalam waktu cukup lama sampai salah satu dari mereka menyadarinya dan langsung membuang muka.
Ya Wulan lah yang tampak malu serta gengsi karena bertatapan langsung dengan Topan tadi, sedangkan Topan hanya terkekeh kecil menyaksikan sikap Wulan yang menahan malunya bahkan sampai kini tak berani lagi menatap ke arahnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...