
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 276
...•...
...•...
Topan dan Cahaya sedang berada di mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah Cahaya, gadis itu terus panik khawatir kalau Hendra akan marah padanya karena ia pulang larut. Apalagi jika nantinya Hendra tahu kalau Cahaya hampir saja dilecehkan karena tertipu oleh fotografer bodong, pastinya ia akan semakin dikekang oleh sang papa tersebut.
Melihat gadisnya tampak cemas dan khawatir seperti itu, Topan pun coba menghibur Cahaya agar tidak terus khawatir. Ia mengusap puncak kepala gadis itu sambil sesekali memandang wajah cantik yang menjadi candu nya, sedangkan Cahaya hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan tanpa berekspresi sama sekali.
"Pacar, kamu jangan cemas lagi dong! Kan ada aku disini sayang, aku bakal bantuin kamu buat jelasin ke papa kamu! Tenang aja sayang, lagian aku yakin papa kamu pasti bisa ngerti kok!" ucap Topan.
"Iya pacar, makasih ya! Tapi, kalau papa tahu aku tadi hampir diperkosa, gimana ya? Pasti papa akan semakin kekang aku dan aku gak bisa pergi ke luar rumah lagi, padahal aku kan pengen bisa jadi anak yang mandiri pacar!" ucap Cahaya.
"Eee sabar ya sayang! Kamu gak perlu cerita soal itu ke papa kamu!" ucap Topan.
"Tapi, kalau papa tanya soal pemotretan aku gimana? Masalahnya aku udah bilang, kalau aku bakal jadi model ke papa aku tadi!" tanya Cahaya.
"Duh, aku juga bingung sih!" ujar Topan.
"Yah yaudah gapapa deh, aku mau terima konsekuensi aja. Aku ikhlas kok kalaupun nanti papa bakal makin kekang aku, mungkin kita juga bakal jarang ketemuan!" ucap Cahaya cemberut.
"Hey, kamu kok bilang gitu sih? Jangan menduga yang belum pasti! Kan belum tentu papa kamu bakal lakuin itu ke kamu, udah ya sayang mending kita hadapi dulu papa kamu nanti! Soal bagaimana lanjutnya, nanti kita juga tahu!" ucap Topan.
Cahaya mengangguk pelan, lalu memalingkan wajah ke arah lain. Sedangkan Topan menggerakkan tangannya untuk mengelus wajah Cahaya lembut.
__ADS_1
"Cantik banget! Jangan cemberut terus ya sayang, senyum dong manis!" bujuk Topan.
Cahaya kembali menoleh ke arah Topan, ia memegang tangan Topan yang ada di wajahnya lalu tersenyum manis menatap wajah pria tersebut sesuai keinginan Topan.
"Nah gitu dong, kan tambah cantik!" ucap Topan.
"Pacar, aku takut banget!" ujar Cahaya.
"Tenang ya! Gak akan ada apa-apa kok, papa kamu pasti bisa ngertiin kok sayang!" ucap Topan.
"Ih tapi aku takut! Aku mau ikut kamu aja deh, kita ke apartemen kamu ya? Aku belum berani pulang ke rumah sekarang, aku takut papa bakal marah dan kurung aku di rumah! Papa itu kan terlalu cemas orangnya, sama kayak kamu!" ucap Cahaya.
"Yeh masa gitu sih? Kalau kamu ke apartemen aku, nanti yang ada papa kamu malah semakin marah sayang!" ujar Topan.
"Terus menurut kamu gimana dong? Aku gak mau dan gak bisa kalo harus dijauhin dari kamu, sayang! Kita kan udah semakin dekat dan cinta satu sama lain, kalau papa begitu lagi gimana?" ucap Cahaya.
"Tenang aja! Udah gausah panik!" bujuk Topan.
Cahaya pun terdiam menundukkan wajah, ia masih cemas dan bingung harus bagaimana saat ini. Sedangkan Topan juga sama bingungnya dengan Cahaya, ia pun tak mau jika nantinya akan dijauhkan kembali dari Cahaya oleh Hendra seperti dulu.
Cupp!
Topan menarik dagu Cahaya kemudian mengecup bibirnya sekilas, hal itu membuat Cahaya syok dan terbelalak karena tiba-tiba saja Topan melakukan itu disaat sedang menyetir mobil.
•
•
Singkat cerita, mereka telah sampai di rumah Cahaya dan Topan pun menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah itu. Akan tetapi, Cahaya masih ragu untuk keluar dari mobil karena takut papanya akan memarahinya dan bahkan mengurungnya di rumah seharian besok, Topan pun terus berusaha membujuk Cahaya kekasihnya agar mau keluar.
Sebagai kekasih yang baik, tentu Topan tak ingin jika gadisnya itu durhaka pada sang papa hanya karena takut dimarahi. Itulah sebabnya Topan terus saja meminta Cahaya turun dari mobil dan menemui papanya di dalam sana, namun watak Cahaya yang keras membuat Topan sedikit sulit untuk membujuk gadis itu sehingga ia terkadang ingin menyerah.
"Pacar, ayo dong kamu turun! Aku temenin kok cantik dan aku gak akan tinggalin kamu, jangan takut begitu lah sayang! Justru kalau kamu gak turun, nanti papa kamu malah marah!" ucap Topan.
__ADS_1
"Ish, kamu itu gak ngerti sih apa yang aku rasain saat ini! Aku tuh takut banget Topan, aku tahu sendiri sikap papa kayak gimana. Kan aku ini anaknya dan aku pernah ngalamin itu, aku gak mau hal itu terjadi lagi sekarang pacar!" ucap Cahaya gemetar.
"Hey, gak perlu takut gitu! Papa kamu itu sayang loh sama kamu, gak mungkin papa kamu tega nyakitin kamu!" ucap Topan meyakini gadisnya.
"Ya emang enggak, tapi papa nyakitin batin aku! Karena pasti papa bakal larang-larang aku buat coba hidup mandiri lagi, papa juga gak akan percaya lagi kalau aku bisa mandiri!" ucap Cahaya.
"Jangan suudzon dulu cantik!" ujar Topan.
"Bukan suudzon, tapi kan kenyataannya emang kayak gitu Topan!" ucap Cahaya.
"Udah, ayo turun biar aku temenin!" ucap Topan.
Cahaya menggeleng tak mau turun dari sana.
"Haish, yaudah kalo gak mau turun aku paksa kamu!" ucap Topan mulai kesal.
"Hah??" Cahaya keheranan.
Topan langsung keluar dari mobilnya lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu yang satunya, ia mendekati Cahaya sembari melepas seat belt yang dikenakan gadis itu. Cahaya pun bingung apa yang hendak dilakukan kekasihnya, tiba-tiba saja Topan mengangkat tubuh Cahaya dengan mudahnya.
Topan menggendong Cahaya ala bridal style, membawa gadis itu keluar dari mobil lalu menuju depan rumah. Cahaya terus meronta-ronta minta dilepaskan, namun tak digubris oleh Topan yang sudah terlanjur kesal.
"Ish, lepasin aku pacar! Kamu apa-apaan sih pake gendong aku segala? Aku ini udah gede, aku bisa jalan sendiri Topan!" ujar Cahaya berontak.
"Ssshhh, diem kamu! Kalau kamu emang bisa jalan sendiri, harusnya turun dong daritadi! Udah, sekarang biar aku gendong kamu sampe ke dalam rumah dan sekaligus temuin papa kamu!" tegas Topan.
"Ya ampun Topan, kamu itu nyebelin deh ih!" ujar Cahaya kesal pada sang kekasih.
"Biarin!" ucap Topan singkat.
Cahaya langsung ciut saat Topan menatapnya dengan tatapan tajam, ia membuang muka tak berani lagi berontak pada sang kekasih.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...