Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 157. Harus dikasih pelajaran!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 156


...•...


...•...


Topan akhirnya sampai di markas spider tempat ia biasa kumpul dengan para teman-temannya, Topan pun segera turun dari motornya lalu menghampiri semua orang yang ada disana.


Topan cukup heran lantaran Ardan beserta teman-teman Bram justru saling akrab dan mengobrol satu sama lain di dalam sana, Topan pun garuk-garuk kepala sembari mematung disana menyaksikan momen langka tersebut.


Sampai Bram menyadari keberadaan Topan, pria itu pun maju menghampiri Topan sambil tersenyum.


"Helo, bro Topan! Akhirnya lu dateng juga kesini, gue sama temen-temen gue tuh pengen banget ketemu sama lu brother!" Thank you ya udah mau dateng temuin kita, sorry juga udah ganggu waktu lu!" ucap Bram sambil menepuk pundak Topan dan senyum-senyum.


"Lu kerasukan setan apaan? Kok jadi baik kayak gini sama gue? Jangan bilang kalau ini cuma jebakan lu doang buat kelabui gue!" ujar Topan.


"Hahaha, tenang aja! Gue gak kayak gitu kok, gue emang beneran udah berubah dan gak mau lagi bermusuhan sama lu. Ya ini semua juga karena sikap Bella sama gue sih, sekarang gadis itu udah mau terima gue dan baik ke gue! Makanya sekarang gue pengen minta maaf sama lu, karena selama ini gue udah bikin lu sengsara dengan selalu musuhin bahkan sampai ngeroyok lu di jalan!" ucap Bram.


Diluar dugaan, Bram bertekuk lutut di hadapan Topan sembari menundukkan kepalanya lalu meminta maaf kepada Topan atas segala perbuatannya selama ini.


Tindakan Bram itu juga diikuti oleh teman-temannya yang pernah mengeroyok Topan beberapa waktu lalu sampai Topan masuk ke rumah sakit.


"Bro, gue mewakili temen-temen gue mau minta maaf sama lu! Sekaligus juga, gue pengen lu terima kita buat join ke geng spider dan kita bisa temenan supaya lebih seru. Ya tapi itu kalau lu mau terima kita dan maafin kita sih, gue gak maksa kok!" ucap Bram.

__ADS_1


Topan sangat terkejut dengan sikap Bram saat ini yang jauh berbeda dibanding sebelumnya, ia masih belum yakin seratus persen jika Bram benar-benar sudah berubah dan mau berteman dengannya.


"Bangun, Bram! Kalau emang lu tulus mau minta maaf dan berteman sama gue, oke gue pasti bakal maafin lu dan terima lu buat gabung sama kita! Kan manusia itu tempatnya berbuat salah, jadi gue sebagai manusia biasa harus bisa saling memaafkan dan gak baik juga kalo gue terlalu lama bermusuhan dengan orang!" ucap Topan.


"Serius bro? Lu maafin kita semua?" tanya Bram.


"Iya, bahkan dari sebelum lu minta maaf kayak gini, gue juga udah maafin lu kok!" jawab Topan tersenyum renyah.


"Makasih banyak, bro!" ucap Bram tampak meneteskan air mata mungkin karena mengingat segala perbuatan jahat yang sudah ia lakukan terhadap Topan beberapa waktu lalu.


"Santai! Asalkan lu beneran mau berubah, gue dengan lapang dada bakal maafin lu sama temen-temen lu itu dan terima kalian disini. Sekarang lu bangun dan jangan begini terus!" ucap Topan.


"Iya iya..." Bram tersenyum kemudian bangkit dari posisinya saat ini lalu menatap wajah Topan.


"Boleh gue peluk lu?" tanya Bram meminta izin sebelum ia memeluk Topan, rupanya Bram ingin membuat pertemanan antara mereka lebih terasa.


"Sure, silahkan!" jawab Topan singkat.


Bram tersenyum sembari menyeka air mata di wajahnya, lalu ia pun maju dengan bersemangat dan memeluk erat Topan sambil menepuk-nepuk punggung pria tersebut dan tampak bahagia.


Disisi lain, Hendra masuk ke kamarnya untuk menengok Calissa dan memastikan bahwa kondisi istrinya itu baik-baik saja setelah sempat berkelahi dengan Cahaya di depan tadi.


Hendra tampak cemas khawatir kalau Calissa akan sangat marah dan benci pada putrinya, karena memang apa yang dilakukan Cahaya tadi kepada Calissa benar-benar membuatnya malu serta tidak menyangka kalau Cahaya bisa seperti itu.


Hendra pun mendekati istrinya yang tengah berbaring di ranjang dengan posisi miring dan diselimuti oleh selimut yang tebal.


"Sayang..." Hendra perlahan memanggil nama istrinya lalu menyentuh tubuh sang istri dengan lembut sebelum akhirnya duduk di pinggir ranjang dan mengamati wajah istrinya itu.


Calissa sadar dan membuka mata, ia lalu menoleh menghadap ke arah suaminya.


"Mas Hendra?" ucapnya sedikit terkejut saat menyadari suaminya itu ada disana dan tengah duduk memperhatikan wajahnya.

__ADS_1


Calissa juga bangkit duduk bersandar dengan kaki lurus ke depan.


"Mas sejak kapan ada disini? Maaf ya mas, tadi aku ketiduran. Mungkin karena aku capek abis ada sesi pemotretan tadi di loksyut, oh ya gimana soal Cahaya, mas?" tanya Calissa penasaran.


Hendra terdiam sejenak sembari menghela nafas.


"Ya begitulah, Cahaya masih bersikeras gak mau minta maaf sama kamu atas perbuatan yang tadi dia udah lakukan ke kamu. Mas juga heran sama dia, bisa-bisanya dia begitu dan jambak rambut kamu. Padahal kemarin kan Cahaya sudah berubah, dia mau berbaikan dan berdamai sama kamu. Tapi, kenapa sekarang malah jadi begini lagi?" ujar Hendra.


"Sabar, mas! Udah pasti ini semua karena ulah Topan. Mereka kan masih ketemu terus di sekolah, aku yakin banget Topan pasti menghasut Cahaya supaya gak nurut sama aku dan kamu lagi!" ucap Calissa coba memengaruhi suaminya.


"Kamu benar, lagi-lagi anak itu selalu cari masalah! Sepertinya mas harus bertindak supaya Topan gak berani lagi berbuat seperti ini pada Cahaya, mas harus tegur dia bahkan kalo perlu mas kirim Tio sama Jaber buat kasih pelajaran ke dia! Mas gak mau dia selalu membawa pengaruh buruk pada Cahaya, mas harus cari dia sampe ketemu!" ucap Hendra sudah terbawa emosi.


Calissa terdiam memikirkan sesuatu.


"Gawat nih! Si tua bangka ini gak boleh macem-macem sama Topan, tapi gue harus gimana ya sekarang buat bujuk dia supaya gak cari Topan?" gumam Calissa di dalam hatinya.


Hendra yang emosi langsung berdiri kembali dan berniat pergi mencari Topan, namun Calissa dengan cepat bangkit dan menahan suaminya agar tidak pergi dari sana.


"Mas, tunggu mas!" teriak Calissa sembari mencekal lengan suaminya dari belakang.


"Iya sayang, kenapa?" tanya Hendra menoleh ke arah Calissa sembari memegang wajah istrinya itu.


"Mas mau kemana sih?" Calissa bertanya pada suaminya berharap kalau sang suami tidak akan pergi mencari Topan.


"Kan tadi mas udah bilang, mas mau cari si Topan! Dia itu harus dikasih pelajaran supaya enggak pengaruhin Cahaya, dia udah keterlaluan loh sayang! Cahaya sampai seberani itu sama kamu, emang bener-bener si Topan itu!" ujar Hendra.


"Sabar, mas! Emang Topan udah pengaruhi Cahaya yang gak bener, tapi mas lebih baik jauhin Cahaya dari Topan aja supaya mereka gak bisa ketemu lagi! Kalau misal mas cuma kasih pelajaran ke Topan, aku yakin dia gak akan kapok!" ucap Calissa.


Hendra terdiam mengatur nafasnya.


"Duh, semoga aja tua bangka ini mau nurut sama kata-kata gue!" batin Calissa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2