
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 34
...•...
...•...
Setelah sampai di rumahnya, Cahaya langsung hendak turun dari mobil Topan tanpa berbicara sepatah katapun. Gadis itu rupanya masih merasa kesal pada Topan karena sudah memaksanya dan juga menyebarkan berita tidak benar ke temannya di sekolah, selain itu ia juga jadi teringat kembali pada seniornya yang suka membully dirinya beberapa waktu lalu.
Sementara Topan tidak membiarkan Cahaya turun begitu saja, ia langsung mengunci pintu mobilnya sehingga Cahaya tak dapat turun. Gadis itu pun makin emosi lalu memandang wajah Topan, ia sudah teramat sangat kesal pada pria di sampingnya.
"Apa? Lu gak boleh turun sebelum bilang makasih sama gue, dan ingat bilangnya harus yang sopan gak boleh marah-marah apalagi jutek!" ucap Topan.
Cahaya pun menghela nafas mencoba sabar menghadapi sikap Topan yang menyebalkan.
"Banyak banget sih mau lu! Emang lu siapa ngatur-ngatur gue kayak gitu?" ujar Cahaya emosi.
"Lah lu kan punya utang sama gue, jadi gue berhak dong minta apapun sama lu selagi utang-utang lu belum lunas!" ucap Topan nyengir.
"Jangan karena gue ada utang sama lu, lu bisa seenaknya aja atur hidup gue ya! Gue gak mau nurut sama lu, ini kehidupan gue dan lu gak ada hak buat nyuruh gue nurut sama lu! Udah sekarang buka pintunya, gue mau turun!" ucap Cahaya tegas.
"Gak mau!" ucap Topan tetap kekeuh meminta Cahaya menuruti kemauannya.
"Ish, lu nyebelin banget sih!! Buruan buka pintunya gue mau keluar, gue udah males lama-lama deket sama lu kayak gini!" bentak Cahaya.
Topan hanya geleng-geleng kepala lalu menyandarkan kepalanya dengan kedua tangannya sebagai bantalan, Cahaya pun memejamkan mata mengambil nafas panjang.
"Heh, kenapa sih lu tuh kayak gini sama gue? Udah dong stop, tolong jangan deketin gue terus apalagi sampe ikut campur masalah pribadi gue! Lu itu bukan siapa-siapa gue ya Topan, jangan harap juga lu bisa ambil hati gue dengan sikap lu yang nyebelin kayak gini!" ucap Cahaya emosi.
"Dih ge'er banget sih lu! Siapa juga yang berharap bisa deket sama lu? Gue tuh sekarang peduli sama lu supaya lu gak dijahatin orang lagi, nanti kalo gitu lu gak bakal bisa bayar utang gue!" ucap Topan.
"Yaudah sekarang lu biarin gue turun, gue lagi usaha cari kerja buat bayar hutang gue ke lu! Kalo lu terus-terusan tahan gue, gimana caranya coba gue bisa dapetin uang??" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Ya oke, tapi lu bilang makasih dulu sama gue pake nada yang sopan! Setelah itu baru deh gue bebasin lu, silahkan lu mau kemana kek gak peduli gue!" ucap Topan dengan santai.
"Ish, ya ampun kenapa sih gue harus kejebak sama cowok kayak lu...??!!" ujar Cahaya frustasi sampai menjambak rambutnya sendiri.
Topan malah terkekeh sembari memegangi dahinya, ia sungguh gemas dengan gadis di sampingnya dan rasanya ingin mencubit pipi chubby milik Cahaya. Namun, tentu tak mungkin Topan melakukannya karena ia takut akan terbawa perasaan.
"Udah deh cepetan ngomong, nurut aja sama gue!" ucap Topan berbicara di dekat telinga Cahaya.
PLAAKK...
Gadis itu langsung menampar wajah pria di sampingnya tanpa rasa kasihan, ia tidak suka jika ada pria yang berani macam-macam dengannya apalagi sampai bicara terlalu dekat.
"Heh, gila lu ya? Kenapa gue ditampar?" tanya Topan heran memegangi wajahnya.
"Suruh siapa lu deket-deket gue? Mau modus kan lu? Dasar cowok mesum!" ujar Cahaya.
"Ya ampun gini nih kalo kebanyakan nonton drama, siapa juga yang mau modus sama cewek ngeselin kayak lu? Gue juga tahu diri kali, yakali orang kaya kayak gue ini modus ke cewek miskin kek lu!" ucap Topan menyangkal ucapan Cahaya.
"Ah males gue lama-lama disini!" ujar Cahaya geram sembari melotot ke arah Topan. "Makasih udah anterin gue, sekarang bolehin gue turun ya!" sambungnya mengubah sikap menjadi ramah, ia tersenyum manis memandang wajah Topan.
Topan sungguh terpesona pada tatapan mata gadis di sampingnya, senyum di wajah Cahaya benar-benar membuat dirinya tak bisa berkata-kata.
"Hadeh, lu mah kasar banget sih! Baru aja gue kagum ngeliat lu bisa ramah kayak tadi, eh malah udah kasar lagi aja!" ujar Topan.
"Ya abis lu malah bengong! Udah buru buka pintunya gue mau keluar!" ujar Cahaya.
"Iya iya..." ucap Topan dengan terpaksa.
Setelah pintunya dapat dibuka, Cahaya langsung menarik handle pintu lalu turun dari mobil Topan. Ia menutup kembali pintu mobil Topan kemudian pergi tanpa basa-basi, sementara Topan masih terus memandangi punggung Cahaya dari mobilnya.
Dari atas rumah tersebut, nampak Calissa mengintip Cahaya disana dan ia merasa penasaran siapa yang mengantar anak tirinya pulang ke rumah.
"Keren juga si Cahaya bisa diantar pulang pake mobil mewah begitu, tapi itu siapa ya?" batinnya.
•
•
Cahaya merasa sangat kesal dan bete sekali dengan Topan karena sudah membuatnya emosi, ia semakin ingin mendapatkan uang 5 juta itu dengan segera agar bisa lepas dari gangguan pria seperti Topan yang sungguh menyebalkan menurutnya.
__ADS_1
Tliingg...
Disaat ia tengah berjalan cepat menuju pintu depan rumahnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Dengan cepat ia mengambil ponselnya dari dalam tas untuk mengecek siapa yang mengirim pesan padanya, ternyata itu adalah Badai.
Sesaat wajahnya langsung berubah menjadi sumringah, senyum terukir di wajahnya ketika melihat nama Badai muncul di notif ponselnya.
"Badai akhirnya balas juga, gue cek dulu deh!" batinnya merasa bahagia.
Cahaya pun membuka aplikasi tersebut untuk membaca isi pesan dari Badai, sudah lama memang ia menanti pria itu membalas pesannya.
💌Badai : Hai, maaf ya aku baru bisa balas! Gimana, sekarang kamu udah pulang atau masih di sekolah?
Cahaya sedikit kecewa memang karena Badai baru membalas pesan darinya, namun ia tetap membalasnya kembali dengan harapan kalau pria itu masih aktif dan bisa chattingan dengannya.
💌Senja : Aku udah pulang kok, ini baru nyampe rumah!
Tliingg...
Tak disangka Badai cepat sekali membalas pesannya, rasa bahagia pun menyelimuti Cahaya.
💌Badai : Bagus deh, eh kita telponan yuk! Aku penasaran banget mau dengar suara kamu!
Saat membacanya, Cahaya merasa bingung harus bagaimana. Ia takut kalau Badai adalah cowok jahat yang sengaja ingin menjebaknya, entah muncul darimana pikiran seperti itu.
💌Senja : Eee nanti abis aku mandi, aku pikir-pikir lagi ya!
Cahaya berharap-harap cemas semoga Badai tidak marah padanya, ia sungguh takut kalau pria itu meninggalkan ruang chat tersebut.
Tliingg...
Akhirnya ada balasan lagi dari Badai, ia tersenyum sedikit membaca isi pesan tersebut.
💌Badai : Yaudah aku juga masih di jalan nih, ditunggu ya kabar baiknya! Oh ya kalau bisa sih abis mandi aku minta pap dong...
Cahaya geleng-geleng kepala saat membaca kalimat terakhir pada pesan Badai, tentu ia belum siap jika harus mengirim fotonya pada pria tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1