
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 67
...•...
...•...
Topan yang baru menyelesaikan kuliahnya kini terburu-buru keluar menuju parkiran mobilnya, ya ia khawatir Senja sudah menunggu terlalu lama di cafe tempat mereka akan bertemu siang ini. Memang sekarang sudah bisa dibilang sore hari karena jam telah menunjukkan pukul 16.00 wib, maka dari itu Topan cukup panik tergesa-gesa menuju mobilnya.
Tak lupa juga ia mengabari Senja agar gadis itu tidak kesal menunggunya dan malah pergi nantinya, ia tentu tak ingin pertemuan kali ini antara dirinya dengan Senja harus gagal kembali untuk kedua kalinya karena ia ingin sekali melihat dan bertemu secara langsung dengan Senja seorang gadis yang berhasil membuatnya klepek-klepek.
Sayangnya, ketika ia membuka aplikasi penjemput jodoh tersebut ternyata tak ada sama sekali pesan masuk dari Senja karena pesannya yang tadi hanya dibaca saja oleh Senja tanpa ada tanda-tanda akan ada balasan untuknya. Ya akhirnya Topan tampak bersedih walau ia memutuskan untuk tetap mengabari Senja lebih dulu, biar bagaimanapun sebagai seorang lelaki ia tak boleh lemah.
💌Badai : Senja, aku berangkat nih ke permata cafe! Kalau kamu udah sampe duluan, tunggu ya beberapa menit sampai aku datang kesana!
Setelahnya, Topan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana lalu mulai memasuki mobilnya karena saat ini ia sudah berada di depan pintu mobilnya yang terparkir di depan kampus.
Baru saja Topan hendak membuka handle pintu, tetapi sebuah tangan mulus menahannya dan mencengkeram lengan miliknya sembari memanggil namanya untuk mencegah ia masuk ke dalam.
"Tunggu, Topan!"
Topan pun menatap wajah gadis yang menahannya dan tampaklah seorang Bella disana tengah berdiri memandangi wajahnya sembari mengukir senyum di bibirnya, Topan hanya diam tanpa ekspresi lalu menarik tangannya lepas dari genggaman Bella.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sih, kok buru-buru amat?" tanya Bella menatap penuh godaan ke mata Topan.
"Bukan urusan lu!" ujar Topan cuek, ia langsung kembali hendak membuka pintu mobilnya tetapi lagi-lagi Bella menahannya.
"Lu mau apa sih, Bella??" bentak Topan kesal.
"Ish, kok kamu galak banget sama aku? Aku kan cuma mau ngobrol sebentar sama kamu, emangnya kamu gak mau ya bicara berdua sama aku?" ucap Bella menunjukkan wajah memelas.
Bukannya merasa iba dan menuruti kemauan gadis itu, Topan justru semakin kesal dan geram pada tingkah Bella yang terus-terusan mendekatinya bahkan memaksanya untuk berbicara dengannya.
"Lu apa-apaan sih, Bella? Udah deh jangan kayak gini, inget Bel kita sekarang bukan pacar lagi!" ujar Topan.
"Iya aku inget kok, Topan! Makanya aku mau ajak kamu ngobrol sebagai sahabat, kan gak ada salahnya kalau sesama teman saling bicara berdua? Emangnya cuma pacar aja yang boleh ngobrol berduaan begitu, gak kan?" ucap Bella.
"Udah deh, daripada lu terus-terusan ganggu gue mending lu ajak ngobrol aja tuh si Bram! Kalian kan sekarang udah sahabatan juga, ngapain sih masih terus deketin gue mulu?" ujar Topan kesal.
"Topan, orang aku maunya ngobrol sama kamu kok malah disuruh nyamperin Bram sih? Kamu ini aneh deh, ohh jangan-jangan kamu cemburu ya sama Bram karena sekarang kita deket?" ucap Bella.
Bella tampak kecewa dengan ucapan Topan, ia pun melepaskan genggamannya dari tangan pria itu lalu cemberut dan tampak bete. Topan pun memanfaatkan ini untuk pergi dari sana dan masuk ke dalam mobilnya, ya kali ini Bella tidak bisa lagi menahan Topan untuk tidak pergi.
...•••...
Disisi lain, Cahaya juga baru keluar dari dalam toilet setelah mengganti roknya dengan celana agar bisa mengendarai motornya dengan aman dan nyaman. Ia tampak masih memikirkan kejadian di kantin tadi saat pak Hambali meminta maaf padanya, sungguh ia sangat malu terlebih lagi disana banyak orang yang mendengarnya secara langsung.
Cahaya membasuh wajahnya dengan air untuk menyegarkan tubuhnya yang mendadak lemas, ia masih belum bisa melupakan kejadian tadi karena seumur hidupnya momen itu merupakan momen paling memalukan yang terjadi padanya. Belum pernah selama ini ada seorang guru yang meminta maaf pada muridnya sampai seperti itu, apalagi didengar oleh banyak murid-murid lainnya.
"Eh Cahaya...."
"Hai, Cahaya...!!"
__ADS_1
Tiba-tiba dua orang siswi masuk ke toilet dan menyapa Cahaya, tak biasanya memang ada murid lain yang menyapanya selain teman-temannya. Apalagi selama ini Cahaya juga tak terlalu mengenali kedua gadis tersebut, sungguh sangat aneh baginya karena mereka tiba-tiba menyapanya.
"Iya..." ucap Cahaya singkat sambil tersenyum.
"Kita mau ke dalam dulu, ya? Bye Cahaya...!!" ucap salah seorang gadis itu sembari melambaikan tangan.
Cahaya hanya diam terpaku melihat keduanya masuk ke dalam toilet, ia sangat-sangat heran mengapa mereka tampak begitu ramah padanya. Namun, ia tak lagi memperdulikan itu dan memilih pergi dari sana karena ia sudah ada janji dengan Badai.
Tliingg...
Ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk ke dalam hp miliknya itu, Cahaya pun berhenti sejenak membuka ponselnya untuk mengecek sekaligus membaca isi pesan dari pengirimnya.
💌Badai : Senja, aku berangkat nih ke permata cafe! Kalau kamu udah sampe duluan, tunggu ya beberapa menit sampai aku datang kesana!
Setelah membaca pesan itu, Cahaya pun tampak panik karena Badai ternyata sudah berangkat menuju permata cafe sedangkan ia saja masih berkutat di sekolah dan belum bersiap-siap.
"Duh gue gimana ya sekarang? Masa iya gue temuin Badai pake seragam sekolah kayak gini?" gumam Cahaya tampak cemas.
Akhirnya karena tak mau membuat Badai menunggu dan kecewa, Cahaya pun memilih langsung berangkat menuju permata cafe tanpa memikirkan penampilannya. Ya bagi Cahaya tidak apalah menemui Badai dengan memakai seragam, ia menutupi bajunya mengenakan jaket kesayangan supaya lebih terlihat menarik walau tidak.
Singkat cerita kini Cahaya sudah sampai di permata cafe tempat ia ada janji dengan Badai, ia pun langsung bergerak maju memasuki cafe tersebut untuk mencari-cari dimana keberadaan Badai. Namun, ia sudah melirik seluruh ruangan itu dan ternyata belum ada sosok pria yang duduk sendirian.
"Haduh Badai mana, ya? Katanya tadi udah jalan, tapi kok masih belum ada juga??" gumam Cahaya.
Cahaya pun memilih mengirim pesan pada Badai sembari duduk pada kursi kosong yang masih tersedia di dalam sana.
💌Senja : Badai, aku udah sampe nih! Kamu dimana?
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...