
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 141
...β’...
...β’...
Calissa sudah sampai di lokasi syutingnya kali ini dengan sedikit terlambat karena kendala yang ia alami sebelumnya.
Untunglah saat ini proses syuting belum dimulai dan masih banyak kesempatan bagi Calissa untuk bersiap lebih dulu sebelum nantinya ia akan menjalani take.
Calissa duduk di dekat para model yang juga akan melakukan syuting disana, ia melihat cukup banyak artis wanita terkenal termasuk Eun-Kyung salah satu model asal Korea idolanya.
"Tante Eun ya?" ucap Calissa menyapa wanita itu.
"Eh, iya saya. Kamu....??" Eun-Kyung terlihat kebingungan untuk coba mengenali Calissa.
Calissa terkekeh dengan tangan menutupi mulutnya.
"Saya Calissa, tante. Saya ini model iklan yang sering muncul di majalah atau tv, ya tapi seringnya sih lewat media online gitu! Pokoknya saya mah beda jauh sama tante Eun yang udah terkenal!" ucap Calissa.
"Ohh, hahaha... iya iya saya tau kamu, Calissa Maharani kan? Kamu suka merendah aja deh, padahal semua orang juga tau kalau kamu lagi naik daun!" ucap Eun-Kyung.
"Aduh, bangga banget bisa ketemu sama idola terus dikenalin lagi!" ucap Calissa.
"Maksudnya? Emang kamu idolain saya?" tanya Eun-Kyung kebingungan sendiri.
"Ah iya tante! Siapa sih model di negara ini yang gak kenal atau idolain tante? Kita semua tuh mau banget kayak tante, bisa jadi model terkenal di berbagai negara dan udah go internasional!" jawab Calissa.
"Waduh, jadi malu nih saya..." ujar Eun-Kyung.
"Gak perlu malu, tante! Tante kan model terkenal, jadi wajar aja kalau aku ngefans sama tante dan pengen karirku juga bisa seperti tante!" ucap Calissa.
"Aamiin, kalau kamu rajin dan berusaha saya yakin kamu pasti bisa kok!" ucap Eun-Kyung.
"Iya tante, makasih ya! Aku gak nyangka banget loh akhirnya bisa satu lokasi sama tante di iklan kali ini, dari dulu aku emang sering berharap banget sih bisa satu project sama tante! Dan akhirnya terwujud juga, walau baru hari ini...." ucap Calissa.
"Hahaha, iya nih soalnya saya juga baru terima lagi tawaran iklan! Kemarin-kemarin sibuk banget abis syuting film sama series gitu, nah sekarang karena gak ada job lagi makanya terima ini!" ucap Eun.
"Waw keren banget emang deh tante Eun!" ucap Calissa memuji Eun-Kyung.
"Ahaha, bisa aja kamu!" ucap Eun-Kyung.
__ADS_1
Tak lama kemudian, seorang wanita penata rias yang akan merias wajah serta anggota tubuh Calissa muncul disana dan meminta Calissa untuk segera ikut dengannya menuju ruang makeup.
"Tante, aku kesana dulu ya?" ucap Calissa.
"Eh iya Calissa," ucap Eun-Kyung tersenyum.
Setelah Calissa pergi dari sana, Eun-Kyung tampak terus memandangi punggung Calissa sampai wanita itu tak lagi terlihat.
Eun-Kyung senyum-senyum sendiri saat mengingat pujian yang dilontarkan Calissa tadi kepadanya, ia tak menyangka bisa bertemu salah satu model muda yang tengah naik daun, bahkan melebihi Wulan.
"Calissa ini cantik juga, gak kalah dari Wulan. Aku harus coba mengenal dia lebih jauh deh!" ucap Eun-Kyung.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
π"Halo, ada apa pah?" tanya Eun-Kyung.
π"Halo mah, tolongin papa dong! Ini papa nabrak orang di jalanan, papa udah coba telpon Topan tapi gak diangkat-angkat!" ucap Sergie suaminya.
π"Apa? Kok bisa sih pah??" tanya Eun-Kyung kaget.
π"Udah mah, mama nanyanya nanti aja! Sekarang mama tolong dong bantuin papa disini, orang-orang pada ngerumunin papa ini!" ucap Sergie panik.
π"Ya ampun, pah! Mama mah gak bisa, kan mama lagi ada jadwal syuting!" ucap Eun-Kyung.
π"Yah terus gimana dong, mah? Papa takut ini, papa gak mau masuk penjara! Tolong lah mah, bantuin papa sekali ini aja!" bujuk Sergie.
π"Nah iya, boleh deh mah! Papa juga minta bantuan deh sama temen papa yang lain, sekalian pak Tedy juga siapa tau bisa bantu!" ucap Sergie.
π"Yaudah!"
Tuuutttt...
Eun-Kyung langsung mematikan telpon dan menghubungi putranya.
β’
β’
"Kamu cantik banget sih, Aya!" ucap Topan memuji kecantikan gadisnya.
Perlahan Topan memajukan wajahnya mendekati Cahaya sembari mencengkeram rahang Cahaya dengan kuat, Topan juga mengelus bibir mungil milik Cahaya itu dengan jarinya membuat Cahaya dag dig dug tidak karuan.
Nafas Cahaya bahkan sudah tak beraturan lagi akibat tindakan Topan kali ini, ingin sekali ia berontak dan mendorong tubuh Topan menjauh darinya, namun ia seakan tak bisa melakukannya.
Topan semakin maju mendekati wajah Cahaya yang terlihat tegang itu, bahkan deru nafas pria tersebut sudah terasa pada area wajah Cahaya dan membuat gadis itu merasa panik, namun Cahaya tak mampu berbuat apa-apa saat ini.
Ya mereka memang masih berada di area sekolah, akan tetapi Topan sudah membawa Cahaya ke tempat sepi untuk bisa berduaan.
Disaat Topan sudah sangat dekat dengan bibir Cahaya, lagi-lagi ponselnya berdering membuat momen yang sudah ia buat sedemikian rupa harus kandas dalam seketika.
__ADS_1
"Topan, ada telpon tuh! Mending diangkat dulu deh, siapa tau penting!" ucap Cahaya.
"Iya cantik, aku cek dulu ya?" ucap Topan.
Topan melepaskan tangannya dari Cahaya lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celana.
Cahaya mampu bernafas lega sembari mengelus dadanya karena Topan telah menjauh.
Topan langsung mengangkat telpon itu begitu tau yang menghubunginya adalah Eun-Kyung alias sang mama, Topan membelakangi Cahaya karena ia tak mau gadis itu mendengar percakapannya.
π"Halo mah, ada apa?" tanya Topan pelan.
π"Nah ternyata diangkat, mama lagi butuh bantuan kamu nih! Eh bukan mama sih, tapi papa!" ucap Eun-Kyung.
π"Hah? Emang papa kenapa, mah?" tanya Topan.
π"Papa kamu itu loh, masa dia nabrak orang di jalan! Sekarang papa kamu juga lagi dikerumuni massa tuh, cepetan deh kamu susulin papa dan bantu papa kamu itu!" ucap Eun-Kyung.
π"Waduh, kok bisa mah?" ujar Topan panik.
π"Ya enggak tau, papa kamu emang suka begitu jadi orang! Cepetan deh kamu susulin, nanti lokasinya biar mama share!" ucap Eun-Kyung.
π"Oke, mah!" ucap Topan.
Tuuutttt...
Telpon terputus, Topan pun langsung membalikkan tubuhnya kembali menatap Cahaya.
"Mama kamu?" tanya Cahaya.
"Iya sayang, mama aku bilang katanya papaku lagi dalam bahaya dan butuh bantuan aku! Maaf ya, aku harus ninggalin kamu deh!" jelas Topan sembari memegang dua tangan gadisnya.
"Iya gapapa, bokap lu kan lebih butuhin lu dibanding gue!" ucap Cahaya.
"Oke deh, kalo gitu aku pergi dulu ya?" ucap Topan.
Cahaya mengangguk sambil tersenyum.
Cupp...
Topan maju dan menarik tengkuk Cahaya lalu mengecup kening gadis itu serta pipinya.
Cahaya hanya melongok terkejut.
Topan pun pergi dari sana untuk menyusul papanya dan membantu papanya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1