
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 316
...•...
...•...
Topan pulang ke rumahnya sesudah mengantar Cahaya, ia merasa gembira karena nanti malam ia akan dinner bersama gadis tercintanya yang juga sangat ia sayangi itu.
Namun, kegembiraan Topan mendadak sirna setelah melihat mama dan papanya tampak gelisah di sofa ruang tamu. Ia pun bingung tak tahu apa yang terjadi, sehingga ia memutuskan untuk mendekat dan bertanya langsung pada kedua orangtuanya itu.
"Mama, papa, ini ada apa sih? Kok papa sama mama kayak lagi gelisah gitu?" tanya Topan heran.
Sontak Sergie serta Eun-Kyung terkejut melihat kehadiran putra mereka disana, keduanya reflek menoleh ke arah Topan dan menghapus air mata yang sempat menetes di wajah Eun-Kyung akibat masalah yang menerpanya.
"Topan? Kamu udah selesai anterin Cahaya pulang? Kok cepet banget sih? Emang kalian gak jalan-jalan dulu atau gimana gitu?" ucap Eun-Kyung.
"Umm, enggak mah. Cahaya capek katanya pengen istirahat dulu, tapi nanti malam aku mau ajak dia dinner berdua! Mama sama papa kasih izin kan?" ucap Topan tersenyum.
"Oh ya pasti dong sayang!" ucap Eun-Kyung.
"Iyalah, masa kita gak kasih izin kalian buat berduaan? Silahkan aja Topan, yang penting kamu sama Cahaya bahagia!" sahut Sergie.
"Ahaha emang dah papa sama mama ini paling the best! Oh ya, tadi kok pertanyaan aku belum dijawab sih pah, mah?" ucap Topan.
"Eee pertanyaan yang mana?" tanya Eun-Kyung.
"Itu loh mah, kenapa mama sama papa kayak kelihatan lagi bingung gitu? Papa sama mama lagi ada masalah apa gimana? Kalau emang iya, cerita aja sama Topan!" ucap Topan.
"Eee enggak sayang, mama sama papa gak ada masalah kok!" ucap Eun-Kyung.
"Masa sih?" ujar Topan tak percaya.
"Iya Topan, buat apa kita bohong sama kamu? Tadi itu kita cuma lagi bingung, rencananya mama ini mau balik ke Korea!" ucap Sergie.
"Hah? Balik ke Korea? Yang bener mah?" ujar Topan terkejut bukan main.
"Iya sayang, mama pengen tinggal lagi di Korea. Udah lama mama gak kesana, biarpun orang tua mama disana udah gak ada, tapi kan tetap aja asal mama itu di Korea. Jadi, mama pengen lah balik tinggal disana lagi!" jawab Eun-Kyung.
"Loh mah, kalo mama tinggal di Korea terus aku sama papa gimana?" tanya Topan.
"Ya kita ikut lah Topan! Nanti kamu bisa lanjutin kuliah disana, terus pegang perusahaan papa yang ada disana juga!" ujar Sergie.
"Waduh, terus Cahaya gimana pah?" tanya Topan.
"Ya makanya kamu buru-buru nikahin Cahaya, supaya dia bisa kamu bawa ke Korea juga dan tinggal bareng sama kita! Papa yakin deh, gadis kayak Cahaya itu pasti suka sama Korea!" ucap Sergie.
"Ngomong sih enak pah, tapi kenyataannya susah! Cahaya aja masih sekolah, dia juga gak mau nikah muda! Terus gak mungkin juga Cahaya mau ikut sama aku ke Korea, dia kan sayang banget sama papanya! Pasti Cahaya gak tega ninggalin papanya sendirian!" ucap Topan.
"Iya juga sih, yaudah selama Cahaya belum mau diajak nikah, kamu tinggal disini aja dulu! Baru kalau kalian udah sah nih, susul deh kita sekalian ajak papanya Cahaya juga!" usul Eun-Kyung.
"Nah papa setuju! Ide mama kamu itu emang brilian!" sahut Sergie tersenyum.
"Iya sih pah, tapi masalahnya aku mana bisa tinggal sendiri? Aku kan butuh bantuan mama sama papa juga, yakali aku harus sendirian disini!" ujar Topan.
"Kamu kok masih manja aja sih? Kan kamu udah dewasa Topan, udah mau 25 tahun loh! Kalau gak bisa tinggal sendiri sih keterlaluan! Lagian disini kan kamu juga ditemenin sama bik Leni, lupa? Soal uang, papa pasti transfer terus kok tiap bulan buat kamu!" ucap Sergie.
"Benar itu Topan! Kamu pasti bisa hidup mandiri, bukannya selama ini kamu udah sering kan ditinggal mama sama papa kalo lagi kerja? Kenapa sekarang kamu malah permasalahin itu?" saut Eun-Kyung.
"Iya sih pah, mah, aku emang udah terbiasa tinggal sama bik Leni aja disini dan ditinggal sama papa mama waktu kerja. Tapi, itu kan cuma sebentar dan pastinya tiap malam aku ketemu lagi sama papa mama walau sebentar!" ucap Topan.
"Ohh jadi kamu gak bisa kalau gak ketemu papa mama sebentar aja gitu? Aduh, so sweet nya kamu sayang! Mama jadi bingung deh harus gimana sekarang, makin gak tega mama ninggalin kamu!" ucap Eun-Kyung.
"Ahaha saran aku sih mending mama tetap tinggal disini! Nanti ke Korea nya kalau aku udah nikah sama Cahaya ya, mah?" usul Topan.
"Huft, gimana ini pah? Kasihan tau kalau Topan ditinggal sendirian, mama gak tega!" ucap Eun-Kyung.
"Ya terserah mama aja deh, papa mah ngikut sama apa kemauan mama!" ucap Sergie.
__ADS_1
"Yaudah, mama tetap disini buat kamu sayang! Mama gak jadi ke Korea, mama lebih pilih tinggal bareng anak mama dibanding terusin karir mama jadi artis!" ucap Eun-Kyung.
"Yang bener mah?" tanya Topan.
"Iya sayang...."
Topan yang teramat senang itu, langsung memeluk mamanya dengan erat disertai senyuman yang terukir di wajahnya, ia sangat senang karena sang mama tidak jadi pergi ke Korea dan tetap tinggal bersamanya disana.
•
•
Malam harinya, Cahaya sudah berdandan rapih di depan cermin kamarnya dan tampak cantik dengan gaun berwarna hitam yang ia kenakan serta makeup di wajahnya.
Cahaya merasa puas pada kecantikan dirinya, ia berharap dapat membuat Topan senang saat melihat ia dan tidak kecewa atau merasa malu makan malam berdua dengannya.
"Nah udah cukup! Sekarang gue tinggal tunggu Topan datang jemput, pasti dia bakal terpesona lihat kecantikan gue! Ya semoga aja sih, walau gue gak yakin sama itu! Tapi, kayaknya mah gue udah cantik kok biarpun makeup gue gak seberapa!" ujar Cahaya berbicara sendiri di depan cermin.
Gadis itu berdiri dari kursinya, ia memutar tubuhnya melihat sendiri penampilannya di depan cermin apakah sudah oke atau belum.
"Udah lah, gue juga bingung harus tambahin dandanan apa lagi! Menurut gue sih ini udah oke, coba aja kali ya gue tanya ke papa? Papa kan cowok tuh, pasti seleranya sama kayak Topan!" ucap Cahaya.
Akhirnya Cahaya memutuskan untuk keluar dari kamar dan turun ke ruang tamu menemui papanya.
Di bawah, terlihat Hendra sang papa tengah duduk di sofa sembari menikmati secangkir kopi dan kue serta menonton tv seorang diri. Tentunya Cahaya langsung menghampiri papanya itu untuk bertanya apakah ia sudah cantik atau belum.
"Papa!" sapa Cahaya sambil tersenyum.
"Ah iya, kenapa sayang?" tanya Hendra sedikit kaget.
"Hehe gapapa sih pah, aku cuma mau tanya ke papa. Kira-kira menurut papa, aku udah cantik apa belum nih?" ucap Cahaya sembari menunjukkan tubuhnya di hadapan sang papa.
Hendra mengamati tubuh putrinya dari atas sampai bawah, mulutnya menganga sedikit sembari menelan saliva dengan kasar.
"Ya ampun sayang, kenapa kamu tanya begitu ke papa? Kamu itu cantik banget loh, luar biasa sayang! Anak papa kan gak ada duanya kalau masalah cantik, emang kamu mau kemana sih? Ngapain dandan kayak gini segala?" jawab Hendra.
"Umm, aku mau dinner sama Topan. Aku takut aja Topan ngerasa ilfeel karena aku jelek," ucap Cahaya.
"Hah? Kamu itu kalo mikir jangan di luar kotak gitu dong! Gimana bisa Topan ilfeel sama kamu yang cantiknya gak ada obat ini, ha? Ada-ada aja kamu Cahaya!" ujar Hendra terkekeh.
"Hadeh, harus gimana lagi biar kamu percaya sayang? Kamu itu emang udah cantik kok, gini aja kamu tunggu deh sampe Topan dateng terus tanya langsung ke dia kamu udah cantik apa belum! Pasti jawabannya udah, karena kamu emang cantik banget Cahaya anak papa tersayang!" ucap Hendra.
Gadis itu tersipu mendapat pujian dari papanya, ia tersenyum malu disertai wajah yang memerah dengan lesung pipi di kedua belah sisi menambah kecantikan serta manisnya gadis itu.
"Yaudah pah, aku mau tunggu Topan disini ya?" ujar Cahaya.
"Iya, duduk aja sini!" ucap Hendra.
Cahaya mengangguk sambil tersenyum, lalu duduk di sebelah papanya tanpa menghilangkan senyum di wajahnya yang manis itu.
"Pah, papa kok ngopi terus sih? Tadi pagi kan udah, kenapa sekarang ngopi lagi? Gak baik loh buat kesehatan papa, nanti kalau asam lambung papa naik gimana?" ucap Cahaya cemas.
"Tenang sayang, itu gak akan terjadi kok! Kamu gak perlu cemasin papa!" ucap Hendra santai.
"Iya deh, terserah papa aja. Yang penting papa bahagia dan selalu cek kesehatan ke dokter ya, pah? Aku gak mau aja papa kenapa-napa, karena papa kan satu-satunya keluarga yang aku punya disini!" ucap Cahaya tersenyum.
"iya sayang, kamu gak perlu cemas ya!" ucap Hendra.
Cahaya pun menggeser posisi duduknya, lalu memeluk sang papa dengan erat sembari membenamkan wajahnya pada dada papanya itu dan memejamkan mata sejenak.
"Aku sayang papa!" ucap Cahaya.
"Papa juga sayang kamu!" ucap Hendra.
Tiiinnnn...
Tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil dari arah depan rumahnya, tentu Cahaya reflek mengangkat kepalanya dan mengira bahwa itu adalah mobil milik Topan yang sudah datang.
"Pah, itu kayaknya Topan deh. Aku keluar dulu ya?" ucap Cahaya.
"Yaudah sayang, papa temani ya?" ucap Hendra.
"Oke pah!"
Cahaya dan Hendra pun bangkit dari sofa, lalu melangkah menuju ke luar untuk menemui siapa yang datang, sepasang anak dan ayah itu berjalan berdampingan sambil saling merangkul satu sama lain serta tersenyum lebar.
__ADS_1
Sesampainya di luar, benar saja ternyata Topan yang datang dan sudah berdiri di teras rumahnya.
"Hai Topan!" ucap Cahaya menyapa pacarnya.
Topan terkejut melihat gadisnya tampak begitu cantik dibalut dengan gaun hitam nan indah itu, ia sampai tak bisa berkedip dan pandangannya selalu tertuju pada wajah Cahaya.
"Pacar, kamu kenapa?" tegur Cahaya.
"Eh eee hai juga Cahaya!" ucap Topan.
"Hahaha nah kan sayang, benar kata papa tadi! Buktinya Topan langsung terpesona sama kamu, masih mau bilang Topan bakalan ilfeel?" ujar Hendra.
"Maksud om gimana?" tanya Topan heran.
"Iya Topan, tadi Cahaya ini insecure sama penampilan dia sendiri. Dia pikir kamu bakal ilfeel kalau jalan berdua sama dia, padahal kenyataannya gak begitu kan?" jelas Hendra.
"Ohh ya enggak mungkin lah om! Cahaya cantik begini masa saya ilfeel?" ucap Topan tersenyum.
"Halah gombal!" cibir Cahaya.
"Hey, serius loh aku! Kamu emang cantik sayang, yaudah yuk kita langsung berangkat aja!" ucap Topan.
"Eee iya... pah, aku sama Topan pergi dulu ya? Papa mau nitip apa? Biar nanti pulangnya kita beliin buat papa, atau papa mau dibungkusin makanan dari restoran?" ucap Cahaya.
"Gausah, cukup kamu pulangnya jangan lewat dari jam sepuluh aja!" ujar Hendra.
"Oh oke pah!" ucap Cahaya tersenyum.
"Siap om! Saya pasti bakal bawa pulang Cahaya di bawah jam sepuluh, tapi tergantung Cahaya nya sih om. Soalnya dia suka susah banget diajak pulang kalo lagi jalan berdua sama saya," ujar Topan.
"Ih apaan sih? Mana ada aku begitu?" elak Cahaya.
"Hahaha yasudah, hati-hati ya kalian! Jangan ngebut loh Topan!" ucap Hendra tertawa.
"Oke om, siap!" ucap Topan.
Topan dan Cahaya pun bergantian mencium punggung tangan Hendra. Setelahnya, mereka pergi menuju mobil lalu masuk ke dalam meninggalkan rumah yang lumayan besar itu.
Sementara Hendra masih tetap pada tempatnya, ia terus mengamati mobil Topan hingga tak terlihat lagi dari pandangannya.
•
•
Singkat cerita, sepasang kekasih itu telah tiba di restoran mewah yang cukup ramai itu. Topan pun menggandeng tangan Cahaya sampai ke dekat kursi, ia menarik satu kursi untuk Cahaya dan membantu gadisnya duduk disana.
Lalu, Topan juga duduk tepat di depan Cahaya. Ia kembali meraih satu tangan gadis itu dan mengecupnya lembut, membuat Cahaya terkejut namun senang dengan perlakuan manis sang kekasih padanya.
"Pacar, ini sebenarnya restoran model apa sih? Kok ada musik DJ nya segala? Baru kali ini aku dateng ke restoran kayak gini, tapi asik sih musiknya bikin pengen joget!" ucap Cahaya.
"Nah kan asik, ini namanya restoran kekinian sayang!" ucap Topan tersenyum.
"Ohh," ucap Cahaya manggut-manggut.
"Iya sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Topan.
"Umm...."
Cahaya kebingungan saat membaca daftar menu di atas meja itu, ia cukup asing dengan nama makanan ataupun minuman yang tersedia disana.
"Pacar, ini kok nama-namanya kayak begini ya? Ribet banget pake bahasa Brazil segala, mana gak ada terjemahannya lagi! Gimana caranya aku bisa tahu ini makanan apa sayang?" ujar Cahaya.
"Hahaha, sini deh aku terjemahin buat kamu ya!" ucap Topan tersenyum.
Cahaya mengangguk, lalu Topan pun menjelaskan semua yang ada di menu pada Cahaya. Kini Cahaya tahu bahwa restoran itu adalah restoran Brazil milik Sergie alias papanya Topan, dan Cahaya cukup kaget karena tak mengira kalau Topan akan mengajaknya ke restoran milik papanya sendiri.
"Gimana sayang?" tanya Topan.
"Ya ampun, kamu mah ada-ada aja sih! Kenapa gak bilang kalau ini restoran papa kamu?" ujar Cahaya.
"Hahaha maaf sayang!" ujar Topan tertawa.
Mereka pun memesan makanan dan lanjut berbincang sejenak sampai pesanan mereka datang.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...